Sekhilaf Jurnal

bandara soekarno hatta
bandara soekarno hatta


Mata Uang Asing

Hari Minggu kemarin adalah kali pertamanya saya datang ke sebuah money changer sekaligus keli pertama memegang mata uang asing. Tepatnya mata uang Real dengan sejumlah seribu tiga ratus real. Jumlah itu untuk bekal ibu saya yang akan berangkat umrah hari selasa pagi kemarin. Mohon doa dari rekan-rekan semua untuk kelancaran, kemudahan, dan keberkahan ibadah umrah yang dilakukan oleh ibu saya. Aamiin.

Surat Keterangan Mahram

Saat menemani ibu dan rombongan di bandara untuk persiapan keberangkatan, saya mendengar panitia memberikan pengumuman tentang mahram dalam proses pelaksanaan umrah. Mungkin lebih tepatnya Surat Keterangan Mahram. Saya coba googling dan menemukan artikel yang menjelaskan bahwa ada peraturan di Arab Saudi yang tidak akan menerima pendatang perempuan yang berusia di bawah 45 tahun tanpa didampingi oleh mahram.

Dari penglihatan secara sekilas, ada yang mengganjal di dalam benak saya mengenai praktek pembuatan surat keterangan mahram tersebut. Wallaahu a’lam.

Gameboy Untuk Syaikhan

Sebelum saya menukarkan uang, saya mencari-cari gameboy untuk Syaikhan seperti yang dimintanya beberapa waktu yang lalu. Saya mendapatkan game boy dengan bagain belakang berwarna biru yang menurut Syaikhan adalah salah satu warnanya laki-laki.

Senin siang, saya berangkat ke Depok untuk menyerahkan langsung Gameboy tersebut kepada Syaikhan. Sayangnya, ketika datang Syaikhan tidak ada di rumah. Sedang pergi bersama umminya. Saya pun tidak bisa menghubungi Syaikhan yang katanya siang itu sedang berada di Margos city dan saya tidak bisa menghubunginya Akhirnya saya hanya menitipkan gameboy untuk Syaikhan kepada eyangnya.

DUPAK

Selama kurang lebih dua minggu ini, saya dan beberapa rekan disibukkan dengan pembuatan DUPAK alias Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit. Sepertinya yang pernah saya ceritakan di blog ini beberapa waktu yang lalu, kekurangan angka kredit yang saya miliki menyebabkan kenaikan pangkat yang tertunda.

Mudah-mudah, seluruh angka kredit yang saya ajukan bisa diakui oleh tim penilai. Jika demikian, insya Allah tahun depan saya bisa naik pangkat. Aamiin.

Dialog Pagi [Selasa, 07-06-2014]

“Pulsa Abang habis, yah?”

“Ada. Emang kenapa?”

“Tumben enggak internetan.”

“Pulsa Abang mah masih banyak. Kalau internetan gratis, asal dipakenya dari satu malam sampe jam sembilan pagi.”

“Terus kenapa nggak internetan?”

“Belum ada ide nulis. Soalnya lagi bikin laporan.”

Dialog di ataslah yang mungkin menjadi penyebab saya membuat coretan di jurnal ini. Beda dari biasanya, pendek dan sangat random 😀


Tulisan Terkait Lainnya :

12 respons untuk ‘Sekhilaf Jurnal

  1. ysalma Juni 5, 2014 / 14:24

    tulis tentang minyu dong,
    refresing menulis diantara nulis laporan 🙂

    • jampang Juni 5, 2014 / 14:41

      itu sudah ada dialog saya dengan minyu

  2. Aulia Fitri Juni 5, 2014 / 20:21

    Sukses ya mas, semoga berkah juga nih tulisan ditengah laporan 🙂

  3. ayanapunya Juni 6, 2014 / 04:39

    Semoga umroh ibunya lancar ya, mas rifki
    Jadi sekarang mba minyu suka baca blognya mas rifki juga?

    • jampang Juni 6, 2014 / 12:43

      aamiin. terima kasih doanya, mbak.

      nggak. paling kalau saya kasih lihat aja. kalau rutin sepertinya nggak. itu nanya cuma udah tahu aja kebiasaan saya 😀

  4. pinkvnie Juni 6, 2014 / 09:50

    Semoga ibadah ibunya lancar ya ka n SKP cpt tercapai … Aaamiin

  5. rianamaku Juni 6, 2014 / 14:29

    Semoga semuanya lancar
    Ibadahnya ibu dan pekerjaan mas Rifki.

    • jampang Juni 7, 2014 / 07:47

      aamiin. terima kasih doanya, mbak

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s