Pemilihan Presiden dan Jumlah Kotak

pemilihan presiden dan jumlah kotak
pemilihan presiden dan jumlah kotak

Ketika berada di pesawat dalam perjalanan menuju Palembang beberapa waktu lalu, saya sempat membaca sebuah artikel dari majalah yang disediakan oleh maskapai penerbangan. Saya tertarik dengan artikel tersebut karena menggunakan ilustrasi gambar yang agak mirip dengan gambar yang beberapa kali saya gunakan saat mengajar di dalam kelas sebagai ice breaking. Sebuah gambar berupa sejumlah kotak atau persegi empat seperti ilustrasi di atas. Dari gambar tersebut, saya menanyakan berapa jumlah bujur sangkar yang terlihat kepada para peserta di dalam kelas. Sementara di dalam artikel, pertanyaannya adalah berapa jumlah kotak yang terlihat.

Bagaimana cara pandang dan pemaknaan seseorang akan sebuah peristiwa atau sebuah kejadian bisa dianalogikan dengan cara pandang dan pemaknaan seseorang terhadap jumlah kotak yang dilihat di dalam gambar di atas. Karena pemilihan presiden dan wakil presiden juga merupakan sebuah peristiwa atau kejadian, kiranya bisa juga dianalogikan dengan gambar kotak di atas. Berapa banyak kotak yang bisa dilihat seseorang mungkin bisa mewakili cara pandangnya terhadap proses pemilihan sosok presiden yang akan memimpin negeri ini. Sepertinya coretan ini akan sedikit ngompol.

25 Kotak. Jumlah tersebut adalah jumlah kotak yang paling jelas terlihat. Cara menghitungnya mudah. Karena setiap kotak diberi angka secara urut, maka lihat saja angka terbesar di dalam kotak paling kanan bawah. Itulah jawaban pertama yang ditemukan.

Yang melihat dan menghitung jumlah kotak sebanyak 25, adalah sekelompok orang yang melihat proses pemilihan presiden hanya sekedar datang ke TPS lalu mencoblos salah satu gambar atau nomor urut pasangan capres dan cawapres, mencelupkan salah satu jarinya ke tinta sebagai bukti sudah berpartisipasi dalam pemilihan presiden, lalu pulang. Selesai.

Kelompok 25 ini juga mungkin menampung sekelompok orang yang membela pasangan capres dan cawapres jagoannya dengan membabi buta. Memuji kelebihan pasangan yang dijagokannya setinggi langit, menutup mata akan kekurangan yang dimiliki sang jagoan, anti kritik dan saran, serta menjelek-jelekan pasangan capres dan cawapres lainnya, termasuk mengejak para pendukung capres lain.

Sepertinya, pendukung, simpatisan, relawan, atau apalah namanya, yang tipenya seperti ini bisa jadi, sedikit atau banyak, akan mengurangi sisi positif dari pasangan yang dibelanya.

Tak hanya pendukung, simpatisan, atau pun relawan, para calon pemimpin yang diidolakan juga bisa berprilaku demikian. Jika dalam berkampanye mereka mengejek lawan dengan mengumbar segala kekurangan lawan dan bergembira dengan riuh tepuk tangan dan teriakan para pendukungnya, bisa jadi, mereka hanya menemukan 25 kotak pada gambar di atas.

Sekarang, cobalah berpikir sejenak. Sediakan waktu untuk melihat lagi gambar di atas dengan lebih seksama. Lebih fokus lagi. Adakah kotak-kotak lain yang terlihat?

Dengan sedikit waktu tambahan, kita bisa menemukan bahwa ada kotak lain selain 25 kota yang sudah diberi angka pada gambar di atas. Kotak-kotak baru itu adalah kotak yang bukan berukuran 1 x 1. Ada kotak yang ukurannya adalah 2 x 2 seperti kotak baru yang dibentuk dari kotak 1, 2, 6, dan 7. Ada kotak yang ukurannya adalah 3 x 3 seperti kotak baru yang dibentuk dari 9 kotak lain yaitu 1, 2, 3, 6, 7, 8, 11, 12, dan 13. Ada pula kotak yang ukurannya lebih besar, yaitu 4 x 4 dan 5 x 5.

Apakah anda menemukannya?

Sepertinya, kita memang perlu waktu untuk bisa menemukan jumlah kotak yang lebih banyak pada di gambar di atas. Mungkin seperti itulah kondisi orang-orang yang lebih banyak menggunakan akal dan pikirannya dibandingkan orang lain. Sebelum dirinya mengambil penilaian atau keputusan terhadap sesuatu, dirinya memerlukan waktu untuk berpikir lebih dalam dengan meneliti, membandingkan, serta menimbang-nimbang berbagai hal yang bisa menjadi nilai positif atau negatif atas konsekuensi sebuah pilihan atau keputusan.

