Sedia Santet Hitam-Putih dan Jasa Pijat Plus-plus!

http://www.konsultasisyariah.com/

Judul di atas saya ambil dari dua buah iklan yang masuk berupa komentar di dua buah coretan saya beberapa waktu yang lalu. Keduanya muncul di layar handphone, ketika saya membuka aplikasi wordpress untuk android. Saat itu saya barus saja me-refresh notifikasi. Iklan santet muncul lebih dahulu pada kolom komentar coretan saya yang berjudul “Pesanggrahan Keramat” . Sedangkan iklan jasa pijat plus-plus menyusul beberapa waktu kemudian dalam bentuk yang sama pada coretan lainnya yang berjudul “Jasa Pijat Dengan Nuansa Plus-plus” .

Pada iklan santet, tak hanya santet hitam dan santet putih (saya baru tahu kalau santet ternyata dibagi menjadi dua kelompok :D) saja yang ditawarkan, jasa lainnya pun ada, semisal pengasihan, menggandakan uang, dan beberapa jasa lainnya yang tidak bisa saya ingat lagi.

Di dalam komentar iklan santet hitam-putih itu, selain aneka jasa yang disediakan, disebutkan pula alamat dan nama si pemberi jasa dengan menggunakan embel-embel “kyai” di depannya. Kyai koq kerjaannya begituan? Bukankah Kyai itu tugasnya mengajarkan agama dan menjauhkan umat dari hal-hal syirik seperti itu? Begitu yang ada di dalam pikiran saya.

“Ajengan itu apa?” Tanya seorang teman kepada saya pada suatu hari.

“Ya, sama seperti kyai.” Jawab saya.

Ternyata, sebutan atau panggilan “kyai” itu berbeda untuk setiap daerah di Indonesia. Sebutan Kyai di daerah jawa bisa disamakan dengan sebutan Buya bagi masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya [jadi ingat kalau saya pernah dipanggil dengan sebutan buya  oleh seseorang beberapa tahun yang lalu ketika saya mengunjungi Kota Padang], Ajengan di  Jawa Barat (Sunda), Teungku di Aceh, Tofanrita di Sulawesi Selatan, Tuan Guru di Lombok dan Nusa Tenggara, dan lain sebagainya.

Tetapi, sebutan kyai tak hanya dilekatkan pada seseorang yang mumpuni di dalam hal pengetahuan agama dan pengamalannya, di beberapa tempat, sebutan tersebut juga dilekatkan kepada benda-benda keramat, bahkan kepada dukun. Contohnya adalah seseorang yang mengiklankan diri di kolom komentar coretan saya itu. Bisa jadi yang saya sebutkan belakangan lebih senang dipanggil dengan sebutan kyai daripada dukun. Paranormal mungkin juga termasuk ke dalam kelompok ini.

Untuk menjaga kebersihan aqidah, Rasulullah melarang ummatnya untuk datang kepada dukun atau peramal apalagi mempercayai apa yang mereka katakan.

“Barangsiapa mendatangi peramal lalu bertanya tentang sesuatu kepadanya, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari.” [HR. Muslim 14/227].

“Barangsiapa mendatangi peramal atau dukun lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad saw.” [HR. Muslim 135, Abu Daud 3904, Ahmad 2/408-476].

Akhirnya, untuk kemaslahatan dan keamanan bersama, saya hapus komentar tersebut dari coretan “Pesanggrahan Keramat“.   Mungkin judulnya yang sedikit berbau-bau mistis sehingga mengundang seseorang untuk mengomentarinya dengan iklan yang juga berbau-bau mistis. Padahal yang isinya hanyalah penulisan kembali dari salah satu episode sandiwara radio Saur Sepuh. Coretan tersebut sepertinya jarang ditengok oleh pengunjung blog ini 😀

Hal yang sama juga saya lakukan untuk komentar yang berisi iklan jasa pijat plus-plus karena menyebutkan dengan jelas bahwa jasa yang diberikan adalah untuk lelaki dengan orientasi seks yang menyimpang.


Tulisan Terkait Lainnya :

30 respons untuk ‘Sedia Santet Hitam-Putih dan Jasa Pijat Plus-plus!

  1. boemisayekti Maret 18, 2014 / 11:03

    tambah pengetahuan soal istilah Kyai 🙂

    • jampang Maret 18, 2014 / 11:05

      awalnya saya cuma tahu dua, ajengan dan buya. kalau sebutan lainnya… hasil googling 😀

  2. pinkvnie Maret 18, 2014 / 13:08

    kalau mendatangi kyai dengan niat pengobatan penyakit tetapi hanya di kasih air yang dido’akan gmn termasuk jg ngga ya?

