Harga

waffle ice cream
waffle ice cream

Senin malam tanggal 13 Oktober yang lalu, saya dan Minyu makan malam di luar. Kami makan di sebuah restoran cepat saji yang berlokasi di ITC Permata Hijau. Kami berangkat selepas melaksanakan shalat isya.

Tiba di lokasi, kami langsung memesan menu. Saya memilih menu paket, sementara Minyu memilih menu satuan berupa nasi, ayam, air mineral, dan waffle ice cream. Sebenarnya Minyu menginginkan strawberry shortcake setelah menyaksikan acara TV Champion yang bertemakan makanan. Namun karena kue tersebut susah dicarinya, akhirnya waffle ice cream menjadi penggantinya.

Ketika melihat struk pembayaran, saya menyadari bahwa harga menu di tempat ini sudah jauh berbeda dibandingkan kali saya terakhir. Saya terakhir ke restoran tersebut bersama Syaikhan sekitar dua tahun yang lalu. Mungkin lebih.

Saat bersama Syaikhan, saya biasanya memilih paket yang murah meriah. Alasannya karena Syaikhan tidak bisa menghabiskan semua makanan yang dimintanya. Seingat saya, harga paket saat itu masih berkisar belasan ribu atau dua puluh ribuan. Malam itu, harga paket yang termurah adalah sekitar tiga puluh ribuan.

Harga lain yang mengalami perubahan cukup drastis adalah jasa dokter kandungan dan USG. Dibandingkan ketika memeriksakan kondisi Syaikhan yang masih di dalam kandungan sekian tahun yang lalu dengan memeriksakan dede bayi sebulan sekali kami lakukan saat ini, berubahnya hampir tiga kali lipat.

Selain harga yang naik seiring perjalanan waktu, ada pula harga yang turun. Misalnya adalah harga dinar yang pernah saya beli sekian tahun lalu. Ketika teman ada yang menawarkan dinar miliknya, saya langsung membeli. Tujuannya, untuk investasi dan mungkin untuk mahar saat saya menikah.

Namun ketika menyiapkan pernikahan, keluarga saya kurang setuju jika dinar tersebut saya jadikan mahar atau mas kawin. Jadilah saya membelikan perhiasan emas sebagai penggantinya.

Dinar yang saya beli sekian tahun yang lalu nilainya di atas dua jutaan rupiah. Sementara jika saya cek saat ini, harganya turun menjadi di bawah dua juta rupiah. Jadi rugi jika saya jual sekarang. Padahal saya bermaksud untuk menjualnya dan uang hasil penjualannya saya rencanakan untuk membeli isi rumah yang akan kami tempati setelah Minyu melahirkan. Terpaksa saya tunda dulu penjualannya.

Sementara harga perhiasan emas 24 karat tidak berubah dibandingkan akhir tahun lalu. Harganya tetap sama. Lima ratus ribu rupiah per gram. Saya mengetahui hal tersebut ketika beberapa waktu lalu mengantarkan Minyu membeli cincin dan gelang dengan uangnya sendiri. Yup, uang Minyu yang berasal dari bonus atau insentif yang diterimanya semasa bekerja di dua tempat sebelumnya. Ternayata, uang tersebut belum diambil Minyu. Belum diambil karena Minyu baru mengetahui bahwa dirinya mendapat bonus setelah berhenti bekerja. Rezeki memang tidak ke mana. Alhamdulillah.

Jika perbedaan atau tetapnya harga yang terjadi pada cerita di atas karena perbedaan waktu, maka ada pula perbedaan harga yang terjadi meski di waktu yang sama namun berbeda tempat transaksi. Salah satunya adalah produk minuman kesehatan yang Minyu sarankan untuk saya minum secara rutin.

Jika saya membelinya di apotik, harga 1 pack isi 6 botol (tidak dijual eceran) sekitar Rp. 39.000-an. Jadi per botolnya sekitar Rp. 6.500. Harga yang sama jika saya membelinya di sebuah pusat perbelanjaan di ITC Permata Hijau. Namun ada hadiah gelas jika membeli dua pack sekaligus di masa promo. Sementara jika saya membelinya di middle marke –ini istilah dari mana yah?, seperti di BetaMidi (bukan nama sebenarnya), harga 1 pack sekitar Rp. 42.000-an alias Rp. 7000 per botol. Sementara jika saya beli di mini market yang menjualnya satuan, hargnya adalah Rp. 6.200 per botol.

