Ketika Kemerdekaan Diisi Dengan Kebebasan Menjadikan Para Pahlawan Sebagai Bahan Candaan

Komik jampang dan Eneng
sumber

Gambar di atas adalah Komik Jampang dan Eneng edisi Kemerdekaan RI ke-68 yang diupload tahun lalu di fanpage Komik Jampang dan Eneng. Pesan yang disampaikan cukup jelas sebagaimana kalimat yang tertulis dan terbaca di komik tersebut. Kalimat yang ditulis dengan menggunakan ejaan lama tersebut berbunyi “HANJA BANGSA JANG MENGHARGAI PAHLAWAN-PAHLAWANNJA DAPAT MENJADI BANGSA JANG BESAR”

Saya pikir, semua orang setuju dengan kalimat tersebut atau kalimat-kalimat yang senada dengan maksud dari kalimat tersebut. Bagaimana pun juga, para pahlawan adalah mereka yang rela memperjuangkan kemerdekaan ini dengan mengorbankan pikiran, tenaga, harta, bahkan nyawa mereka. Melalui perjuangan mereka dan atas berkah rahmat Allah Yang Maha Kuasa, maka kemerdekaan bisa diraih dan hingga kini kita rasakan. Bangsa ini tidak lagi dijajah oleh bangsa lain seperti yang terjadi sebelum tanggal 17 Agustus 1945. Entah jika penjajahan itu bermetamorfosis menjadi bentuk lain.

Sayangnya, kemerdekaan yang diartikan sebagai kebebasan sempat disalahartikan dan disalahgunakan oleh sekelompok orang. Mereka gunakan kebebasan tersebut untuk berkreatifitas dalam bentuk yang menodai perjuangan dan jasa para pahlawan. Mereka menjadikan para pahlawan sebagai bahan candaan atau olok-olokan dalam bentuk MEME. Secara sederhana, MEME adalah karangan seseorang yang disalurkan melalui gambar disertai dengan kata-kata lucu.

Sebelumnya saya pernah membuat coretan tentang MEME beberapa waktu yang lalu. Saat itu saya tidak menyukai para pembuat MEME yang menggunakan foto para nenek sebagai bahan candaan. Di bagian akhir ceoretan yang berjudul “Nek, Maafkan Aku Karena Menertawakanmu”, saya mempertanyakan apakah para pembuat MEME tersebut merasa senang jika foto nenek mereka yang dijadikan MEME seperti itu. Entahlah.

Dan beberapa hari yang lalu, saya pun menemukan MEME yang serupa yang kali ini menggunakan foto para pahlawan. Mungkin karena momennya adalah Hari Kemerdekaan RI ke-69.

Ada dua MEME yang menurut penilaian saya tidak sepantasnya dibuat dengan alasan menjadikan para tokoh pahlawan sebagai bahan candaan dan olok-olok. Yang pertama adalah MEME yang mengisyaratkan untuk meminta pengganti hari libur karena Dirgahayu Kemerdekaan tahun ini jatuh pada hari minggu. Sementara yang kedua adalah MEME yang menggambarkan pembicaraan para pahlawan yang terlibat dalam proses proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dalam versi twitter.

Saya menganggap kedua MEME itu tidak lucu. Tidak etis. Entah bagi para pembuat MEME tersebut atau penikmat MEME lainnya. Mungkin mereka berpendapat bahwa yang demikian itu termasuk cara mereka membalas dan menghargai jasa para pahlawan tersebut[?]. Entahlah.

Mungkin juga Anda memiliki pandangan dan pendapat yang berbeda dengan saya.


Tulisan Terkait Lainnya :

15 respons untuk β€˜Ketika Kemerdekaan Diisi Dengan Kebebasan Menjadikan Para Pahlawan Sebagai Bahan Candaan’

  1. ayanapunya Agustus 18, 2014 / 10:08

    saya baru lihat yang pertama. dan rada nggak setuju juga sama meme itu

    • jampang Agustus 18, 2014 / 11:58

      ternyata berpendapt sama πŸ˜€

  2. ysalma Agustus 18, 2014 / 12:17

    saya belum lihat keduanya, jadi belum bisa berpendapat.
    *setuju pahlawan itu harus dihargai.

    • jampang Agustus 18, 2014 / 13:38

      gpp, uni. sebaiknya memang nggak melihatnya πŸ˜€

  3. Sie-Thi Nurjanah Agustus 18, 2014 / 13:09

    belum liat ke dua meme tsb,,tapi sependapat..tidak sepatutnya para pahlawan di jadikan bahan lelucon

  4. pinkvnie Agustus 18, 2014 / 13:15

    Belum pernah lihat MEME nya …

    Setuju pahlawan harus dihargai … Seharusnya cara membalas jasa para pahlawan mengisi kemerdekaan dengan menunjukkan kebaikan negara kita ke dunia Internasional seperti memenangkan olimpiade inteernasional.

    • jampang Agustus 18, 2014 / 13:39

      syukurlah kalau belum lihat πŸ˜€

  5. ochimkediri Agustus 18, 2014 / 13:36

    udah pernah liat…yang versi twitter n facebook…
    yang membuatnya memang nggak menghargai para tokoh kemerdekaan…

    • jampang Agustus 18, 2014 / 13:40

      sepakat. terima kasih.

    • jampang Agustus 18, 2014 / 14:21

      nah…. sepakat ini, mas πŸ˜€

  6. rianamaku Agustus 18, 2014 / 20:01

    Untung saya belum pernah lihat dan tidak ingin lihat karena tidak penting.
    setelah aku dapat info dari mas thx ya mas..

    • jampang Agustus 19, 2014 / 07:32

      mending nggak usah, mbak πŸ™‚

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s