Pernahkah Kau Merasa Hatimu Hampa?

hati yang sakit
Pernahkah Anda mendengar seseorang mengucapkan sebuah kalimat secara langsung di hadapan Anda lalu kemudian Anda merasa tersinggung? Padahal, jika kalimat yang sama diucapkan oleh orang tersebut di hari-hari sebelumnya, Anda merasa tidak ada masalah apalagi tersinggung.

Pernahkah Anda mendengar seseorang mengucapkan sebuah kalimat yang sebenarnya tidak ada kaitannya sama sekali dengan Anda lantas Anda langsung tersinggung? Padahal, di lain waktu, kejadian yang sama pernah terjadi namun Anda merasa baik-baik saja.

Pernahkah Anda membaca sebuah kalimat yang menjadi status di salah satu kontak facebook Anda, lalu Anda merasa tersinggung? Padahal, di status facebook tersebut tidak sedikit pun menyebut nama Anda dan sang teman sudah beberapa hari tidak berkomunikasi dengan Anda.

*****

Sepiring nasih putih yang masih hangat, sebuah piring berisi beberapa potong tempe goreng, sebuah piring berisi beberapa perkedel, dan segelas teh manis hangat menjadi sarapan saya kemarin pagi. Semuanya terhidang di lantai dengan alas sebuah hambal, di hadapan saya. Sementara beberapa langkah ke depan, sebuah layar yang terbuat dari kaca menyala dan menampilkan tayangan sebuah acara siraman rohani.

Entah sebelum, sesudah, atau di saat saya menikmati sarapan pagi, mata dan telinga saya menangkap sebuah adegan di mana salah seorang jama’ah berdiri, mengucapkan salam, kemudian mengajukan sebuah pertanyaan kepada ustadzah yang kira-kira kurang lebih berbunyi, “Apakah ketika kita mendengar seorang teman mengatakan sesuatu lalu kita tersinggung, artinya hati kita sedang sakit?”

Jika saya tidak salah, materi yang dibahas oleh sang ustadzah saat itu adalah tentang hati yang sakit.

Yang ditanya langsung menjawab, “bisa jadi!”

Sang ustadzah kemudian menambahkan jawabannya dengan beberapa penjelasan yang tidak bisa saya tangkap semuanya. Namun intinya, jika teman tersebut sering mengucapkan kalimat yang serupa sebelumnya lalu tak ada rasa tersinggung yang muncul, namun di hari ini ucapan tersebut kembali terlontar dari mulut teman itu lalu hati tersinggung, itu pertanda hati dalam kondisi sakit. Mengapa? Yang namanya berteman pastinya sudah tahu sedikit banyak tentang sifat dan karakteristik masing-masing, sudah saling memahami satu sama lain. Maka bisa jadi, ketersinggungan yang muncul diakibatkan kondisi hati yang tidak stabil. Sakit.

Kondisi seperti apa yang disampaikan oleh salah seorang jama’ah dan juga tiga pertanyaan di atas adalah contoh hati yang sakitnya masih stadium rendah. Hati yang sakitnya sudah sampai stadium tinggi mungkin bisa digambarkan dalam sebuah kondisi ketika tidak bisa menerima dan tidak rela bila orang lain mendapatkan kebahagiaan serta menginginkan agar kebahagiaan itu hilang dari orang lain karena merasa dirinyalah yang berhak mendapatkan kebahagiaan itu. Selain itu, hati yang sakitnya parah akan merasa senang ketika melihat orang lain mengalami kesusahan.

