[Prompt #52] Para Penikmat Buku

Sumber

“Attage, apakah dirimu tidak pernah bosan menikmati buku-buku di sini?” tanya Rufo.

“Maksudmu?” Attage balik bertanya.

“Buku-buku di rak ini adalah buku lama. Kertasnya kusam. Tulisannya pun buram. Sementara perpustakaan ini sangat luas. Aku dengar dari teman-temanku bahwa banyak buku-buku baru yang diletakkan di sisi lain perpustakaan ini. Mereka megajakku ke sana. Apakah kau tidak tertarik untuk ikut bersama kami?”

“Mungkin seleraku jauh berbeda dengan selaramu dan teman-temanmu itu. Aku lebih menyukai buku-buku lama seperti yang ada di rak ini. Mungkin jika di rak ini tidak ada lagi buku yang tersisa untuk kunikmati, baru aku akan memikirkan buku-buku baru seperti ceritamu itu.“

“Sejatinya aku menyampaikan hal ini untuk mengajakmu. Sebagai sahabat, aku tak ingin meninggalkanmu sendiri di tempat ini. Tetapi jiak kau berkehendak lain, aku tidak akan memaksa. “

“Tenang saja, aku akan baik-baik saja. Justru dirimulah yang harus berhati-hati di lingkungan yang baru, kawan!” Attage berpesan sebelum keduanya berpisah.

*****

“Attage! Tolong aku!”

Teriakan tersbut mengejutkan Attage yang sedang menikmati sebuah buku di hadapannya.

Seperti suara Rufo.

Attage segera berlari ke arah sumber teriakan itu. Tak lama kemudian, dirinya mendapatkan Rufo yang berjalan sempoyongan.

“Rufo, ada apa? Apa yang terjadi?” Attage bertanya sambil memapah tubuh Rufo.

“Tempat buku-buku baru itu ternyata tidak aman, Attage. Semua teman-temanku mati!”

“Kenapa bisa begitu?” Attage penasaran.

“Ketika kami semakin mendekat dengan buku-buku baru itu, tiba-tiba hidung kami mencium aroma aneh. Sebagian dari kami nekat dan tetap melangkah mendekati buku-buku itu. Tak lama kemudian, mereka langkah mereka terhenti. Lalu diam tak bergerak lagi. Mereka mati. Sementara aku dan sebagian yang lain tak berani mendekat. Kami berhenti. Namun aroma tersebut semakin menguat dan membuat kami kehilangan kesadaran. Sebagian lagi tetap bisa berjalan meski sempoyongan. Sepertinya, buku-buku itu dilindungi sesuatu, Attage.”

“Pastinya, manusia-manusia itu tidak ingin kita merusak buku-buku mereka, Rufo. Mereka akan membasmi dan mengusir kita, para kutu buku, agar buku-buku mereka tetap bagus.”

“Attage, sepertinya pilihanmu untuk tetap tinggal di sini adalah pilihan tepat. Di sini jauh lebih aman,” ucap Rufo yang sudah bisa berdiri dan berjalan dengan tegak lagi.

Mendengar ucapan Rufo tersebut, Attage tertawa bangga.

Tawa panjang Attage tiba-tiba terputus ketika tempat mereka berdiam berguncang hebat.

“Ada apa ini, Attage?” Rufo panik.

“Pegangan yang kuat, Rufo!” perintah Attage kepada Rufo ketika merasakan tubuhnya seperti akan terhempas dari buku yang sejak tadi mereka duduki.

Brukkk!

Sebuah tumpukan buku terlempar ke lantai perpustakaan. Attage dan Rufo berada di buku paling atas sambil berpegangan kuat pada sampul buku tersebut.

“Singkirkan semua buku-buku lama ini dari rak dan kemudian ganti dengan buku-buku yang baru!” terdengar petintah seorang lelaki kepada dua orang lelaki lainnya.

“Baik, Pak!” jawab kedua lelaki itu bersamaan. Lalu keduanya mulai menyingkirkan buku-buku lainnya di dalam rak.

Brukkk!

Sekitar belasan buku kembali terlempar ke bawah rak dan menimpa buku di mana Attage dan Rufo sedang berusaha mencari perlindungan.

*****

Jumlah : 463 kata, untuk MFF Prompt #52 : Set the Setting


Baca juga prompt sebelumnya :

19 respons untuk ‘[Prompt #52] Para Penikmat Buku

    • jampang Juni 9, 2014 / 05:13

      Rayap dan kutu buku itu sama yah?

  1. ysalma Juni 8, 2014 / 11:05

    oh, ‘kutu buku’ pun ternyata bisa jadi keren 🙂

    • jampang Juni 9, 2014 / 05:13

      Tapi kalau yang di sini… Kutu bukunya tewas, uni

    • jampang Juni 9, 2014 / 05:15

      Iya… Kutu buku yg apes 😀

  2. Attar Arya Juni 9, 2014 / 14:47

    nama-nama kutu ternyata keren juga yah.. :p

    • jampang Juni 9, 2014 / 14:52

      itu saya ambil dari nama latinnya 😀

  3. Vinda Filazara Juni 9, 2014 / 22:37

    Tuh, peringatan. Buat buku lovers, rawat bukunya dengan baik 😀

    • jampang Juni 10, 2014 / 05:13

      Iya. Biar awet harua dirawat 😀

  4. eugenia rakhma Juni 10, 2014 / 08:14

    ternyataaaa…tapi kasian ya, mereka juga ternyata penikmat buku. hiks! *hahaha sok melodramatis

    • jampang Juni 10, 2014 / 08:21

      mereka menikmati buku untuk bertahan hidup 😀

  5. Helda Juni 10, 2014 / 09:02

    Belum pernah sih ketemu kutu buku beneran 😀 waktu awal cerita aku pikir benar-benar “kutu buku” jadi mbayangin Attage pake kacamata, hihii

    • jampang Juni 10, 2014 / 10:07

      namanya menipu yah?

      itu saya ambil dari nama latinnya jenis kutu buku

  6. Ryan Juni 11, 2014 / 03:54

    ternyata kutu buku ya,…
    jadi keinget koleksi di rumah… gimana ya kabarnya

    • jampang Juni 11, 2014 / 06:47

      Dikasih klamper atau anti kutu buku nggak, mas?

      • Ryan Juni 11, 2014 / 10:39

        Kamper mas. Tp kan dah 6 bln lebih.

      • jampang Juni 11, 2014 / 10:46

        iya… itu maksudnya 😀

        ya mudah2an aja aman dan terjaga semua koleksi bukunya

      • Ryan Juni 11, 2014 / 10:57

        Mudah2an mas.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s