Awalnya, Payung Bukan Untuk Lelaki dan Pelindung Hujan

berdua di bawah payung
Sedia payung sebelum hujan. Pribahasa tersebut mungkin terlahir dan terkenal sekian ribu tahun setelah benda bernama payung berhasil ditemukan.

*****

Rabu, 8 Januari 2013

Cuaca sore itu cukup mendung. Untuk beberapa lama saya berdiri di sisi jalan kebayoran lama. Menunggu kedatangan Minyu yang sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya.

Dari tempat berdiri, saya melihat sebuah Mikrolet M-09 berhenti di seberang jalan. Lalu turunlah salah satu penumpang perempuan. Dia adalah Minyu.

Saya segera menyeberang menghampiri Minyu. Ketika kami sudah berhadapan dan bermaksud menyeberang, hujan turun dengan tiba-tiba. Saya minta Minyu mengeluarkan payung yang selalu berada di dalam tas dan dibawanya setiap berangkat kerja. Selanjutnya, kami berjalan di bawah naungan payung yang melindungi kami dari rintik-rintik hujan.

*****

Saya pribadi tidak selalu suka menggunakan payung. Jika cuaca hujan kecil atau masih berupa gerimis, maka saya akan menembusnya tanpa payung. Kondisi seperti cerita di atas mungkin adalah salah satu dari beberapa pengecualian. Bahkan ketika berada di atas sepeda motor, saya lebih suka membawa kantong plastik dibandingkan dengan jas hujan.

Ketika payung ditemukan, sekitar empat ribu tahun yang lalu, peruntukannya bukanlah untuk lelaki, melainkan untuk kaum perempuan. Seperti itulah informasi yang saya dapatkan dari wikipedia. Lalu seorang petualang dan penulis Persia, Jonas Hanway (1712 – 1786), dengan percaya diri sering membawa payung di depan publik, sehingga menggoda keberadaan payung untuk dipakai juga oleh pria. Begitu populernya payung sehingga para pria di Inggris menyebut payung itu sebagai “Hanway” (teman jalan), merujuk kepada nama orang yang mempopulerkannya.

Fungsi payung ketika pertama kali ditemukan bukanlah untuk melindungi  orang yang menggunakannya dari guyuran air hujan, melainkan dari teriknya cuaca dan panasnya matahari. Sebab kata payung yang dalam bahasa inggris disebut dengan “umbrella” berasal dari bahasa latin “umbra”, yang berarti bayang-bayang. Saat ditemukan pada empat ribu tahun lalu, awalnya payung kuno didesain khusus hanya untuk melindungi sang pemakai dari terik panas matahari. Sampai akhirnya bangsa China berhasil membuat payung yang berfungsi juga sebagai pelindung terhadap hujan. Mereka berhasil memanfaatkan lilin dan lak sebagai pelapis kertas agar payung itu anti air.


Tulisan Terkait Lainnya :

30 respons untuk ‘Awalnya, Payung Bukan Untuk Lelaki dan Pelindung Hujan

    • jampang Januari 18, 2014 / 19:56

      Saya juga baru tahu pas iseng2 googling 😀

    • jampang Januari 18, 2014 / 19:56

      Masih banyak daun pohon pisang yah?

      • jampang Januari 21, 2014 / 05:06

        pantesan…. kalau di sini mah udah jarang banget

    • jampang Januari 18, 2014 / 21:18

      Itu mah session lain bukan pas kejadian 😀

  1. ibuseno Januari 18, 2014 / 21:33

    iya baru tau juga..tp emang suka agak2 gimana ya liat cowok pake payung itu hahaha

    • jampang Januari 19, 2014 / 05:11

      kurang jantan ya, teh 😀

      • ibuseno Januari 19, 2014 / 14:37

        gitu deh hehehe

      • jampang Januari 19, 2014 / 15:01

        Apalagi payungny warna pink 😀

        Eh… Ada nggak yah warna itu?

      • ibuseno Januari 19, 2014 / 15:05

        nah ituu..aku punya payung bunga2 pinky..
        seno relaan hujan2an dr pd disuruh pake payung itu

      • jampang Januari 19, 2014 / 20:04

        nah… itu buktinya 😀

  2. Ni Made Sri Andani Januari 18, 2014 / 21:44

    wah..kasihan juga ya para lelaki sebelum tahun itu yang terpaksa berhujan-hujan karena tak mau menggunakan payung..

    • jampang Januari 19, 2014 / 05:12

      😀
      mungkin mereka lebih senang mandi hujan, mbak

  3. arip Januari 18, 2014 / 23:17

    Untung ada bangsa China. Kalau ga ada, ga bakalan ada peribahasa sedia payung sebelum hujan.

  4. ayanapunya Januari 19, 2014 / 05:25

    di kantor kalau hujan bapak2nya ke mushola pakai payung tuh

    • jampang Januari 19, 2014 / 06:00

      kalau hujannya lebat banget, di kantor, saya juga ke masjid pake payung yang disediain sama merbot masjid 😀

  5. Amin Januari 19, 2014 / 06:17

    oh, ternyata begitu ya ceritanya, baru tahu nih mas jampang.

    • jampang Januari 19, 2014 / 06:19

      saya nemu di wikipedia, mas 😀

  6. RY Januari 19, 2014 / 07:20

    Payung selalu ada di tas saya Pak, berarti saya emang perempuan yah
    hehehehhhe

    • jampang Januari 19, 2014 / 07:22

      jelas itu. dari CCTV juga keliatan 😛

  7. Tita Bunda Aisykha Januari 19, 2014 / 09:25

    Oh, aku baru tau payung awalnya bwt mlindungindr sinar matahari he he,,

    • jampang Januari 19, 2014 / 10:30

      Saya juga baru tahu, mbak

  8. tinsyam Januari 24, 2014 / 18:06

    udah baca yang hanway & umbra.. sebener dari awal payung itu aksesoris pria loh ya.. jadi senjata juga.. jadi tongkat..

    • jampang Januari 24, 2014 / 20:16

      Wah… Berarti saya salah tangkap infonya dong yah

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s