[Prompt #42] Bunga Kertas

sumber gambar dari sini

“Aku ingin bunga, Ayah.”

Sejak tiga hari yang lalu, Farah menyampaikan keinginan tersebut setiap kali ayahnya mau berangkat bekerja. Namun Fadil belum juga memenuhinya. Hari ini, Fadil bertekad untuk memenuhi keinginan putri semata wayangnya itu.

Fadil berlari mengejar matahari yang hampir terbenam. Diabaikannya aroma yang menusuk hidung dari tumpukan sampah yang dinjaknya. Dirinya ingin segera memberikan sekuntum bunga kertas kepada Farah yang menunggunya di rumah.

“Bunga apa ini, Yah?” Tanya Farah ketika bunga kertas itu sudah berada di tangannya.

“Itu bunga kertas. Bentuknya seperti bunga tulip. Bunga khas Belanda.” Jawab Fadil.

“Belanda itu di mana, Yah?”

“Jauh. Kalau mau ke sana harus naik pesawat.”

“Aku bisa ke Belanda nggak, Yah?”

“Untuk apa ke Belanda?”

“Untuk melihat bunga tulip yang asli. Pasti lebih indah dari ini.”

Dada Fadil bergemuruh mendengar jawaban Farah.

“Tentu bisa. Insya Allah!” Jawab Fadil sambil menahan air matanya sekuat tenaga agar tak mengalir.

*****

“Farah, maafkan ayah. Ayah tidak bisa memberikan sekuntum bunga mawar yang indah untuk memenuhi keinginanmu. Harga sekuntum mawar masih terlalu mahal dibandingkan isi kantong ayah yang bekerja sebagai pemulung ini. Ayah berharap, bunga tulip kertas ini bisa menjadi penghibur dan penyemangat dirimu untuk meraih cita-citamu.”

Farah melipat kembali surat yang baru saja dibacanya itu mengikuti garis lipatan yang membekas di atasnya hingga membentuk sekuntum bunga kertas. Bunga Tulip. Kedua matanya basah, lalu mengalirlah sungai kecil dari kedua sudut matanya.

“Terima kasih, Ayah.” Ucapnya lirih sebelum memasukkan bunga kertas tersebut ke dalam tasnya lalu bangkit meninggalkan tempat duduknya di sebuah taman yang dipenuhi dengan Bunga Tulip aneka warna.

*****

Jumlah 253 kata untuk meramaikan MFF Prompt#42 : Bunga Kertas


Baca juga prompt sebelumnya :

38 respons untuk ‘[Prompt #42] Bunga Kertas

  1. fenny Maret 12, 2014 / 09:42

    Terharu … *sedih* 😦

    • jampang Maret 12, 2014 / 09:44

      tapi kan happy ending 😀

  2. aqied Maret 12, 2014 / 10:00

    Merinding, asli

    • jampang Maret 12, 2014 / 10:08

      itu saya anggap pujian yah 😀

      • aqied Maret 12, 2014 / 22:52

        Mbrebes mili td di kantor

      • jampang Maret 13, 2014 / 05:23

        tak bermaksud bikin sedih, mbak
        maaf

  3. capung2 Maret 12, 2014 / 10:11

    jadi ayah hrs bisa origami nih.. 😀

    • jampang Maret 12, 2014 / 10:41

      kalau nggak bisa beliin bunga asli… ya gitu deh 😀

  4. fenny Maret 12, 2014 / 10:11

    Sedih bahagia … Jd kangen …
    Endingnya Farah jd k belanda?

    • jampang Maret 12, 2014 / 10:41

      maaf kalau gitu.

      iyah… jadi ke belanda, melanjutkan pendidikan dan jadi orang sukses 😀

  5. Goiq Maret 12, 2014 / 10:44

    mengharukan mas

    • jampang Maret 12, 2014 / 10:52

      iyah….

      terima kasih

  6. amy syahmid Maret 12, 2014 / 10:51

    ayahnya keren ^^

    *udah lupa pola bikin bunga ini

    • jampang Maret 12, 2014 / 10:53

      saya masih ingat.

      kan itu foto yang dijadikan tema adalah hasil karya saya 😀 *pamcol*

  7. danirachmat Maret 12, 2014 / 11:42

    terharu, merinding, bahagia dan segala macem rasa. keren ceritanya Bang.

    • jampang Maret 12, 2014 / 12:34

      😀
      terima kasih, mas

    • jampang Maret 12, 2014 / 12:34

      terima kasih, mas 😀

  8. syifarah03 Maret 12, 2014 / 13:23

    woooo, jadi hasil karya mas Rifki sendiri tho bunga kertasnya, wiii baguus *tepuktangan
    ceritanya mengharukan hiks ihik ihik

    • jampang Maret 12, 2014 / 13:25

      yup. bunganya masih ada di meja kerja saya 😀

      terima kasih

  9. ysalma Maret 12, 2014 / 13:49

    singakat, padat, tetapi situasi yang diceritakan seperti terpampang di depan mata.
    jempol deh buat flas fiksi nya.
    #perlu berguru disini kayaknya nih.

    • jampang Maret 12, 2014 / 13:58

      terima kasih, mbak.

      kalau belajar ya sama-sama aja. saya juga masih belajar niru2 yang udah pada jago bikin FF

  10. Joe Ismail Maret 12, 2014 / 14:13

    kisah yang menarik, walau hanya singkat

    • jampang Maret 12, 2014 / 14:20

      terima kasih…. sebab saya nggak bisa nulis panjang2 dan lagi pula untui prompt ini dibatasi sampai 300 kata saja

  11. indahjuli Maret 12, 2014 / 16:08

    Terharu, merinding, jadi ingat almarhum Bapak.
    Penutup ceritanya bagus:)

    • jampang Maret 12, 2014 / 16:38

      mohon maaf, mbak.

      terima kasih 🙂

  12. dian farida Maret 12, 2014 / 16:15

    Sukses bikin brebes mili disore hari:)

    • jampang Maret 12, 2014 / 16:38

      padahal nggak maksud bikin sedih 😀

  13. yantist Maret 12, 2014 / 22:50

    Kereeeen…. Pengin ke Belanda juga #eh

    • jampang Maret 13, 2014 / 05:22

      😀
      semoga bisa ke sana, mbak

  14. junioranger Maret 14, 2014 / 15:00

    Beneran tercapai ya cita2nya. *Terharu

  15. Latree Maret 17, 2014 / 14:19

    happy ending tapi bikin terharu…

    • jampang Maret 17, 2014 / 14:23

      terima kasih, mbak 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s