Ketika Jumlah yang Dibayar Tidak Sama Dengan Angka yang Tertera

rezeki sabiq

Untuk membeli kebutuhan sehari-hari, saya lebih sering berbelanja di mini market dibandingkan super market. Alasannya, jarak yang lebih dekat, tempat parkir yang dekat dengan tempat belanja sehingga tidak perlu jalan jauh, serta tidak terlalu banyak antrian di kasir.

Di sekitar rumah, ada beberapa mini market yang bisa menjadi pilihan. Saat ini, saya lebih sering berbelanja di dua buah mini market yang letaknya tidak berjauhan dibanding yang lain. Pasalnya, di dua mini market tersebut tidak ada tukang parkirnya. Jadi bisa parkir gratis. Lumayan, bisa menghemat Rp. 2.000.

Kemarin, saya belanja di salah satu mini market favorit tersebut. Sebut saja mini market A (MM A). Lumayan, untuk sabun detergen, harganya lebih murah lima ribu rupiah dibandingkan di supermarket. Saya tahu karena sebelumnya saya dari supermarket untuk membeli kebutuhan lain, termasuk detergen. Saya batal membeli detergen karena teringat bahwa di mini market harganya lebih murah. Dan ingatan saya benar.

Namun ada pengalaman yang kurang menyenangkan ketika saya dilayani oleh salah seorang pegawainya yang pria. Pegawai di mini market tersebut ada  pria dan wanita. Soal uang kembalian.

Pertama, ketika pegawai tersebut bertanya kepada saya apakah uang kembalian yang beberatus rupiah itu mau disumbangkan. Saat itu saya mengiyakan. Namun di dalam struk saya tidak menemukan keterangan sumbangan. Jadi, rupiah yang saya keluarkan tidak sama dengan yang tertulis di struk.

Kedua, entah pegawai yang sama atau beda, yang jelas pegawai pria juga, menyebutkan jumlah total transaksi dengan membulatkan ke atas. Berbeda beberapa ratus rupiah dengan yang tertera di monitor. Saya lalu menyerahkan sejumlah uang dan pegawai tersebut memberikan uang kembalian. Lagi-lagi berbeda. Jumlah uang kembalian yang saya terima kurang dua ratus rupiah daripada yang tertera di struk. Sayangnya, saya tidak.protes dan langsung meninggalkan mini market.

Di lain waktu, saya dilayani oleh pegawai mini market perempuan. Ketika saya berdiri di depan kasir, saya melihat sekotak uang recehan yang sepertinya dipersiapkan untuk uang kembalian kepada pembeli. Saat itu, uang kembalian yang saya terima sama persis dengan yang tertulis di struk.

Setelah kejadian tersebut, untuk berjaga-jaga, saya selalu membawa uang recehan agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saya tidak ngedumel dalam hati karena uang kembalian yang kurang, pegawai mini market pun terhindar dari kesalahan dan kecurangan.

Di lain waktu dan lain tempat, kejadian yang sama hampir terulang. Hanya saja saya sebagai pihak yang diuntungkan.

Saya membeli sebuah produk minuman kesehatan. Saya sudah beberapa kali membelinya, jadi saya tahu kisaran harganya. Sekitar 39.000-an untuk satu pak isi enam botol.

Saya mengambil dua pak minuman yang disatukan dan dibundel dengan hadiah berupa gelas plastik. Saat belanja sebelumnya, ketika akan membayar, kasir memberitahukan bahwa harga yang tertera dikalikan dua karena memang barangnya ada dua pak. Saya mengiyakan. Namun kemarin, kasir hanya menghitung sekali saja.

“Mbak, minumannya nggak dikalikan dua?” tanya saya.  “Itu kan dua pak.”

“Iya, Pak. Sekali aja,” jawab Mbak kasir.

Karena nggak tega jika Mbak kasir itu nanti disalahkan, saya minta si mbqk untuk bertanya ke pegawai lain yang mungkin lebih mengerti. Setelah Mbak kasir bertanya kepada beberap pegawai lain, akhirnya harga tersebut dihitung dua kali dengan pembelian kedua mendapatkan diskon 20%. Alhamdulillah.

Ada yang punya pengalaman serupa?

Sebenarnya ada satu lagi pengalaman yang sama. Tapi mungkin saya ceritakan di lain waktu. Insya Allah.

 


Tulisan Terkait Lainnya :

50 thoughts on “Ketika Jumlah yang Dibayar Tidak Sama Dengan Angka yang Tertera

  1. pipit Januari 4, 2015 / 17:55

    Kdg harga di struk beda dgn di rak, petugasnya cm blg, blm diganti harganya.