Jadi untuk mendapatkan harga yang lebih murah, saya biasakan untuk membeli di mini market. Sayangnya, stock di mini market cuma sedikit dan proses re-stocknya cukup lama.

Harga barang dan jasa mungkin akan mengalami kenaikan seiring laju inflasi yang tidak bisa ditekan. Namun jika uang di tangan kita masih cukup untuk membelinya, kiranya tak perlu marah-marah atau dongkol. Jika uang di tangan kurang dan tidak cukup untuk membeli suatu barang, maka itu juga tidak perlu dihadapi dengan marah-marah, tetapi dengan pikiran jernih. Mencari barang pengganti yang lebih murah, mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, atau meningkatkan jumlah pemasukan.

‘Alaa kulli haal, Alhamdulillah!

 


Baca Juga Cerita Harga Lainnya :

39 respons untuk ‘Harga

  1. JNYnita Oktober 21, 2014 / 11:04

    Kata temenku, jangan nuntut kenaikan gaji mulu, soalnya itu yang bikin inflasi…
    Harga2 naik, tp harga perawatan gigi segitu2 aja, hiks, padahal harga alat, bahan, dan tekniker signifikan bedanya…

    • jampang Oktober 21, 2014 / 13:36

      inflasi terjadi karena jumlah uang yang beredar terlalu banyak di masyarakat.
      kan bisa dinaikin tarifnya 😀

  2. Chrismana"bee" Oktober 21, 2014 / 11:35

    Harga pada naik tapi gaji ga naik2, bikin nyesek *curcol 😀

    • jampang Oktober 21, 2014 / 13:36

      nah… harus dicari solusinya tuh supaya nggak nyesek

  3. ira nuraini Oktober 21, 2014 / 13:11

    selama masih punya uang dan kebeli berarti ga mahal harganya ya mas… 😀

    • jampang Oktober 21, 2014 / 13:37

      begitulah kira-kira 😀

  4. faziazen Oktober 21, 2014 / 13:35

    yang paling wow itu di arab.jaman nenek naik haji ama mama naik haji (selisih 15 tahun-an) kok bisa 1 roti harganya tetap 1 riyal..apa disana ga ada inflasi ya

    • jampang Oktober 21, 2014 / 13:38

      bisa jadi. harga satu kambing juga di sana dari jaman Rasulullah sampe sekarang sama. mungkin kebijakan pemerintahnya beda

      • faziazen Oktober 21, 2014 / 13:43

        kalo harga di minimart suka naik-turun
        belinya kalo ada promo doang hehehe

      • jampang Oktober 21, 2014 / 13:46

        ah iya… bener. kadang pas promo itu, harganya turun plus dapat hadiah 😀

  5. mandor Oktober 21, 2014 / 14:42

    Kalau uang yang ada di tangan masih cukup buat membayar, ya bayarlah. Kalau kurang, ya harus cari lagi. Wong uang kan masih bisa di cari, sedangkan bahan kebutuhan tetap harus dibeli dengan harga berapapun.

    • jampang Oktober 21, 2014 / 15:31

      kira-kira begitu, mas 😀

      kalau penghasilan belum nambah, ya diatur pos pengeluaran lain agar tetap bisa didahulukan kebutuhan yang tidak bisa ditunda dan tergantikan

  6. zilko Oktober 21, 2014 / 16:19

    Haha, yang namanya inflasi ya. Memang kita harus pandai dalam mengelola keuangan kita sendiri 🙂 .

    • jampang Oktober 21, 2014 / 17:04

      iya. harus pintar mengatur keuangan

  7. momtraveler Oktober 21, 2014 / 17:08

    Nah point terakhir tu susah pak meningkatkan pemasukan secara gaji segitu2 aja kebutuhan adaa aja tiap bln 😦

    • jampang Oktober 22, 2014 / 03:47

      mungkin pake cara lain, mbak. memaksimalkan pemasukan yang ada sehingga bisa memenuhi kebutuhan. syukur-syukur ada kelebihan buat disimpan

  8. adejhr Oktober 21, 2014 / 17:18

    Kadang buat dpt yang lebih murah juga butuh perjuangan, misal di midi harga 1000 di mini harga 1500 tapi jarak midi lebih jauh dri mini. Hehe bli yang di butuhkan bukan nurutin apq yg di inginkan tu sulit skli uwow.. haha

    • jampang Oktober 22, 2014 / 03:48

      salah satu cara yang saya pakai adalah nyari tempat yang nggak ada tukan parkirnya. lumayan, bisa hemat 2.000 perak

    • jampang Oktober 22, 2014 / 03:48

      harga dinar turun, mas 😀

      • theadiokecenter Oktober 22, 2014 / 08:21

        subhanallah sebaiknya kita pakai dinar saja mas.