    • jampang Maret 18, 2014 / 13:35

      cara itu adalah salah satu metode ru’yah.

      Suatu ketika, aku pernah jatuh sakit di kota Makkah. Aku sama sekali tidak mendapatkan seorang dokter dan obat. Maka aku pun berobat dengan surat Al-Fatihah. Aku ambil minum dari air Zamzam dan kubacakan atasnya surat Al-Fatihah, lalu aku meminumnya. Aku pun sembuh secara total. Semenjak itu, aku selalu berpegang dengan cara pengobatan ini pada kebanyakan penyakit yang aku derita. Akhirnya aku benar-benar meraih manfaat dengan surat Al-Fatihah.” (Zadul Ma’ad, 4/164, cet. Muassasah Ar-Risalah)

      jadi gpp. asal bacaaannya dari al-quran atau al-hadits atau bahasa lain yang bisa dimengerti

  3. Chrismana"bee" Maret 18, 2014 / 14:32

    Indonesia memang kaya akan bahasa & budaya ya om 😀

    • jampang Maret 18, 2014 / 14:46

      magicnya juga banyak 😀

    • jampang Maret 18, 2014 / 15:10

      heh…. kenapa, mas? kok minta ampun?

      • danirachmat Maret 18, 2014 / 15:24

        yaampyuun komennya. Bikin ngakak banget deh. :))

      • jampang Maret 18, 2014 / 15:57

        😀
        tulisan “yaampyuun”nya bikin saya ngebayangin tokoh sinetron yg ngomong dengan gaya gitu

      • danirachmat Maret 18, 2014 / 15:58

        Peggi Melati Sukma? Huahahaha. Favorit saya jaman dulu juga ituu.. 😛

      • jampang Maret 18, 2014 / 16:02

        bukan… itumah dia ngomong “pusiiiiiiing” 😀

      • danirachmat Maret 18, 2014 / 16:03

        oiya ya. Hahahaha. siapa dong Bang?

      • jampang Maret 18, 2014 / 16:08

        si tika di sinetron tukang bubur masuk kubur

      • danirachmat Maret 18, 2014 / 16:09

        eh? Gaktahu Bang. Hahahaha..

      • jampang Maret 18, 2014 / 16:21

        ya gpp, mas 😀

  4. Yudhi Hendro Maret 18, 2014 / 15:57

    kenapa ya, mas, di bengkel mobil kok kadang ada istilah “ketok magic”?

    • jampang Maret 18, 2014 / 16:01

      kurang ngerti pak. mungkin karena mobil rusak dibalikin hingga seperti sedia kala seolah-olah seperti magic.

      … atau….

      yang ngerjainnya adalah para jin kayak cerita bandung bondowoso atau sangkuriang?

      😀

  5. ayanapunya Maret 18, 2014 / 16:57

    haha.. ternyata ada komen kayak gitu juga yak 😀

    • jampang Maret 18, 2014 / 16:59

      ada, mbak. tapi langsung saya masukin tong sampah 😀

  6. Dinar Zul Akbar Maret 18, 2014 / 20:11

    sama kayak Ustadz,, asalnya juga dari bahasa Persia yg beragamakan Majusi

    dan penyebutan Syaikh di Arab juga gak mutlak orang alim,, Syaikh itu bisa artinya org kaya bingit’s

    Syaikh Mansur cthnya,, dia yg beli dan kuasi Man City

    jadi ahli agama mau istilah apapun slama itu diterima masyrakat masing2,, silahken aja 🙂

    • jampang Maret 18, 2014 / 20:29

      kalau soal sebutan seh ya diserahkan kepada kearifan lokal aja 😀

  7. lazione budy Maret 19, 2014 / 00:51

    ancamannya seram ya, 40 hari.
    termasuk percaya horoskop kah?!

    • jampang Maret 19, 2014 / 05:22

      saya berpikir begitu. itu kan bentuk ramalan. jadi mending nggak usah dibaca 😀

      • lazione budy Maret 19, 2014 / 05:23

        saya emang ga suka baca horoskop

      • jampang Maret 19, 2014 / 05:24

        sippplah…. aman berarti 😀

  8. pritakusumaningsih Maret 20, 2014 / 11:02

    jangan-jangan nanti juga caleg yang nyasar ke “Pesanggrahan Kramat”…..

    • jampang Maret 20, 2014 / 11:09

      kalau yang mandi di sungai seh udah ada 😀

  9. edi padmono Maret 20, 2014 / 11:28

    Kyai bukan saja orang bahkan sudah menjadi sebutan hewan atau benda seperti kebo kyai slamet atau keris kyai setan kober 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s