Panggilan yang Janggal

silsilah keluarga
Di dalam salah satu paragraf pada coretan sebelumnya yang berjudul “Tadarus“, saya menuliskan tentang panggilan yang janggal yang dilakukan Minyu terhadap Neneknya, atau lebih tepat kakak dari neneknya. Kepada Nenek sebenarnya atu ibu dari ibunya, Minyu memanggil dengan sebutan “Nenek”. Sementara kepada semua kakak perempuan dan adik perempuan neneknya, Minyu memanggil dengan sebutan “Ibu”.

Di awal-awal perkenalan, saya memanggil Neneknya Minyu dan adiknya dengan sebutan “Enyak” atau “Nyak Haji”. Beberapa waktu kemudian, atas permintaan Minyu, saya mengubah panggilan tersebut agar sama dengan panggilan yang digunakan Minyu dan kakaknya. Saya memanggil Neneknya Minyu dengan sebutan “Nenek” dan memanggil kakaknya nenek Minyu dengan sebutan “Ibu”.

Ternyata, ada juga yang menggunakan panggilan ibu untuk Nenek. Setidaknya ada beberapa komentar yang menyatakan demikian di coretan berjudul “Tadarus“.

Sepertinya, hal yang agak mirip juga terjadi di keluarga saya. Ada beberapa panggilan yang kurang pas dengan posisi orang yang dipanggil dalam silsilah keluarga.

Yang umum di keluarga Betawi, panggilan untuk adik dari ayah atau ibu adalah “Encing”, baik laki-laki ataupun perempuan. Sedangkan untuk kakak dari ayah atau ibu adalah “Encang”, baik laki-laki ataupun perempuan. Sepertinya terlihat adanya kondisi egaliter atau kesamaan antara perempuan dan laki-laki :D.

Namun demikian ada yang tidak umum tentang panggilan-panggilan yang ada di keluarga saya. Setidaknya ada beberapa contoh.

Pertama, ada adik perempuan dari ayah, yang seharusnya saya panggil dengan sebutan “Encing” tetapi saya langsung memanggil dengan sebutan nama. Tanpa ada embel-embel apa pun. Padahal usia antara saya dan beliau cukup jauh. Mungkin jika seumuran masih ada sedikit kewajaran.

Kedua, ada adik ipar dari ayah atau ibu yang seharusnya juga saya panggil dengan sebutan “Encing” tetapi saya panggil dengan sebutan “Abang” untuk yang laki-laki dan “Kakak” untuk yang perempuan.

Ketiga, ada kakak dari ayah atau ibu yang seharusnya saya panggil dengan sebutan “Encang” tetapi saya memanggil beliau dengan sebutan “Mamah” atau “Baba”.

Keempat, ada pula sosok yang merupakan adik dari Nenek yang seharusnya saya panggil dengan sebutan “Nenek” atau “Babeh” tetapi saya panggil dengan panggilan yang digunakan oleh ayah dan ibu saya, yaitu “Encing”.

Mungkin panggilan-panggilan tersebut menjadi panggilan yang wajar karena sudah menjadi kebiasaan dan tidak lagi menjadi panggilan yang janggal.

Bagaimana di keluarga anda?

39 respons untuk ‘Panggilan yang Janggal’

  1. pinkvnie Juni 10, 2014 / 20:47

    bingung klo panggilan2 begini di keluarga batas panggilan saya hanya encang saya panggil sesuai anak2nya manggil. Karena panggilan2 ini jadinya saya jarang menyapa saudara hanya senyum saja klo ketemu tapi kadang jd dibilang sombong, seperti kebanyakan keponakan bapak yg umurnya jauh lebih tua dari bapak bingung panggilannya 😀

    • jampang Juni 11, 2014 / 05:36

      Biasanya seh ortu ngajarin manggilnya harus gimana… Ngasih contoh gitu. Tp ya… Kadang emang jd aneh 😀

  2. indri Juni 10, 2014 / 22:42

    saya manggil tante saya dengan panggilan embak, soalnya dulu tumbuh bersama n selisih usia g terlalu jauh hehehe

    • jampang Juni 11, 2014 / 06:44

      Kalau nggak terlalu jauh mungkin masih bisa klop lah 😀

  3. rianamaku Juni 10, 2014 / 23:15

    Walaupun saya paling muda namun silsilah keluarga kena di tuakan, saya sering di panggil BUDE aduh kadang risi kalau yg manggil seumuran, kenapa ngak mba aja kan enak..

    ( Tau tau di pelototin ma simbah..)

    • jampang Juni 11, 2014 / 06:45

      Soalnya dianggap lancang ya mbak sama simbah 😀

  4. faziazen Juni 10, 2014 / 23:18

    adaa tuh keponakan, seumuran adikku (24 tahun)..jadinya dia nggak manggil “tante” tapi manggil mbak

    • jampang Juni 11, 2014 / 06:45

      Kan jadi terasa lebih muda tante, eh mbak 😀

  5. New Rule Juni 11, 2014 / 03:36

    yang bingung anak pak de mau lebih muda dipanggil mbak atau mas dikeluarga istri …

    • jampang Juni 11, 2014 / 06:47

      Ya kalau maunya begitu… Yg penting sama-sama enak.

      😀

  6. Eka Azzahra Juni 11, 2014 / 08:16

    Emak saya memanggil ibu bapaknya dg sebutan mbak dan kakang, bukan bapak-ibu. Tapi penyebutan itu sperti itu ada asal usulnya jg sih :). Kalo kejadian adik perempuan bapak yg harusnya dipanggil encing itu kejadian sama aku bang. Aku manggil nama aja ke dia. Umurnya dibawahku setahun, kalo dipanggil bulek rasanya aneh, soalnya dia udah kayak temen main.

