My Dearest Syaikhan : Perjumpaan Berujung Tanya

Syaikhan Merakit Lego
Syaikhan Merakit Lego

Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Syaikhan, sepertinya dirimu agak kurang sehat. Hidungmu pilek. Beberapa kali Abi menggunakan sapu tangan untuk membersihkan hidungmu  di pertemuan kita kemarin. Berat badanmu juga terasa lebih ringan dibandingkan pertemuan sebelumnya. Buktinya, Abi bisa berlama-lama menggendongmu.

Ketika Abi tiba, kamu sedang berada di rumah temanmu yang tak jauh dari rumah. Kamu datang menghampiri Abi dengan piyama yang masih melekat di tubuhmu. Rupanya dirimu belum mandi dan sarapan. Tidak seperti biasanya. Mungkin itu karena kondisi kesehatanmu.

Abi  langsung menggendongmu dan mencium kedua pipimu. Abi juga memintamu untuk mencium kedua pipi Abi. Tiba di teras rumah, kamu langsung masuk ke dalam rumah dan membawa keluar beberapa bukumu untuk kau perlihatkan kepada Abi. Sesekali kamu bertanya tentang isi salah satu buku tersebut.

Tak lama kemudian kamu mengeluarkan sebuah bola baru. Kita bermain bola di depan rumah. Di jalan. Seperti biasa kamu bermain sambil tertawa-tawa. Melihat aksimu itu, kembali Abi ingin mengabadikannya. Abi mengeluarkan handphone untuk merekam video aksimu. Tetapi, begitu Abi menyalakan kamera handphone, kamu langsung berhenti dan tak mau lagi bermain bola.

Sepertinya kamu menginginkan momen tersebut untuk dinikmati saat itu saja dan kemudian terekam di dalam memori kita, bukan di dalam file rekaman video.

Selanjutnya kita kembali duduk di bangku teras bersama buku-bukumu.

“Aku mau es krim,” ucapmu tiba-tiba. “Tapi nggak boleh,” sambungmu kemudian meralat keinginan tersebut karena dirimu belum sembuh seratus persen.

“Syaikhan mau jajan?” Tanya Abi.

“Mau!” Jawabmu.

Lalu kita melangkah ke luar rumah menuju mini market.

“Syaikhan, beli makanan aja yah, nggak usah beli mainan!” Pinta Abi di dalam perjalanan menuju mini market sebab teringat dengan ucapanmu di pertemuan sebelumnya.

Kamu terdengar tidak senang mendengar ucapan permintaan Abi tersebut, namun berusaha menerimanya. Dalam pikiranmu, sikap itu adalah untuk mengimbangi. Ah, ternyata sikapmu telah jauh mendahului usiamu. Maafkan Abi, Syaikhan.

Di dalam mini market kamu menengok sebentar ke bagian mainan. Kamu  berkomentar tentang kondisi mainan yang ada. Kemudian segera berjalan menuju bagian makanan.

“Bingung nih!” Kamu memberitahukan Abi tentang kebingunganmu memilih makanan.

Setelah berkeliling, akhirnya kamu membeli tiga jenis makanan. Salah satunya belum pernah Abi cicipi.

Sekembalinya ke rumah, kamu mandi pagi. Kemudian sarapan. Abi menyuapimu nasi goreng.

Di saat sarapan itulah tiba-tiba wajahmu terlihat tak bersemangat. Kamu tidak mau lagi membuka mulut.

“Syaikhan kenapa?” Tanya Abi.

Kamu hanya diam.

Abi bertanya kembali dengan pertanyaan yang serupa.

“Aku mau makan di dalam sambil nonton Ninja Go.” Jawabmu.

Abi teringat dengan ucapanmu di awal pertemuan kita pagi itu. Kamu bercerita bahwa kamu memiliki VCD baru. Ninja Go. Namun kamu tak mau meminta izin kepada Eyang. Abi jadi bingung.

Tak lama kemudian, ketika ditanya-tanya kembali, ternyata kamu menginginkan mobil-mobilan di mini market. Ah, ternyata Abi salah melarangmu membeli mainan.

“Syaikhan habiskan dulu nasinya. Nanti Abi belikan mobil-mobilannya.” Abi membujukmu. Kamu pun bersedia menghabiskan sarapanmu.

Lalu kita berangkat kembali ke mini market.

Kamu memilih dua buah mainan. Mobil Ben 10 dan lego. Sepertinya dirimu senang sekali dengan kedua mainan itu. Ketika disapa oleh seorang temanmu saat pulang, aku berteriak, “Aku beli mobil Ben 10 sana lego!”

Lalu kita sama-sama merakit lego menjadi mobil dan memainkannya.

Waktu shuhur tiba. Abi mengajakmu ke masjid. Namun di masjid kamu tidak mau shalat. Wajahmu kembali terlihat tidak bersemangat. “Pusing!” Jawabmu ketika Abi tanya alasan tidak mau shalat. Akhirnya kamu hanya tidur-tiduran saja di belakang barisan jamaah.

Ketika pulang, cuaca cukup terik. Abi menunggu sebentar sambil menggendongmu.

