Pilih Mana, SATU atau DUA?

sumber

“DUA ya, Mah?” ucap sang suami kepada istrinya.

“SATU!” timpal sang istri.

“Tapi aku maunya DUA,” sang suami ngotot.

“Pokoknya SATU!” balas sang istri.

Akhirnya, pasangan suami istri tersebut disarankan untuk bertemu seseorang yang mungkin bisa membantu menemukan jawaban atasa pilihan keduanya yang berbeda. Orang yang dimaksud adalah Bidan atau Dokter yang mengerti akan program mengatur jarak kelahiran dan alat kontrasepsi yang digunakan.

*****

Saya masih ingat dengan asas pemilihan umum di Indonesia yang sempat saya dengar ketika sekolah dahulu. Entah waktu duduk di sekolah menengah pertama atau sekolah menengah atas. Asas tersebut disingkat dengan “LUBER JURDIL” alias Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil.

Langsung berarti pemilih diharuskan memberikan suaranya secara langsung dan tidak boleh diwakilkan.

Umum berarti pemilihan umum dapat diikuti seluruh warga negara yang sudah memiliki hak menggunakan suara.

Bebas berarti pemilih diharuskan memberikan suaranya tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Rahasia berarti suara yang diberikan oleh pemilih bersifat rahasia hanya diketahui oleh si pemilih itu sendiri.

Jujur mengandung arti bahwa pemilihan umum harus dilaksanakan sesuai dengan aturan untuk memastikan bahwa setiap warga negara yang memiliki hak dapat memilih sesuai dengan kehendaknya dan setiap suara pemilih memiliki nilai yang sama untuk menentukan wakil rakyat yang akan terpilih.

Adil adalah perlakuan yang sama terhadap peserta pemilu dan pemilih, tanpa ada pengistimewaan ataupun diskriminasi terhadap peserta atau pemilih tertentu.

Asas jujur dan adil tak hanya mengikat kepada pemilih ataupun peserta pemilu, melainkan  juga kepada penyelenggara pemilu.

Apakah kesemua azas tersebut masih berlaku saat ini? Sebab saya menangkap adanya sebuah fenomena baru mengenai salah satu di atas, yaitu azas rahasia. Fenomena tersebut adalah banyaknya pemilih yang menyatakan siapa pasangan capres dan cawapres yang didukungnya kepada umum. Biasanya, pernyataan tersebut dibuat dalam bentuk tulisan di blog, kicauan di twitter, status di facebook, ataupun berupa gambar atau foto profil yang dipasang di media sosial.

Selain fenomena di atas, saya juga mendengar istilah exit poll. Exit poll  adalah polling terhadap hasil sebuah pemilihan yang dilakukan dengan cara menanyai pemilih setelah mereka keluar dari TPS. Bukankah kegiatan ini menjadikan hasil pilihan dari para pemilih bukan menjadi sebuah rahasia lagi?

Mungkin zaman memang sudah berubah. Mungkin pikiran saya saja yang lagi iseng berkelana.

*****

“Abang pilih SATU atau DUA saat pilpres nanti?” tanya sang istri.

“Abang pilih SATU aja!” jawab sang suami.

“Kenapa pilih SATU dan bukan DUA?” sang istri kembali bertanya.

“Ya biar suaranya sah dan bisa dihitung.”

“Emang kalau pilih DUA nggak sah dan nggak dihitung?”

“Ya, Enggak!”

“Kok gitu?”

“Kan aturannya memang begitu. Suara yang sah dan yang akan dihitung adalah jika pemilik suara memilih salah SATU pasangan capres dan cawapres. Kalau pilih DUA-DUAnya, suaranya nggak sah.”

“Ooooo… Itu maksudnya.”

“Iya.”

“Terus Abang pilih siapa?”

Obrolan di atas adalah sebuah obrolan imajiner yang kemudian bagian akhirnya divisualisasikan dalam bentuk komik Jampang dan Eneng episode “Pilihan Abang”.

Lantas, siapa yang menjadi pilihan saya di antara kedua pasangan capres dan cawapres yang ada?

Saya sudah menetapkan pilihan. Siapa yang saya pilih, saya sampaikan kepada orang-orang terdekat saya jika kebetulan ada yang bertanya. Cukup itu saja. Saya tidak menyatakan siapa yang menjadi pilihan saya di hadapan umum atau khalayak ramai di media sosial. Sebab saya masih berpikir dan berpegang tentang azas rahasia di dalam pemilu.  Di media sosial, cukuplah saya mengatakan, “biarlah saya dan kotak suara saja yang tahu”.