Bagaimana perwujudan proses meneliti, membandingkan, serta menimbang dalam proses pemilihan presiden nanti? Mungkin dengan banyak membaca berbagai informasi yang disampaikan di media. Mungkin juga dengan melihat acara debat di antara para pasangan yang dijagokan. Apa kelebihan mereka, apa kekurangan mereka.

Tak hanya membaca informasi dari media, proses meneliti, membandingkan, serta menimbang tersebut juga harus memperhatikan siapa di balik media yang menyampaikan informasi tersebut. Sebab besar kemungkinan, media yang mendukung salah satu pasangan akan menyampaikan berita tentang kebaikan dan kehebatan pasangan yang didukungnya sementara kebaikan dan kehebatan pasangan lawan tidak diberitakan, atau porsinya jauh lebih sedikit.

Tak hanya itu, proses meneliti, membandingkan, serta menimbang tersebut juga bisa ditambah dengan melihat siapa saja, orang maupun kelompok, yang berada di belakang pasangan calon presiden dan wakil presiden. Sebab bukan hal yang mustahil, orang atau kelompok yang berdiri di belakang masing-masing pasangan akan sedikit banyak berpengaruh terhadap kebijakan yang akan diambil oleh calon presiden dan wakil presiden jika kelak mereka terpilih.

Jadi, jika ingin menemukan kotak yang lebih banyak alias meneliti kelebihan dan kekurangan para pasangan presiden, akan lebih bijak jika bisa menyisihkan waktu lebih banyak agar bisa melihat dari dua sisi agar lebih berimbang. Membaca dari dua sumber agar lebih adil. Mendalami siapa orang dan kelompok yang berada di belakang kubu masing-masing calon. Lalu kemudian, putuskan.

Sepertinya, waktu yang lebih banyak tidak cukup untuk menemukan jumlah kotak yang lebih banyak. Diperlukan sesuatu yang lain. Ilmu dan cara pandang.

Ilmu berupa pengertian tentang apa yang dimaksud dengan bangun datar yang disebut kotak. Salah satu pengertian “kotak” menurut Kamus Bahasa Indonesia Online adalah “cak ruang (bidang) empat persegi”. Jika merujuk pengertian tersebut, maka akan lebih banyak kotak yang ditemukan pada gambar di atas. Sebab, tak hanya kotak yang dibentuk dari kotak lain yang sisi panjang atau lebarnya sama, melainkan ada pula kotak yang dibentuk dari kotak lain yang sisi panjang dan lebarnya tidak sama.

Setelah memperoleh pengertian yang jelas tentang definis “kotak”, maka seseorang harus bisa memperluas cara pandanganya agar bisa melihat secara menyeluruh. Tidak sebagian-sebagian.

Jika ilmu ditambah dan cara pandang diperluas, maka seseorang akan menemukan kotak yang lebih banyak. Tak hanya kotak yang berukuran 1 x 1, 2 x 2, 3 x 3, 4 x 4, dan 5 x 5 saja. Melainkan akan ada kotak lain yang berukuran 1 x 2, 1 x 3, 1 x 4, 1 x 5, hingga 4 x 5 dan 5 x 4.

Jika demikian halnya, jika para pemilih, pendukung, simpatisan, relawan, serta para calon presiden dan wakil presiden bisa, mampu, dan mau melihat lebih teliti lagi dengan memanfaatkan ilmu dan cara pandang, mereka akan berpikir bahwa keputusan yang mereka ambil bukan hanya berpengaruh kepada diri sendiri saja, tetapi juga orang lain. Sebab bisa saja keputusan tersebut tidak berdampak langsung bagi dirinya, namun bisa berdampak bagi orang lain yang dirinya tak pernah tahu atau kenal.

Mereka yang mampu menemukan jumlah kotak lebih banyak akan berpikir bahwa keputusan yang yang mereka ambil tak hanya berpengaruh pada kehidupan saat ini, tetapi juga masa depan mereka dan masa depan anak cucu mereka.

Mereka yang mampu menemukan jumlah kotak lebih banyak akan berpikir bahwa kebijakan yang akan mereka ambil dan langkah yang mereka ayunkan tak hanya berdampak pada kehidupan mereka di dunia ini, tetapi juga ada laporan yang harus dipertanggungjawabkan di alam kehidupan yang kekal. Wallahu a’lam.

