Gapi dan Julung-julung

ikan gapi
source : google

Bermula pada suatu pagi ketika saya dan Minyu sedang jalan-jalan berkeliling kampung, kami melintasi sebuah jembatan pendek di mana di bawahnya terdapat kali kecil. Saya kemudian bercerita kepada Minyu bahwa ketika saya masih anak-anak saya sering bermain di tempat tersebut. Pikiran saya pun bernostalgia ke masa lalu.

Di atas jembatan itu, biasanya saya dan beberapa teman lainnya akan melemparkan sesuatu, entah berupa duan bambu, alang-alang, atau kertas bekas ke kali di salah satu sisi jembatan, lalu kami berlari secepat mungkin ke sisi jembatan yang lain untuk melihat benda yang kami lempar mengikuti aliran air. Ketika melihatnya, kami merasa gembira sekali. Kami melakukannya beberapa kali.

Di lain waktu, jika kami menemukan benang bekas, kebetulan tak jauh dari kali ada tempat pembuangan sampah, kami akan mengikat benda dengan benang tersebut dan kemudian melamparkannya ke kali. Lalu kami memegang benang tersebut dan melihat benda yang kami lempar melawan arus. Lagi-lagi, permainan sederhana itu bisa mengundang decak kagum dan kegembiraan di hati kami.

Di pagi itu, ketika saya menjatuhkan pandangan ke kali tersebut, airnya sangat hitam dan beraroma tak sedap. Pencemaran air yang terjadi sungguh luar biasa. Airkali yang menghitam tersebut kemungkinan besar diakibatkan karena limbah dari tempat pencucian celana yang memang banyak terdapat di sekitar kali tersebut.

Ingatan akan masa kecil saya pun berlanjut ke kampung di mana saya dibesarkan yang jaraknya hanya berbeda satu kelurahan dengan lokasi kali yang saya lewati pagi itu. Di depan rumah orang tua saya dahulu, sekarang sudah dijual dan kami pindah ke kelurahan sebelah, terdapat sebuah selokan yang cukup besar dan lumayan dalam dengan kedua dinding yang sudah dilapisi dengan beton. Jika disusuri, selokan tersebut nantinya akan bertemu dengan aliran air dari kali yang saya ceritakan di atas.

Selokan tersebut menjadi salah satu tempat saya dan teman-teman masa kecil saya bermain. Tinggi air selokan tersebut biasanya hanya setinggi mata kaki kami saat itu. Airnya masih terlihat bersih sehingga kami bisa melihat ikan-ikan kecil yang berenang di dalamnya. Kami sering menangkapi ikan-ikan tersebut. Orang-orang dewasa menyebut ikan-ikan tersebut Ikan Cere. Sementara kami menyebutkan Ikan Gapi.

Kami menangkap Ikan Gapi beramai-ramai. Kami langsung turun ke selokan tersebut tanpa menggunakan peralatan macam-macam. Kami menggunakan kedua tangan kami untuk menangkap dan kantong plastik bekas untuk menampung hasil tangkapan.

Kebanyakan Ikan Gapi yang kami tangkap berwarna hitam polos. Namun adakalanya juga kami mendapatkan ikan dengan corak yang berwarna-warni.

Adakalanya, ikan hasil tangkapan tersebut akan kami masukkan ke dalam kolam yang berada di pekarangan rumah salah satu teman saya. Lain waktu kami menyimpannya di kaleng bekas atau toples. Adakalanya kami membuangnya kembali ke selokan setelah puas bermain.

Kini, selokan tersebut masih ada. Namun tak ada lagi yang terbuka kecuali sebagian kecil. Bagian atas selokan tersebut sudah dilapisi dengan beton untuk perluasan jalan atau dijadikan tempat meletakkan pohon yang diperjualbelikan.

