Sabiq’s Diary : Imunisasi dan Napas Grok-grok

sabiq - 2015-01-10

Hari Kamis, tanggal 15 Januari 2015, Sabiq kembali diimunisasi. Hepatitis lanjutan. Jadwal seharusnya sebagaimana tertulis dalam paspor kesehatan Sabiq adalah tanggal 6 Januari. Namun karena menunggu selesai masa nifas umminya, akhirnya digeser. Setelah empat puluh hari, ternyata masa nifas Ummi Sabiq belum selesai juga.

Dari pelajaran fiqih yang pernah saya dapat ketika duduk di bangku sekolah dasar, paling cepat selesainya masa nifas adalah sekejap atau seketika. Umumnya empat puluh hari. Sementara paling lama adalah enam puluh hari.

Saat imunisasi Hepatiatis Lanjutan, usia Sabiq empat puluh dua hari. Berat badan Sabiq mengalami kenaikan sekitar 800 gram dibandingkan saat imunisasi pertama, menjadi 3685 gram. Namun menurut dokter, seharusnya kenaikan berat badan Sabiq adalah 1 kilogram dibandingkan berat badabbta saat lahir. Saran dokter, Intensitas mnyusui Sabiq harua ditambah. Begitu pula dengan porsi makan umminya.

Selain ingin mengetahui berat badan Sabiq yang saya perkirakan bertambah sebab agak lebih berat ketika digendong, saya juga ingin mengetahui panjang tubuh Sabiq. Jika dilihat dengan mata, sepertinya tubuh Sabiq sudah bertambah panjang dibandingkan sejak lahir. Ketika saya ukur menggunakan alat ukur di rumah, panjang tubuh sabiq sekitar 57 cm. Bertambah 7 cm dibandingkan saat lahir. Sayangnya, saya lupa meminta suster atau dokter untuk mengukur panjang tubuh Sabiq. Mungkin di lain kesemepatan.

Secara keseluruhan, Sabiq sehat. Hanya saja adakalanya napas Sabiq bermasalah, bunyi grok-grok terutama ketika habis minum ASI.

Sebelum datang ke dokter, saya menyempatkan googling untuk mengetahui penyebab napas Sabiq seperti itu dan apakah kondisi tersebut membahayakan. Berikut adalah salah satu artikel yang saya dapatkan yang saya pikir cukup memberikan penjelasan mengenai kondisi yang dialami Sabiq.

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai bayi atau anak dengan napas terdengar grok-grok yang biasanya menjadi keluhan bagi orangtuanya. Bila ini terjadi pada bayi usia muda, tidak jarang dilontarkan tudingan bahwa pada saat kelahiran, penolong persalinan tidak bersih mengeluarkan lendir bayi. Ini tudingan yang keliru, karena jika memang dalam pertolongan terhadap bayi saluran napasnya tidak bersih, maka bayi akan sesak hebat dan mungkin tidak bisa bertahan hidup.

Apa sebenarnya yang menyebabkan suara grok-grok tersebut?

Dalam keadaan normal, dinding saluran napas kita menghasilkan cairan lendir yang banyak fungsinya. Salah satu fungsi utama adalah untuk pertahanan saluran napas yaitu untuk memerangkap zat asing yang terbawa dalam udara yang kita hirup yang berpotensi menimbulkan gangguan saluran napas. Lendir ini kemudian akan dibawa keluar oleh suatu mekanisme seperti ban berjalan yang disebut bersihan mukosilier (mucociliary clearance).Bersihan mukosilier ini dapat diibaratkan seperti petugas kebersihan (cleaning service) di saluran napas kita.

Lendir yang dibawa dari saluran napas bawah ini kemudian akan sampai di tenggorokan, dan kita telan secara tidak sadar. Bila jumlah lendir ini lebih banyak daripada biasa, maka akan merangsang refleks batuk, dan kita akan batuk yang tujuannya untuk mendorong gumpalan lendir keluar. Jadi bersihan mukosilier dan batuk merupakan pasangan mekanisme pertahanan saluran napas yang sangat efektif dan bermanfaat. Anugerah dari Tuhan untuk kita.