Jadi, berapa kotak yang berhasil anda temukan?

 

 

31 respons untuk ‘Pemilihan Presiden dan Jumlah Kotak

    • jampang Juni 30, 2014 / 09:01

      berapapun jumlah kotak yang ditemukan, itu benar. nggak ada jawaban yang salah koq.

      tapi silahkan dilihat lagi, dibaca lagi, pasti ketemu yang lebih banyak

  1. rianamaku Juni 30, 2014 / 09:12

    Ratusan…
    karena akan bertambah cos setiap bilangan dikali lagi.
    ampun jadi melek ni mata pagi pagi sudah belajar berhitung…

    • jampang Juni 30, 2014 / 20:45

      iya… banyak kalau mau menghitung lebih jeli 😀

  2. capung2 Juni 30, 2014 / 09:48

    komen sya masuk spam sptnya..

    • jampang Juni 30, 2014 / 11:09

      nggak ada di bagian spam, mas 😀

  3. capung2 Juni 30, 2014 / 09:52

    tolak ukur sya dlm memilih capres adlh agamanya, bila capres tsb banyak didukung oleh komunitas muslim, capres inilah yg sya pilih tanpa perlu banyak sya mencari referensi lain dr capres tsb

    • jampang Juni 30, 2014 / 11:10

      yup. itu salah satu cara yang banyak kita gunakan sebagai orang awam 🙂

  4. Ie Juni 30, 2014 / 15:01

    siapapun presidennya… tetap harus kita dukung juga nantinya setelah terpilih :),

    betul ga om??

    😀

    • jampang Juni 30, 2014 / 15:14

      iyah. tadinya mau nambahin poin itu juga. lupa 😀

      • Ie Juni 30, 2014 / 15:17

        ha ha ha ha ha… 😀

      • jampang Juni 30, 2014 / 15:19

        😛

  5. Dyah Sujiati Juni 30, 2014 / 15:06

    Asal jangan terkotak-kotak aja lah ya 😉

    • jampang Juni 30, 2014 / 15:15

      yupz….. betul itu… harus berpikir di luar kotak… think out of the box

      😀

      *kaga nyambung*

  6. Firsty Chrysant Juni 30, 2014 / 15:13

    yang ditanya adalah kotak (persegi) atau kotak yang persegi panjang? Persegi aja udah banyak banget… apalagi kalau ditambah persegi panjang

      • jampang Juni 30, 2014 / 15:19

        ya mungkin aja… cuma saya nggak tahu rumusnya 😀

    • jampang Juni 30, 2014 / 15:18

      kalau coretannya dibaca teliti, ada tuh penjelasannya 😀

      • Firsty Chrysant Juni 30, 2014 / 15:23

        paragraf ttg defenisi kotaknya terlewatkan… 🙂

      • jampang Juni 30, 2014 / 15:49

        jadi harus lebih teliti lagi

  7. Rivanlee Juni 30, 2014 / 20:16

    ini postingan nyambung sekali dengan postingan saya hahaha

    • jampang Juni 30, 2014 / 20:43

      Nyambung biar jadi panjang 😀

  8. Richoku Juli 1, 2014 / 01:47

    Makin banyak ditemukan, makin jeli yah, mas. jadi rumit kalau diperhatikan. soal Pilpres, siapapun yang terpilih, semoga bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik, dari berbagai aspek.

    • jampang Juli 1, 2014 / 06:07

      iya. mendapatkan ilmu pengetahuan emang susah. butuh waktu, tenaga, dan biaya yang nggak sedikit.

      aamiin.

  9. ysalma Juli 1, 2014 / 08:28

    setelah diperhatikan dan diikuti, ternyata kotak yang ditemukan banyak,
    Presiden terpilih harus menepati janjinya 🙂

    • jampang Juli 1, 2014 / 09:23

      iya. banyak banget, uni.

      sebab janji harus ditepati. apalagi sumpah 😀

  10. Helda Juli 1, 2014 / 14:44

    Melihat kotak dengan hati #eciee dan emang banyak banget tapi saya males ngitungnya Mas 😀 tapi soal capres ini, saya masih menganut prinsip rahasia, jadi pilihan saya ya cuma saya dan Allah yang tau,hehehe….

    • jampang Juli 1, 2014 / 15:02

      iya, banyak 😀

      luberjurdil itu asasnya

  11. araaminoe Juli 3, 2014 / 12:45

    Waduh … waduh.. yang beginian ini asmie ngaku kalah *kelihatan begonya nie… 😆

    • jampang Juli 3, 2014 / 13:05

      Masing-masing jawaban nggak salah koq 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s