Menuju Enam Puluh Tahun, Bahkan Lebih

imgarcade.com

Bicara tentang umur, kiranya tak jauh berbeda dengan bicara tentang rezeki. Sebab umur merupakan salah satu bagian dari rezeki. Berapa panjang umur anak manusia sudah termaktub di dalam lauhil mahfuzh. Ketetapan tersebut diterima sebagai sebuah takdir oleh setiap anak manusia sejak dirinya masih masih berada di dalam kandungan sang ibu.

Di hari-hari akhir Bulan Ramadhan dan awal Bulan Syawwal, saya mendengar beberapa berita duka cita meninggalnya beberapa orang warga. Di antara mereka ada yang berusia sekitar empat puluh tahun. Ada pula seorang Ketua RW yang meninggal di usia tujuh puluha tahun. Ada pula kabar meninggalnya seorang pelawak yang masuk dalam jajaran Grup Lawak Srimulat dalam usia lima puluh tiga tahun.

Dari beberapa peristiwa tersebut dapat disimpulkan bahwa usia yang dberikan kepada manusia beragam jumlahnya. Sebagai sebuah takdir, umur yang dijatahkan kepada saya dan Anda pasti akan berakhir. Hanya saja, jatah tersebut tetap akan menjadi misteri sampai kapanpun. Yang jelas, setiap orang termasuk saya, menginginkan umur yang panjang.

Dinyatakan dalam sebuah hadits Rasululllah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwa rata-rata umur manusia di zaman sekarang berkisar antara enam puluh hingga tujuh puluh tahun. Jika hadits tersebut dijadikan acuan, maka bagi saya dan Anda yang belum mencapai usia tersebut dapat melakukan berbagai hal sebagai sebuah persiapan menuju usia enam puluh tahunan. Berikut adalah versi saya :

1. Menikah

Jika ditakdirkan berumur panjang, saya tak ingin menjalaninya seorang diri. Harus ada seseorang yang selalu mendampingi perjalanan hidup yang akan saya lalui hingga ke usia enam puluhan. Karenanya, saya harus menikah untuk mendapatkan seseorang itu. Alhamdulillah, saya telah menikahi seorang perempuan yang bersedia mendampingi kehidupan saya di awal tahun 2014.

Menikah memang tidak menjamin bahwa kehidupan akan selalu indah dan terhindar dari masalah. Namun saya meyakini, dengan menikah, akan ada tambahan kekuatan untuk menghadapi masalah yang akan datang menerpa dan mengubah semuanya menjadi lebih indah.

2. Memiliki Rumah

Di usia enam puluhan nanti, saya ingin tinggal di rumah yang sudah saya miliki. Saya tak ingin tinggal berpindah-pindah dari satu rumah kontrakan ke kontrakan lain atau hidup menumpang di rumah anak-anak, apalagi ketika mereka sudah berumah tangga. Bagaimanapun, di setiap keluarga hanya ada satu kepala rumah tangga.

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah memiliki rumah. Namun karena satu dan lain hal, keberadaan rumah tersebut tidak dapat saya pertahankan. Akhirnya terjual.

Di awal tahun 2012, saya pernah melakukan transaksi untuk membeli rumah secara kredit. Setelah semua berkas saya lengkapi dan uang muka sudah dibayar meski baru sebagian, pihak pengembang dan bank menyatakan bahwa berkas saya hilang. Karena kecewa, akhirnya saya membatalkan transaksi tersebut.

Di Bulan Ramadhan kemarin, saya sudah mengambil keputusan untuk membeli rumah milik tante saya. Tidak perlu perantara bank. Pelunasannya bisa dilakukan dalam beberapa tahap dan dalam jangka waktu tertentu meskipun tidak sepanjang waktu yang disediakan oleh bank dalam proses KPR. Insya Allah ada jalan.

3. Menjaga Kesehatan

Apa artinya umur panjang jika tubuh selalu dalam kondisi sakit? Umur panjang adalah sebuah keinginan yang harus diiringi dengan kondisi tubuh yang sehat dan bugar. Beberapa hal yang sudah saya lakukan untuk menjaga kesehatan di antaranya adalah tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman keras, apalagi narkoba.

Untuk makanan dan olahraga, sepertinya masih banyak yang harus saya perbaiki. Harus lebih sering melakukan kegiatan fisik serta mengkonsumsi makanan yang lebih sehat.

Bagaimana menerapkan pola hidup yang sehat, sepertinya saya harus meniru dan mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Nenek mertua saya yang kini umurnya sudah mencapai delapan puluh tahunan.

Saat ini, kondisi beliau masih sehat dan bugar. Beliau masih bisa berjalan tanpa alat bantu. Beliau berbelanja bahan makanan dan mengolah serta memasak sendiri. Kedua mata beliau masih awas dan masih bisa membaca tanpa menggunakan kaca mata. Bicara beliau masih lancar. Beliau sering diminta untuk memimpin doa dalam pengajian ibu-ibu. Bahkan jika melantunkan shalawat, suara beliau masih terdengar merdu.

Beberapa hari yang lalu, adik ipar beliau berkomentar di hadapan saya ketika melihat Nenek berjalan keluar rumah menuju rumah adik beliau sambil membawa makanan, “Orangnya nggak bisa diam. Silaturahimnya hebat. Makanya dikasih umur panjang.”

Silaturahim. Itulah salah satu poin yang bisa saya catat dari kehidupan Nenek mertua. Beliau sering sekali bersilaturahim kepada kerabatnya. Efeknya jelas. Beliau diberi umur panjang. Mungkin beliau adalah bukti dari sebuah hadits yang berbunyi :

“Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturrahim” [HR. Bukhari]

Selain silaturahim, saya juga sering melihat nenek mertua memberikan sedekah. Kepada tamu yang datang, saya sering melihat beliau makanan untuk dibawa pulang atau memberikan uang kepada anak kecil yang diajak oleh sang tamu.

