Lelaki dan Ungkapan Cinta

Heart-I-Love-You-icon Selepas melaksanakan shalat shubuh, Sali membaringkan kembali tubuhnya di atas tempat tidur. Kedua matanya terpejam. Wajah terlihat lelah. Wajar, dirinya lagi berbadan dua. Zul pun ikut membaringkan tubuh tubuh di sebelahnya.

“Masih ngantuk? Mau tidur lagi?” tanya Zul.

“Kenapa?” Sali balik bertanya. Pelan.

“Nggak apa-apa.”

Beberapa detik kemudian, kedua matanya terbuka. Pandangannya tertuju ke arah wajah Zul.

“Sini dibersihin wajahnya!” ucap Zul kemudian.

Pada mulanya hanya Sali yang rutin membersihkan wajahnya. Sementara Zul agak malas untuk merawat wajahnya meski hanya sekedar membersihkan wajah dengan krim pembersih yang selalu tersedia di kamar mandi di rumah mereka. Namun semenjak hamil, Sali tidak lagi membersihkan wajahnya dengan pembersih wajah yang biasa digunakan. Khawatir akan berpengaruh buruk kepada janin di dalam kandungannya. Karena sayang untuk dibuang, maka pembersih wajah tersebut Sali gunakan untuk membersihkan wajah Zul. Sesekali. Namun akhirnya menjadi sebuah kebiasaan yang rutin dilakukan.

Biasanya, acara bersih-bersih muka mereka lakukan di malam hari. Menjelang tidur. Namun adakalanya Jika acara tersebut terlewat karena salah satu dari keduanya tertidur terlebih dahulu, sama-sama mengantuk, atau sama-sama lelah. Maka di keesokan paginya Sali menawarkan kembali untuk membersihkan wajah Zul. Sebuah tawaran yang tak mungkin ditolak Zul.

Sali kemudian mengambil kapas dan pembersih wajah dari tempat penyimpanannya di bagian paling atas dari lemari plastik. Tak lama kemudian, wajah Zul sudah berada di pangkuannya dan dengan kapas yang sudah dibasahi pembersih di tangannya, Sali mulai membersihkan seluruh wajah Zul hingga leher bagian depan dan belakang. Setelah selesai, tak lupa Sali juga mengoleskan krim anti jerawat ke salah satu titik di kening Zul di mana tumbuh sebuah jerawat batu yang tak kunjung hilang.

“Terima kasih, yah!” Ucap Zul ketika keduanya sudah kembali berada dalam posisi berbaring bersebelahan.

Ucapan Zul tersebut hanya dijawab dengan sebuah anggukan kecil oleh Sali.

“I love you,” ucap Zul berikutnya.

Sali tak bereaksi. Diam. Memejamkan kedua matanya.

“Do you love me?” Zul menyambung kalimatnya dengan mengajukan sebuah pertanyaan.

Sali membuka kedua matanya sambil balik bertanya, “Harus dijawab?”

“Kalau yang pertama nggak perlu dijawab,” jawab Zul. “Kalau yang kedua harus dijawab.”

“Mau dijawab apa?” Sali balik bertanya sekali lagi.

“Lho, ditanya malah balik tanya lagi.”

Suasana kamar menjadi hening. Tak ada jawaban. Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Zul dan Sali.

Tak lama kemudian, Sali memiringkan badannya ke kanan, menghadap Zul. Sali menggerakkan tangan kirinya untuk memeluk Zul sambil memendamkan wajahnya di dada Zul.

Zul mengerti. Ungkapan cintanya tak harus berbalas dengan kata-kata. Cukuplah pelukan Sali sebagai sebuah jawaban bahwa Sali juga mencintainya.


Baca Juga Seri Lelaki Lainnya :

26 respons untuk β€˜Lelaki dan Ungkapan Cinta’

  1. Kakmoly Agustus 13, 2014 / 21:58

    Ahahaha πŸ˜€
    nih jangan-jangan ceritanya terinspirasi dari kisah yang salon plus-plus ya mas? hmm…Jangan-jangan, ini kejadian yang sebenarnya terjadi. hihihi*gaksopan*

    Oh, ya, aku jadi dapat inspirasi bikin cerita kecil tentang jerawat dan perawatan wajah. Thanks mas rifky

    • jampang Agustus 14, 2014 / 04:23

      sebagian memang dr kisah nyata.

      jerawatnya belum hilang juga ini πŸ˜€

      • Kakmoly Agustus 14, 2014 / 09:27

        Coba pake Acnes, mas πŸ˜€
        Atau benzolac 2,5% hahahhaha πŸ˜€

        InsyaAllah, hilang πŸ™‚

      • jampang Agustus 14, 2014 / 10:29

        Ini pake acnes juga. Obat jerawat yg biasa dipake istri. Cuma ini jerawat batu kali πŸ˜€

      • Kakmoly Agustus 14, 2014 / 11:56

        Oalaah, udah pake acnes toh.
        Wah, mungkin bisa periksa ke dokter juga mas. Kmren ada adik temen, karena memang jerawatnya termasuk parah, harus disuntik di jerawatnya. hehe πŸ˜€

      • jampang Agustus 14, 2014 / 13:20

        πŸ˜€
        udah mendingan seh. mungkin beberapa hari lagi udah sembuh

      • Kakmoly Agustus 14, 2014 / 13:28

        Okedeh. Semoga cepat sembuh, Mas Rifky

      • jampang Agustus 14, 2014 / 14:00

        terima kasih, mbak

  2. ayanapunya Agustus 14, 2014 / 04:22

    Eciyee asiknya yang pacaran πŸ˜›

    • jampang Agustus 14, 2014 / 05:22

      lebih dari itu donk πŸ˜€

  3. Mas Djie Agustus 14, 2014 / 04:53

    πŸ™‚ Senyum aja dah…

    • jampang Agustus 14, 2014 / 05:23

      asal jangan sering senyum sendiri πŸ˜€

      • Mas Djie Agustus 14, 2014 / 05:26

        Hehehe… ya ndak lah mas, saya senyum sama Zul yang dibersihin wajahnya sama Sali πŸ˜€

      • jampang Agustus 14, 2014 / 05:37

        πŸ˜€

  4. Annisa Reswara Agustus 15, 2014 / 12:28

    Ciyeee, ceritanya bikin yang baca malu ya… hahaha

      • Annisa Reswara Agustus 15, 2014 / 13:27

        Nggak tau, rasanya gimana gitu…
        romantis2 gimana gtu ceritanya.. hihi πŸ˜€

      • jampang Agustus 15, 2014 / 13:28

        πŸ˜€
        makanya dikasih tag romantis, mbak

      • Annisa Reswara Agustus 15, 2014 / 13:35

        hehe, iya bang..
        tapi ceritanya emang romantis..
        jadinya gimana gituuu…

        kisah pribadi ya Bang? Kaya kena banget gitu… πŸ˜€

      • jampang Agustus 15, 2014 / 13:56

        feel-nya dapat yah? πŸ˜€

        selamat menebak sendiri

  5. Vinda Filazara Agustus 15, 2014 / 20:01

    Mau ya Allah. Ceritanya bikin ngiri T^T

    • jampang Agustus 16, 2014 / 04:25

      πŸ˜€
      semoga segera menemukan pasnagan hidup dan selalu berbahagia. aamiin

      • Vinda Filazara Agustus 16, 2014 / 05:52

        Allahumma aamiin Ya Rabb πŸ™‚

      • jampang Agustus 16, 2014 / 10:40

        πŸ˜€

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s