Kucing Tanpa Nama

kucing tanpa nama
kucing tanpa nama

Saya bukanlah orang yang benci atau takut terhadap kucing. Saya juga tidak termasuk kelompok pencinta kucing. Biasa-biasa saja. Tidak mengharapkan kehadiran kucing dan tidak juga mengsirnya jika berada di dekat-dekat saya selama tidak mengganggu dan merugikan saya.

Ketika saya kecil, mungkin seumuran anak sekolah dasar kelas empat, ada seekor kucing yang sering datang ke rumah. Jika saya tidak salah ingat, kucing tersebut diberinama Unyil. Kucing betina dengan warna bulu hitam dan putih. Karena kehadirannya tidak mendatangkan masalah, maka saya dan anggota keluarga lain tidak mempermasalahkannya. Bahkan cenderung memanjakannya, termasuk membiarkannya tidur di bangku atau di tempat tidur. Yup, saya pernah tidur bersana dengan Si Unyil di tempat tidur yang sama meskipun tidak bersisian.

Pengalaman lain, tangan saya pernah digigit seekor kucing betina yang sedang mengandung yang mungkin tidak menganggap kehadiran saya sebagai sebuah ancaman atau memang saya yang berniat menganggunya. Saya tidak ingat secara lengkap. Yang pasti, rasa sakit gigitan tersebut bertahan selama beberapa hari.

Nah, beberapa waktu yang lalu, ada seekor kucing betina yang datang ke rumah. Bulunya cukup bersih. Warna bulunya kecoklatan. Saya tidak terlalu menyambut kedatangannya. Berbeda dengan adik lelaki saya yang memanjakannya. Bahkan adik saya membuatkan kalung untuk dipasangkan di leher kucing tersebut yang entah siapa namanya.

Kucing tersebut datang ke rumah setiap hari bahkan bermalam di rumah. Saya yang semula tidak ambil pusing dengan keberadaan kucing tanpa nama tersebut, akhirnya terganggu juga. Beberapa kali.

Pertama, ketika lauk yang siap  santap di atas meja saya tinggalkan untuk mengambil air minum ternyata langsung diembat oleh kucing tersebut dan dibawa kabur.

Kedua, ketiga, dan keempat, ketika kucing tersebut berhasil masuk ke dalam kamar saya melalui jendela, membuka lemari pakaian saya dan Minyu, dan menjatuhkan semua pakaian di dalam lemari. Kemarahan saya luapkan dengan menyiram kucing tersebut dengan air.

Namun kucing tersebut tidak kapok. Kemarin, menjelang tengah hari, saya melihat kucing tersebut berusaha untuk masuk lagi ke dalam kamar. Namun usahanya gagal karena daun jendela kamar tertutup. Sementara untuk melewati celah-celah di atas jendela terlalu tinggi. Akhirnya kucing itu menyerah.

Rupanya, usaha kucing tersebut yabg begitu gigih adalah untuk mencari tempat yang nyaman untuk melahirkan anaknya. Memang perut si kucing terlihat semakin membesar. Namun siapa yang tahu jika tingkah lakunya kemarin karena tiba waktunya si kucing melahirkan.

Selepas Ashar, kucing tersebut kembali datang ke rumah sambil membawa seekor anak kucing berwarna hitam di mulutnya. Anaknya terligat begitu kecil. Akhirnya, saya mencarikan kardus bekas dan mengalasinya dengan kertas koran untuk dijadikan tempat istirahat bagi si kucing dan anaknya.

Di malam hari, sekilas saya melihat induk kucing tersebut sedang membersihkan anaknya dengan cara menjilati bulu-bulu anaknya. Sang anak terlihat sedang menyusu pada induknya.

Melihat kejadian tersebut, saya jadi merasa bersalah karena beberapa kali menyiramkan air ke kucing tersebut dengan air untuk  mengusirnya.

Maaf, ya Cing. Itu karena ulahmu yang menggangguku dan bikin berantakan lemari dan kamarku.

 

Tulisan Terkait Lainnya :

35 respons untuk ‘Kucing Tanpa Nama

  1. capung2 November 23, 2014 / 11:39

    Kucing jga sama ya dgn manusia, ingin tmpt yg nyaman saat melahirkannya. 😀

    • jampang November 23, 2014 / 13:24

      iya mas. mungkin kalau nggak ketahuan, melahirkan di dalam lemati, di atas tumpukan pakaian bersih 😀

      • pritakusumaningsih November 23, 2014 / 22:55

        Kucing2 saya yang jantan dan steril pun masih suka masuk2 lemari….Memang sudah sifatnya, kucing suka masuk ke sebuah rongga, entah itu kardus, lemari pakaian, lemari buku, bahkan tas kresek..he..he

      • jampang November 24, 2014 / 07:38

        oooo… kirain cuma dilakukan sama betina yg mau melahirkan aja. terima kasih ilmunya, bu

  2. ysalma November 23, 2014 / 16:14

    Bapaknya dominan itu, hitam, tapi kenapa cuma satu ekor?
    Dimaafkan sekarang *kata kucing* 🙂

    • pritakusumaningsih November 23, 2014 / 22:57

      Iya bapaknya dominan sangat. Gak ada coklatnya sedikit pun. Tapi ada anggapan bahwa kalau anak kucing warna bulunya sama dengan bapaknya akan dimakan. Mitoskah?