Selamat memilih dengan bijak dan cerdas. Cegah segala bentuk kecurangan semaksimal mungkin. Salah satu caranya adalah dengan mengecek kertas suara sebelum di hadapan panitia pemungutan suara sebelum masuk ke billik suara untuk memastikan bahwa belum ada gambar yang dicoblos. Sebab jika ketahuannya setelah berada di dalam bilik suara, kemungkinan besar pengaduan atau laporan yang disampaikan tidak akan diterima panitia pemungutan suara.


Tulisan Terkait Lainnya :

37 respons untuk ‘Pilih Mana, SATU atau DUA?

  1. Dyah Sujiati Juli 6, 2014 / 01:20

    Huwaahaha. Kalau public figur akan sulit untuk menjaga ‘rahasia’ tersebut. 😛
    Lagipula, kalau sekarang masih pakai rahasia-rahasiaan terkesan ‘berdiri di atas dua kaki’ atau terkesan ambil aman doank. Karena sudah jelas pemilu sekarang beda sangat dengan pemilu jaman dulu. Itu menurut sy. Itu salah satu mengapa harus tegas menunjukkan sikap.

    • jampang Juli 6, 2014 / 06:11

      bukannya memilih salah satu dan merahasiakannya juga sebuah sikap? 😛

      lagian saya kan bukan public figure 😀

      • Dyah Sujiati Juli 6, 2014 / 07:56

        Nah itu, intinya di ending itu, wakakak

      • jampang Juli 6, 2014 / 14:40

        😛

    • jampang Juli 6, 2014 / 06:11

      siiippp!
      biar sah!

      😀

  2. titantitin Juli 6, 2014 / 07:37

    Iya, cukup kode aja kalo di sosmed yah? :d

    • jampang Juli 6, 2014 / 07:49

      saya pikir begitu. apalagi saya kan PNS 😀

  3. Yudhi Hendro Juli 6, 2014 / 08:04

    setuju, mas. pilihan kita tidak selalu harus diungkapkan di medsos. karena sy pikir ini sudah termasuk privasi seseorang

  4. Rahmat_98 Juli 6, 2014 / 08:31

    Sepakat bang….
    Pilihan terbaik adalah diam dan tidak perlu bernyanyi di sosmed… 🙂

    • jampang Juli 6, 2014 / 14:41

      mungkin lebih baik kalau ngomongnya langsung ke anggota keluarga aja… soalnya belum tentu angggota keluarga yang lain baca teriakan di socmed 😀

      • Rahmat_98 Juli 7, 2014 / 06:51

        Hahaha.. betul, betul

      • jampang Juli 7, 2014 / 07:47

        😀

  5. ayanapunya Juli 6, 2014 / 09:16

    Semoga siapapun yang terpilih bisa membawa kebaikan bagi kita semua

  6. dyazafryan Juli 6, 2014 / 09:29

    aku pilih siapa ya..
    sampe sekarang belum memutuskan 😦

    • jampang Juli 6, 2014 / 14:42

      masih ada waktu koq 😀

      • dyazafryan Juli 6, 2014 / 16:07

        hihihii.. H-3 😀

      • jampang Juli 6, 2014 / 16:35

        Selamat merenung

      • dyazafryan Juli 6, 2014 / 19:59

        hhhiihiii merenung sampe tanggal 9..

      • jampang Juli 7, 2014 / 05:29

        semoga mendapat jawaban yang terbaik 😀

  7. rianamaku Juli 6, 2014 / 09:35

    Kalau aku pasti milih dari 2 itu namun tetap 1 saja 🙂

    • jampang Juli 6, 2014 / 14:43

      iya…. biar sahhhh!

      😀

  8. pritakusumaningsih Juli 6, 2014 / 21:56

    ssst…..minggu tenang. Nanti saja tanggal 9 pilih (salah) satu ya…..

    • jampang Juli 7, 2014 / 05:30

      di socmed sepertinya nggak berlaku, bu 😀

  9. ira nuraini Juli 7, 2014 / 08:39

    1 atau 2..pilih aku atau dia…*singing mode on* harusnya lagu ini bisa booming lg saat kampanye ya..hahaha

    • jampang Juli 7, 2014 / 09:32

      mungkin karena liriknya masih nanya kali mbak. belum pasti milih siapa 😀

  10. Ina Juli 7, 2014 / 09:31

    hehehe… iya baru keingat dulu asasnyaluber jurdil. masih ada nggak yah pelajaran yg memuat asas itu? habis emang skrg era blag2an sih yah. klo saya jujur menyatakan pilihan ke orang yg sama pilihannya doank. klo beda, saya milih ‘rahasia’ . hahaha….

    *nebak2 pilihane mas Rif

    • jampang Juli 7, 2014 / 09:34

      ya mungkin karena era keterbukaan kali mbak. mungkin juga ada sisi baik yg ddiambil kalau buka-bukaan

      selamat menebak 😀

  11. Ie Juli 7, 2014 / 10:36

    kalau aku “dipilih” siapa ya…

    *eh

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s