    • jampang Januari 4, 2015 / 18:01

      ah iya. pernah ngalamin juga yg seperti itu. tp setidaknya jumlah yg dibayar masih sama dengan yang ada di struk

  2. Kimi Januari 4, 2015 / 19:26

    Sekarang saya untuk belanja di mini market lebih senang pakai kartu aja, Mas, misalnya Ind*m*r*t Card. Jadi gak pusing urusan kembalian. Terus, sebelum pulang ya struk belanjanya dicek lagi. Aku pernah protes karena gak dikasih struk belanja. 😀

    • jampang Januari 5, 2015 / 04:58

      kalau itu jadi lebih simple ya mbak. itu nambah saldonya di mini market juga atau di mana. saya belum ngerti

  3. Rivanlee Januari 4, 2015 / 19:36

    kalo kejadiannya terjadi sama saya sih, biasanya yang kembaliannya permen itu mas… akhir2 ini saya berani nolak, karena tau gak semua receh yang disumbangin bener2 disumbangin ke tempat yg selayaknya

    • jampang Januari 5, 2015 / 05:03

      kalau yang permen pernah denger cerita kalau itu jualannya di pegawai, mas. nggak tahu bener apa nggak

  4. Dyah Sujiati Januari 4, 2015 / 20:11

    Disumbangkan?
    Ati ati kalau nggak jelas gitu. Siapa yang tau kalau ternyata itu buat membangun gereja liar di pemukiman muslim di daerah pinggiran? Bisa jadi.
    Mending ribet sekarang daripada di kehidupan yang akan datang. Udah mau masuk surga eh nggak taunya diminta beresin urusan donasi recehan itu. 😉

    • jampang Januari 5, 2015 / 05:03

      kan kalau nggak tahu bisa dimaklumin 😀

      • Dyah Sujiati Januari 5, 2015 / 16:48

        Akan Tetap diminta pertanggungjawaban atas ketidaktahuannya.

      • jampang Januari 6, 2015 / 05:42

        iya, bu ustadzah

      • jampang Januari 6, 2015 / 11:11

        iya bu dokter ustadzah

  5. limaumanes Januari 4, 2015 / 20:26

    aku pernah mau neliti tentang uang kembalian itu untuk skripsi. tapi di tolak. hehe

    • jampang Januari 5, 2015 / 05:04

      sama pemiliknya dilarang? atau sama dosen ditolak?

      • limaumanes Januari 5, 2015 / 20:03

        di tolak dosen bang. kurang bagus katanya terlalu simple

      • jampang Januari 6, 2015 / 05:44

        ooooo… kirain ditolak sama pemilik

  6. ayanapunya Januari 4, 2015 / 21:02

    kalau di supermarket besar biasanya angkanya ganjil. tapi jarang ngecek dia ngebulatinnya gimana

    • jampang Januari 5, 2015 / 05:05

      sepertinya ke atas mbak. kalau ke bawah mereka bisa rugi.

      cuma ada satu supermarket yang ngumpulin uang kembaliannya dann kemudian dikasihtahu pembelinya dengan tulisan besar di pintu masuk atau keluar. terpercaya seh kalau supermarket itu

      • ayanapunya Januari 5, 2015 / 09:27

        wah keren supermarketnya

      • jampang Januari 5, 2015 / 09:36

        seragam pegawai perempuannya juga pake jilbab

      • ayanapunya Januari 5, 2015 / 09:44

        franchise bukan sih?

      • jampang Januari 5, 2015 / 09:57

        inisialnya TT
        sepertinya bukan. tapi cabang. eh, nggak ngerti juga.

      • ayanapunya Januari 5, 2015 / 10:03

        kayaknya belum sampai sini

      • jampang Januari 5, 2015 / 11:12

        ya masih jauh dibandingkan yang besar-besar itu mbak.

  7. winnymarch Januari 4, 2015 / 21:37

    haris hati2 ini bg aku sering kelebihan bayar jd agak kesel maknay sekarang periksa struk dlu

    • jampang Januari 5, 2015 / 05:06

      iya mbak. buat pelajaran untuk lebih teliti dna hati-hati

  8. Goiq Januari 4, 2015 / 22:30

    saya jarang sedetail itu. Biasanya baru ngecek struk setelah di rumah dan akhirnya mengumpat kalau ada harga yang beda atau yang seharusnya diskon tapi tidak tertulis diskon.

    • jampang Januari 5, 2015 / 05:06

      kalau udah pulang, mau komplain pasti nggak dilayanin ya mas

  9. rianamaku Januari 4, 2015 / 22:44

    Wah aku paling suka blanja bulanan di supermaket mas plus pakai card jad jarang pakai uang cash, menurut aku blanja di minimarket harganya muahal buanget mas.
    bisa selisih 3 sampai 6 rb coba dikali 3 item udah brapa ?
    soal kembalian yg kurang kadang tp ngak sering cos jarang blanja yg tiba-tiba.
    Jadi beli sekali buat stock 1 bulan.

