Sabiq’s Diary : Membuat Akta Kelahiran

akta-kelahiran

Dalam hal administrasi kependudukan, mungkin salah satu kewajiban orang tua adalah membuatkan akta kelahiran untuk sang buah hati. Lebih cepat, lebih baik. Sebab, jika sudah melewati dua bulan dari tanggal kelahiran, proses pembuatan akta harus melewati pengadilan terlebih dahulu. Bahkan ada denda yang harus dibayar sebesar satu juta rupiah atau sesuai dengan ketentuan masing-masing daerah. Ketentuan tersebut berlaku sejak Bulan Juni 2007.

Selain sebagai salah satu bukti identitas, akta kelahiran nantinya akan dibutuhkan anak untuk beberapa keperluan semisal pembuatan KTP, Kartu Keluarga, pendaftaran sekolah, untuk pendaftaran pernikaan di KUA, pembuatan paspor, dan sebagainya.

Minggu lalu, saya baru melengkapi dokumen atau berkas yang disyaratkan untuk pembuatan akta kelahiran Sabiq. Dokumen-dokumen tersebut berupa fotokopi surat nikah, fotokopi surat keterangan lahir dari rumah sakit, surat keterangan lahir dari kelurahan, fotokopi KTP, dan surat kuasa.

Saya tidak mengurus sendiri pembuatan akta ini, melainkan melalui pihak rumah sakit tempat Sabiq lahir. Tentunya ada biaya yang harus saya keluarkan sebagai pengganti tenaga dan waktu. Kalau dihitung-hitung, jumlah uang tersebut kurang lebih sepertiga dari yang pernah ayah dan ibu saya keluarkan ketika membuat akta kelahiran untuk pembuatan paspor dalam rangka umrah beberapa waktu yang lalu. Mungkin besarnya biaya tersebut karena ada permintaan agar proses penyelesaiannya dipercepat untuk menyesuaikan jadwal pembuatan paspor.

Proses penyelesaian pembuatan akta kelahiran, berdasarkan UU No. 23 tahun 2006, adalah selama 30 hari kerja. Berdasarkan acuan waktu tersebut, pihak rumah sakit menjanjikan akta kelahiran untuk Sabiq akan selesai dalam jangka waktu satu setengah bulan. Jika lebih cepat, saya akan dikabari oleh pihak rumah sakit.

Awalnya, saya berniat membandingkan biaya yang saya keluarkan untuk pembuatan akta kelahiran melalui rumah sakit atau dengan bantuan Pak RT. Mana yang lebih murah, itulah yang akan saya ambil.

Ketika saya datang ke rumah Pak RT untuk meminta surat pengantar ke kelurahan, saya diterama Bu RT, sebab Pak RT sedang keluar rumah. Setelah saya menanyakan apakah Pak RT bersedia membantu, ternyata saya diminta mengurus sendiri saja oleh Bu RT. Agar saya tahu prosesnya seperti apa. Jadilah saya mengurus sendiri ke kelurahan.

Setelah mendapatkan surat pengantar dari Bu RT, saya ke rumah Pak RW untuk meminta cap dan tanda tangan, baru kemudian ke kelurahan.

Di kelurahan, menurut petugasnya, lamanya proses untuk pembuatan surat keterangan lahir dan penambahan anggota keluarga baru, butuh waktu empat jam dan satu hari (jika saya tidak salah ingat). Tetapi saya diminta datang keesokan harinya siapa tahu dokumen sudah selesai.

Saya tidak datang keesokan harinya. Saya sudah berprasangka buruk bahwa prosesnya akan ditunda-tunda, karenanya saya baru datang empat hari kemudian.

Empat hari kemudian, saya datang mengambil dokumen. Untuk kartu keluarga, saya harus meminta tanda tangan dan cap ketua RT. Baru kemudian kembali lagi ke kelurahan untuk mendapatkan tanda tangan dan cap lurah.

Begitu saya kembali ke kelurahan, ternyata terjadi pergantian pejabat lurah. Alhasil, saya haru menunggu lagi selama tiga hari.

Tiga hari berikutnya, tepatnya hari Jum’at kemarin, tanggal 9 Januari 2014, saya sudah menerima kartu keluarga yang sudah sah dan langsung saya sampaikan ke rumah sakit untuk segera diproses bersama dengan berkas lainnya.

Sekarang, saya tinggal menunggu kabar dari rumah sakit. Mudah-mudahan prosesnya lancar.