Kemarin atau beberapa hari yang lalu, ketika saya melakukan googling dengan kata kunci β€œikan gapi”, saya terkejut dengan hasil gambar yang muncul. Sebab gambar yang muncul adalah foto ikan hias dengan warna-warna yang indah. Saya baru tahu jika ternyata, ada jenis Ikan Gapi yang merupakan ikan hias. Jauh berbeda dengan Ikan Gapi yang saya kenal dahulu.

ikan julung-julung
source : google

Selain Ikan Gapi, jenis ikan lain yang dahulu akrab dengan masa kecil saya adalah Ikan Julung-julung. Ciri khas dari ikan ini adalah bentuk mulutnya yang panjang dan berujung lancip. Biasanya, saya dan teman-teman melihak Ikan Julung-julung ini di sebuah kolam buatan yang cukup besar yang dijadikan kolam pemancingan oleh pemiliknya. Kami hanya melihat dan tak berani menangkap, apalagi saya yang tidak bisa berenang. Selain itu, jika menangkapnya pasti dimarahi oleh para pemancing karena mengganggu keasyikan mereka.

Kini, kolam pemancingan tersebut sudah tidak ada. Lahannya sudah berubah fungsi.

Selain kedua jenis ikan tersebut, ada juga binatang yang sering kami lihat, yaitu kepiting sawah. Namun jumlahnya tidak terlalu banyak seperti Ikan Gapi. Saya pun tidak terlalu berani untuk menangkapnya. Takut dijapit πŸ˜€

Anda punya kenangan juga dengan binatang di atas di masa lalu?


Baca Juga Cerita Nostalgia Lainnya :

34 respons untuk β€˜Gapi dan Julung-julung’

  1. Tita Bunda Aisykha November 3, 2014 / 11:25

    Kalo di kampungku namanya ikan cethak atau ikan cethul bang,,tempatnya emang di selokan dn sungai2 kecil gt,,

    • jampang November 3, 2014 / 13:08

      iya mbak. saya lihat di wikipedia ada beberapa macam sebutan di beberapa daerah

  2. mandor November 3, 2014 / 11:51

    Mungkin hanya ikan cetul (iwak gatul) yang tahan banting mas. Saya sering menemukan di sungai-sungai baik yang masih jernih maupun yang sudah tercemar, ikan cetul ini selalu ada. Dulu senang sekali proses pencarian ikan cetul ini karena dipakai sebagai umpan untuk mancing belut

    • jampang November 3, 2014 / 13:09

      baru tahu kalau bisa dijadiin umpan. dulu cuma nangkap2 aja

  3. eksak November 3, 2014 / 11:53

    Kalo di tempat gue namanya apa, ya? *lupa

    Tp inget aja dulu suka nangkepin ikan kecil itu trus ditusukin pake lidi trus dibakar dan dimakan. Hmm … sedap! XD

    • jampang November 3, 2014 / 13:10

      waduh… saya belum pernah kalau nyicipin πŸ˜€

  4. adejhr November 3, 2014 / 13:33

    Julung2.. itu ikan gerakanya ngacir. Diem giliran mau d tangkam cuzz cuzz ngilang πŸ˜€

    • jampang November 3, 2014 / 13:44

      belum pernah nyoba. tapi kalau dilihat aja seh emang ikannya tenang banget πŸ˜€

  5. ysalma November 3, 2014 / 14:38

    ikan masa kecil saya dulu udang sungai yang suka diam dibawah batu, *masa kecil sukanya nyisir sungai πŸ˜€

    • jampang November 3, 2014 / 15:59

      saya lupa apa udang termasuk yah?
      πŸ˜€

  6. rianamaku November 3, 2014 / 14:50

    Aku dulu juga suka main di got tapi airnya jernih karena dekat sama sungai, tp sekarang udah disemen sungainya jadi ngak tau masih ada ikannya ngak ?

    • jampang November 3, 2014 / 15:59

      nah… hampir sama kejadiannya, mbak. udah disemen selokannya

  7. izzawa November 3, 2014 / 20:32

    jdi ikan gapi yg mas maksud beda sm ikan gapi yang di googling y mas?