    • jampang Januari 5, 2015 / 05:09

      wah, pasti banyak banget barang belanjaannya mbak 😀

      kalau saya nemuin kebalikannya, mbak. enggak banyak seh. di mini market harganya lebih murah 6 ribu untuk detergen yng saya beli itu. nggak tahu kalau hari-hari lain. kalau barang lain belum ngebandingin karena belinya juga jarang-jarang

  10. dani Januari 5, 2015 / 06:49

    Yang saya pernah alami sih kembalian diberikan permen dan itu saya protes keras padahal cuman 200 rupiah.. Kalo yang bilang buat sumbangan saya belom pernah cek Bang. Pikiran saya kalo dia nipu2 biar aja dia nanggung dosanya sendiri… Huehehehehe

    • jampang Januari 5, 2015 / 09:34

      dulu seh masih nemuin yg ngasih ngembalian perman. sekarang udah nggak lagi.

      sumbangan itu kayanya seh harus dicek kevalidannya.:D

      • dani Januari 5, 2015 / 09:36

        Iya bang.. Next time saya cek.. 🙂

      • jampang Januari 5, 2015 / 09:42

        lagian kalau jelas dan valid, mungkin ada keterangannya di struk seperti yang saya temui di struk di supermarket dengan inisial TT

  11. ranselijo Januari 5, 2015 / 07:52

    Aku juga pernah uang kembaliannya gak sama kayak di struk. Tapi ngedumelnya di rumah. Hahaha…
    Nah, ttg uang amal di MM A itu, aku sekarang gak pernah mau sumbang via mereka lagi karena gak jelas tujuannya ke mana. Jadi aku prefer mengalihkan ke yg lebih jelas saja daripada berburuk sangka.

    • jampang Januari 5, 2015 / 09:35

      soalnya kalau balik lagi udah nggak dilayanin yah, mbak

      iya… mending ngalihin yang lbh jelas dan pasti aja

  12. Pamela Fitrah Januari 5, 2015 / 11:42

    kayak begitu udh sering apalagi kalo emak2 gak bawel n ingetin soal diskon ato beli brp gratis apa spt yg tertera di label harga, itu kasirnya belaga bego n kita d ksh harga yg gk didiskon yg biasanya agak mahalan.

    hal spt itu emg dimanfaatkan sm kasir n pegawai lainnya krn tetanggaku yg kebetulan kasir malah terus terang sm aku kalo suka ada pembeli yg gk tau brg ini berhadiah ato diskon jd dia suka dpt jatah, gtu

    makanya jgn lengah en cek harga dulu, aku klo ke minimarket selain bawel juga suka minta cek harganya bener segitu apa gak, dan banyak yg gk sesuai biasanya klo yg gk sesuai eikeh malah kagak jd beli hahahaha

    dan memang saya akui lebih enak belanja di minimarket drpd supermarket

    • jampang Januari 5, 2015 / 11:47

      pengen seh sekali-sekali protes, cuma masih ada rasa nggak enaknya 😀

      • Pamela Fitrah Januari 8, 2015 / 15:20

        cuek aje bang lah itu emg hak kita sbg konsumen

      • jampang Januari 8, 2015 / 16:32

        mungkin lain kali, mpok

  13. bunda4R Januari 5, 2015 / 12:27

    selalu belanja kebutuhan bulanan di supermarket TT, lebih tenang.. harga2nya juga jauh lebih murah..

    ke minimarket biasanya cuma beli roti tawar ato barang2 yang gak tahan lama aja..

    • jampang Januari 5, 2015 / 13:12

      kalau sudah nyaman dan tenang ya gpp, bund

  14. Dinar Zul Akbar Januari 5, 2015 / 13:33

    Klo disini harganya bulet, jadi ga ada recehan
    Klo di indo, keseringan nyuruh adek dirumah, sy cmn jd ojekny aj

    • jampang Januari 5, 2015 / 13:52

      di sini juga bulat… dibulatkan 😀

      dan terlalu banyak pecahan

  15. mama nisa Januari 5, 2015 / 14:07

    Banyak kejadian kayak gitu ya. Kalo di Jepang, ada model kasir yang mesinnya bisa ngeluarin uang kembalian sendiri, otomatis. Jadi, mbak-mbak kasirnya tinggal masukin uang yang kita bayar ke mesin, trus selanjutnya mesin yang ngitung sendiri, trus keluar deh kembaliannya. Jadi mbak-nya ga pusing ngitung. Dijamin akurat. Hehe. 😛

    • jampang Januari 5, 2015 / 14:12

      wuih…. keren banget itu

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s