Sekali Menggalau Lima Enam Buku Terealisasi

Galau. Menurut Kamus Bahasa Indonesia Online, arti dari kata “galau” adalah sibuk beramai-ramai, ramai sekali, kacau tidak keruan (pikiran).

Sependek pengetahuan saya, kata “galau” baru populer beberapa tahun belakangan ini, terutama di kalangan remaja. sementara sekian tahun yang lalu, saat duduk di bangku sekolah atau bahkan kuliah, saya belum pernah mendengar kata tersebut digunakan seseorang dalam berbicara atau membacanya dalam artikel atau tulisan di media cetak atau media online.

Jika menghubungkan penggunaan kata “galau” saat ini dengan arti menurut Kamus Bahasa Indonesia Online di atas, maka yang paling cocok adalah arti ketiga, yaitu pikiran yang kacau tidak keruan.

Siapapun orangnya, kemungkinan besar pernah merasa galau. Peyebabnya mungkin bermacam-macam. Bisa jadi, galau atau kegalauan seseorang muncul karena masalah percintaan seperti dalam hubungan sepasang kekasih atau suami-istri, ekonomi seperti terlilit hutang atau sulit mendapatkan pekerjaan kembali setelah putus kontrak, dan banyak lainnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menganugerahkan akal pikiran kepada setiap manusia. Dengan akal pikiran itulah, manusia bisa menentukan satu pilihan di antara sekian pilihan yang ada. Begitu juga halnya ketika seorang anak manusia dilanda kegalauan. Ada dua pilihan yang bisa diambil dan dilakukannya. Berdiam diri atau move on.

Jika pilihan pertama yang diambil oleh seseorang, maka dirinya hanya bisa meratapi dan menyesali nasib yang menimpa. Padahal, sebuah nasib tidak akan pernah akan berubah tanpa sebuah usaha. Cinta yang telah hilang tak akan hadir kembali dengan hanya berdiam diri. Hutang tidak akan pernah lunas jika hanya dipikirkan.

Saya pernah membuat beberapa bait puisi yang kurang lebih menggambarkan seperti apa rasanya galau tersebut.

di sini…
kusaksikan pergantian masa
surya tenggelam mengundang rembulan
sahutan ayam terdengar memanggil fajar
telah mengambil bagian diriku

di sini…
kumengenang hari-hari yang telah berlalu
membawaku dalam kebekuan jiwa
di dalam dunia lamunan
yang terus menyelimuti di setiap waktuku

di sini…
kusaksikan taman mulai berbunga
kuntum-kuntumnya mulai mekar menebar keharuman
pepohonannya mulai rindang dan berbuah di setiap cabang

di sini…
aku hanya diam membeku
tak mampu berbunga dan berbuah
dalam kebekuan jiwa
di setiap waktuku

Pilihan yang yang jauh lebih baik adalah pilihan yang kedua, move on. Mengubah kegalauan menjadi sesuatu yang lebih berharga. Mungkin menjadi sebuah prestasi.

Seperti disebutkan di atas, setiap orang pernah mengalami kegalauan. Saya pun pernah. Mungkin yang pernah membaca kisah move on yang pernah saya tulis sudah tahu penyebab kegalauan saya. Selama kurang lebih tiga tahun saya mengalaminya.

Saya pernah mendengar sebuah ungkapan yang kira-kira berbunyi “Seni itu terlahir dari kesedihan”. Mungkin seperti itulah kurang lebih yang saya alami. Di masa-masa galau, saya merasakan sebuah perubahan di dalam diri. Perubahan tersebut pun terjadi di dalam coretan-coretan yang saya buat. Kebetulan saya suka menulis. Ketika sebelumnya saya hanya suka membuat coretan seputar kejadian sehari-hari alias non fiksi, di masa galau tersebut, saya mulai suka membuat tulisan-tulisan bertema fiksi.

Dari sekian banyak tulisan yang pernah saya buat, akhirnya saya bisa menerbitkan beberapa buah buku. Satu buah buku di tahun 2011. Lima buah buku di tahun 2012. Satu buah buku lagi di tahun 2013.

Oktober 2011, buku pertama saya yang berjudul “Jejak-jejak yang Terserak” terbit secara indie. Buku tersebut berisi semacam catatan dari kejadian sehari-hari yang saya lihat, dengar, dan rasakan.

Jejak-jejak yang Terserak
Jejak-jejak yang Terserak

Sekitar bulan Oktober dan November 2012, saya menerbitkan lima buku secara indie juga. Buku pertama adalah “Jejak-jejak yang Terserak” jilid II yang merupakan kelanjutan dari jilid sebelumnya.

jejak-jejak yang terserak II
jejak-jejak yang terserak II

Buku kedua adalah sebuah novel berjudul “Perempan Berjilbab Kuning”. Isinya mungkin kurang lebih bercerita tentang kegalauan yang saya alami saat itu juga sebuah harapan dan keinginan di masa berikutnya. Alhamdulillah, sebagian cita-cita yang saya tertulis di dalam kisah novel tersebut terealisasi di awal tahun 2014.

 perempuan berjilbab kuning
perempuan berjilbab kuning

Buku ketiga adalah sebuah kumpulan cerita pendek berjudul “Lelaki dan …”. Isinya adalah sekian coretan fiksi tentang lelaki dan berbagai situasi dan kondisi yang dihadapinya yang pernah saya buat selama masa galau.

