Untuk Mereka yang Ingin Menjadi Dewasa

source

Disclaimer!

Materi cerita di bawah ini hanya ditujukan untuk para lelaki dan perempuan dewasa. Cerita dan peristiwa berikut ini hanyalah fiksi alias khayalan belaka. Bukan kisah nyata. Kesamaan atau kemiripan nama tokoh, peristiwa, dan tempat kejadian perkara hanyalah sebuah kebetulan belaka dan bukan sebuah kesengajaan.

dewasa (http://kamusbahasaindonesia.org/) :

[a] (1) sampai umur; akil balig (bukan kanak-kanak atau remaja lagi): tarif pangkas rambut untuk orang — berbeda dng tarif untuk anak-anak; (2) Tern telah mencapai kematangan kelamin; (3) ki matang (tt pikiran, pandangan, dsb): cara berpikirnya sudah —

Menjadi tua adalah sebuah keniscayaan. Namun menjadi dewasa adalah sebuah pilihan. Demikian pula menjadi dewasa ketika menjadi pengguna jalan. Lantas apa sebagian orang tentang tingkat kedewasaan para pengguna jalan?

“Pengendara sepeda motor yang dewasa itu yang tidak menjadikan trotoar sebagai wilayah mereka. Mereka sudah punya jalan sendiri, lebih luas pula. Trotoar ini biarlah tetap jadi milik kami.” – Ibu Tuti, Pejalan Kaki di Kawasan Permata Hijau

“Buang sampah itu pada tempatnya. Jalanan ini bukan tempat sampah. Jadi kalau adapengendara mobil masih buang sampah di jalan, itu tandanya mereka belum dewasa. Masa beli mobil yang mahal mampu tapi beli tempat sampah yang jauh lebih murah nggak mampu? Kalau nggak mampu beli tempat sampah, ya kantongin dulu aja sampahnya. Nanti kalau ada tempat sampah baru buang!” – Pak Jono, Tukang Sapu Jalanan di Kawasan SCBD.

“Bijak menggunakan klakson itu cermin kedewasaan. Kalau para pengedara masih membunyikan klakson sembarangan, bukan sesuai fungsinya, itu sama aja seperti anak-anak yang mainin terompet!” Bang Juki – Tukang Ojek di Halte Komdak.

“Pengendara sepeda motor yang berhenti di bawah fly over saat hujan itu nggak dewasa. Masa berhenti secara berjam’ah bukan pada tempatnya. Akibatnya, pengendara lain jadi terganggu.” Mas Eko – Pengendara Sepeda Motor yang selalu membawa jas hujan.

“Yang namanya di jalanan kan sudah pasti banyak polusi udara. Eh ada yang nambah polusi dengan berkendara sambil merokok lalu asapnya dibag-bagi ke orang-orang. Pengendara yang seperti itu tuh yang nggak dewasa.!” Ibu Tuti – Karyawati yang sedang hamil muda dan dibonceng suaminya di perempatan Rumah Sakit MPH.

“Tugas saya sebenarnya hanya menutup dan membuka palang pintu kereta dan memperingatkan para pengedara, bukan menjadi pengatur arus kendaraan. Yang bikin saya cape itu kalau banyak pengendara yang main lewat aja di perlintasan kereta meski ada tanda dilarang lewat dan semuanya tidak mau mengalah. Akibatnya, ketika kereta mau lewat, saya harus bekerja ekstra mengatur pengendara-pengendara itu supaya mereka selamat dan kereta bisa lewat.” Pak Agus – Penjaga Pintu Kereta di Kawasan Permata Hijau.

“Termasuk Anda ini yang masih bandel!” tambahnya.

