Blind Spot

mataSal, aku hanya memiliki sepasang mata di wajahku. Aku tidak memiliki sepasang mata yang lain di belakang kepalaku. Dengan sepasang mataku tersebut, aku hanya bisa melihat apa yang ada di hadapanku. Aku juga bisa melihat apa-apa yang ada di sebelah kananku dan juga di sebelah kiriku jika aku menengok. Namun aku tidak bisa melihat apa yang terjadi atau benda apa saja yang ada di belakangku. Aku bisa saja membalikkan tubuhku sebanyak seratus delapan puluh derajat untuk melihat apa yang terjadi atau benda apa saja yang ada di belakangku. Namun jika itu kulakukan, maka aku tidak bisa lagi melihat apa yang semula berada di hadapanku.

Mungkin kondisi yang kuceritakan di atas adalah gambaran sederhana tentang blind spot atau titik buta. Setiap orang pasti memiliki blind spot, yaitu area yang tidak bisa dijangkau oleh penglihatannya pada saat-saat tertentu.

Apa yang akan terjadi jika seseorang mengabaikan keberadaan blind spot di sekitar dirinya? Mungkin dirinya tidak akan menyadari bahwa ada sebuah lubang menganga di belakangnya. Lalu dia terjatuh ketika tiba-tiba harus melangkah mundur. Bahkan bisa pula dia terjatuh dua kali di lubang yang sama. Jika dirinya tidak mampu mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa sebelumnya.

Sal, aku membutuhkan seseorang untuk menjadi sepasang mata tambahan bagiku. Melalui sepasang mata tambahan itu, aku bisa mengetahui segala sesuatu yang tak bisa kulihat karena tidak berada di hadapan, sisi kanan, atau sisi kiriku. Karena segala sesuatu itu berada di sisi blind spot diriku.

Karenanya, aku memilihmu.

Ketika aku melangkah dan menatap ke hadapan, kau bisa memberitahuku tentang apa yang ada dan apa yang terjadi di belakangku.

Di saat aku akan mengambil sebuah keputusan penting di dalam hidup kita, kau akan memberikanku berbagai pertimbangan yang bisa kujadikan alternatif pilihan agar yang keputusan yang kuambil adalah yang terbaik. Bagiku. Bagimu. Bagi kita. Bagi keluarga kita.

Di saat aku terlalu berharap atau terlalu khawatir akan kondisi masa depan, kau akan mengingatkanku bahwa apa yang akan terjadi di masa depan bukanlah hal sudah pasti. Kau akan mengingatkan pula bahwa kebaikan atau keburukan yang terjadi di masa depan akan sangat tergantung atas apa yang dilakukan saat ini.

Di saat aku terkekang dengan apa yang terjadi di masa lalu sehingga semangatku ambruk dan aku tak berdaya, kau akan membakar semangatku bahwa masa lalu tinggal sejarah yang tidak dapat diubah. Sementara kita yang hidup di saat ini akan selalu bisa untuk mengukir sejarah baru. Sejarah yang lebih baik dibandingkan masa lalu itu.

Sal, tetaplah menjadi penerang atas semua titik buta yang kumiliki. Karena aku bukanlah manusia sempurna. Jikalah dirimu yang memiliki titik buta, maka aku akan berusaha untuk selalu menjadi penerangnya. Agar kita bisa berjalan bersama-sama menuju cita-cita yang ingin kita wujudkan.

I love you.


Baca Juga Cerita Samara Lainnya :

20 respons untuk ‘Blind Spot

  1. ayanapunya Desember 1, 2014 / 13:48

    kalau di buku Why Men don’t listen and women can’t read map, disebutkan kalau wanita itu punya mata ke tiga di belakang kepalanya. makanya kalau misalnya nyari barang lebih cepat ketemu ketimbang pria 😀

    • jampang Desember 1, 2014 / 13:52

      😀
      gitu yah? tapi kan tetep aja nyarinya pake mata yang di depan

      • ayanapunya Desember 1, 2014 / 13:54

        iya sih. hehe

      • jampang Desember 1, 2014 / 14:11

        mungkin daya ingat perempuan kali yah lebih tajam, jadi ingat naro barang di mana

      • ayanapunya Desember 1, 2014 / 14:22

        bisa jadi. atau juga mata mereka lebih jeli 🙂

      • jampang Desember 1, 2014 / 14:35

        kalau setuju sama yang saya bilang, saya akan balas dengan komentar…. “makanya perempuan lebih susah move on” 😀

      • ayanapunya Desember 1, 2014 / 14:36

        hahaha. makanya perempuan itu lebih setia 😀

      • jampang Desember 1, 2014 / 14:52

        bahkan terhadap orang yang selalu menyakitinya.

      • jampang Desember 1, 2014 / 16:16

        😀

  2. capung2 Desember 1, 2014 / 14:55

    Memang idealnya hrs ada penyeimbang utk meniadakan ‘blind spot’ tsb. 😀

    • jampang Desember 1, 2014 / 16:16

      kira-kira begitu maksudnya, mas

  3. dani Desember 1, 2014 / 15:09

    Sama-sama saling melengkapi untuk saling cover blind spot pasangan ya Bang..

  4. ysalma Desember 1, 2014 / 20:01

    saling melengkapi ya,
    lelaki dengan sepasang mata dan logika
    wanita dgn sepasang mata, perasaan dan intuisi

    • jampang Desember 1, 2014 / 21:14

      iya, uni. setiap pasangan memang saling melengkapi

  5. Akhmad Muhaimin Azzet Desember 2, 2014 / 08:13

    Menurutku, ini adalah postingan yang sangat romantis. Sal, betapa engkau sangat dibutuhkan. Betapa indahnya 🙂

    • jampang Desember 2, 2014 / 08:36

      terima kasih, mas 😀

  6. arip Desember 2, 2014 / 23:33

    Saat masih belum punya pasangan, ya penerangnya masih dari orangtua. 😀

    • jampang Desember 3, 2014 / 08:06

      setiap orang di sekeliling kita bisa jadi penerang. begitu juga sebaliknya

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s