    • jampang Juni 11, 2014 / 08:42

      wah… kakang, jadi inget sandiwara radio saur sepuh 😀

      kalau lebih muda dan manggil dengan bulek emang agak aneh juga seh. tapi teman saya waktu sekolah dulu dua orang om dan keponakan, manggilnya tetep pake encing kalau di rumah, cuma nggak tahu kalau di luar rumah

      • Eka Azzahra Juni 11, 2014 / 08:46

        wakakkaka saur sepuh *ngakak to the max. Maklum emak ane jawa tulen bang !.

      • jampang Juni 11, 2014 / 10:06

        kalau sunda ya bukan kakang… tapi akang 😀

  7. dian_ryan Juni 11, 2014 / 08:42

    sama bang keluargaku juga betawi dan panggilannya suka ada yang janggal, kaya aku manggil adenya nenekku dengan “ibu”, atau sepupunya ibuku dengan abang, tapi yah itu karena kebiasaan jadi ga terasa aneh :D, dan sekarang panggilan encing-encang udah jarang dipake dikeluarga iibuku,tapi masih dipake dari keluarga ayahku 😀

    • jampang Juni 11, 2014 / 10:06

      iya, karena udah kebiasaan. dan panggilan encing – encang itu sekarang udah jarang dipake… berganti dengan om dan tante… atau ammah – ammi

  8. ira nuraini Juni 11, 2014 / 09:42

    Biasanya panggilan salah itu bisa jadi gara2 yg dipanggil ga mau dg panggilan yg seharusnya..jadinya kebiasaan yg salah ini kebawa terus sampe gedhe…aq panggil mbah putri (ibunya ibu) dengan ibu, gara2nya emang mbah putri dulu katanya ga mau dipanggil mbah mintanya dipanggil ibu aja..aq panggil tante/bulik (adik /adik ipar dari ibu) dengan mbak/mas..sama ini juga gara2nya, tante2ku mintanya dipanggil mbak aja… 🙂

    • jampang Juni 11, 2014 / 10:11

      biar terasa lebih muda ya, mbak 😀

      • ira nuraini Juni 11, 2014 / 10:16

        hahaha…iya sepertinya itu alasannya

      • jampang Juni 11, 2014 / 10:45

        😀

  9. pingkanrizkiarto Juni 11, 2014 / 09:44

    eh aku udah dipanggil eyang lho…. eh, tapi mungkin emang udah pantes kali yeeee…. 😀

    • jampang Juni 11, 2014 / 10:11

      ya kalau udah ada cucu, ya panets dipanggil eyang 😀

  10. eda Juni 11, 2014 / 09:45

    buanyaaaak… ada ponakan yg harusnya manggil aku tante, tapi karena taun lahir sama, atau bahkan aku di bawahnya, dipanggil mba atau bahkan nama aja. enjoy aja sik, kan gak merugikan juga 😀

    • jampang Juni 11, 2014 / 10:11

      iya. asal masing-masing ngerasa nyaman

  11. Mila Wulandari Juni 11, 2014 / 10:28

    Saya memanggil ibu Saya Ibu dan nenek Saya mamah, karena neneknya yang ga mau dipanggil nenek karena usianya waktu Saya lahir masih muda 39 tahun waktu itu 🙂

    • jampang Juni 11, 2014 / 10:46

      wah… pada nikah muda yah 😀

      • Mila Wulandari Juni 11, 2014 / 11:23

        Iya jaman dulu memang begitu mas :v

      • jampang Juni 11, 2014 / 12:54

        😀
        iyah

  12. ysalma Juni 11, 2014 / 11:51

    ada, saya seharunya di panggil ‘mak gaek’ oleh mereka, kalau melihat garis keturunan,
    tapi umurnya lebih tua, sekarang2 manggil nama aja, biasa aja. Biar muda juga 🙂

    • jampang Juni 11, 2014 / 12:54

      panggilan juga bisa ‘mengurangi dan menambah’ umur 😀

  13. Baginda Ratu Juni 11, 2014 / 12:31

    aku punya ponakan yang umurnya jauuuuhhh di atasku, karena dia anak tertua dari kakakku dari istri pertama bapakku. *bingung nggak mas?* 😆
    Dia manggil aku bulik, tapi demi kesopanan, aku manggil dia Mas aja, anggap saja mewakili anak2ku… 😀

    • jampang Juni 11, 2014 / 12:56

      enggak bingung, ngerti koq 😀

      kalau manggil nama langsung nanti diikuti sama anak-anak yah 😀

  14. bundanyarafi Juni 11, 2014 / 12:41

    katanya kalo orang Betawi panggilan gitu emang banyak yg janggal ya.. *liat keluarga mama yg Betawi..saya manggil kakak2 mama dengan sebutan akang dan mama, terus adek2nya mama dengan sebutan Aba’..

    adik bungsu saya yg baru lulus SMA juga gak mau dipanggil tante sama anak2..mintanya dipanggil mbak..hehe..

    • jampang Juni 11, 2014 / 12:57

      sikon yang menentukan panggilan dalam keluarga.

      lumayan kan beda jauh antara tante dan mbak 😀

  15. Tituk Juni 12, 2014 / 10:45

    aku manggil adik2 perempuan ibukku dengan panggilan mbak…. 😀 harusnya kan bulik.

    • jampang Juni 12, 2014 / 15:46

      kalau sama-sama suka ya gpp kali, mbak 😀

      ternyata banyak juga yang mengalaminya

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s