Relic : Fort Rotterdam, Makassar

Begitu mendengar atau membaca kata “relic”, yang terbayang di dalam benak dan pikiran saya adalah peninggalan sejarah. Karenanya, ketika mengetahui tema Weekly Photo Challenge minggu ini adalah “relic”, saya langsung teringat dengan Fort Rotterdam yang pernah saya kunjungi di bulan Februari tahun 2013 yang lalu.

Ketika berkunjung, saya masih bisa melihat tebalnya benteng tersebut yang dibangun dari batu padas. Beberapa tiang besar masih terlihat meskipun sudah tidak sempurna. Saya sempat mengambil beberapa foto bagian bangunan benteng Fort Rotterdam yang saya pikir cocok dengan tema minggu ini.

Tentang Fort Rotterdam dari wikipedia  :

Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ kallonna. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros. Benteng Ujung Pandang ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan.

Nama asli benteng ini adalah Benteng Ujung Pandang, biasa juga orang Gowa-Makassar menyebut benteng ini dengan sebutan Benteng Panyyua yang merupakan markas pasukan katak Kerajaan Gowa. Kerajaan Gowa-Tallo akhirnya menandatangani perjanjian Bungayya yang salah satu pasalnya mewajibkan Kerajaan Gowa untuk menyerahkan benteng ini kepada Belanda. Pada saat Belanda menempati benteng ini, nama Benteng Ujung Pandang diubah menjadi Fort Rotterdam. Cornelis Speelman sengaja memilih nama Fort Rotterdam untuk mengenang daerah kelahirannya di Belanda. Benteng ini kemudian digunakan oleh Belanda sebagai pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur.

Di kompleks Benteng Ujung Pandang kini terdapat Museum La Galigo yang di dalamnya terdapat banyak referensi mengenai sejarah kebesaran Makassar (Gowa-Tallo) dan daerah-daerah lainnya yang ada di Sulawesi Selatan. Sebagian besar gedung benteng ini masih utuh dan menjadi salah satu objek wisata di Kota Makassar.

Foto-foto lain di dalam Fort Rotterdam bisa dilihat di sini.


Lihat Foto Lainnya di Weekly Photo Challenge :

8 respons untuk ‘Relic : Fort Rotterdam, Makassar

  1. rianamaku Juli 13, 2014 / 11:03

    Aku malah belum pernah ke makassar..
    yg kutahu hanya kopi torajanya saja.

    • jampang Juli 13, 2014 / 17:05

      saya belum lihat dan cicip kopi toraja

  2. Rivanlee Juli 13, 2014 / 14:05

    mantaapp main ke tempat bersejarah

    • jampang Juli 14, 2014 / 05:40

      soalnya lokasinya dekat tempat nginap. cukup jalan kaki 😀

  3. Orin Juli 17, 2014 / 06:16

    Wahh…asyik nih bang jadi ikutan belajar sejarah

    • jampang Juli 17, 2014 / 06:19

      😀
      saya cuma ngopas aja, teh

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s