Berapa Lama Anda Mampu Bertahan?

Satu menit? Dua menit? Tiga menit? Empat menit? Lima menit? Atau Anda tak pernah memperhatikan jumlah menit yang berlalu ketika berada Anda asyik berlama-lama di dalam bilik ATM, sementara di luar, beberapa orang sedang berdiri dalam barisan antrian menunggu giliran untuk menggunakan ATM?

—oOo—

syaikhan di atmJum’at, 22 Agustus 2014

Saya mungkin termasuk orang yang tidak suka berlama-lama berdiri dalam antrian menggunakan mesin ATM. Karenanya, saya memilih waktu sore saat pulang kerja atau malam hari untuk bertransaksi via ATM atau sekedar mengambil uang tunai. Namun siang itu saya ke ATM karena keperluan yang tidak biasa sehingga saya harus segera melakukan transaksi.

Begitu tiba di lokasi ATM, saya melihat sekitar lima atau enam orang sedang mengantri. Seandainya, saat itu saya akan menarik uang atau melakukan transaksi yang rutin saya lakukan seperti membayar rekening listrik atau telpon, saya mungkin akan memilih berbalik arah, kembali ke ruang kerja, dan bertransaksi lain waktu dibanding ikut masuk dalam antrian. Tapi saat itu saya akan melakukan transaksi yang sedikit berbeda dan tidak dapat ditunda. Akhirnya saya masuk dalam barisan. Paling belakang.

Tak lama kemudian, antrian bergerak maju selangkah. Seorang perempuan yang semula berdiri di depan pintu masuk ke dalam bilik ATM, menggantikan posisi orang yang sudah selesai melakukan transaksi. Sementara di belakang saya sudah bertambah lagi orang yang mengantri.

Waktu berlalu, perempuan di dalam bilik ATM belum juga menyelesaikan transaksinya. Saya keluarkan dompet dari saku celana untuk mengambil kartu ATM untuk kemudian saya masukkan ke dalam saku. Tak lupa saya mempersiapkan catatan nomor rekening yang menjadi tujuan pengiriman uang di handphone. Mungkin kedua cara tersebut bisa menghemat waktu ketika saya sudah berada di dalam bilik ATM. Saya bisa langsung melakukan transaksi. Jam di handphone menunjukkan pukul 13:52.

Saat menunggu, saya mendengar seorang ibu yang berdiri di barisan belakang antrian berbicara kepada orang di depannya atau di sebelahnya. “Dari saya duduk terus saya berdiri di sini, belum selesai juga.” Kira-kira itu kalimat yang bisa saya tangkap. Mungkin tidak sama persis. Tapi saya tahu apa yang dimaksud oleh ibu itu dalam kalimatnya.

Kembali saya melirik jam di handphone saya. Pukul 13:57. Sudah lima menit, bahkan lebih, perempuan di bilik ATM tersebut belum juga menyelesaikan transaksinya. Mungkin banyak sekali transaksi yang dilakukannya. Aura gelisah ditampakkan oleh beberapa wajah yang masih setia dalam barisan antrian.

—oOo—

Atas dasar kejadian seperti di atas, iseng-iseng saya melemparkan pertanyaan melalui status di facebook. “Berapa lama dan berapa banyak transaksi di ATM yang ideal jika di belakang Anda ada orang lain yang mengantri?”

Jawabannya cukup beragam. Mulai dari satu 1 menit, 3 menit, 4 menit, hingga 5 menit. Mulai dari 1 transaksi, 2 transaksi, 3 transaksi, hingga 4 transaksi. Bahkan ada yang menjawab sampai transaksi selesai tanpa memperhitungkan waktu dan jumlah transaksi.

Yang menjawab 1 hingga 5 menit beralasan merasa tidak enak hati dengan orang-orang yang sudah mengantri jika terlalu lama berada di dalam bilik ATM. Bahkan yang menjawab 1 menit hanya mengkhususkan untuk penarikan uang saja di ATM, sementara untuk proses transafer atau pembayaran, lebih memilih bertransaksi via internet banking. Sedangkan yang menjawab sampai seluruh transaksi selesai berapapun banyak dan lamanya tanpa memperhatikan banyaknya orang yang menunggu dalam antrian beralasan karena menunggu adalah sebuah resiko yang harus ditanggung sendiri karena datang ke ATM pada jam-jam ramai.

