Dari Mangudai Hingga Jabal Uhud

pemanahPanah merupakan salah satu jenis senjata yang digunakan dalam peperangan maupun perburuan di zaman dahulu. Cara kerjanya adalah dengan menembakkan anak panah dari busurnya yang dibantu oleh kekuatan elastisitas dari busurnya. Di masa sekarang, panah banyak digunakan untuk kegiatan olahraga.

Di masa anak-anak, saya pernah membuat panah mainan, baik anak panah maupun busurnya, dari bambu dan karet. Adakalanya panah tersebut bekerja dengan baik. Anak panah melesat dari busurnya dan mengenai sasara. Namun di lain waktu, panah tersebut tidak dapat bekerja dengan baik.

Panah. Inilah topik yang akan saya ceritakan dalan coretan kali ini. Mungkin di dalamnya akan menyinggung game, film, dan peristiwa sejarah yang semuanya bersinggungan dengan senjata panah.

Saya suka bermain game di komputer. Khususnya game offline. Saya tidak suka dengan game online. Karenanya, saya tidak pernah menerima undangan dari beberapa kontak di facebook yang mengajak saya bermain game online. Beberapa game yang pernah saya mainkan sudah saya ceritakan dalam coretan yang berjudul “Progammer vs Programmer”.

Di antara beberapa game tersebut, yang masih saya mainkan hingga saat ini adalah Age of Empire. Game yang sudah tergolong jadul, namun saya masih senang memainkannya.

Bangsa yang biasa saya pilih dalam game perang tersebut adalah Bangsa Mongol. Pasukan unik yang dimiliki Bangsa Mongol ini adalah Mangudai, yaitu pasukan berkuda yang mempersenjatai dirinya dengan panah. Mangudai dilatih di Castle alias istana.

Karakteristik Mangudai saat cocok untuk taktik hit and run. Menyerang musuh, khususnya pasukan infantry, dari jarak cukup jauh. Jika kemudian musuh nendekat, Mangudai bisa.langsung melarikan diri.

Di awal permainan, saya mengunakan beberapa Mangudai untuk melakukan patroli untuk melindungi wilayah kekuasaan dan sumber daya yang saya miliki. Selanjutnya, peranan Mangudai berkurang dan saya gantikan dengan pasukan cavalery lainnya, yaitu Knight yang kemudian saya upgrade menjadi Cavalier, lalu menjadi Paladin.

Untuk perlindungan dan membantu invasi ke wilayah lain, saya membangun beberapa Castle. Castle sangat ampuh untuk melindungi serangan musuh yang menggunakan pasukan infantry atau cavalery. Castle.akan melepaskan banyak anak panah sekaligus ketika pasukan musuh mendekat.

Selain menikmati game perang seperti Age of Empire, saya juga menyukai film perang kolosal yang bersetting kerajaan. Seringnya adalah film Mandarin. Dalam adegan perang di dalam film tersebut ada pasukan pemanah yang akan melepaskan puluhan atau ratusan anak panah ke arah pasukan lawan. Dengan strategi yang jitu dan penempatan pasukan yang tepat, sebuah peperangan bisa dimenangkan.

Adegan ratusan panah yang dilepaskan dari busurnya yang paling saya kagumi adalah dalam film yang jika saya tidak salah ingat berjudul “The Hero” yang dibintangi oleh Jet Li.

Film lain yang juga membuat saya kagum adalah “Red Cliff”. Di dalamnya film tersebut, entah bagian pertama atau kedua, salah seorang tokoh diwajibkan untuk mengumpulkan ribuan panah dalam waktu yang singkat dengan sumber daya yang terbatas.

Sang tokoh tersebut kemudian menjalankan sebuah strategi yang sangat jitu. Dia membawa beberapa kapal untuk menyerang benteng musuh di tepi sungai atau laut.

Setelah jaraknya cukup, beberapa kapal tersebut menyerang benteng dengan melepaskan anak panah. Kontan, serangan tersebut dibalas juga dengan serangan anak panah yang jumlahnya jauh lebih banyak dari dalam benteng ke arah kapal.

Ternyata, seluruh kapal yang dibawa oleh tokoh tersebut sudah dilapisi dengan jerami yang cukup tebal. Anak panah yang yang dilepaskan musuh, langsung menancap di seluruh bagian.kapal.

Di akhir penyerangan yang sekeda “main-main” itu, sang tokoh berhasil.mengumpulkan anak panah sejumlah yang diminta. Di peperangan berikutnya, anak panah tersebut digunakan sebagai senjata untuk mengalahkan musuh.

Selanjutnya saya akan mengenang kembali sebuah pelajaran sejarah yang pernah saya dapatkan ketika masih duduk di sekolah dasar. Di Madrasah Ibtidayah tempat saya menuntut ilmu adalah dua pelajaran sejarah, pelajaran sejarah nasional yang dikenal dengan sebutan Pelajaran Sejarah dan Perjuangan Bangsa (PSPB) dan pelajaran sejarah Islam yang disebut Tarikh, berbahasa Arab. Setiap bahasan dalam bab-babnya berbentuk tanya jawab.