Syaikhan, itu adalah masa terlama Abi menggendongmu. Mungkin karena berat badanmu yang berkurang. Mungkin karena dirimu yang menginginkannya.

Ketika kembali ke rumah, wajahmu terlihat ceria saat memainkan mobil-mobilan lagi.

Syaikhan, pertemuan kemarin menyisakan banyak tanda tanya di dalam diri Abi. Semoga dirimu baik-baik selalu.

Salam sayang dari Abi.

Wassalaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.


My Dearest Syaikhan Sebelumnya :

 

31 respons untuk ‘My Dearest Syaikhan : Perjumpaan Berujung Tanya

    • jampang April 16, 2014 / 09:00

      iya mbak. aamiin. terima kasih

  1. izzawa April 16, 2014 / 08:54

    saya bacanya auranya kok jd sedih gt ya…smoga syaikhan sehat selalu dan makin semangat….memang abi syaikhan gak tinggal sm syaikhan yaaa…>_<

    • jampang April 16, 2014 / 09:01

      saya nggak tinggal sama syaikhan. syaikhan tinggal sama umminya

  2. titintitan April 16, 2014 / 09:05

    ko titin blm baca kisah syaikhan tanya ttg minyu, tin ketinggalan ato emg blm pernah ditulis? 😀

    • jampang April 16, 2014 / 09:09

      kalau syaikhan yang nanya langsung belum pernah. tapi kalau saya kasih tahu kalau saya sudah nikah, sudah pernah saya tulis

      • titintitan April 16, 2014 / 09:39

        oh, blm pernah tanya langsung.. kirain udah :D.

        iyah, kalo itu tin baca..

      • jampang April 16, 2014 / 09:53

        syaikhan malu kali nanya2 😀

      • titintitan April 16, 2014 / 10:01

        😀

        mungkin. coba ajak ketemuan, Bang.

      • jampang April 16, 2014 / 10:27

        rencananya seh ada. lihat sikon dulu

      • titintitan April 16, 2014 / 10:53

        nape titin yg malah jd penasaran yak? ahaha

        😀

        habisan syaikhan suka ga ketebak sik ehehe

      • jampang April 16, 2014 / 11:58

        iya. kadang emang susah ditebak

  3. Rahmat_98 April 16, 2014 / 10:27

    Semoga syaikhan cepat diberi kesembuhan bang…

    • jampang April 16, 2014 / 10:27

      aamiin. terima kasih doanya, mas

      • Rahmat_98 April 16, 2014 / 10:29

        Sama-sama bang…

      • jampang April 16, 2014 / 11:48

        😀

  4. rianamaku April 16, 2014 / 11:04

    Kok bacanya ria jadi sedih, aku bisa menjadi ke dua sosok tersebut.
    iri deh bisa menulis seindah dan sedalam ini.

    Buat Syaikhan cepat sembu ya biar cepep endut biar abi ngak kuat gendong lagi.

    • jampang April 16, 2014 / 12:26

      kalau dibawa sedih ya jadi sedih, mbak

      😀
      pengennya seh bisa tetep gendong, dan syaikhan mau dipeluk cium juga

  5. Roro Wilis April 16, 2014 / 11:29

    Baca ini, jadi inget Zidanku yg kmrn juga lg skt, tiba2 aja semaleman skt perut dan demam sampai2 ga tega mau ninggal kerja,tapi Alhamdulillah sorenya dah baikan, sptnya cuma masuk angin.. *loh kok jadi curcol aku*
    Syaikhan mg cpt kembali sehat dan ceria seperti sedia kala.. ^_^

    • jampang April 16, 2014 / 12:27

      😀
      curcol diterima

      aamiin. terima kasih doanya, mbak

  6. MS April 16, 2014 / 13:05

    Syaikhan semoga cepat sehat kembali ya

    • jampang April 16, 2014 / 13:35

      aamiin. terima kasih 😀

  7. eda April 16, 2014 / 13:17

    ah..syaikhan…tante jd berkaca-kaca bacanya..
    sehat2 selalu ya naaak..

  8. Baginda Ratu April 16, 2014 / 13:57

    Lagi musim sakit emang nih, huhuhu. Di rumah, Aura sama Amartha juga batuk semua. 😦 Semoga segera sehat ya Syaikhan. Cepet pulih, cepet doyan maem lagi, biar Abi nggak kuat2 gendong lama2.. 😀

    • jampang April 16, 2014 / 14:00

      semoga semuanya lekas sembuh.

      😀

  9. ibuseno April 16, 2014 / 15:20

    Kenapa ya Syaikhan..sdh ditelpon Mas ? semoga Syaikhan baik2 aja ya 🙂

    • jampang April 16, 2014 / 15:48

      syaikhan belum punya telpon, jadi blm bisa dihubungi 😀

      aamiin

  10. pinkvnie April 16, 2014 / 18:05

    Mungkin karena keadaannya blm fit bener kali ka jadinya syaikhan krg semangat beraktivitas …

    Semoga syaikhan cepat sembuh ya biar perjumpaannya berujung senang lg … 😀

    • jampang April 16, 2014 / 20:21

      bisa jadi. semoga syaikhan segera sembuh

      • pinkvnie April 16, 2014 / 20:37

        aamiin … 🙂

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s