*****

Iseng-iseng saya mencari lirik lagu yang pernah saya dengar dan salah satu liriknya saya jadikan judul coretan ini. Hasilnya, inilah yang saya temukan.

cukup sudah kuberikan cintaku
cukup sudah rasa ini untukkmu
mati sudah hati ini padamu
mati sudah hasrat ingin bersamamu

buang saja semua kata cintamu
buang saja semua kata maafmu
hancur sudah hati ini padamu
hancur sudah hasrat ingin bersamamu

pernahkah pernahkah kalau kau merasa
di galaksi yang datang
terasa gelap gulita tiada cahaya
hanya gelap
hitam dan kelam
tak ada lagi suka tak ada rasa

pernahkah pernahkah kau merasa
di saat diri terlelap
mesti gemuruh kian beradu
slalu mengganggu
kau tetap terlelap dalam tidurmu

— Hampa Hatiku, Ungu —

Sepertinya, saya menangkap kesan dan pesan bahwa kondisi seseorang yang digambarkan di dalam lirik-lirik tersebut, hatinya sedang sakit –atau sakit hati. apakah keduanya bisa dianggap sama?–. Akibatnya, orang tersebut merasakan bahwa siapapun dan apapun yang berada di sekeliling seolah-olah tidak berpihak kepadanya, mengecewakannya, memusuhinya. Padahal, yang bermasalah dengan dirinya hanyalah satu orang.

Jika hati dalam keadaan sakit, maka ia harus diobati agar tidak menjadi mati. Dalam sebuah syair dikatakan bahwa obat hati itu ada lima. Syair tersebut kemudian dipopulerkan dalam sebuah lagu yang sebagian liriknya adalah sebagai berikut :

obat hati ada lima perkaranya
yang pertama baca Quran dan maknanya
yang kedua sholat malam dirikanlah
yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh
yang keempat perbanyaklah berpuasa
yang kelima dzikir malam perpanjanglah
salah satunya siapa bisa menjalani
moga-moga Gusti Alloh mencukupi

— Obat Hati, Opick —

Semoga Allah selalu memberikan kesehatan kepada hati kita agar bisa menjalani kehidupan ini dengan baik dan tenang. Kalaulah saat ini sedang sakit, semoga kita diberikan kekuatan dan kemampuan untuk mengobatinya agar bisa sembuh seperti sedia kala. Aamiin.


Tulisan Terkait Lainnya :

30 thoughts on “Pernahkah Kau Merasa Hatimu Hampa?

  1. Mirna Maret 15, 2014 / 19:22

    Kalau menurut pengalaman, biasanya kalau sedang bad mood atau ada suatu kejadian, dan perkataan/perbuatan yang membuat tersinggung itu hanya pemicunya saja. Nanti kalau mood udah balik, biasanya malah jadi menertawakan kebodohan sendiri barusan karena tersinggung gara-gara hal remeh.๐Ÿ˜€

    • jampang Maret 16, 2014 / 07:49

      iya, mbak. biasanya seh begitu

  2. nazhalitsnaen Maret 15, 2014 / 20:02

    aaaaaaaah mas Rifki nih ngepas banget bahasnya…
    iya nih saya sedang masa-masanya gampang tersinggung dan ternyata kalau dirunut juga problemanya ya ke hati pula… ada sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dibesar2kan malah saya bikin jadi besar gara2 tersinggung…

    dan obat untuk sakit ini baru tercerahkan saya dengan lagu tombo ati yang mas sadurkan…

    thanks for sharing banget nih mas๐Ÿ™‚

    • jampang Maret 16, 2014 / 07:51

      sama-sama, semoga bermanfaat๐Ÿ˜€
      suasana hati emang sering berubah2

  3. Dyah Sujiati Maret 15, 2014 / 21:50

    Sakit hati dan hati sakit itu lain. Pada satu keadaan, sakit hati merupakan subset hati sakit. Tapi pada kondisi lain tidak demikian. Keduanya bisa jadi himpunan yang berbeda domain. Tapi ya itu tadi, adakalanya justru yang satu jadi semesta.

    Ahaha. Ngelantur malam minggu๐Ÿ˜€

    • jampang Maret 16, 2014 / 07:53

      jadi suatu masa keduanya merupakan domain yang berbeda…. di masa lain merupakan irisan… adakalanya juga merupakan bagian… dan kadang semesta

      ya…. ya… ya…

  4. ysalma Maret 15, 2014 / 22:12

    cewek biasanya kalau pas lagi mau ‘M’, biasanya suka begitu.
    tapi ga sampai sakit hati lah. Angin bertiup, ntar hilang juga๐Ÿ™‚

    • jampang Maret 16, 2014 / 07:53

      yang cepat hilang itu yang bagus๐Ÿ˜€

  5. danirachmat Maret 15, 2014 / 23:28

    hati saya juga sedang sakit saat ini Bang. Karena itu saya lagi berupaya mendapatkan obatnya. Huehehehehe.

