Lepas Behel

sumber
sumber

“Bro, gue baru beli motor nih!”

“Ada giginya nggak?”

“Ada dong. Malah gue pasangin behel sekalian!”

Entah kapan dan dari mana tepatnya saya mendapat anekdot di atas. Yang saya ingat, saya pernah menyalin ulang akendot tersebut dan menampilkannya dalam bentuk slide di depan kelas ketika saya mengajar. Tujuannya adalah untuk menghilangkan rasa suntuk dan juga kantuk yang dialami mahasiswa.

Bagi seseorang orang yang memiliki masalah dengan struktur gigi, behel bisa menjadi solusi. Dengan prosedur dan proses yang benar, behel dapat membantu memperbaiki struktur gigi yang bermasalah. Namun perawatannya membutuhkan waktu yang yang tidak sebentar. Penggunanya harus melakukan kontrol secara rutin. Setidaknya sebulan sekali, dalam jangka waktu pemakaian kurang lebih dua tahun.

Dalam pemakaiannya, tak jarang behel sedikit membuat susah pemakainya. Si pemakai mungkin akan merasakan giginya terasa sakit, gusi berdarah, hingga sariawan akibat adanya gesekan dengan kawat. Adakalanya untuk memakan jenis makanan tertentu, tidak bisa langsung memasukkannya ke dalam mulut. Makanan tersebut harus dipotong-potong menjadi ukuran yang lebih kecil terlebih dahulu.

Kira-kira seperti itulah yang dilakukan dan dialami oleh Minyu. Ya, cerita lepas behel yang ada di dalam coretan ini bukanlah cerita tentang saya. Saya tidak menggunakan behel. Minyu yang mengenakan behel selama kurang lebih dua tahun. Sekitar dua minggu yang lalu, Minyu melepaskannya.

Sebelum pandangan pertama awal kami berjumpa, saya sama belum tahu sama sekali tentang sosok Minyu. Saya hanya tahu bahwa dirinya mengenakan jilbab. Bagaimana penampilan fisiknya, termasuk apakah dirinya mengenakan behel atau tidak, saya buta sama sekali.

Ternyata, Minyu mengenakan behel. Di awal-awal perkenalan, saya tidak pernah bertanya sejak kapan dan apa alasan Minyu mengenakan behel. Saya hanya bisa menduga bahwa ada alasan yang mendasari mengapa Minyu melakukannya.

Seiring waktu, Minyu sedikit bercerita tentang behel yang digunkannya. Dan pagi tadi, selepas membersihkan wajah saya, Minyu bercerita cukup lengkap tentang behelnya itu.

Awalnya, Minyu mendapati bahwa ada beberapa giginya yang tumbuh tidak normal. Setelah berkonsultasi, dokter gigi menyarankan untuk mengenakan behel untuk memperbaiki kondisi gigi tersebut. Minyu pun mengikuti saran dokter. Kurang lebih dua tahun lalul, Minyu mulai mengenakan behel.

Ketika akan menikah dan akan menjadi pengantin, Minyu pernah ditanya apakah akan melepaskan behelnya. Minyu langsung menjawab dengan tegas bahwa dirinya tidak akan melepaskan behel yang dikenakannya. Jika ada yang pernah melihat foto pernikahan  kami, pasti akan mengetahui bahwa Minyu masih mengenakan behel.

Sebelum menikah, Minyu rutin untuk memeriksakan kondisi behelnya setiap bulannya. Namun sejak menikah, belum sekalipun Minyu memeriksakan kondisi behelnya ke dokter. Hingga dua minggu lalu Minyu meminta saya untuk mengantarkannya ke dokter. Bukan dalam rangka memeriksakan kondisi behel, tetapi langsung melepaskannya.

Ada dua alasan mengapa akhirnya Minyu memutuskan untuk melepaskan behelnya. Pertama, karena behelnya patah. Entah apa penyebabnya. Yang jelas selama beberapa waktu, behel yang sudah patah itu masih dikenakan oleh Minyu.

