Kereta Api : Jalur Ganda, Standar Ganda

 

trainSejak menikah dengan Minyu, hampir setiap sore di hari kerja, saya akan melintas di depan stasiun Kereta Api Palmerah. Lokasi yang hanya sesekali saja saya lewati di masa-masa sebelumnya. Ketika saya sempatkan untuk mengalihkan pandangan ke arah stasiun, terlihat banyak sekali para calon penumpang yang sedang mangantri dan menunggu kedatangan kereta api yang akan mereka tumpangi.

Saya bukanlah anggota roker alias rombongan kereta api, orang yang selalu memanfaatkan transportasi kereta api untuk berangkat ke kantor atau tempat-tempat lain. Namun saya bisa menerka bahwa wajak para calon penumpang itu akan terlihat gembira ketika kereta api yang mereka tunggu datang.

Lantas bagaiamana dengan saya? Apakah saya akan larut dalam kesenangan bersama para penumpang itu meskipun saya tidak berdiri di antara mereka?

Awal Januari 2012, saya berangkat kesiangan sebab Syaikhan yang saat itu sedang menginap bersama saya merengek ingin dimandikan oleh saya. Sayangnya, saya tidak bisa melakukan keinginan tersebut. Saya alihkan membujuk Syaikhan untuk mengizinkan saya berangkat kerja dan mengalihkan perhatiannya ke acara “Handy Manny” di televisi.

Saya berangkat dan kemudian terjebak di depan perlintasan kereta api. Bersama dengan para pengendara lainnya, saya harus menunggu kereta api yang akan melintas. Tak hanya satu, tapi dua. Saya pun terlambar tiba di kantor. Terlambat 19 detik dari batas akhir waktu kehadiran.

Sebelum menikah dengan Minyu, jika melewati jalur perlintasan kereta api, saya selalu berharap tak akan ada kereta yang lewat. Sebab hal tersebut tentunya akan menghemat waktu perjalanan sehingga saya bisa tiba di kantor lebih cepat dan tidak terlambat. Tapi setelah menikah, saya selalu berharap sebaliknya.

Jalur yang saya tempuh untuk ke kantor sekarang agak berbeda dengan hari-hari sebelum tahun 2014. Jika sebelumnya saya selalu melintasi rel kereta api, maka jalur yang saya tempuh sekarang untuk tiba di kantor tidak lagi melewati rel kereta api, melainkan bersisian dengan jalur kereta api.

Dari arah Permata Hijau menuju Slipi, pada sebuah titik sebelum stasiun kerata api Palmerah, ada pertemuan arus kendaraan dari dua jalur yang berbeda. Jalur yang saya lalui tidak melewati perlintasan kereta api, sedangkan jalur satunya yang dari Senayan melewati perlintasan kereta api.  Jika ada kereta api lewat, maka arus kendaraan yang dari Senayan akan berhenti. Sementara saya dan pengendara dari arah Permata Hijau bisa terus melaju meskipun di saat yang bersamaan, lampu lalu-lintas sedang menyala merah.

Kondisi tersebutlah yang mungkin mengakibatkan saya berharap agar ada kereta api yang lewat sehingga perjalanan saya ke kantor menjadi lebih cepat dan lancar.

Kereta api dan perlintasannya. Di suatu kondisi membuat saya mengeluh. Di kondisi lain membuat saya bergembira. Sebuah standar ganda lagi yang saya miliki setelah sebelumnya saya pernah mencatat standar ganda lainnya di kawasan Cipulir.

Mungkin banyak juga standar ganda yang saya miliki terhadap beraneka macam kondisi. Saya menyukainya karena memberikan keuntungan kepada diri saya, sementara di lain waktu saya tidak menyukainya karena membuat diri ini susah.

