Pembangunan : Sebuah Sisi lain

Jauh panggang dari api. Mungkin seperti itulah gambaran dari isi coretan berikut ini jika dibandingkan dengan judulnya. Selain karena saya tidak mampu melakukan sebuah penelitian atau analisa mengenai korelasi antara pembangunan dengan berbagai dampak lingkungan, juga karena saya tidak terbiasa untuk menuliskan hal yang berat-berat. Jadi jangan khawatir, anda tidak akan menemukan data-data dalam bentuk jumlah dan persentase atau istilah-istilah keren yang saya sendiri tidak tahu apa arti dan maksudnya. Jadi, santai saja.

Sebuah pembangunan sepertinya akan memberikan dampak positif dan negatif meskipun tidak terasa dalam waktu bersamaan. Perbaikan atau pelebaran jalan sebagai contoh. Tujuannya adalah untuk mengurangi kemacetan arus lalu-lintas. Namun pada saat proses pembangunan berjalan, justru akan menimbulkan kemacetan. Itu sebuah resiko yang pasti terjadi dan harus diambil. Di saat yang bersamaan, ada tanah atau bahkan rumah warga di sekitarnya yang harus tergusur. Mau tidak mau para warga harus pindah ke tempat lain. Ke sebuah lingkungan baru. Perbaikan jalan pun pernah terjadi di lingkungan tempat saya tinggal. Hanya saja, kedua orang tua saya tidak perlu pindah ke tempat lain.

Rumah yang saya tinggali saat ini adalah rumah kedua orang tua saya. Letaknya di pinggi jalan kecil. Di sisi sebuah gang. Gangnya tidak terlalu sempit sehingga tidak pantas jika diberi julukan gang senggol. Sebab gang senggol itu identik dengan kondisi sebuah gang di mana dua orang akan saling senggol jika  berjalan berlawanan arah. Sementara gang di depan rumah kedua orang tua saya itu masih bisa dilewati oleh dua sepeda motor meski salah satunya harus berhenti terlebih dahulu untuk mempersilahkan pengendara sepeda motor lainnya lewat.

Dahulunya, kondisi gang kecil tersebut tidak rata. Banyak lubang di mana-mana. Tak lama kemudian, sebuah proyek perbaikan jalan dilaksakana. Proyek tersebut menyulap permukaan gang tersebut menjadi halus. Mulus. Tak ada lagi lubang yang terlihat. Saya dan warga sekitar tentu senang. Mungkin tak hanya kami saja, para pedagang keliling yang menggunakan gerobak atau sepeda sepertinya juga merasakan dampak positifnya. Apalagi para pengendara sepeda motor. Alhamdulillah.

Namun demikian, ketika musim penghujan seperti sekarang ini, perbaikan jalan yang dilakukan sebelumnya memunculkan sebuah masalah, khususnya bagi rumah kedua orang tua saya. Pasalnya, perbaikan tersebut menyebabkan kondisi permukaan gang lebih tinggi dari teras rumah kedua orang tua saya. Jika hujan turun dengan lebat dan waktu yang agak lama, debit aliran air meningkat dan tidak bisa ditampung oleh dua buah selokan kecil yang berada di sisi kanan dan kiri gang. Jika saya atau kedua orang tua saya tidak mengambil tindakan cepat untuk membendung aliran air, maka air akan masuk ke dalam rumah. Selanjutnya, kami akan kerja bakti untuk mengerihkan dan membersihkan lantai rumah yang kebanjiran.

Perbaikan gang di depan rumah kedua orang tua saya tidak bisa disalahkan. Dampak positifnya jauh lebih besar dibandingkan dampak negatifnya. Dampak negatifnya mungkin hanya dirasakan oleh rumah kedua orang tua saya dan satu dua rumah lainnya. Karenanya, sebuah tindakan antisipasi harus diambil untuk mencegah masuknya air ke dalam rumah jika hujan turun dengan lebat dan dalam waktu yang agak lama.

Meninggikan teras rumah secara keseluruh akan membutuhkan biaya yang cukup besar. Akhirnya kami hanya meninggikan bagian teras di bawah pintu pagar dan bertemu langsung dengan pinggir gang. Bentuknya menjadi seperti gundukan. Tidak terlallu tinggi tidak terlalu curam. Sebab jika terlalu tinggi dan curam saya akan kesulitan untuk mengeluarkan sepeda motor ke luar rumah dan memasukkannya.

Semoga saja, setelah teras rumah dibuat sedemikian rupa, air tidak lagi bisa masuk ke dalam rumah dan penghuninya bisa lebih tenang. Aamiin.

teras_rumah


Tulisan Terkait Sebelumnya :

12 respons untuk ‘Pembangunan : Sebuah Sisi lain

  1. danirachmat Januari 17, 2014 / 10:02

    Amiiiiin. Dulu rumah di Surabaya juga kondisinya gitu Mas, lebih rendah dari jalan yang dibangun. Akhirnya dikasih solusi sama persis dengan potonya itu.

    • jampang Januari 17, 2014 / 10:04

      solusi yang mudah dan murah ya mas 😀

  2. capung2 Januari 17, 2014 / 13:21

    Terkadang memang utk hal-hal spt ini dituntut kecerdasan kita jga..

    lumayan klo akhirnya tanggul itu bisa menstop air yg meluber kedalam rumah kita. Semoga cuacanya gag terus2n hujan ya.. !

    • jampang Januari 17, 2014 / 13:43

      hujan juga gpp, mas. rezeki. hujan yang bermanfaat. kalau soal banjir ya bukan salah hujannya kan 😀

  3. ibuseno Januari 17, 2014 / 13:44

    tosss mas… sama deh bikin bendungan depan rumah jg, dana buat ninggiin terasnya belom ada..hehe

    • jampang Januari 17, 2014 / 13:56

      soalnya kalau ninggin teras perlu buat ngurug juga karena ketinggian teras di rumah ortu nggak sama, teh 😀

  4. Dyah Sujiati Januari 17, 2014 / 14:07

    Jadi jangan khawatir, anda tidak akan menemukan data-data dalam bentuk jumlah dan persentase atau istilah-istilah keren yang saya sendiri tidak tahu apa arti dan maksudnya.

    Ahaha!

    • jampang Januari 17, 2014 / 14:13

      pendahuluan yang aneh lucu yah?

      • Dyah Sujiati Januari 18, 2014 / 05:04

        Tidak juga.

        Cuma. . . . (some)
        :p

      • jampang Januari 18, 2014 / 07:01

        syukurlah ada yg bisa tertawa 😀

  5. lazione budy Januari 18, 2014 / 02:34

    teras rumah kami tinggiin, aman sejauh ini.
    di jalan-jalan besar sekarang ini dibangun lebih tinggi.

    • jampang Januari 18, 2014 / 06:58

      terasnya mungkin ditinggiin sekalian renove atapnya. sebab kalau ditinggiin, sebagian atapnya jadi pendek banget.

      alhamdulillah… “tanggulnya” berhasil. semalam hujan lebat air nggak masuk ke dalam rumah

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s