Alasan kedua adalah karena rencana Minyu untuk melahirkan secara normal. Ada kekhawatiran jika nanti saat melahirkan, behel yang dikenakan Minyu akan melukai gigi, gusi, ataupun bibirnya. Sebab kawat behel memiliki sisi yang tajam.

Kini, Minyu tak lagi menggunakan behel untuk sementara waktu. Sebab menurut dokternya, jangka waktu pemakaian behel behel selesai. Jadi ada kemungkinan Minyu akan mengenakan behel lagi. Tentu saja jika Minyu menginginkan.

Yang jelas, saya lebih menyukai kondisi Minyu yang tidak mengenakan behel. Sebab alasan bahwa behel tersebut akan melukai lidah atau bibir saya sudah tidak bisa digunakan lagi.

 


Tulisan Terkait Lainnya :

36 thoughts on “Lepas Behel

  1. kangjum September 25, 2014 / 13:39

    ternyata ribetd juga ya pake behel, harus kontrol setiap bulannya 🙂

    • jampang September 25, 2014 / 13:40

      iya, mungkin biar hasilnya sesuai keinginan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan

  2. rianamaku September 25, 2014 / 14:01

    Kata terakhir menusuk tajam haha, wak kolegan aku pakai behel nah di lepas selang berapa bulan giginya acak lagi seperti sebelum di behel padahal di di ortonya gigi lo hehe.

    • jampang September 25, 2014 / 14:05

      sepertinya kurang lama mbak. di artikel yang saya baca minimal dua tahun. Minyu sendiri, sekarang ini sebenarnya belum waktu dilepas

      • rianamaku September 25, 2014 / 14:25

        Wah malah udah lebih mas tetap hasilnya ngak maksimal

      • jampang September 25, 2014 / 14:35

        wah kurang ngerti saya, mbak. mungkin banyak faktor, dan dokternya yang tahu apa

        saya soalnya nggak pake behel 😀

      • rianamaku September 25, 2014 / 14:37

        Betul..enak ngak pakai bebas..

      • jampang September 25, 2014 / 15:49

        iya mbak

  3. TIRS September 25, 2014 / 14:26

    Iya ribet ya pake behel. Mending matic aja lah kalo gitu #lah

    • jampang September 25, 2014 / 14:35

      😀
      matic buat yang cantik

  4. Roro Wilis September 25, 2014 / 15:31

    hehehehehe.. ngikikk sndri bacanya bang, itu persis kondisi sy wktu nikah dulu pake behel.. sempat di protes suami gara2 *alasan di paragraf terakhir* wkwkkwkk.. tp akhirnya mmg aku lepas slth hamil anak k1, alasannya krn Mual 😀

    • jampang September 25, 2014 / 15:51

      iyalah… kurang mantap kalau ada penghalangnya 😀

      ternyata bisa bikin mual juga yah… atau jadi faktor penguat mual, soalnya kalau trimester pertama kan emang umumnya sering mual

  5. kebomandi September 25, 2014 / 16:44

    jadi inget, ada temen ku yang sebenernya udah 5 tahun pake behel, alesannya doi keliatan imut pake behel dibandingkan harus lepas -.-

    • jampang September 28, 2014 / 05:46

      😀
      selama nyaman ya nggak masalah kan

  6. eksak September 25, 2014 / 18:59

    gue belom pernah make behel, Bang! lagian motor gue kan matic. bhahaha

    • jampang September 26, 2014 / 04:30

      Ya sama. Blm pernah pake behel juga. Cuma motor saya pake gigi.