Salah satu yang dibahas adalah tentang Perang Uhud, yaitu peperangan yang antara kaum muslimin dengan kaum kafir Quraisy yang terjadi di Gunung Uhud pada tahun 3 Hijriyah.

Perang di zaman Rasulullah terbagi dua macam, yaitu Ghazwah dan Sariyyah. Yang membedakan kedua jenis perang tersebut adalah ada tidaknya Rasulullah di dalam pasukan yang berperang. Jika peperangan dipimpin langsung oleh Rasulullah, maka disebut dengan Ghazwah. Sementara jika peperangan tidak dipimpin atau tidak diikuti oleh Rasulullah disebut dengan Sariyyah.

Terhitung ada 27 kali Gahzwah dan 47 Kali Sariyyah semasa Rasulullah hidup. Dan Perang Uhud merupakan salah satu Ghazwah di mana kaum muslimin yang sudah berada di atas angin namun kemudian berhasil dipukul mundur oleh pihak musuh. Bahkan beberapa sahabat syahid di dalamnya dan Rasulullah mengalami luka cukup berat.

Pasukan kaum mulimin saat itu memang kalah dari segi jumlah dan persenjataan. Bahkan dalam perjalanan menuju medan perang, pasukan kaum muslimin digembosi oleh kelompok munafiq yang dipimpin oleh Abdullah bin Ubay Bin Salul.

Sebelum berperang, Rasullah memberikan instruksi kepada lima puluh orang pemanah agar tetap berada di dalam pos yang terletak di daerah yang lebih tinggi, menggempur musuh dengan panah serta melindungi pasukan kaum muslimin. Mereka tidak boleh turun, meskipun pasukan banyak yang terbunuh atau berhasil mendapatkan harta rampasan perang (ghanimah) hingga datang seorang utusan kepada mereka.

Peperangan pun berkobar. Kaum muslimin berhasil menguasai jalannya peperangan. Tidak ada perlawanan yang berarti dari pihak musuh.

Namun, ketika kemenangan sudah berada di hadapan dan yang tersisa hanyalah kegiatan mengumpulan harta rampasan perang, pasukan pemanah teledor. Mereka tergoda. Mereka turun dari posnya untuk ikut mengumpulkan harta rampasan perang.

Dengan turunnya pasukan pemanah, maka terbukalah pertahanan pasukan kaum Muslimin. Kondisi tersebut dilihat oleh salah satu komandan pasukan Quraisy, yaitu Khalid bin Walid (di masa setelah menerima hidayah, beliau menjadi komandan pasukan kaum muslimin). Khalid bin Walid tidak melewatkan kesempatan itu begitu saja. Bersama pasukannya, Khalid bin Walid menyerang pos pasukan pemanah yang hanya ditinggali beberapa orang saja. Akhirnya, pasukan pemanah yang tersisa gugur syahid. Khalid bin Walid berhasil merebut posisi strategis tersebut.

Mengetahui kondisi berbalik, pasukan kafir Quraisy balik menyerang dan menghimpit pasukan kaum muslimin. Akhirnya, mereka memenangkan Perang Uhud.


Tulisan Terkait Lainnya :

36 thoughts on “Dari Mangudai Hingga Jabal Uhud

  1. capung2 Agustus 31, 2014 / 15:21

    Menonton ribuan anak panah terlepas dr busurnya adlh pemandangan yg excited bnget saat perang kolosal berlangsung..

    • jampang Agustus 31, 2014 / 16:07

      bener, mas.

      apalagi nggak henti2 karena dibuat dua baris pemanah. ketika barisan pertama mengambil anak panak selanjutnya, barisan kedua langsung melepaskan anak panah yang sudah siap.lalu begitu bergantian

  2. New Rule Agustus 31, 2014 / 15:42

    lord of the rings yang ketiga juga rame perangnya

    • jampang Agustus 31, 2014 / 16:07

      sepertinya saya sudah nonton (kalau nggak salah) tapi saya nggak inget adegannya, mas πŸ˜€

      • New Rule Agustus 31, 2014 / 16:30

        yang kedua juga banyak panah, soalnya par elf senjata utamanya panah …

      • jampang Agustus 31, 2014 / 21:27

        kalau elf dan makhluk2 lain di LOTR saya tahunya dari game heroes of magic.

      • New Rule Agustus 31, 2014 / 23:18

        Padahal mereka nyontek tolkien

      • jampang September 1, 2014 / 05:27

        itu game juga?
        jadi pengen nyoba πŸ˜€

  3. rianamaku Agustus 31, 2014 / 18:23

    Aku ngak suka game, suami aku yg kecanduan game online..
    Thx buat kisah perang uhud aku baru tahu n dengar cerita ini..

