Pelayanan Cepat di SAMSAT, Tapi Jumlah yang Dibayar Tidak Akurat

alur pembayaran pajak STNKBerikut ini adalah pengalaman saya yang serupa dengan pengalaman yang pernah saya ceritakan dalam coretan berjudul “Ketika Jumlah yang Dibayar Tidak Sama Dengan Angka yang Tertera” yang saya posting beberapa waktu yang lalu.

Pada hari Selasa, 30 Desember 2014, saya melakukan pembayaran pajak sepeda motor saya di Kantor SAMSAT yang lokasinya tidak jauh dari kantor tempat saya bekerja. Terus terang, saya agak bingung karena saya baru pertama kali melakukan pembayaran pajak di Kantor SAMSAT yang satu ini. Sebab sebelum-sebelumnya, saya membayar di SAMSAT Depok.

Di pintu masuk, saya bertanya kepada petugas yang memberikan saya kartu tamu di mana lokasi untuk pembayaran pajak sepeda motor. Petugas menjawab di lantai empat. Saya pun langsung ke TKP.

Di lantai empat, saya melihat beberapa loket yang sudah diberi keterangan mengenai apa yang bisa dilakukan oleh pembayar pajak di loket tersebut. Prosedur yang benar untuk permohonan perpanjangan STNK adalah sebagai berikut :

  • Mengambil formulis permohonan di loket pengambilan formulir lalu mengisinya
  • Menyerahkan formulir yang sudah diisi beserta berkas pendukung di loket pendaftaran
  • Petugas loket pembayaran akan memanggil nama pembayar pajak di loket ketiga. Pembayar pajak membayar uang sesuai dengan jumlah yang tertera di kwitansi yang diberikan petugas.
  • Menunggu panggilan di loket penyerahan STNK

Karena ketidaktahuan dan tidak mau bertanya, proses yang saya jalani saat pembayaran minggu lalu, tidak sesuai dengan prosedur di atas. Melainkan seperti berikut :

Di loket pengambilan formulir, saya meminta formulir permohonan perpanjang STNK kepada petugas loket. Lalu saya mengisi formulir tersebut.

Setelah mengisi formulir, saya bertanya kepada petugas loket apakah saya sudah mengisi formulir dengan benar dan berkas yang saya serahkan sudah lengkap. Petugas tersebut kemudian memeriksa dan merapikan berkas yang saya berikan. Selanjutnya saya diminta menunggu panggilan.

“Nunggunya di mana, Pak?” tanya saya.

“Di sini aja!” jawab Pak Petugas.

Saya lalu berdiri dengan posisi agak menjauh dari loket pertama untuk memberikan ruang kepada pembayar pajak yang lain yang juga meminta formulir permohonan. Sambil berdiri, saya melihat ke arah loket yang lain. Saya melihat tulisan yang terdapat di atas loket yang lain. Ada loket untuk mengisi dan mengubah data, loket untuk pendaftaran, dan beberapa loket lainnya yang tak sempat saya lihat. Saya juga mendengar suara petugas memanggil nama-nama para pembayar pajak.

Selang beberapa waktu kemudian — lebih cepta dibandingkan pembayar pajak lainnya — saya dipanggil oleh petugas yang sebelumnya melayani saya. Petugas tersebut kemudian menyebutkan besarnya pajak yang harus bayar. Rp. 240.000- (dua ratus empat puluh ribu rupiah). Saya lalu menyerahkan uang sejumlah tersebut kepada petugas dan petugas menyerahkan STNK saya.

Setelah meninggalkan loket tersebut, saya mengecek STNK yang sudah berada di tangan. Total biaya yang tertera di STNK yang terima ternyata sebesar Rp. 227.000- (dua ratus dua puluh tujuh ribu rupiah). Ada selisih sebesar Rp. 13.000- (tiga belas ribu rupiah).

Sepertinya, petugas tersebut mengambil keuntungan dari para pembayar pajak seperti saya. Sebab saya melihat ada beberapa orang yang mengalami perlakuan yang sama. Saya sangat menyesalkan sikap petugas tersebut yang tidak memberitahukan prosedur pembayaran pajak yang benar dan mengambil biaya tambahan padahal di depan loket tertulis jelas bahwa pelayanan perpanjangan STNK tidak dipungut biaya.

Sebuah pengalaman berharga agar ke depannya tidak terulang lagi. Mengikuti prosedur akan lebih menenangkan hati meskipun harus menunggu sesuai antrian. Jika ingin lebih cepat, mungkin bisa memilih waktu yang tepat seperti di jam-jam yang antrian pembayar pajaknya tidak terlalu banyak.


Tulisan Terkait Lainnya :

15 thoughts on “Pelayanan Cepat di SAMSAT, Tapi Jumlah yang Dibayar Tidak Akurat

    • jampang Januari 6, 2015 / 22:38

      datang-datang koq ketawa 😀

      • limaumanes Januari 6, 2015 / 22:40

        lah aku kudu pie kang. haha udah biasa gitu kalau di dinas mah. kalau udah ada tulisan gratis jangan di tanya berapa. nanti mereka jawab “seikhlasnya aja” 😀 pernah di gituin pas buat skck mas

      • jampang Januari 7, 2015 / 09:59

        iya seh. 😦

  1. -n- Januari 7, 2015 / 05:19

    Aku biasanya bayar pajak motor di Samsat yg lokasinya di dalam mall dekat rumah. Trakhir kesana, aku ga ngitung sih jumlah kembaliannya berapa. Kebiasaan buruk memang…… Jarang ngitung kembalian yg diberikan kasir

    • jampang Januari 7, 2015 / 10:00

      kebetulan saya uang yang diminta pas. jadi nggak ada kembaliannya. cuma ya… jumlahnya beda 😀

  2. naniknara Januari 7, 2015 / 07:53

    13 ribu, kalo dalam sehari 5 orang lumayan juga ya.

  3. mandor Januari 7, 2015 / 08:38

    manusia kan beda-beda, ada yang ikhlas ada yang tidak. Yang repot kan yang tidak ikhlas ketika uangnya diambil tanpa ijin. Nah kalau pemilik uang berniat menghutangkan, maka akan ditagih di akhirat nanti.

    • jampang Januari 7, 2015 / 10:05

      mungkin kalau tahunya di depan akan lain lagi ceritanya, mas 😀

  4. rianamaku Januari 7, 2015 / 11:54

    Wah sama aja pakai calo mas kalau begitu.
    Tidak ada niat bertanya mas ?

    • jampang Januari 7, 2015 / 16:51

      saya udah tanya ke petugas di dalam loket. tapi dijawabnya begitu. orang di dalam loket harusnya kan tidak seperti calo 😀

  5. pritakusumaningsih Februari 1, 2015 / 14:06

    setelah meninggalkan loket segala keluhan tidak akan dilayani (termasuk kembalian yang kurang)

    • jampang Februari 1, 2015 / 20:02

      kembaliannya seh pas, bu.
      tapi nggak sesuai tarif… eh sama aja artinya yah 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s