#eh


Tulisan Terkait Lainnya :

31 respons untuk ‘Untuk Mereka yang Ingin Menjadi Dewasa

  1. rianamaku Agustus 7, 2014 / 16:05

    kandang aku Lupa nyalain lampu sein kalau mau belok, jadi kadang dapat hadiah klakson panjang…

    Maaaaaf…!!
    ( teriakku)

    • jampang Agustus 7, 2014 / 16:14

      😀

      saya juga pernah lupa matiin. untungnya nggak dapata hadiah klakson

      • rianamaku Agustus 8, 2014 / 08:49

        Aku dapat biasanya dari mobil apalagi tau yang naik motor cewek…
        Udah deh

      • jampang Agustus 8, 2014 / 09:09

        😀
        para penggoda itu mbak

      • rianamaku Agustus 8, 2014 / 10:08

        Hahahahahhaa

      • jampang Agustus 8, 2014 / 10:47

        😀

  2. Chrismana"bee" Agustus 7, 2014 / 16:14

    Yang sering sih nrobos lampu merah kalo liat jalan lawan arah yang sepi (dan nggak ada polisi) 😆

    • jampang Agustus 8, 2014 / 07:33

      kalau jalannya lurus nggak berani, tapi kalau belok kiri sering juga nerobos

      #eh

      😀

  3. Mas Djie Agustus 7, 2014 / 20:02

    Naik motor sambil tolah toleh kanan kiri itu termasuk dewasa ndak ya? *ngaku_nih 😀 hehee

    • jampang Agustus 8, 2014 / 07:40

      tujuan tolah-toleh apa dulu nih? 😀

      • Mas Djie Agustus 8, 2014 / 20:44

        Cari lowongan kerja kang 😀
        Biasanya kalau saya ke kota sore atau pagi gitu. Pas nyampe kota saya jalan dengan kecepata 10-15 km kira2. Jadi bisa liat poster2 yang ditempel di toko2, tiang dan sebagainya 🙂

      • jampang Agustus 9, 2014 / 10:34

        yang penting hati-hati aja 😀

  4. ysalma Agustus 7, 2014 / 20:08

    saya paling ga suka orang nglakson sembarangan tuh,
    udah tau macet, udah bawa motor/sepeda dipinggir, masih aja di klakson *bikin jantung copot aja.
    teman hidup kalau nyetir selalu ngebul, hiks.termasuk belum dewasa, tua udah #eh.

    • jampang Agustus 8, 2014 / 07:41

      malah biiin pusing kan uni yang mainin klakson itu? 😀

      semoga bisa berhenti merokoknya

  5. faziazen Agustus 7, 2014 / 21:25

    jadi,,bukan yang di gedung em pe er saja ya yang kelakuannya seperti anak tk

    • jampang Agustus 8, 2014 / 07:42

      kebetulan yang di sini bahas yang di jalanan. mungkin bisa jadi ada di tempat lain juga

  6. Tituk Agustus 8, 2014 / 12:31

    Gak dewasa itu jalannya pelan tapi ada di sebelah kanan, gak mau disalip. sebelll…. *terutama kalo pagi2 ngejar absen 😀

    • jampang Agustus 8, 2014 / 13:41

      wah dapat contoh lain lagi nih 😀
      kayanya perlu diklakson sedikit yang model gitu

  7. pinkvnie Agustus 8, 2014 / 12:41

    pernah serabat serobot di jalan ngejar waktu … 😀

    • jampang Agustus 8, 2014 / 13:42

      wuih….harus ekstra hati-hati tuh

  8. tipongtuktuk Agustus 8, 2014 / 20:02

    saya sudah adult, Bang … izin membaca tulisan ini … -mencet klakson …

    • jampang Agustus 9, 2014 / 10:33

      silahkan, kang

      -tetot-

  9. arip Agustus 8, 2014 / 20:47

    Hmm, kalau dari pengamatan saya berarti orang Indonesia mayoritasnya pada belum dewasa ya.

  10. Pursuingmydreams Agustus 16, 2014 / 03:36

    Ditempatku sini bunyiin klakson kalau cuma ada yg gawat atau klo supirnya ga jalan padahal sdh lampu hijau 😀 .

    • jampang Agustus 16, 2014 / 04:26

      kalau sepengetahuan saya, nggak ada waktu khusus mbak. 😀

  11. Latree Agustus 28, 2014 / 10:47

    dewasa itu sadar kewajiban, disiplin, dan memegang teguh etika.

    *kesimpulan*

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s