Jika tidak ada kedua mekanisme tersebut maka kita akan ‘tenggelam’ dalam lendir kita sendiri. Pada bayi baru lahir petugas kebersihan ini belum begitu terampil dalam melaksanakan tugasnya, sehingga tersisa lendir dalam saluran napasnya. Suara udara napas yang melewati cairan lendir itulah yang menimbulkan suara grok-grok. Pada pasien yang mempunyai riwayat alergi dalam keluarga, ibu, ayah, atau anggota keluarga lain, keadaan ini dapat lebih nyata.

Bila pasien mempunyai kecenderungan timbul alergi di saluran napas maka produksi lendirnya akan lebih banyak. Pada pasien dengan keluhan grok-grok, untuk membersihkan lendir dalam jumlah yang normalpun masih kewalahan. Apalagi bila produksinya di atas normal, makin kewalahan bersihan mukosiliernya, dan makin keras suara grok-groknya.

Keadaan ini akan diperparah bila ada hal-hal tertentu yang merangsang produksi lendir lebih banyak lagi, misalnya asap rokok, bulu binatang, debu rumah, dan tungau debu rumah di dalamnya. Debu dan tungaunya banyak terdapat antara lain dalam karet bulu, boneka bulu, korden yang lama tidak dicuci.

Jadi, berbahayakah suara napas grok-grok?

Seperti dijelaskan di depan, suara grok-grok timbul karena adanya lendir yang banyak di saluran napas bayi dan anak. Dengan demikian napas grok-grok tidak berbahaya. Yang perlu dilakukan adalah mencari apakah ada hal-hal yang dapat memperparah keluhan tersebut. Jika ada maka harus diusahakan semaksimal mungkin untuk menghindarinya.

Penulis: Darmawan B Setyanto (UKK Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia)

sumber : http://idai.or.id/

Setelah konsultasi, dokter menyarankan agar Ummi Sabiq berhenti dahulu mengonsumsi telur dan sea food untuk mendeteksi apakah Sabiq mengalami alergi atau tidak. Perkembangannya dapat dilihat dalam jangka waktu seminggu ke depan. Namun yang jelas, apa yang dialami oleh Sabiq bukanlah hal yang membahayakan dirinya. Itu yang terpenting. Alhamdulillah.


Tulisan Terkait Lainnya :

13 thoughts on “Sabiq’s Diary : Imunisasi dan Napas Grok-grok

  1. zizadesita Januari 17, 2015 / 21:43

    Selamat menikmati masa menyusui buat mb Minyu, semoga lancar, insyaAllah sehat terus ibu dan bayinya.
    Selamat menjadi Bapak Pendukung ASI ya Bang, semakin di dukung, ASI insyaAllah semakin lancar lhooo..

    • jampang Januari 18, 2015 / 09:41

      insya Allah. alhamdulillah, ASI lancar dan Sabiqnya mau

  2. buzzerbeezz Januari 17, 2015 / 22:36

    Kalau anakku usianya pas 1 bulan besok. Senin jadwalnya imunisasi. 😀

    • jampang Januari 18, 2015 / 09:42

      nggak jauh beda dengan sabiq usianya 😀

  3. limaumanes Januari 17, 2015 / 22:58

    Sabiq expresinya dapet banget haha

  4. zilko Januari 18, 2015 / 02:06

    Yang penting semuanya sehat ya 😀 .

    • jampang Januari 18, 2015 / 09:43

      iya, mas. alhamdulillah

  5. Emaknya Benjamin Januari 18, 2015 / 04:15

    Anakku terkadang nafasnya juga ngrok gitu bang. Untunglah berarti ga bahaya ya, soalnya mamaku bilang ga bersih dikeluarkan lendir ketika lahiran.

    • jampang Januari 18, 2015 / 09:44

      iya, mbak. di artikel yang saya kutip sepertinya cukup menjelaskan kalau anggapan itu kurang tepat

  6. dani Januari 18, 2015 / 22:23

    Semoga segera sembuh ya Bang grok-groknya Sabiq. Memang tidak terlalu bahaya sih seinget saya. Asalkan anaknya ceria dan gak rewel terus aja. Ekspresinya lucu banget Bang.

    • jampang Januari 19, 2015 / 05:15

      aamiin. terima kasih, mas.
      dokter juga belum menganjurkan pengobatan. cuma dicek apakah penyebabna alergi atau bukan.
      ekspresi bayi emang lucu semua kayanya 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s