[FF250Kata] Selamat Tinggal

father-son

Sepasang mata itu terus memperhatikan gerak-gerikku. Desakan amarah di dada pemiliknya menjadikan keduanya memerah. Sementara di dalam gendongannya, seorang anak lelaki sedang memainkan mobil-mobilan di tangannya. Dia anakku. Usianya satu tahun sepuluh bulan.

Kukenakan tas ransel berwarna hitam ke punggungku. Semua barang milikku sudah kumasukkan ke dalamnya. Tekadku sudah bulat. Aku akan meninggalkan rumah ini. Aku sudah tak menemukan kehangatan dan kasih sayang lagi di dalamnya.

Kupandangi wajah anakku. kuharap, ini bukan kali terakhir aku melihat wajahnya. Namun sekarang, aku harus meninggalkannya. Kukecup kening dan kedua pipinya.

“Maafkan Papa, Nak! Papa tidak bisa menjadi ayah yang baik untukmu. Papa juga tak bisa lagi menemani dan bermain bersamamu. Papa akan pergi. Selamat tinggal, Nak!”

Entah dia mengerti atau tidak dengan ucapanku. Namun, sedetik setelah kalimatku berakhir, dia memanggilku. “Papa!”

Tatapan kedua mata beningnya seolah-olah memintaku untuk tidak pergi. Mataku basah akibat desakan air mata yang nyaris tak terbendung. Kubalikkan badanku dan melangkah meninggalkannya.

“Papa!” Panggilnya lagi. Kali ini disertai dengan tangisnya. Aku berhenti sejenak tanpa menoleh ke belakang.

Tak ingin berlama-lama mendengar tangisannya yang menyayat hati, kupercepat langkahku. Aku tak kuasa lagi membendung air mataku yang mulai menyungai di kedua pipiku.

Aku pergi bukan karena tak lagi menyayanginya. Hanya saja aku tak bisa menjadi suami yang baik bagi ibunya.

Kuharap tak akan ada lagi bekas cubitan yang membiru di sekujur tubuh buah hatiku yang kerap kutemukan ketika menggantikan pakaiannya. Aku tak ingin dirinya menjadi pelampiasan kebencian ibunya kepada diriku. Lelaki yang menikahinya untuk menutupi aib atas kesalahan yang telah kami lakukan.


Baca FF250Kata Lainnya :

12 thoughts on “[FF250Kata] Selamat Tinggal

  1. Ryan Januari 22, 2015 / 05:16

    Sedih mas.

  2. dianryan Januari 22, 2015 / 16:41

    hua..kenapa jalan ceritanya sedih gitu sih mas 😦

    • jampang Januari 23, 2015 / 08:25

      selang-seling dengan yang lucu, mbak 😀

  3. esti kristikasari Januari 22, 2015 / 20:21

    Ngiluu

  4. dani Januari 23, 2015 / 15:51

    Sedihnya…

  5. junioranger Januari 24, 2015 / 06:35

    Si aku yang buat dosa atau si aku yang jadi penutup aib ya? Twistnya bikin aku bingung. Hehe

    • jampang Januari 24, 2015 / 09:35

      dua2nya bikin dosa. berhubungan sebelum nikah. alias berzina

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s