Hari jum’at yang lalu, saya melihat bagaimana beliau memberikan uang sedekah kepada setiap para pengemis yang datang berkelompok ke rumah. Hari itu setidaknya saya melihat tiga kelompok pengemis yang datang. Dua kelompok pertama datang ketika Nenek sedang di kamar mandi sehingga saya yang menerima dan meminta maaf karena tidak memberikan sedekah. Kelompok pengemis ketiga datang ketika Nenek akan berjalan ke luar rumah. Melihat para pengemis itu, Nenek langsung membuka dompet kecilnya dan memberikan selembar uang dua ribuan kepada setiap pengemis.

Melalui perantara sedekah itulah yang menyebabkan Nenek panjang umur dan selalu sehat dan jarang sakit. Sebab disebutkan dalam beberapa hadits sebagai berikut :

Diriwayatkan dari sahabat Amr bin Auf, Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya sedekah seorang Muslim dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang su’ul khotimah, Allah akan menghilangkan sifat sombong, kefakiran, dan sifat berbangga diri darinya.”(HR. Thabrani).

“Sedekah dapat menolak 70 macam bencana, dan yg paling ringan (diantara bencana itu) adalah penyakit kusta dan lepra,” (HR. Thabrani)

“Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah.” (HR. Imam Baihaqi)

Soal makanan, Nenek lebih senang makanan rumah daripada beli di luar. Yang saya tahu tentang kebiasaan Nenek adalah bahwa beliau lebih banyak makan makanan yang bersumber dari tumbuhan. Sementara yang bersumber dari hewan Cuma telur saja.

Semoga Nenek yang biasa saya panggil dengan sebutan “Ibu” selalu dikaruaniakan kesehatan dan panjang umur oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Semoga saya bisa mengikuti jejak kebaikan beliau.


Tulisan Terkait Lainnya :

29 respons untuk ‘Menuju Enam Puluh Tahun, Bahkan Lebih

  1. kekekenanga Agustus 4, 2014 / 15:31

    Aamiin…

    Naik Haji juga Mas, dan segera berikan cucu untuk nenek 🙂

    • jampang Agustus 4, 2014 / 15:47

      terima kasih, mbak

      untuk berangkat haji, saya dan istri baru buka dan menabung di tabungan haji, mbak. untuk cucuk, Insya Allah perkiraan tanggal lahirnya oktober tahun ini. untuk kedua hal tersebut sudah saya buatkan postingan terpisah 😀

  2. Eka Novita Agustus 4, 2014 / 15:53

    Bagus nasehatnya bang… Jadi nikah yg pertama ya bang, hehehhe…

    • jampang Agustus 4, 2014 / 16:07

      biaya nikah lebih murah daripada harga rumah 😀

      • Eka Novita Agustus 4, 2014 / 16:10

        bener-bener 🙂

      • jampang Agustus 4, 2014 / 16:43

        😀

  3. masdjie Agustus 4, 2014 / 16:23

    Aamiin… 🙂 Baarokallahu fiek… 🙂

    • jampang Agustus 4, 2014 / 16:44

      terima kasih. aamiin

  4. Vinda Filazara Agustus 4, 2014 / 18:52

    He’em. Bener banget *manggut-manggut*
    Nikah kan bang? Iya, nikah. InsyaAllah, siap *eh 😀

    • jampang Agustus 5, 2014 / 07:46

      iya. nikah. kalau sudah siap…. segera ke KUA 😀

      • Vinda Filazara Agustus 5, 2014 / 13:43

        Doain yah Buya 🙂
        Doa orang sholeh insyaAllah maqbul ^^ aamiin

      • jampang Agustus 5, 2014 / 13:55

        apalah arti doa orang lain dibandingkan dengan doa orang tua terutama ibu 😀

      • Vinda Filazara Agustus 5, 2014 / 13:59

        Benaar 🙂 Tapi jika semakin banyak doa kan semakin berkah, insyaAllah ^^

      • jampang Agustus 5, 2014 / 14:00

        iya…. begitu 😀

      • Vinda Filazara Agustus 5, 2014 / 14:02

        Jadi, barokah do’anya ya? Biar cepet ketularan buya. Mimpinya sih tertulis 2014. Hehe. Aamiin 😀

      • jampang Agustus 5, 2014 / 14:02

        niat baik insya Allah dimudahkan

      • Vinda Filazara Agustus 5, 2014 / 14:39

        Aamiin 🙂

      • jampang Agustus 5, 2014 / 16:44

        🙂

  5. Pakde Cholik Agustus 4, 2014 / 19:05

    Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Giveaway Road to 64 di BlogCamp
    Segera didaftar sebagai peserta
    Salam hangat dari Surabaya

    • jampang Agustus 5, 2014 / 07:46

      terima kasih juga pak dhe

  6. Indah Sulistyowati Agustus 6, 2014 / 09:17

    Silahturahmi adalah point yang paling banyak saya temukan di peserta GA road to 64 kali ini 😉

    • jampang Agustus 6, 2014 / 09:44

      mungkin karena melalui blog pun bisa saling berkunjung 😀

      terima kasih sudah mampir, mbak

  7. Adi Pradana Agustus 7, 2014 / 12:32

    Semoga Allah memberikan kesempurnaan usia kita hingga mencapai 60 tahun. Amin. Pengen deh denger generasiku memanggil mbah canggah… ihiiiiir

    • jampang Agustus 7, 2014 / 13:19

      semoga kita diberikan panjang umur dan sehat wa afiyat

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s