    • jampang November 4, 2014 / 05:06

      beda jenisnya, yang jenis ikan hias warnanya dan bentuknya lebih indah

  8. Breldine November 3, 2014 / 21:42

    Mainn di got temen ortu hihihi πŸ˜€
    Adaa buanyaakkk banget ikan cupang, ntah dia melihara atau ternakin, tapi aku suka mancing mancingin dulu..
    Sekarang uda engga lagi 😦

    • jampang November 4, 2014 / 05:07

      di tempat saya dulu, ikan cupang dijadiin ikan aduan. makanya di dalam satu toples cuma satu ikan. kalau dua, pasti berantem

  9. Rivanlee November 4, 2014 / 08:16

    ikan gapi ini favorit saya kalo nyebur ke kali, kadang warnanya bagus2 di sayapya…

    satu lagi temennya gapi, ikan cere hahahaha

    • jampang November 4, 2014 / 09:49

      iyah, kadang nemuin yang bagus warnanya, kebanyakan sih nggak.

      ikan cere itu bukan sama dengan ikan gapi yah?

      • Rivanlee November 4, 2014 / 10:30

        Kalo saya sih beda, kalo cere warnanya full abu2 gitu hahaha kalo gapi harus ada warnanya makanya disebut gapi

      • jampang November 4, 2014 / 10:45

        oh… beda yah. jangan2 saya yang salah.
        yang jelas waktu nangkap ikan itu ada yang warnanya full gelap. ada juga yang badannya warna-warni

      • Rivanlee November 4, 2014 / 10:47

        lain daerah kayaknya beda persepsi kang :p

      • jampang November 4, 2014 / 11:01

        iya seh. cuma di tempat saya, anak-anak nyebutnya ikan gapi, orang dewasa nyebutnya ikan cere. jangan2 keduanya memang beda, cuma anak-anak menganggapnya sama

  10. Okti D. November 4, 2014 / 09:13

    saya taunya ikan gathul/cethul yang hidupnya di selokan, Mas Rifki. Termasuk ikan yang tahan banting karena bisa bertahan hidup di habitat yang penuh limbah spt itu…

    • jampang November 4, 2014 / 09:49

      iya. itu jenis ikan yang sama menurut wikipiedia, mbak. beda sebutan untuk lain daerah

  11. danirachmat November 4, 2014 / 23:50

    Sama kayak beberapa komen yang lalu kalo di tempat saya dulu namanya gathul. Hihihi. Anak jaman sekarang kayaknya gak ada lagi ya Bang yang maen di selokan.

    • jampang November 5, 2014 / 04:57

      selokannya aka udah jarang keliatan, mas. karena ditutupin beton. kalau pun ada, ukurannya pasti kecil dan airnya pasti udah bau dan kotor

  12. capung2 November 5, 2014 / 08:24

    Selain ikan gepi, dlu sya jga cari ikan “pala timah”.. sejenis ikan yg dikepalanya ada tanda spt timah. πŸ˜€

    • jampang November 5, 2014 / 10:46

      wah saya belum lihat yg seperti itu, mas

  13. Attar Arya November 5, 2014 / 10:01

    pas masih kecil, sukanya nyari ikan dobi -ikan kecil di parit- sama nyari ikan laga/ikan cupang. πŸ˜€

    • jampang November 5, 2014 / 10:48

      kalau ikan cupang biasanya beli, nggak pernah nangkap. di selokan nggak ada ikan cupang

      • Attar Arya November 5, 2014 / 10:49

        kalo ikan cupang carinya di kolam

      • jampang November 5, 2014 / 10:50

        πŸ˜€
        pantesan. kirain di selokan

      • Attar Arya November 5, 2014 / 10:54

        kan penulisan ikan dobi dengan ikan cupang nggak disambung, Rif πŸ˜‰

      • jampang November 5, 2014 / 11:03

        πŸ˜€
        saya nggak ngeh.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s