    • jampang Agustus 31, 2014 / 21:28

      saya yg offline aja mbak πŸ˜€

      sama-sama, semoga bermanfaat. tapi yg di atas cuma sedikit banget dibandingkan kisah keseluruhan dari perang uhud, mbak

      • rianamaku September 2, 2014 / 20:15

        Dari pada sama sekali ngak tau mas…

      • jampang September 3, 2014 / 07:37

        πŸ˜€
        iya, mbak

  4. danirachmat Agustus 31, 2014 / 18:31

    Jadi inget pelajaran agama jaman SD dulu. Ada guru saya yang suka cerita jalannya perang dengan semangat. Hehehe. Btw game Age of Emppires sampe sekarang menurut saya belum ada yang ngalahin addictionnya. Mihihi..

    • jampang Agustus 31, 2014 / 21:29

      saya masih mainin yang II, padahal yg versinya lebih tinggi sudah ada πŸ˜€

      • danirachmat September 1, 2014 / 08:23

        saya juga punyanya yang II. yang lebih tinggi waktu itu gak mampu komputer saya trus males cari lagi deh. hihihi

      • jampang September 1, 2014 / 08:43

        iya. alasannya sama πŸ˜€

  5. indah nuria Savitri Agustus 31, 2014 / 21:33

    percaya ngg…saya pernah belajar memanah saat SMP menjelang jambore nasional di Cibubur..It was fun! tapi tidak gampang sama sekali…perlu waktu untuk mengerti kemana busur akan bergerak saat kita melepas panah…tapi saya menikmati sekali, walaupun tangan sempat ungu karen terkena tali busur yang kencang :)..

    • jampang September 1, 2014 / 05:26

      wah hebat, mbak. kalau panah dan busur yg asli belum pernah nyoba. pastinya perlu banyak latihan. dan olahraga panah ini adalah salah satu olahraga yang disunnahkan oleh Rasulullah, yang lainnya adalah berenang dan gulat

  6. ayanapunya September 1, 2014 / 07:46

    kalau memanah sekarang ingatnya sama legolas sama arjuna πŸ˜€

    • jampang September 1, 2014 / 07:55

      karena mahabarata lagi naik daun. dan sepertinya, penggemarnya adalah kaum perempuan… terlebih lagi ibu-ibu πŸ˜€

      • ayanapunya September 1, 2014 / 08:24

        yoiii πŸ˜€

      • jampang September 1, 2014 / 08:43

        πŸ˜€

  7. Tita Bunda Aisykha September 1, 2014 / 07:50

    Ngga pernah maen game nih 😦 tp aku suka panah he he gara2 nntn mahabarata siih,,panahnya si arjuna,,

    • jampang September 1, 2014 / 08:01

      sepertinya, kebanyakan penggemar mahabarata adalah ibu-ibu πŸ˜€

      • Tita Bunda Aisykha September 1, 2014 / 08:02

        Ha ha ha,,terpesona ama pemain2nya yg cantik2 ma ganteng2 bang:D

      • jampang September 1, 2014 / 08:03

        itu faktor utamanya πŸ˜€

        saya belum pernah lihat. dan istri juga nggak suka film india

  8. sariwidiarti September 1, 2014 / 08:15

    Huwaaa… idem sama cewek – cewek di atas yang rata gak suka game πŸ˜€
    aku malah suka nonton orang yang main game, seru sendiri gitu πŸ˜€

    • jampang September 1, 2014 / 08:42

      kalau main game yang saya sebutin di atas, mainnya lama mbak. bisa berjam-jam kalau diterusin. biasa saya main disimpan terus dilanjut lain waktu. makanya baru selesai setelah beberapa hari πŸ˜€

  9. Firsty Chrysant September 1, 2014 / 12:12

    iya ya… kalo dalam film kolosal mandarin (hongkong), pasukan pemanah merupakan pasukan yang bikin ketar ketir lawan ya… Di film korea juga…

    Tapi di mahabrata panah sama panahnya saling adu kekuatan dan mengeluarkan cahaya… πŸ™‚

    • jampang September 1, 2014 / 13:00

      kalau gitu sama adegannya dengan versi jaman dulu. panahnya satu lawan satu πŸ˜€

      • Firsty Chrysant September 1, 2014 / 14:41

        Iya kali yaa… kalo dulu waktu kecil suka nonton pulang solah, yang sekarang pas aku nebeng wifi ke temen dia lagi nonton di youtube hehe

      • jampang September 1, 2014 / 14:43

        kirain yang sekarang nonton di TV. soalnya lagi naik daun tuh

      • Firsty Chrysant September 1, 2014 / 14:45

        Ga pernah… sekali doang pas nebeng wifi, hehee.

        Jarang bisa nonton juga, paling darama korea doang, itupun sebulan ato dua bulan sekali belum tentu… πŸ™‚

      • jampang September 1, 2014 / 14:53

        ck…ck… sibuk banget kayanya πŸ˜€

      • jampang September 2, 2014 / 08:15

        kalau film masih suka nonton di PC atau laptop. kalau sinteron udah jarang banget

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s