Ada yang punya pengalaman yang sama? Lebih mudah atau lebih sulit untuk membuat akta kelahiran untuk anak?


Tulisan Terkait Lainnya :

22 thoughts on “Sabiq’s Diary : Membuat Akta Kelahiran

  1. limaumanes Januari 12, 2015 / 12:56

    Semenjak kebakaran blum buat lagi akta kelahiran. Ribet. Karena syaratnya ngk lengkap haha

    • jampang Januari 12, 2015 / 13:05

      pake tambahan surat keterangan kehilangan mungkin bisa bikin ulang dokumen lain

  2. dani Januari 12, 2015 / 13:21

    Saya dulu buat akta anak saya juga lewat rumah sakit Bang. Ga tahu berapa lama jadinya karena baru diambil setelah beberapa minggu. Huehehe..

    • jampang Januari 12, 2015 / 13:24

      untuk syaikhan juga saya buatkan di rumah sakit, mas. emang nggak terlalu lama juga seh. masih dalam waktu yang wajar

  3. naniknara Januari 12, 2015 / 14:14

    Kayaknya undang2 yang mengatur bahwa selepas 3 bulan belum membuat akte harus lewat pengadilan dan kena denda 1 juta sudah tidak berlaku lagi deh. Dulu kan banyak yang memprotes aturan itu.

    • jampang Januari 12, 2015 / 14:57

      iya kah?
      cuma teman istri ada yang melalui pengadilan, mbak. tahun 2014 kayanya

      • naniknara Januari 12, 2015 / 15:09

        Pasal 32 ayat 2 UU No 23 tahun 2006 bunyinya gini : “(2) Pencatatan kelahiran yang melampaui batas waktu 1 (satu) tahun sebagaimana dimaksud pada
        ayat (1), dilaksanakan berdasarkan penetapan pengad
        ilan negeri. ”

        Kemudian ada UU no 24 tahun 2013 tentang perubahan atas UU no 23 tahun 2006.
        Pasal 32
        (1) Pelaporan kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) yang melampaui batas waktu 60 (enam puluh) hari sejak tanggal kelahiran, pencatatan dan penerbitan Akta Kelahiran dilaksanakan setelah mendapatkan keputusan Kepala
        Instansi Pelaksana setempat.
        (2) Dihapus
        .(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan
        tata cara pencatatan kelahiran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Presiden.

        Jadi seharusnya tidak lewat pengadilan sejak 2013

      • jampang Januari 12, 2015 / 15:16

        wah terima kasih informasinya, mbak.
        berarti pihak rumah sakit belum update peraturannya donk yah

  4. zilko Januari 12, 2015 / 14:49

    Wah, baru tahu ada denda apabila aktanya tidak segera diurus… .

    • jampang Januari 12, 2015 / 15:00

      cuma kata komentar lain katanya peraturan denda itu sudah nggak berlaku.

      sementara istri cerita kalau temannya ada yg proses melalui pengadilan. cuma nggak cerita soal dendanya

  5. Dinar Zul Akbar Januari 12, 2015 / 21:18

    Pengalaman sy sih
    *Skip
    *Skip
    *Skip

    Nah,.kayak gitu dah

    • jampang Januari 12, 2015 / 21:24

      lho… emang dulu bukannya
      begini
      begitu
      begini
      begitu

      ???

  6. rinasetyawati Januari 13, 2015 / 13:13

    Dulu waktu anak saya sih enggak lama, kalau enggak salah sekitar seminggu, sewaktu kontrol ke RS sekalian ambil akta

    • jampang Januari 13, 2015 / 13:54

      itu akta atau surat keterangan lahir, mbak? kalau surat keterangan lahir, beberapa hari setelah melahirkan juga bisa diambil asal sudah ada namanya

  7. syifna Januari 13, 2015 / 19:26

    hehehe aku blm nikah, blm pny anak juga, jadi nggak tau
    baca ini jadi tau deh, aku jg baru tau malah ada surat keterangan lahir jg yaa hehehe

    • jampang Januari 13, 2015 / 20:56

      sepertinya setiap rumah sakit akan membuatkan surat keterangan lahir, mbak

  8. vivi Januari 14, 2015 / 11:33

    dulu ngurus akta kelahirannya Haziq dengan pak RT. pokoknya kita terima jadi. biayanya juga ringan. pelayanan prima nih pak RT nya 🙂

    • jampang Januari 14, 2015 / 14:35

      mantap lah itu 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s