Aku dan Puisi Pendek

Dahulu, ketika saya masih aktif ngeblog di Multiply, saya mengikuti tantangan yang namanya “Arisan Kata”. Di dalam tantangan tersebut, setiap blogger yang ingin berpartisipasi diharuskan membuat sebuah puisi atau prosa dengan memasukkan sepuluh kata yang sudah ditentukan. Biasanya sepuluh kata tersebut dihasilkan dari sumbangan para blogger yang kemudian dipilih dengan cara dikocok. Yup, mirip arisan. Sepuluh nama yang keluar itulah yang dipilih untuk digunakan dalam pembuatan puisi dan prosa. Beberapa puisi yang pernah saya buat untuk meramaikan arisan kata tersebut bisa dibaca di sini.

Sekarang, ketika saya aktif di wordpress, ada kegiatan serupa yang dilaksanakan oleh Group MFF di facebook. Nama tantangannya adalah “Senin Berpuisi”. Setiap hari Senin, penanggung jawab melempar sebuah tema puisi. Para anggota yang ingin berpartisipasi dipersilahkan membuat puisi pendek dengan maksimal enam baris saja. Kecuali ada acara tertentu di mana ketentuan jumlah baris bisa berubah.

Berikut adalah puisi pendek yang pernah saya buat dalam rangka meramaikan tantangan “Senin Berpuisi”

..:: Masa Kecil ::..

hangatnya pelukan ibu, masih melekat dalam ingatan
keringat yang mengucur ketika bermain bola bersama ayah, masih terlintas dalam kenangan
namun semangat perjuangan saat belajar berjalan tak ada lagi dalam genggaman
namun pantang menyerah saat belajar bicara seakan tak mampu lagi kurasa
apakah semua itu hanya kumiliki di masa balita?
lalu semuanya lenyap tak bersisa ketika aku dewasa?

..:: Sehelai Kertas ::..

tiga kata kutulis dengan tinta rasa yang mengalir dari relung jiwa
di atas sehelai kertas agar aku dan kau bisa selalu membacanya
sebagai pengingat saat aku alpa dan ketika kau lupa
sebagai penguat janji suci yang terjalin di ruang-ruang hati kita
Kamu. Aku. Cinta

..:: Seroja ::..

aku seroja
jangan kau pernah mengira seluruh jiwaku bahagia
sebab yang kau pandang hanya sebagian saja
sebab kusembunyikan segala luka
di balik dedaunan hijau yang menipu mata

..:: Dawai ::..

kupetik dawai pengalun nada
adakah kau merasakan
getar hati yang tak tertahan
adakah kau mendengar
gemuruh jiwa yang menggelegar
itulah rindu yang kubawa

..:: Tirai ::..

tirai-tirai telah diturunkan
menutupi setiap langkah dan kata yang terus bersembunyi
karena kenyataan adalah petaka
sehingga topeng menjadi keharusan
sebagai penghalang makna hakiki
demi tercapai cita-cita yang tak seberapa

Puisi terakhir di bawah ini merupakan puisi yang menggabungkan beberapa kata yang digunakan dalam tantangan Senin Berpuisi sebelum-sebelumnya. Kebetulan dijadikan tantangan berhadiah sehingga aturan mainnya sedikit berubah. Sayangnya, puisi saya ini tidak terpilih 😀

Oh ya, puisi ini pernah saya posting dalam coretan berjudul “Aku dan Puisi” di mana saya memberikan tantangan kepada diri saya sendiri untuk menjawab setiap komentar yang masuk dengan kalimat yang memiliki rima. Bagiaman hasilnya? Apa saya sanggup melakukannya? Silahkan langsung aja ke TKP.

kemarin, ketika awan menjadi tirai di hadapan matahari
melaui petikan dawai, kau ceritakan kisah romansa itu kembali
tentang kita yang pernah menari bersama
tentang kita yang pernah berbagi permen manis berwarna jingga
tentang jalinan asmara kita yang mengundang cemburu setiap pasang mata

hari ini, aku tak akan lagi tergoda
cukuplah luka sekali saja
kurasa


Baca Juga Puisi Lainnya :

20 thoughts on “Aku dan Puisi Pendek

  1. Adi Setiadi Desember 10, 2014 / 10:33

    bisa jadi program di televisi mas.. Kuis puisi pendek

    • jampang Desember 10, 2014 / 10:50

      asal saya punya staisiun TV, mungkin bisa 😀

  2. Breldine Desember 10, 2014 / 11:01

    Tulisan tangannya bagus 🙂

    • jampang Desember 10, 2014 / 11:07

      terima kasih, mbak

      • Breldine Desember 10, 2014 / 20:53

        Sama sama 🙂

      • jampang Desember 11, 2014 / 05:36

        😀

  3. dani Desember 10, 2014 / 11:11

    Kaguuuuuum. Kok bisa siiih jadinpuisi bagus-bagus gitu.

    • jampang Desember 10, 2014 / 11:29

      😀
      nggak bagus2 amat, mas. buktinya nggak selalui kepilih di setiap episodenya

  4. titintitan Desember 10, 2014 / 14:23

    kangen muisi eung, kangen arisan kata yg penulisnya kereeen2 banget bikinnya 😀

    • jampang Desember 10, 2014 / 14:31

      ayo kumpul lagi dan bikin arisan kata lagi 😀

      • titintitan Desember 10, 2014 / 14:52

        pengeeen 😀

      • jampang Desember 10, 2014 / 14:56

        siapa lagi yang mau?

      • titintitan Desember 10, 2014 / 14:57

        gaktauu, titin gak temenan yg sm yang suka bikin arisan katanya kayanya di sini. 😀

      • jampang Desember 10, 2014 / 15:54

        yah… terus gimana mulainya?

      • titintitan Desember 10, 2014 / 15:59

        😀

        gaktauu..
        suhu-suhunya udh pada sibuk kayanya yah.

      • jampang Desember 10, 2014 / 16:04

        sepertinya begitu

  5. zilko Desember 10, 2014 / 15:30

    Wah, hebat! Aku sih tidak pandai berpuisi, hehehe 🙂

    • jampang Desember 10, 2014 / 15:55

      tapi puisinya juga yang biasa-biasa aja koq 😀

  6. zaki19482 Desember 11, 2014 / 15:01

    Mas, pecinta sastra, salut mas. Two thumbs up

    • jampang Desember 11, 2014 / 15:09

      😀
      cuma iseng2 aja

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s