[FF250Kata] Manipulasi Mimpi

ff250kata - romcom

“Kami berlarian di sebuah taman bunga sambil tertawa,” Emir membuka cerita mimpinya. “Hingga kemudian, dia terjatuh.”

“Lalu apa yang kau lakukan?” tanyaku penasaran.

“Sebagai lelaki, kucoba menolongnya. Namun Nisa menggerakkan tangan kanannya sebagai isyarat agar aku tak mendekatinya atau menyentuhnya,” Jawab Emir. “Itu pertanda, Wan?” sambungnya.

“Pertanda apa?” kembali aku bertanya.

“Nisa itu perempuan mulia. Dia tidak mau disentuh lelaki yang bukan mahramnya. Dia sangat menjaga kehormatan dirinya. Itulah yang membuatku jatuh cinta kepadanya. Mimpiku itu adalah petunjuk agar aku segera melamarnya, Wan.”

“Kapan?”

“Hari Minggu besok. Selepas pengajian di mushalla.”

“Di depan orang banyak?”

“Ya,” jawabnya mantap. “Bukankah itu romantis?” tanyanya sambil tersenyum.

“Sebagai sahabat, aku akan memberikan dukungan untukmu,” jawabku sambil menepuk pundak kanannya.

Pagi ini, setelah acara pengajian ditutup, Emir membuktikan omongannya tiga hari lalu.

“Ustadz, saya ingin menyampaikan sesuatu kepada seseorang di balik hijab dan juga kedua orang tuanya yang juga hadir di sini.”

“Silahkan!” Ustadz muda itu langsung mempersilahkan Emir.

“Nisa, sudah lama Aku memendam rasa. Rasanya aku tak kuat lagi menahannya. Di depan jam’ah pengajian ini, aku memberanikan diri melamarmu,” Ucap Emir dengan mantap. “Bagaimana, Nisa?” tanya Emir kemudian.

Tak ada jawaban terdengar dari balik hijab.

“Emir, apa yang kamu lakukan sudah benar. Hanya saja waktunya tidak tepat,” sang Ustadz akhirnya angkat bicara.

“Maksud Ustadz?”

“Keluarga Nisa tidak bisa menerima lamaranmu.”

“Mengapa?”

“Sebab seminggu yang lalu, Ayah Nisa baru saja menerima lamaranku!” jawab Ustadz mantap.

Wajah Emir langsung tertunduk. Kucoba menguatkan dengan memegang erat pundaknya.

“Sepertinya, perasaanku telah memanipulasi mimpiku, Wan!” Kalimatnya terdengar lirih.


Baca Juga Flash Fiction Lainnya :

49 respons untuk ‘[FF250Kata] Manipulasi Mimpi

  1. -n- Januari 7, 2015 / 05:17

    Sering terjadi: perasaan memanipulasi mimpi.

  2. ajenangelinaa Januari 7, 2015 / 05:22

    huahahahahahaha
    makanya Mas jangann asal percaya mimpii :v

    • jampang Januari 7, 2015 / 10:01

      iya… mimpi kan bunga tidur

  3. musayka Januari 7, 2015 / 06:35

    hmmm sama seperti saya hehehe

    • jampang Januari 7, 2015 / 10:01

      salah nafsirin mimpi?

      • musayka Januari 7, 2015 / 17:20

        salah nafsirin kenyataan hehehe

      • jampang Januari 7, 2015 / 21:37

        ealah. kalau udah nyata mah nggak usah ditafsirin lagi 😀

      • ayanapunya Januari 7, 2015 / 09:04

        makanya rada bingung nih si aku ini siapa

      • pitaloka89 Januari 7, 2015 / 09:06

        Iya, nunggu yang punya aja…. 😀

      • jampang Januari 7, 2015 / 10:06

        sudah saya edit, mbak

      • jampang Januari 7, 2015 / 10:06

        panggilan si emir kepada kedua orang itu kan beda. satu manggil ustadz, satunya manggil dengan sebutan “wan”

        cuma untuk memperjelas saya edit sedikit 😀

      • jampang Januari 7, 2015 / 10:09

        😀

      • jampang Januari 7, 2015 / 10:05

        beda, mbak. itu saya edit sedikit

    • jampang Januari 7, 2015 / 10:02

      iyah. dilamar ustadz

  4. Orin Januari 7, 2015 / 07:20

    Ah…iya,mimpi memang terkadang memanipulasi ya 😦

    • jampang Januari 7, 2015 / 10:03

      kalau sudah ada perasaan atau pikiran yang kuat, bisa jadi, teh

  5. limaumanes Januari 7, 2015 / 08:14

    yah.. yah.. sabar ya 😀 nanti pasti ketemu nisa yang lainya

    • jampang Januari 7, 2015 / 10:04

      masih banyak perempuan lain…. 😀

  6. chocoStorm Januari 7, 2015 / 09:24

    Jiahahahaha …. bukan pengalaman pribadi kan, OmJee? 😆

    • jampang Januari 7, 2015 / 10:07

      😀
      saya nggak kalah cepet koq oma 😀

  7. nengwie Januari 7, 2015 / 09:43

    Jd si aku itu siapa..?? Pak Ustadz..?? Kejutannya dimana ini…??

    • jampang Januari 7, 2015 / 10:08

      beda teh. kejutannya. si emir sudah terbawa perasaannya. harusnya dia menafsirkan mimpi jangan melamar Nisa, tapi ternyata dia menafsirkannya lain 😀

      • nengwie Januari 7, 2015 / 14:01

        Achsoooo…..

      • jampang Januari 7, 2015 / 21:38

        😀

  8. chiemayindah Januari 7, 2015 / 10:33

    Oalah….. *pukpuk Emir* Eh, bukan mahram 😀

  9. Ie Januari 7, 2015 / 11:02

    waduh… 🙂

  10. dianryan Januari 7, 2015 / 12:07

    cup cup cup..*elus2 emir* #Eh

  11. Adi Setiadi Januari 7, 2015 / 14:20

    mimpi dan perasaan sering saling memanipulasi

  12. Attar Arya Januari 7, 2015 / 15:37

    Terlambat sudaaah, kau dataaaang… padakuuu… 😀

    • jampang Januari 7, 2015 / 16:50

      iya… terlambat 😦

    • jampang Januari 7, 2015 / 21:38

      namanya juga usaha 😀

  13. junioranger Januari 8, 2015 / 06:50

    *nyari pegangan* bayangin jadi emir pengen pingsan. Makjleb

    • jampang Januari 8, 2015 / 08:11

      kalau pengen pingsan jangan nyari pegangan, nyari tempat yang empuk aja biar nggak sakit 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s