      • jampang November 24, 2014 / 07:38

        di makan sama siapa, bu? sama bapaknya?

      • pritakusumaningsih November 24, 2014 / 08:10

        katanya begitu. Jangan heran kalau induk kucing suka sekali pindah2kan anaknya. Cari tempat aman. Termasuk dipindahkan dalam lemari….

      • jampang November 24, 2014 / 08:16

        ooo… akhir2 ini saya seh belum ngelihat induk jantan yang warnanya hitam di sekitar rumah. mungkin si kucing betina ini mainnya agak jauh 😀

    • jampang November 24, 2014 / 07:33

      iya, induk jantannya pasti hitam. kurang tahu, uni. tapi emang perutnya nggak terlalu besar seh waktu ngandung itu

  3. zilko November 23, 2014 / 17:18

    Yaa, ternyata kucingnya mencari kenyamanan untuk melahirkan ya 🙂 .

    • jampang November 24, 2014 / 07:33

      iya. makanya ngeong mulu dan pengen masuk kamar terus 😀

  4. adejhr November 23, 2014 / 19:45

    Di kosan juga ada kucing tanpa nama mau melahirkan juga. Perutnya udah gede banget

    • jampang November 24, 2014 / 07:35

      kalau sudah gelisah dan teriak2 mulu… mungkin sudah waktunya tuh, mas

  5. nazhalitsnaen November 23, 2014 / 21:06

    Instingnya hewan memang gitu.. demi anak2nya akan dibela2in sesuatu… jangan sampai kita kalah dengan hewan untuk urusan mengasuh anak tetapi ya jangan kelewat polos jg sampai mengganggu pihak lain… ya kan mas? Hehehe

    • jampang November 24, 2014 / 07:36

      yup. betul betul betul 😀

    • jampang November 24, 2014 / 07:37

      tapi waktu ngambil lauk dan berantakin lemari pakaian saya nggak lucu, mbak 😀

  6. eviindrawanto November 24, 2014 / 05:03

    Aih alhamdulillah si kucing dan anaknya punya tempat berteduh sekarang 🙂

    • jampang November 24, 2014 / 07:38

      cuma alakadarnya, mbak

  7. momtraveler November 24, 2014 / 07:11

    Hiks…. lain x jangan di siram lg ya mas..di sayang tuh si pus n anak2nya.mereka bawa rejeki lo..beneran deh 🙂

    • jampang November 24, 2014 / 07:40

      soalnya emosi, mbak. lemari pakaian saya diacak2 sampe tiga kali. pakaiannya pada jatuh ke lantai termasuk yang sudah disetrika juga.

      sekarang seh udah baikan 😀

  8. vivi November 24, 2014 / 08:28

    kucingku di rumah, kerjaannya hamil, melahirkan, hamil, melahirkan lagi. hebat bgt. akhirnya demi kenyamanan bersama, kucingnya disteril. hehe..

    • jampang November 24, 2014 / 09:02

      kalau kucing betina sepertinya bakalan seperti itu 😀

  9. ira nuraini November 24, 2014 / 16:06

    jadi inget cerita tmn, pas buka lemari tau2 udah ada beberapa anak kucing di dlm lemarinya, di atas tumpukan baju2 bersih…gara2 suaminya ga rapat tutup pintu lemari… 😀
    aq juga ga suka ada kucing di rumah…

    • jampang November 24, 2014 / 16:15

      temannya kecolongan tuh 😀
      selama nggak mengganggu, nggak masalah buat saya seh mbak. cuma ketakutannya itu kalau virus bawaannya itu

  10. tipongtuktuk November 24, 2014 / 20:16

    di depan rumah saya juga ada kucing yang selalu nongkrong, tapi galak … he he he …

    • jampang November 25, 2014 / 07:36

      masa kalau dikasih makan juga tetep galak, kang?
      coba dikasih kambing bakar seporsi, apa masih galak juga? 😀

      • tipongtuktuk November 25, 2014 / 09:02

        saya kasih makan dia mau, tapi waktu akan saya elus-elus dia malah mencakar saya … -selalu begitu …:D

      • jampang November 25, 2014 / 09:32

        wah… nggak sopan itu kucingnya. ya udah, kambing bakarnya kasih saya aja, kang 😀

  11. Okti D. November 25, 2014 / 23:31

    hehehe, si kucing emang bandel… untung mukanya lucu jadi kadang ga tega… ^^

    • jampang November 26, 2014 / 05:00

      apalagi sekarang, ngelihat dia jagain anaknya… jadi tambah nggak tega

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s