Lelaki dan ...
Lelaki dan …

Buku keempat berupa kumpulan puisi berjudul “Rima Perjalanan Cinta”.

rima perjalanan cinta
rima perjalanan cinta

Buku kelima juga berupa kumpulan puisi berjudul “Rima Perjalanan Jiwa”.

rima perjalanan jiwa
rima perjalanan jiwa

Di bulan Oktober 2013, sebuah naskah yang merupakan gabungan dari dua naskah buku sebelumnya, “Jejak-jejak yang Terserak” jilid I dan II, terbit menjadi sebuah buku secara major. Buku tersebut pun bisa nangkring di toko buku terkemuka.

Begitulah cerita tentang masa galau yang pernah yang saya alami. Jika Anda masih galau, segeralah move on dan ubah galau menjadi sebuah prestasi. Semangat!

*****

Artikel ini diikutsertakan dalam Giveaway “Ya Rabb, Aku Galau”


Tulisan Terkait Lainya :

29 thoughts on “Sekali Menggalau Lima Enam Buku Terealisasi

  1. pinkvnie Mei 25, 2014 / 10:53

    Hebat galau malah menghasilkan karya, brrt klo sdh ngga galau ngga ada karya dong …

    Kalau saya galau malah ngabisin duit melakukan trip2 biar lupa smua …😀 *jgn ditiru*

    • jampang Mei 25, 2014 / 20:11

      sekarang nggak galau tetap ada postingan di blog😀

      saya seh nggak suka jalan-jalan kalau bayar sendiri😀

  2. amy syahmid Mei 25, 2014 / 11:16

    kereeeenn…bukunya banyaaak…. (Y)

    pinginnya juga kalo galau bisa begitu, tapiiii…aku kalo galau ya jalan2 deh obatnya😀

    • jampang Mei 25, 2014 / 20:12

      jalan-jalan sepertinya lebih asyik, apalagi gratis😀

    • jampang Mei 25, 2014 / 20:13

      sepertinya bisa, mas😀

  3. naniknara Mei 25, 2014 / 14:29

    semoga menang kontesnya.
    Para penulis, makin galau makin bagus karyanya ya🙂

    • jampang Mei 25, 2014 / 20:14

      terima kasih, mbak.

      katanya seh begitu😀

  4. kutukamus Mei 25, 2014 / 16:09

    Sekali galau, jadi enam buku..
    Kalau lima kali, wah, banyak juga nih!🙂

    • jampang Mei 25, 2014 / 20:15

      ya tergantung galaunya juga seh😀

  5. ayanapunya Mei 25, 2014 / 20:47

    berarti saya harus sering-sering galau dong😀

    • jampang Mei 26, 2014 / 05:58

      kalau galau bisa bikin buku… harusnya ketika nggak galau bisa lebih banyak bikin buku😀

      • ayanapunya Mei 26, 2014 / 12:47

        saya sekarang kalau galau malah menghindari nulis😀

      • jampang Mei 26, 2014 / 12:49

        nah beda lagi kan caranya😀

      • ayanapunya Mei 26, 2014 / 12:50

        tapi ya tetap aja nggak produktif😦

      • jampang Mei 26, 2014 / 12:52

        nah kalau yang itu nggak tahu harus gimana lagi. produktifnya dalam hal lain kali

  6. pi23tz Mei 26, 2014 / 09:40

    Galau aja bisa bikin buku banyak, Bang..
    Gimana kalau gak galau, nih🙂

    • jampang Mei 26, 2014 / 09:43

      harusnya seh bisa bikin lebih banyak lagi😀

  7. Firsty Chrysant Mei 26, 2014 / 10:43

    luar biasaa… bikin ngiri… galau bisa jadi 6 hehehe…

    • jampang Mei 26, 2014 / 11:21

      😀
      tergantung galaunya juga kali

      • Firsty Chrysant Mei 26, 2014 / 20:00

        hoho… yuup…🙂 aku jarang galau jadinya ga ada yang jadi buku …😀

      • jampang Mei 27, 2014 / 04:35

        begitu yah…. alesan aja kali😀

  8. Annisa Reswara Mei 29, 2014 / 20:54

    Ada yang bilang bahwa ‘Jadi penulis itu harus galau’ hehe

    Wah Bang, sumpah bang jampang, saya baru tau Bang Jampang ini penulis. Kerennnn, bukunya 5 lebih… *standing aplause deh buat Bang Jampang

    • jampang Mei 30, 2014 / 05:19

      mungkin kalimat itu ada benarnya juga…. barang kali. tapi sepertinya nggak semua penulis harus galau😀

      terima kasih… termas kasih…😀

      • Annisa Reswara Mei 30, 2014 / 06:02

        Tapi kalo galau, tulisannya jadi maksimal, soalnya dengan hati😀

      • jampang Mei 30, 2014 / 08:03

        iya kali yah😀

  9. faziazen Juni 6, 2014 / 21:51

    galau=God always listen at u

    • jampang Juni 7, 2014 / 07:51

      dulu pernah baca singkatannya God Always Ilstening and Understanding

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s