Sepertinya, jawaban-jawaban yang saya terima di dalam komentar status saya tersebut cukup mewakili prilaku orang-orang yang antri di ATM bersama saya saat itu.

Anda punya pendapat lain?

 


Tulisan Terkait Lainnya

33 respons untuk ‘Berapa Lama Anda Mampu Bertahan?

  1. Ie Agustus 26, 2014 / 09:44

    kalo pas butuh bayar macem2 dan harus “lama”, saya biasanya cari waktu pagi banget atau malem banget kalo di atm, jadi nyaman di saya dan nyaman buat orang lain. 😀

    • jampang Agustus 26, 2014 / 09:58

      kalau pagi saya jarang, biasanya sore.malam, kadang-kadang

  2. Ina Agustus 26, 2014 / 10:20

    saya paling ga tahan antri but juga ga tahan ditungguin orang.

    • jampang Agustus 26, 2014 / 11:08

      jadinya nggak akan lama-lama di dalam dan nungguin ya mbak

  3. rianamaku Agustus 26, 2014 / 10:36

    Tergantung kebutuhan kalau banyak melakukan transaksi pasti lama jadi kalau mau lama aku pakai di ATM non Tunai mas..
    Ada kejadian lucu ah nanti aja aku bikikn tulisan ( Thx buat inspirasinya )

    • jampang Agustus 26, 2014 / 11:09

      cuma nggak semua lokas ada ATM tunai dan non Tunai berdampingan mbak.

      sama-sama, mbak

  4. edwinlives4ever Agustus 26, 2014 / 11:32

    Illustration: I need a 12million cash from the ATM and BCA ATM only allowed 1.25million per withdrawal, so it means I have to do 10 withdrawals. There are other people waiting for their turn to use the ATM. In such a case, I usually do only 4 withdrawals max, then take a place at the end of the line, wiating for my next turn. When it’s my turn again, I’ll do the next 4 withdrawals if there is anybody behind me, or 6 withdrawals if I’m really the last one.

    For your and other people’s convenience, I’d like to suggest all ATM users to do it that way. Public ATM, after all, is not your private wallet.

    • jampang Agustus 26, 2014 / 12:58

      sepakat sama cara dan kalimat terakhir. ATM memang bukan milik pribadi. jadi harus lihat situasi dan kondisi saat menggunakannya

  5. Yfachroby Agustus 26, 2014 / 11:38

    tak ada rotan akar pun jadi…. kalo disini banyak sih atm, tinggalkan yang mengantri kasihan yang sepi

    • jampang Agustus 26, 2014 / 12:59

      kalau jaraknya jauh… lumayan juga jalan kakinya 😀

      eh tapi bisa dianggap olahraga seh

  6. A. A. Muizz Agustus 26, 2014 / 11:42

    Aku memilih ATM di bank. Biasanya kalau di sini, antreannya lebih sedikit daripada ATM di tempat-tempat lain seperti pusat perbelanjaan. 🙂

    • jampang Agustus 26, 2014 / 13:00

      cerita di atas adalah ATM di bank, mas. tapi cuma KCP jadi cuma satu doank ATMnya. kalau di gedung sebelah, sekitar 100-200 meter jaraknya banyak ATMnya. bebas mau pilih yang mana 😀

  7. Iwan Yuliyanto Agustus 26, 2014 / 12:55

    Bisa jadi yg lama berada di dalam ruang ATM itu ialah:
    1. Lagi men-transfer gajian untuk seluruh karyawannya. Biasanya gak lebih dari 10 orang (industri MUKM).
    2. Lagi bayar semua cicilan, listrik, air, asuransi, dll.
    3. Cuma pengen ngadem 🙂

