[FF250Kata] Benar Tapi Dusta

ff250kata-kritik-sosial-drama

“Aku sudah tahu maksud dan tujuanmu datang ke sini,” ucap Mbah Jambrong sesaat setelah Kaslan duduk di hadapannya. “Kamu ingin tahu siapa pencurinya, kan?”

“Be…nar, Mbah,” rasa terkejut Kaslan membuat jawabannya terbata-bata.

Gila! Benar-benar dukun yang hebat. Jika Mbah Jambrong bisa tahu maksud dan tujuanku, dia pasti bisa mengetahui siapa yang telah mencuri handphone dan kameraku dengan mudah. Kaslan membatin.

“Tunggu sebentar!” pinta Mbah Jambrong.

Mbah Jambrong memindahkan sebuah baskom berisi air dan kembang tujuh rupa di samping kanannya ke hadapan Kaslan. Tak lama kemudian, mulut Mbah Jambrong mulai komat-kamit membaca mantra. Sementara Kaslan duduk memperhatikan apa yang dilakukan Mbah Jambrong tanpa berkedip.

“Hmmm….” Mbah Jambrong bergumam. “Lelaki… muda… tinggi… kulit sawo matang… rambut keriting. Itulah ciri-ciri orang yang mengambil barang-barang milikmu. Hanya itu yang bisa kusampaikan kepadamu.”

“Terima kasih, Mbah!”

Kaslan bangkit dari tempat duduknya dan keluar meninggalkan tempat Mbah jambrong.

*****

“Joko!” Teriak Kaslan memanggil salah seorang tetangganya yang lewat di depan rumahnya.

“Iya, Mas.”

Tanpa basa-basi, Kaslan langsung memegang kerah baju Joko. “Mana barang-barangku yang kau curi?”

“Apa-apaan ini, Mas?” tanya Joko kebingungan.

“Jangan banyak tanya! Kamu yang mencuri handphone dan kameraku, kan?”

“Tidak, Mas. Aku tidak mencuri!”

“Mana ada pencuri yang mau mengaku! Cepat kembalikan!”

“Sungguh, Mas. Bukan aku pencurinya!”

Amarah Kaslan memuncak. Tangan kanannya sudah siap menghantam wajah Joko.

“Maling! Bapak, ada maling!”

Kaslan memalingkan wajahnya ke sumber suara. Dilihatnya Narti, putri sulungnya, meneriaki seorang lelaki yang berlari kencang dari arah dalam rumahnya sambil membawa sebuah laptop. Ciri-ciri lelaki itu persis seperti yang disebutkan Mbah Jambrong.


Baca Juga FF250Kata Lainnya :

24 thoughts on “[FF250Kata] Benar Tapi Dusta

  1. zilko Januari 22, 2015 / 06:36

    Hahaha, yaa, Mbah Jambrongnya memberikan ciri-ciri yang amat general dan sebenarnya tidak terlalu membantu ya. Sama aja seperti menyebutkan orang Belanda yang ciri-cirinya kulit putih, tinggi, rambut kuning. Yaaa, itu mah sama sekali nggak membantu dah, haha 😛 .

    • jampang Januari 22, 2015 / 07:51

      karena dukun emang nggak layak dipercaya. dibaliknya ada setan yang bertujuan untuk mengganggu manusia keluar dari kepercayaannya kepada Tuhan. dalam kasus di atas, misi si setan adalah mengadu domba dan sembarangan menuduh tanpa dasar

      • dani Januari 23, 2015 / 15:45

        Mau komen hal yang sama Bang. Dukun kok dipercaya. Hihihi

      • jampang Januari 23, 2015 / 16:06

        iya, mas. kalau mau kaya minta ke dukun, mestinya itu dukun udah jadi orang kaya duluan 😀

  2. gegekrisopras Januari 22, 2015 / 06:45

    Berburuk sangka itu tidak baik, saudaraaa.. tp kalo kasusnya kya gini ya susah juga sih

    • jampang Januari 22, 2015 / 07:51

      ya harusnya jangan datang ke dukun 😀

    • jampang Januari 22, 2015 / 07:52

      jadi korban si dukun

    • jampang Januari 22, 2015 / 16:28

      percaya. tapi ternyata salah, kan?
      mudah2an nggak ada yang percaya lagi sama dukun

  3. Ryan Januari 22, 2015 / 19:48

    Itu Kaslan datang barengan Joko mas? Ada nama Joko disebut di tengah. Bingung jadinya.

    • jampang Januari 22, 2015 / 20:29

      ada miss sepertinya. datang sendiri. terus kaslan mengira joko pencurinya karena ciri2nya sama. ternyata salah. orang lain yg mencuri.

      pesan moralnya seh : jangan percaya sama dukun

  4. junioranger Januari 24, 2015 / 06:31

    Kemalingan dua kali yaaa. Hhhh

    • jampang Januari 24, 2015 / 09:35

      yup. dan salah nuduh juga

    • jampang Januari 24, 2015 / 21:34

      untung nggak sampe dipukul 😀

  5. chocoStorm Januari 26, 2015 / 08:39

    Lalu Joko pun bernyanyi,
    “Tuduhlah akuuu sepuas hatimuuu …” 😆

    • jampang Januari 26, 2015 / 10:04

      dangdut mode on 😀

  6. Anindita Hendra Januari 26, 2015 / 18:18

    Yaaah kasian Joko. Btw, malingnya berani bener ya, Om. Nyuri di waktu penghuni rumah masih terjaga. 😀

    • jampang Januari 26, 2015 / 21:14

      maling sekarang kan nekat-nekat, mbak 😀

  7. ajenangelinaa Januari 27, 2015 / 08:23

    ahahahahaha
    makanya jangan percaya dukunnnn XD

  8. jan Februari 5, 2015 / 13:09

    “….Mbah Jambrong memindahkan sebuah baskom berisi air dan kembang tujuh rupa di samping kanannya ke hadapan Joko…..”

    bukannya yang ke dukun kaslan?

    • jampang Februari 5, 2015 / 14:35

      😀
      iyah. salah. terima kasih koreksinya

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s