*****

“… Apakah kamu beriman kepada sebagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada Hari Kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” (QS. al-Baqarah: 85)


Tulisan Terkait Lainnya :

52 respons untuk ‘Kereta Api : Jalur Ganda, Standar Ganda

  1. tipongtuktuk April 15, 2014 / 08:53

    kalau motor pakai standar ganda lebih mantap …
    kalau standar miring suka jatuh kesenggol motor lain … he he he …

    • jampang April 15, 2014 / 09:33

      betul. dinaikin juga nggak akan goyang-goyang 😀

    • nengwie April 15, 2014 / 11:17

      Tapi beurat kang ngangkat motornya… 😀

      • jampang April 15, 2014 / 14:23

        kalau sudah terbiasa, jadi nggak berat koq teh 😀

      • nengwie April 15, 2014 / 14:26

        Betuul…sesuatu yang rutin dikerjakan akan menjadi terbiasa dan ngga berat lagi, spt membiasakan bangun untuk sholat malam dan baca Al-qur’an ya Kang… 🙂

      • jampang April 15, 2014 / 14:28

        kalau itu masih berat bagi saya, teh 😀

      • nengwie April 15, 2014 / 14:30

        Samaaaa 😔… Emang perlu dibiasakan ya Kang….alarm bunyi langsung dimatikan, setan emang pinter 😦

      • jampang April 15, 2014 / 14:31

        kadang udah bangun… udah ke kamar mandi… bukannya wudhu, balik kamar terus tidur lagi

      • nengwie April 15, 2014 / 14:33

        Hihi…

      • jampang April 15, 2014 / 14:36

        😀

      • tipongtuktuk April 15, 2014 / 20:30

        tong diangkat atuh motorna, Teteh … tapi motor nu ngangkut urang … he he he …

  2. rianamaku April 15, 2014 / 09:05

    Iya paling sebel sudah terburu buru eh ada kereta lewat ampun tapi itu dulu sekarang jalur kerja saya tidak melewati perlintasan kereta, tapi melewati stasiunya saja :mrgreen:

    • jampang April 15, 2014 / 09:34

      lebih nyaman sekarang jalurnya ya mbak 😀

  3. capung2 April 15, 2014 / 09:15

    Istri sya tiap hari melalui stasiun ini krn mmg dia ‘roker’.. 😀

    • jampang April 15, 2014 / 09:34

      tapi nggak turun di palmerah yah?
      😀

      • capung2 April 15, 2014 / 15:35

        ngga.. turunnya di Tanahbang.

      • jampang April 15, 2014 / 15:41

        cuma transit aja yah 😀

    • jampang April 15, 2014 / 09:59

      lebih enak lagi kalau ngantor dari rumah 😀

      • jampang April 15, 2014 / 10:28

        😀
        pastinya

      • Dyah Sujiati April 15, 2014 / 18:55

        Ngantor di rumah kali pak :p

      • jampang April 16, 2014 / 02:05

        maksudnya itu, pekerjaan diselesaian via online dari rumah. kantornya bisa di mana aja 😛

      • Dyah Sujiati April 15, 2014 / 18:56

        Ngantor di rumah kali pak :p

  4. Putri April 15, 2014 / 10:01

    selamat siang, salam kenal ya mas, silahkan berkunjung balik, barangkali ada yang bermanfaat ditempat saya ^_^

    • jampang April 15, 2014 / 10:20

      salam kenal juga 😀

  5. nengwie April 15, 2014 / 11:19

    Disini jarang sekali kereta nyebrang jalan Kang, kalaupun ada, yg jelas ngga numpuk di depan palang kereta hehe

    • jampang April 15, 2014 / 14:24

      lancar yah di sana, teh 😀

      • nengwie April 15, 2014 / 14:27

        Ya الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

        Kereta disini jauhan jalannya sama jalan raya..:)

      • jampang April 15, 2014 / 14:29

        oooo…..

