[Prompt #60] Siwak

sumber
sumber

“Pasukan, siapkan diri kalian!” ucap Kaisar Zhu Yuan-zhang dengan penuh wibawa di hadapan pasukannya. Suara yang terdengar dari mulutnya begitu lantang, mengalirkan semangat ke dalam jiwa-jiwa pasukannya.

“Sebagai kaisar dari Kerajaan Jin Sui, aku tidak menghendaki peperangan. Sebab Raja-raja yang memimpin peperangan, sebagaimana ucapan Ratu Balqis saat membahas surat yang diterimanya dari Nabi Sulaiman, mereka akan masuk ke dalam sebuah negeri, mebinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia menjadi hina. Kiranya, seperti itulah yang akan dilakukan oleh Kaisar Li Zi-cheng, pemimpin Kerajaan Shang Zou, terhadap Jin Sui.”

Seluruh anggota pasukan berbaris rapi di dalam benteng istana. Mereka mendengarkan setiap kalimat yang keluar dari pemimpin yang mereka kagumi itu dengan seksama dan menunggu perintah selanjutnya.

“Kalian berjagalah di sini. Kutunjuk Wu Ze-tian, putraku, untuk memimpin kalian di dalam benteng istana. Sementara aku akan menghalau pasukan Shang Zou di luar istana bersama Panglima Yue Fei. Kita tidak mencari musuh. Namun jika ada orang yang akan menginjak-injak kehormatan Jin Sui, maka kita harus membela sekuat tenaga. Semoga Sang Maha Kuasa memberikan pertolongan kepada kita.”

Setelah memberikan perintah kepada pasukannya, Zhu Yuan-zhang, segera memacu kudanya keluar benteng istana untuk bertemu dengan Panglima Yue Fei dan pasukan lainnya di luar istana.

*****

“Panglima Yue Fei datang!” teriak salah seorang anggota pasukan yang bertugas memantau di atas benteng istana.

Kaisar Zhu Yuan-zhang dan seluruh pasukan mengalihkan pandangan mereka ke arah yang diisyaratkan oleh anggota pasukan tersebut. Dari kejauhan, Panglima Yue Fei bergerak dengan cepat di atas kuda hitam tunggangannya. Debu-debu beterbangan di belakang kuda hitam tersebut yang berlari dengan gagahnya.

Kaisar Zhu Yuan-zhang segera menyambut Panglima Yu Fei.

“Assalaamu ‘alaikum!” Panglima Yu Fei memberi salam.

“Wa ‘alaikumus salaam. Ada kabar apa, Panglima?” Tanya Kaisar Zhu Yuan-zhang.

“Kabar gembira, Kaisar Zhu,” jawab Panglima Yu Fei.

“Segera sampaikan kepadaku kabar itu!”

“Kabar ini kami terima dari telik sandi yang saya tugaskan memata-matai pergerakan pasukan Shang Zou. Mereka bergerak mundur dan membatalkan penyerangan ke Jin Sui.”

“Alhamdulillah.” Ucap Kaisar Zhu Yuan-zhang lega. “Apa penyebabnya?”

“Karena ini, Kaisar,” jawab Panglima Yu Fei sambil menyerahkan sepotong kayu siwak yang biasa digunakannya sebelum melaksanakan shalat.

“Hah! Bagaimana bisa?” Kaisar Zhu Yuan-zhang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

*****

Seorang lelaki berlari tergesa-gesa menuju tenda Kaisar Li Zi-cheng.

“Paduka!” ucap lelaki itu yang ternyata adalah panglima perang Kerajaan Shang Zou, Yang Jian.

“Ada apa, Panglima?” tanya Kaisar Li Zi-cheng.

“Sebaiknya kita batalkan penyerangan ke Kerajaan Jin Sui.”

“Kenapa?”

“Para telik sandi memberikan laporan bahwa para pasukan Jin Sui sangat buas dan ganas.”

“Buas dan ganas bagaimana?”

“Para telik sandi melaporkan bahwa pasukan Jin Sui selalu berkumpul dan melakukan ibadah bersama-sama. Namun, sebelum melakukan ibadah tersebut, mereka mengasah gigi mereka dengan sesuatu hingga menjadi tajam. Adakah tujuan lain mereka melakukan itu selain untuk memangsa lawan-lawan mereka dalam peperangan?”

Mendengar penjelasan panglima perangnya, wajah Kaisar Li Zi-cheng langsung pucat pasi.

—–o0o—–

460 Kata untuk MFF Prompt #60 : From Yesterday

 


Baca Juga Moncay Flash Fiction Lainnya :

16 respons untuk ‘[Prompt #60] Siwak

  1. linda Agustus 22, 2014 / 19:40

    lhoooo salah paham hahahah itu kan nyikat gigi biar ga bau jigong 😀

    • jampang Agustus 23, 2014 / 05:25

      perbedaan pemahaman di antara kedua negara itu mbak. yang satu sudah menerima islam yang satunya lagi belum tahu 😀

    • jampang Agustus 23, 2014 / 05:27

      😀
      dipaksa-paksain

  2. A. A. Muizz Agustus 23, 2014 / 09:11

    Jadi inget Simbah. Beliau selalu siwakan sebelum salat. 🙂

    • jampang Agustus 23, 2014 / 10:44

      dulu saya pernah punya tapi nggak pernah dipake

  3. agustantyono Agustus 23, 2014 / 09:40

    seharusnya menjadi kebiasaan sederhana, namun masih banyak muslim yang belum tau betul akan penggunaan siwak ini… thanks for share mas… sipp banget, dingatkan pake kisah cerita begini 🙂

    • jampang Agustus 23, 2014 / 10:45

      termasuk sunnah, mas.
      cuma saya sendiri belum mengamalkan. baru sekedar sikat gigi aja

  4. kakaakin Agustus 24, 2014 / 22:40

    Haha.. jadi ngebayangin gigi yang runcing2 abis diasah 😀
    Asyik nih ceritanya 🙂

    • jampang Agustus 25, 2014 / 05:40

      😀
      terima kasih, mbak

  5. vanda kemala Agustus 27, 2014 / 08:42

    eaaaa…. ini mah ceritanya pasukan musuh pada gagal paham x)))

    • jampang Agustus 27, 2014 / 08:43

      karena memang mereka kalah maju pengetahuannya 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s