      • jampang Oktober 22, 2014 / 09:39

        kalau ada yang mau bertransaksi dengan dinar ya silahkan saja. teman saya juga ada yang jual belinya dengan dinar

      • theadiokecenter Oktober 22, 2014 / 10:33

        oh iya, ternyata ada transaksi dinar juga ya. baru tahu saya.

      • jampang Oktober 22, 2014 / 11:21

        ada, teman saya itu beli buku saya pake dirham…. tapi karena nggak pas jadi ditambah pake uang rupiah

  9. rianamaku Oktober 21, 2014 / 19:48

    Kemarin aku ngeluh soal kenaikan harga harga kebutuhan pokok.
    Namun bagaimana itulah keadaany aku juga niat cr job tambahan namun ngak boleh ma suami katanya kurang bersyukur hehe.
    jadi hemat sana sini..

    • jampang Oktober 22, 2014 / 03:52

      kalau masih cukup ya jangan terlalu dipaksa, mbak.
      iya… mengatur pengeluaran bisa jadi pilihan

  10. ysalma Oktober 21, 2014 / 22:31

    jadi dimanakah ‘toko’ yang meneydiakan pemasukan tambahan itu? *emak-emak mulai kena imbas kenaikan harga 😀

    • jampang Oktober 22, 2014 / 03:56

      toko online milik sendiri bisa memberikan masukan tambahan uni 😀

  11. buzzerbeezz Oktober 21, 2014 / 23:11

    Kayaknya saya tahu tuh restoran cepat saji apa. Saya suka waffle-nya soalnya. Jadi hapal. hehehe..

    • jampang Oktober 22, 2014 / 03:56

      😀
      saya baru nyoba wafflenya sekali

      • Ryan Oktober 22, 2014 / 13:52

        yang ada minuman float khusus kan ya mas? *jadi pengen tapi perut dah buncit*

      • jampang Oktober 22, 2014 / 14:09

        kalau menu yang lain saya kurang ngeh 😀

  12. yance Oktober 22, 2014 / 00:25

    Lam kenal bang jampang..( ehh…gpp kan panggilnya bang? Hehehe)…wahh mainnya di ITC permata hijau mahh dekett sama akyuu ( siapa nanyaa yaa?!). Stress yaa kalo bandingin harga2 dulu dan sekarang contohnya harga rumah yang udah selangit tiap tahun bahkan tiap hari naik….

    • jampang Oktober 22, 2014 / 03:59

      iya, gpp mbak. tinggal deket daerah situ yah? jangan-jangan di apartemennya.

      iya mbak… kalau harga rumah pasti naik terus. cocok buat investasi. dan kondisi itu juga yang bikin orang akhirnya berhutang ke bank. hutang ke bank artiya memperbesar jumlah uang beredar, ujung2nya inflasi… dan harga barang jadi naik

  13. Ryan Oktober 22, 2014 / 13:54

    inflasi itu hal yang pasti mas. kenaikan gaji juga gak bisa imbangin kenaikannya kan? harus pintar2 memang.
    dulu saya sempat dengan inves di dinar itu cukup menguntungkan. sekarang dah gak ya?

    • jampang Oktober 22, 2014 / 14:15

      fungsi utama dari dinar itu sebenarnya adalah alat tukar alias uang. cuma karena Indonesia mata uangnya rupiah, jadi nggak bisa transaksi pake dinar.

      sekian tahun lalu inestasi emas dan dinar bisa jadi mngeuntungkan. sebab harga emas pernah melonjak tinggi banget

  14. danirachmat Oktober 26, 2014 / 10:46

    inflasi meskipun tak terlihat tapi nyata adanya memang Bang. Untuk menyiasatinya memang cari barang lebih murah, tingkatkan penghasilan atau kurangi pengeluaran//

    • jampang Oktober 26, 2014 / 16:43

      iya mas. toh setiap tahun pasti terjadi inflasi, meskipun cuma satu digit.
      salah satu dari ketiga cara itu yang perlu dilaksanakan

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s