Bersegera, Bukan Tergesa

rifki-16102014-lupa absen

Ini adalah cerita beberapa tahun lalu ketika saya mempersiapkan laporan kegiatan atau pekerjaan yang sudah saya lakukan selama satu semester yang disebut dengan DUPAK (Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit). Sepertinya, saya belum bisa mengambil pelajaran dari kejadian yang  terjadi dalam kondisi yang hampir sama di setiap semesternya. 😦

Saat itu saya sedang berlari-lari kecil sambil membawa dua bundel dokumen yang siap untuk dijilid. Beberapa meter sebelum pintu keluar gedung, tiba-tiba ada suara memanggil saya.

“Rif…!”

Saya menoleh ke sumber suara panggilan tersebut. Ternyata  atasan saya yang memanggil. Beliau  sedang duduk-duduk di ruang tunggu. Dari informasi yang saya terima sebelumnya, sepertinya beliau sedang menunggu taksi untuk menuju bandara, karena beliau akan ditugaskan ke luar daerah.

“Mau jilid laporan, Bu. Terakhir hari ini,” jawab saya.

“Lagian, mepet-mepet sih!”

“Soalnya waktunya dimajukan, Bu!” Saya mencoba mencari alasan seadanya sambil meninggalkan beliau menuju tempat fotokopi.

Setiba saya di tempat fotokopi, ternyata sudah menunggu sekian tumpuk dokumen milik orang lain yang juga akan difotokopi. Akhirnya saya titipkan dokumen tersebut kepada office boy yang sudah menunggu karena diminta rekan saya lain terlebih dahulu. Fyuh…!

Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, batas akhir penyerahan laporan semester genap yang sedang saya kerjakan dimajukan sekitar setengah bulan dibandingkan tahun sebelumnya. Tapi, jika seandainya batas waktu laporan sama seperti tahun sebelumnya, apakah saya tidak akan tergesa-gesa seperti saat itu? Jawabannya, tetap saja akan tergesa-gesa, hanya saja waktu dan tanggal kejadiannya yang mundur.

Sepertinya, saya orang yang kurang pandai mengambil pelajaran dari apa yang pernah terjadi. Di setiap akhir smester, ketika surat pemberitahuan kapan batas akhir penyampaian laporan diterima di ruangan, barulah saya sibuk mempersiapkan semua bahan-bahan laporan. Mulai dari mengetik laporan, mencari dokumen pendukung, menyusun laporan, meminta tanda tangan atasan, memfotokopi plus menjilid, semuanya dilakukan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, yaitu sejak diterima surat pemberitahuan sampai dengan batas akhir penyampaian laporan.

Akibatnya, pengerjaannya tergesa-gesa yang bisa jadi memunculkan kesalahan di sana-sini karena kurang teliti, sibuk cari dokumen pendukung ke sana ke mari yang bisa saja dokumen tersebut terselip entah di mana, belum lagi jika pejabat yang berwenang untuk menandatangani laporan tidak ada di ruangan, entah rapat, konsinyering, pelatihan, atau bahkan tugas ke luar daerah. Bisa jadi laporan akan gagal diserahkan tepat waktunya dan haru menunggu smester selanjutnya.

Sebenarnya semuanya bisa diatasi dengan cara mencicil pembuatan dokumen satu per satu selepas setiap kegiatan. Dokumen tersebut kemudian disimpan dalam satu berkas dan pada waktunya hanya tinggal membuat laporan summary yang mungkin hanya selesai dibuat dalam tempo satu hari.

Mungkin sudah sifat dasar saya sebagai manusia yang maunya tergesa-tergesa, padahal bisa jadi akan jauh lebih baik jika semunya dilakukan dengan bersegera.

Wallahu a’lam.


Tulisan Terkait Lainnya :

20 thoughts on “Bersegera, Bukan Tergesa

  1. adejhr Desember 9, 2014 / 06:56

    Yang di liat tanggal terakhir penerahan laporan ya mas hehe. Ah masih lama besoknya lagi bilang akh besok aja sampai mepet hari h bru di kerjain hehe. Itu bukanya foto yang mas kelupaan absen pulang ya?.

    • jampang Desember 9, 2014 / 07:37

      iya. selalu nanya gitu, kapan tanggal terakhirnya.

      bener lagi. itu emang foto yang saya lupa absen. kan nggak punya foto waktu kejadian, jadi ya pake itu aja 😀

  2. rianamaku Desember 9, 2014 / 07:50

    Sama mas aku sukanya juga mepet mepet pas dateline maju baru gubrak gabruk plus lembur segala…

    • jampang Desember 9, 2014 / 07:53

      idem dah kalau gitu 😀

  3. Rivanlee Desember 9, 2014 / 08:27

    hayoloo mas! hahahaha

    aku terbiasa h-3 udah harus selesai tugas atau apapun, h-1 pengecekan ulang.. ibuku galak, jadi kebiasaan sampai sekarang

    • jampang Desember 9, 2014 / 08:57

      udah kebiasaan. udah niat pengen nyicil, tetep aja nggak bisa 😀

  4. dani Desember 9, 2014 / 08:59

    Waaah. Makasih Bang. Jadi keinget buat meyegerakan ngerjain kerjaan biar ga buru-buru..

    • jampang Desember 9, 2014 / 09:12

      semoga bisa, mas. dan saya juga bisa 😀

  5. Andik Taufiq Desember 9, 2014 / 10:29

    sama seperti saya… suka menunda dan menunggu… menunggu “the power of kepepet”-nya dateng…

    • jampang Desember 9, 2014 / 10:43

      nah itu dia, mas. power og kepepet itu seperti menjadi pendorong kkuat buat segera menyelesaikan 😀

  6. cumilebay.com Desember 9, 2014 / 10:35

    Tapi rata2 orang kita demen nya mepet2 dan tergesa2 😦

    • jampang Desember 9, 2014 / 10:44

      iyah 😀

      yang ditanya pastikan kapan tanggal terakhirnya

  7. pinkvnie Desember 9, 2014 / 13:07

    Saya juga suka yang mepet2 … biasanya semangat dan ide nya baru muncul … 😀

    • jampang Desember 9, 2014 / 13:13

      😀
      banyak yang sama rupanya, suka yang mepet2

  8. Ryan Desember 9, 2014 / 15:17

    saya juga kadang gitu mas. tar sok tar sok tar sok. :d

    • jampang Desember 9, 2014 / 15:52

      sepertinya susah diubah ya, mas. saya ngerasain sendiri

  9. zilko Desember 9, 2014 / 17:49

    Hehehe, memang manusiawi ya rasanya untuk “menunda-nunda” pekerjaan itu. Tetapi memang bukan berarti ini menjadi alasan untuk kita bisa menunda-nunda sih. Kalau tahu bahwa menunda-nunda itu hasilnya tidak baik, ya kita harus menghindarinya, hehehe 🙂 .

    • jampang Desember 9, 2014 / 21:21

      kalau tergesa-gesa biasanya ada aja yang terlewat dan kurang. hasilnya jadi kurang maksimal

  10. Abi Sabila Desember 10, 2014 / 07:59

    Segera dan tergesa-gesa adalah dua hal tang berbeda, bukan saja dari susunan abjadnya, tapi juga akibat dari keduanya. Segera lebih dekat dengan kebaikan, sedang tergesa-gesa lebiu dekat dengan keburukan karena tergesa-gesa adalah salah satu tabiat setan

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s