    • jampang Agustus 26, 2014 / 13:01

      yang ketiga itu lho pak 😀

      bisa jadi itu penyebab transaksinya lama. banyak soalnya

  8. Dinar Zul Akbar Agustus 26, 2014 / 12:58

    Kalo saya sih untuk menanti yg namanya jodoh
    Sampe kapanpun siap
    #Eh

    • jampang Agustus 26, 2014 / 13:02

      😀

      eh tapi bisa juga ketemunya pas lagi antri di ATM

  9. ayanapunya Agustus 26, 2014 / 13:39

    nggak pernah ngitung waktunya sih. tapi kalau bisa jangan lama-lama juga

    • jampang Agustus 26, 2014 / 14:07

      iya seh saya juga nggak pernah ngitungin. kemaren aja lagi ngiseng.

  10. Mas Djie Agustus 26, 2014 / 14:24

    Kalau saya sih tidak pernah memperhatikan berapa waktunya, tapi kalau transaksinya sih berdasarkan pengalaman, saya pernah dua kali transaksi dalam satu kesempatan, beli pulsa sama bayar tagihan listrik. Gitu aja.

    • jampang Agustus 27, 2014 / 08:39

      artinya nggak lama-lama di dalam ATM 😀

      • Mas Djie Agustus 27, 2014 / 17:00

        Yah, seperti itulah… 🙂

      • jampang Agustus 28, 2014 / 07:31

        😀

  11. ogieurvil Agustus 26, 2014 / 17:23

    Saya nggak enakan, jadinya satu menit aja deh.. hehe.. Kalo perlu lama ya diusahain cari yang sepi atau malem2 buta.. Pernah liat sendiri bapak2 lama di dalem bilik ATM, terus diketokin pintunya sama orang di depan saya yg lagi ngantri.. Yg di dalem gak terima diketok2, ujung2nya jadi mau berantem.. saya jadi melerai mereka berdua.. (*_*!)..

    • jampang Agustus 27, 2014 / 07:50

      pada saat kejadian kemarin, saya juga dalam hati udah pengen negur…. mungkin marah. tapi ditahan aja takut kejadian seperti pengalaman mas 😀

  12. pinkvnie Agustus 26, 2014 / 22:33

    Kejadian yang sering dialami di setiap awal bulan “mengantri di ATM” … Klo saya paling malas menunggu n ditungguin banyak orang di ATM agak risih, karena tahu rasanya menunggu biasanya hanya melakukan 2 transaksi saja kadang cari yang mesin ATM nya banyak biar lebih enjoy klo di kantor balik ke ruangan lagi sambil nunggu sepi 🙂

    • jampang Agustus 27, 2014 / 08:31

      kalau pas hari gajian, biasanya saya ke ATMnya sore atau keesokan harinya. sebab kadang buat transfer sering gagal koneksinya 😀

  13. April Agustus 27, 2014 / 16:08

    Karena males antri ATM makanya saya pilih inet banking buat transfer2 atau bayar2. Kalau ambil uang secepatnya aja di ATM, sungkan jg lama2 pdhl cuma ambil cepek doank hehehe

    • jampang Agustus 27, 2014 / 16:12

      mungkin itu langkah yang paling tepat. sementara ini saya belum pake inet banking 😀
      jadi masih perlu ke ATM buat bayar atau transfer. sebulan mungkin beberapa kali….

  14. Latree Agustus 28, 2014 / 10:50

    aku tidak suka dibikin menunggu tak perlu di fasilitas umum (ATM, toilet), sebisa mungkin aku juga tidak membuat orang lain menunggu lebih lama.

    • jampang Agustus 28, 2014 / 11:13

      iya mbak. kita nggak mau dibikin susah, jadi jangan bikin susah orang 😀

  15. omnduut September 4, 2014 / 14:34

    Sejak pake internet banking, praktis udah jarang banget transaksi ini itu di atm. Paling juga ambil duit dan itu gak banyak-banyak juga. Nah, kalo kepaksa ambil banyak, ya gitu, dua atau 3 kali narik, keluar dulu buat antri lagi 🙂

    • jampang September 4, 2014 / 14:54

      kalau saya nggak pernah seh bolak-balik. cukup sekali aja. ngambilnya nggak banyak seh 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s