    • jampang Maret 16, 2014 / 07:54

      ๐Ÿ˜€
      itu ada lima, bisa dipilih yang sesuai

  6. Yudhi Hendro Maret 16, 2014 / 08:24

    Obat hati yg dinyanyikan itu Opick itu memang benar. Saya merasakan sendiri. Setelah menjalani salah satunya; membaca Quran setiap hari selesai sholat shubuh dan maghrib, hati jadi tentram dan emosi lebih terkendali

    • jampang Maret 16, 2014 / 10:52

      Alhamdulillah…. Semoga kita bisa istiqamah ya, pak

  7. Baginda Ratu Maret 16, 2014 / 19:16

    Bukan penggemar ungu, tapi tahu lagunya. Nah, kalo yg bawah itu aku suka tuh, lagunya opick.๐Ÿ™‚
    Kalo aku tersinggung sm omongan orang sih biasanya karena lagi bad mood aja, atau pas pms, hahaha…

    • jampang Maret 17, 2014 / 05:22

      ๐Ÿ˜€
      perempuan seh biasanya begitu yah?

  8. rinibee Maret 17, 2014 / 06:58

    Naaah! Kayanya ini jawabannya kenapa saya diblock tanpa sebab ya pak Jampang? Bisa jadi orang itu sedang sakit hatinya pada saya. Atau sebaliknya, ada kata atau perbuatan saya yang memicu perasaan sakit dalam hatinya..

    Terima kasih pencerahannya..๐Ÿ™‚

    • jampang Maret 17, 2014 / 07:39

      kalau soal itu… wallaahu a’lam, mbak. mungkin mbak dan yang blokir itu lebih tahu๐Ÿ˜€

      sama-sama, mbak

  9. nengwie Maret 18, 2014 / 01:20

    Gampang tersinggung mah kalau buat wanita itu naga2nya mau “dapat” hehe

    Jadi ingat lagunya Opick “bila mungkin hidup hampa terasa, mungkinkah hati merindukan Dia
    Katena hanya dengan-Nya hati tenang
    Damai jiwa dan raga…”

    • jampang Maret 18, 2014 / 05:30

      PMS ya teh๐Ÿ˜€

      waduh… saya belum ngeh dengan lagu yang itu, teh

      • nengwie Maret 19, 2014 / 04:28

        Iyah itulaaah…:D

        Judulnya Takdir, feat sama ceu Melly Guslow kang, teteh sukaaa banget syairnya.. Sok atuh dicari di yutub๐Ÿ™‚

      • jampang Maret 19, 2014 / 05:23

        insya Allah teh kalau lagi kepengen nyari๐Ÿ˜€
        terima kasih infonya

      • nengwie Maret 19, 2014 / 12:54

        Sami-sami kang..

      • jampang Maret 19, 2014 / 13:28

        ๐Ÿ˜€

  10. araaminoe Maret 18, 2014 / 15:07

    Ada yg pernah tahu pepatah lama, gajah dipelupuk mata tdk kelihatan tapi semut disebrang lautan jelas terlihat.. #krg lbh bgt bunyinya.

    Nah koreksi diri dulu yuk sblm menghakimi pihak lain..๐Ÿ˜‰
    Atau beli kaca cermin yg gueeedhe, baru beli speaker yg ngebass, buat teriak teriak #kediri sendiri dl aja..

    *nyambung gak ya komen asmie ini Pak Jampang? Dgn postingan anda diatas?

    He he he

    • jampang Maret 18, 2014 / 15:56

      nyambung mbak. jadi intinya ya… lihat kd diri sendiri dahulu sebelum melihat atau menilai yang di luar

      • araaminoe Maret 18, 2014 / 17:01

        Nah.. Itu maksud saya Pak..:mrgreen:

      • jampang Maret 18, 2014 / 19:48

        sipppplah๐Ÿ˜€

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s