  7. avokadojuice September 25, 2014 / 21:21

    Aah pernah kepikiran pngn pake behel krn kondisi gigi yg berantakan, tp stlh baca posting di atas kok ya jd gak pngn pake behel, selain emng ribet, sbnrny kondisi gigi saya gak begitu mengganggu sih, ya sdhlah sy tdk jd pake behel 😀

    • jampang September 26, 2014 / 04:26

      Mungkin untuk lebih jelasnya bisa konsultasi ke dokter gigi langsung, mbak. Di atas kan persepsi bukan dr orang yang ahli di bidang gigi 😀

  8. Eka Novita September 26, 2014 / 01:11

    Paragraf terakhir-nyaaaaa, wakakkakaka…
    Kalo ngeliat gigi bawahkyku yg kayak gigi piranha pengen bgt pake behel, tp takutt harus cabut gigi. Jadi biarlah berantakan drpda harus sakit. Ga beraniiii.

    • jampang September 26, 2014 / 04:25

      Eh, itu paragraf khusus, untuk kalangan tertentu 😀

      Ya kalau nyaman-nyaman aja dan nggak terlalu ganggu ya nggak usah. Sepertinya, untuk mendapatkan sesuatu, butuh pengorbanan

  9. arip September 26, 2014 / 20:33

    Baru tau behel itu bisa melukai si orangnya sama pasangannya. Hihi.

    • jampang September 27, 2014 / 05:09

      bisa, kalau pemakainya dan pasangannya tidak hati-hati 😀

  10. pinkvnie September 26, 2014 / 21:56

    Klo saya ke dokter gigi aja takut apalagi pasang behel *trauma*
    biarlah berantakan apa adanya 😀

    • jampang September 27, 2014 / 05:10

      emang seh, denger suara bornya aja ngilu 😀

  11. "Celoteh-Gadis-Petualang" September 27, 2014 / 05:15

    Ya… benar juga sih!! Sulit….

    Tp teman q juga pake behel. Dan ia lumayan enjoy bangets… rutin periksa siehhh, dan mungkin jga ia menganggap tu sebgai pelengkap fashion… 😁

    • jampang September 27, 2014 / 05:18

      sepertinya, kalau bisa bertahan menggunakan behel, kemungkinan alasan kesehatannya lebih besar daripada alasan fashion. dan bisa juga karena sudah terbiasa, makanya jadi tidak masalah…. mungkin

      • "Celoteh-Gadis-Petualang" September 27, 2014 / 05:21

        Ya… Ia juga sudah lama menggunakan behel. Bahkan sekarang gigi nya lebih rapi terlihat terawat juga. Bahkan saya juga sempat ingin mnggunakan behel. Tapi saya bukan org yg rajin atau rutin menemui dokter gigi 1 bulam sekli. Hahaha.

        Jdny lebih baik ga usah aja… hahaha.

      • jampang September 27, 2014 / 05:22

        iyalah… yang enak aja buat dijalanin. kalau ada keraguan, mending nggak usah. daripada berhenti di tengah jalan dan hasilnya kurang maksimal

      • jampang September 27, 2014 / 09:11

        terima kasih

  12. danirachmat September 27, 2014 / 14:09

    Selamat ya Bang sekarang nyonya ga pake behel lagi. 😀
    Semoga kondisi giginya selalu sesuai dengan yang diharapkan waktu sebelum pasang behel dulu.. 😀

    • jampang September 28, 2014 / 05:08

      berdasarkan penglihatan saya seh nggak masalah 😀

  13. Nathalia DP Juli 15, 2015 / 08:53

    Skarang kondisi gigi istrinya gmn mas? Saya jg pgn lepas behel…

    • jampang Juli 15, 2015 / 12:31

      sampai sekarang seh belum ada keluhan, mbak

  14. Santi Maret 6, 2016 / 22:07

    Sy ud 6 thn psg bhel mas tp smpt lepas mlh balik lg giginya kyk sblm psg 6 thn dl

    • jampang Maret 7, 2016 / 08:07

      kalau sudah lama begitu jadinya sudah terbiasa dan nggak masalah ya, mbak

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s