Baskom, Handuk, Kipas, Dan Cemeti (Jilid 2)

kipas_kecil

Setiba di rumah, setelah memarkirkan motor, membuka jaket dan kemeja, saya masuk ke dalam kamar. Saya berbaring di atas tempat tidur untuk beristirahat sejenak sambil menungg waktu berbuka puasa. Di sebelah saya, Minyu juga sedang berbaring sambil menggunakan kipas kecil untuk mengusir rasa penat dan gerah yang sering dirasakannya akhir-akhir ini. Mungkin karena Minyu sedang berbadan dua.

“Kata ibu, kalau masih panas dan gerah, jangan langsung tidur, nanti kulitnya cepat tua,” ucap Minyu sambil terus menggerakkan kipas kecilnya dan membagikan hawa segar yang dihasilkan dari gerakan kipasnya ke wajah dan tubuh saya.

“Abang jadi ingat sebuah cerita,” komentar saya ketika melihat apa yang dilakukan oleh Minyu. “Tentang seorang perempuan dengan kepribadian yang luar biasa dan menjadi penghuni surga.”

“Bagaimana ceritanya?” Minyu bertanya.

*****

Beberapa tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2011, saya pernah membuat sebuah coretan yang diilhami dari sebuah ceramah di masjid kantor. Coretan tersebut saya beri judul “Baskom, Handuk, Kipas, Dan Cemeti”. Mengisahkan tentang seorang perempuan bernama Muti’ah. Muti’ah seorang istri yang sangat berbakti kepada suaminya dan dinobatkan menjadi penghuni surga.

Sebelum melanjutkan cerita tentang Muti’ah ini, kiranya saya perlu mengingatkan bahwa saya pribadi belum pernah melihat teks hadits yang menceritakan tentang kisah Muti’ah ini. Jika ada yang mencoba melakukan googling dengan menggunakan kata kunci “perempuan pertama yang masuk surga” maka akan menemukan artikel yang menceritakan kisah yang saya maksud. Mungkin ada beberapa versi. Sayangnya, dari sekian artikel yang pernah saya baca, saya tidak menemukan perawi hadits dari kisah Muti’ah ini. Jadi saya menganggap bahwa cerita ini masih berstatus fiksi, bukan kisah nyata sampai saya menemukan dalil hadits yang shahih. Dan jika ada yang menemukannya lebih dahulu, mohon saya diberitahu.

Alkisah, tersebarlah kabar bahwa Muti’ah adalah seorang perempuan berakhlak mulia dan menjadi calon penghuni surga. Salah seorang perempuan yang menjadi tetangga Muti’ah menjadi penasaran dan ingin tahu apa yang menjadi penyebab Muti’ah mendapatkan predikat tersebut. Dia pun datang ke rumah Muti’ah.

Tetangga tersebut mengawasi gerak-gerik Muti’ah. Namun tak ada yang istimewa dengan apa yang dilakukan oleh Muti’ah. Tetangga tersebut hampir kecewa karena tidak menemukan apa yang dicari. Hingga kemudian, kedua matanya menangkap beberapa benda yang tidak lazim di rumah Muti’ah. Benda tersebut adalah baskom, handuk, kipas, dan cemeti. Tetangga itu lalu bertanya kepada Muti’ah tentang apa yang dilakukannya dengan keempat benda tersebut.

Muti’ah lalu menjawab. “Bila suamiku sudah pulang dari bekerja, aku akan mengisi baskom ini dengan air. Lalu aku meminta suamiku untuk merendam kedua kakinya ke dalam baskom dan aku mencucinya dengan air tersebut. Lalu dengan handuk, aku mengeringkan kedua kaki suamiku setelah aku cuci. Kipas ini aku gunakan untuk mengipasi tubuh suamiku yang masih berpeluh hingga dirinya menjadi nyaman. Sementara cemeti ini, aku akan menyerahkannya kepada suamiku. Aku rela jika suamiku memukul diriku dengan cemeti seandainya pelayananku terhadapnya kurang memuaskan.”

Dengan jawaban Muti’ah tersebut, terbukalah rahasia yang menyebabkan tersebarnya berita bahwa Muti’ah adalah perempuan berakhlak mulia dan menjadi calon penghuni surga.

*****

“Terus, suaminya mukul Muti’ah?” tanya Minyu.

“Ya enggaklah, istrinya baik banget,” jawab saya.

Reaksi Minyu selanjutnya, sangat berbeda dengan jawaban sang istri yang saya tuliskan di dalam coretan “Baskom, Handuk, Kipas, Dan Cemeti” sebelumnya.

“Cuci kakinya diganti dengan cuci muka aja, yah?” ucap Minyu.

Minyu memang sering sekali mencuci atau membersihkan wajah saya, baik menggunakan cairan pembersih, sabun wajah, bahkan memakaikan maske ke wajah saya seperti yang pernah saya ceritakan dalam coretan “salon plus-plus”.

Alhamdulillah šŸ˜€


Tulisan Terkait Lainnya :

11 thoughts on “Baskom, Handuk, Kipas, Dan Cemeti (Jilid 2)

  1. ndutyke Juli 24, 2014 / 21:18

    Qeqeqe salon plus-plus. Plus pahala yaaa……

    • jampang Juli 25, 2014 / 05:35

      insya Allah ada pahalanya, mbak šŸ˜€

  2. pinkvnie Juli 24, 2014 / 21:31

    Jadi kinclong dong šŸ˜€

  3. rianamaku Juli 24, 2014 / 22:09

    Wah kalau suami aku baca ini habislah aku…?

    • jampang Juli 25, 2014 / 05:34

      šŸ˜€
      setiap pasangan itu beda-beda, mbak. nggak bisa disamain 100%. tenang aja

  4. ysalma Juli 25, 2014 / 07:15

    salon plus-plusnya boleh ditiru tuh šŸ™‚

    • jampang Juli 25, 2014 / 07:27

      silahkan, uni.
      kalau saya kan cuma menikmati aja šŸ˜€

  5. Rivanlee Juli 25, 2014 / 14:02

    saya belum nikah, tapi boleh deh buat referensi haahhaaha

    • jampang Juli 25, 2014 / 15:03

      šŸ˜€
      yang pasti, setiap orang itu unik

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s