      • nengwie April 15, 2014 / 14:33

        Bulaaaaat….*mirip cimplung* 😁

      • jampang April 15, 2014 / 14:36

        enak donk. cimplung 😀

  6. ysalma April 15, 2014 / 11:32

    manusiawi ya, saat menguntungkan suka, kalau merugikan tidak suka,
    tapi paragraf terakhir, jangan sampai 🙂

  7. pursuingmydreams April 15, 2014 / 13:00

    Paling kesal kalau tanya “kereta akan lewat” sudah lamaaa berbunyi tapi keretanya ga lewat juga 😆 . Bagi para pekerja tentu akan membuang waktu nunggui kereta lewat. Apalagi kalau jalur yg kita lewati harus berhenti bbrp kali karena kereta lewat melulu 😀 .

    • jampang April 15, 2014 / 14:25

      pernah juga dibunyiin sama petugasnya biar kendaraan buru2 jalan, padahal keretanya enggak ada 😀

  8. Yudhi Hendro April 15, 2014 / 14:19

    Baca postingan kereta jadi ingat anak-anak waktu pulang ke Jawa. Setiap ada sirine kereta akan lewat, mereka berlarian ke luar pagar untuk melihat. Karena selama di Kalimantan mereka belum pernah lihat kereta api 🙂

    • jampang April 15, 2014 / 14:28

      iya yah. di kalimantan nggak belum ada kereta yah?

  9. eda April 15, 2014 / 16:32

    aku kalo naik kereta pas pergi ke luar kota aja..dan itupun jarang..brarti aku jaraaaang naik kereta..hahaha…

    • jampang April 15, 2014 / 16:33

      ya sama. saya naik kereta bisa dihitung pake jari. pertama kali pas SMA dan berikutnya setelah bekerja sekian tahun 😀

      • eda April 15, 2014 / 16:34

        aku terakhir naik kereta 1,5 tahun yg lalu. waktu ke jogja…
        di surabaya, orang ga gitu tergantung sama kereta spt halnya di jkt. mungkin krn angkot terbilang masih ramah dan banyak yg milih pake kendaraan pribadi 😀

      • jampang April 15, 2014 / 16:37

        terakhir tahun 2006-2007 kalau nggak salah.
        kalau di jakarta saya lebih suka naik motor. lebih cepet dan ongkos sehari-harinya bisa lebih murah

  10. Rivanlee April 16, 2014 / 08:22

    saya pengguna commuter line nih kang. lebih enak lho, ngeliatin macet jalanan dari atas rel. walaupun keretanya sendiri suka ada keterlambatan

    • jampang April 16, 2014 / 08:31

      dalam kondisi tertentu naik CL memang lebih enak, cepat, dan murah. cuma bagi saya saat ini, naik CL nggak praktis 😀

      • Rivanlee April 16, 2014 / 09:26

        kenapa mas? jarak dari stasiun ke tmpt kerja agak jauh, ya?

      • jampang April 16, 2014 / 09:28

        stasiunnya di tengah2 antara rumah dan kantor mas 😀

      • Rivanlee April 16, 2014 / 09:28

        bukannya justru praktis? 😀

      • jampang April 16, 2014 / 09:31

        ya mending naik angkot, mas.
        dari rumah naik angkot ke stasiun dari stasiun naik angkot ke kantor 😀

  11. Mekanik Komputer April 16, 2014 / 09:13

    paling ga enak nunggu kereta belum lewat tapi palang perlintasan sudah turun 😀

    • jampang April 16, 2014 / 09:37

      itu demi keamanan 😀

  12. Ina April 16, 2014 / 10:40

    btw keretanya beneran kya yg di gambar itu nggak? keren banget itu.

    dulu saya juga gtu . suka klo kereta api lewT, karena bisa lgs belok klo gak ada pak polisi lagi jaga. ga pke muter hehehe….

    • jampang April 16, 2014 / 11:53

      bukanlah mbak. itu saya ngambil dari shutterstock.

      samalah kalau kaya gitu, saya juga sering 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s