Berapa Jumlah Tabunganmu?

tabungan-harta

Sal, berapakah jumlah uang di tabunganmu?

Bukan. Aku menanyakan hal itu bukan karena aku ingin meminjam sepersekian dari uang tabunganmu. Alhamdulillah, kondisi keuangan keluarga kita cukup baik. Stabil. Jumlah penerimaan yang masuk masih lebih besar daripada jumlah biaya yang harus dikeluarkan.

Kamu mungkin masih ingat dengan prinsip yang aku pegang soal keuangan di rumah tangga kita. Uang yang merupakan milikmu seratus persen berada dalam penguasaanmu. Aku tak punya hak selembar pun atas uangmu. Kamu bebas menggunakannya untuk apa saja sesuai dengan kebutuhan dan keinginanmu. Kuyakin kamu pandai dalam mengatur keuangan. Sebab sesaat setelah kita menikah, kamu memperlihatkan isi buku tabunganmu.

Aku menanyakan jumlah tabunganmu dengan maksud untuk mengingatkan dirimu tentang kewajiban zakat atas harta yang kamu miliki. Seandainya jumlah tabungan milikmu sudah mencapai nishab emas atau perak dan sudah mencukupi masa haul, maka ada kewajiban zakat sebesar dua setengah persen dari hartamu itu yang harus ditunaikan.

Sal, nishab untuk emas adalah 20 mitsqal atau setara dengan 85 gram emas murni. Sementara nishab perak adalah 200 dirham atau setara dengan 595 gram perak. Sementara yang dimaksud haul adalah sudah mencapai satu tahun kepemilikan.

Sal, maafkan jika aku menanyakan jumlah tabunganmu. Mungkin dirimu kurang berkenan. Sebab hartamu dalam milikmu. Aku hanya ingin mengingatkan kewajiban yang harus kita tunaikan jika memang telah memenuhi syarat-syarat yang telah menjadi ketentuan dalam agama kita. Hartamu memang dalam penguasaanmu, tetapi dirimu menjadi tanggung jawabku.

Sebelum melakukan penghitungan, mungkin ada baiknya kamu menginventarisir emas, perak, atau jumlah uang yang kamu miliki, baik dalam bentuk tabungan, deposito, ataupun bentuk lainnya. Selanjutnya, kamu mengkonversikan semua itu ke dalam gram emas dan perak atau ke dalam rupiah. Jika total keseluruhan telah mencapai nishab emas atau perak, maka keluarkanlah zakatnya. Insya Allah hal itu akan membersihkan harta yang kita miliki dan kita bisa menjaring keberkahan di dalamnya.

Sal, aku pun akan melakukan hal yang sama.


Tulisan Terkait Lainnya :

20 thoughts on “Berapa Jumlah Tabunganmu?

  1. gegekrisopras Januari 30, 2015 / 20:29

    Emang penting sih ya begini2, apalagi zakat gitu lhooo. Ga pernah salah berbagi kepada orang yg membutuhkan 🙂

    • jampang Januari 30, 2015 / 21:31

      iya mbak. terkadang banyak yang getol untuk berinfaq atau sedekah, namun melalaikan zakat

  2. dani Januari 31, 2015 / 01:16

    zakat maal ini tahunan kan ya Bang? Asalkan di tahun itu memenuhi nishabnya pasti harus dizakati ya Bang?

    • jampang Januari 31, 2015 / 05:50

      haul zakat maal ada beberapa macam tergantung jenisnya, mas.

      kalau emas, perak, uang, binatang ternak, dan harta perniagaan haulnya adalah satu tahun qomariyah (hijriyah) bukan syamsiyah (miladiyah/masehi)

      kalau berupa hasil pertanian, haulnya setiap kali panen.

      kalau berupa barang temuan, haulnya saat ditemukan.

      seanjutnya selain sudah cukup haulnya, sudah memnuhi nishabnya baru dikeuarkan zakatnya

      • dani Januari 31, 2015 / 05:53

        iya maksud saya yang emas, perak dan yang segolongannya sih. karena saya gak tani 😀 dan kalo temuan kan memang waktu ditemukan ya. Makasih Ban..

      • jampang Januari 31, 2015 / 05:55

        sama-sama, mas dani

  3. zizadesita Januari 31, 2015 / 07:42

    Cara mengingatkan yang bagus.
    👍

  4. Firman Januari 31, 2015 / 20:39

    Nah, ini, kadang ‘zakat’ yg jadi kewajiban malah dilupakan (atau mungkin gak sengaja lupa). Kayaknya emang perlu ya suami-istri saling tau jumlah tabungannya masing2 agar bisa saling mengingatkan, seperti diatas misalnya.

    • jampang Januari 31, 2015 / 22:59

      nggak harus tahu jumlahnya juga seh, cuma diingatkan. sebab bayar zakatnya kan masing-masing. tapi kalau ada keterbukaan di antara keduanya dan ada kesepakatan sepertinya nggak masalah

      • Firman Februari 1, 2015 / 00:07

        justru lebih bagus kan.. tapi ribet juga sih, tiap bulan ngitungin. 😀

      • jampang Februari 1, 2015 / 06:10

        😀
        masing-masing keluarga punya kesepakatan sendiri-sendiri

  5. vivi Februari 18, 2015 / 15:36

    bang, kalau emas yang digunakan jadi perhiasan masuk hitungan juga kah untuk dibayarkan zakatnya?

    • jampang Februari 18, 2015 / 15:53

      yang saya tahu, hanya emas yang disimpan saja yang dizakatkan. sedangkan kalau untuk perhiasan selama beratnya normal2 saja, tidak diperhitungkan cuma saya belum menemukan dasar yang dijadikan pegangan pendapat tersebut.

      wallaahu a’lam.

      • vivi Februari 18, 2015 / 16:48

        bang nanya lagi, misal hitungan emas belum sampe 85 gram tapi kalau ditambah tabungan di bank, jumlahnya nyampe, itu wajib zakat? atau emas dihitung sendiri, tabungan dihitung sendiri?

      • jampang Februari 18, 2015 / 16:58

        saya mengikuti pendapat yang digabungkan semuanya. sebab zakat emas itu pada dasarnya adalah dinar. dinar adalah mata uang zaman Rasulullah. nah, mata uang kita adalah rupiah. jadinya digabung, emas, perak, uang kas, uang tabungan, deposito, dan sejenisnya.

        wallaahu a’lam

  6. anotherorion Februari 20, 2015 / 11:55

    bates bawahe 85 gram emas 24 karat berarti yo mas?

    • jampang Februari 20, 2015 / 12:48

      insya Allah begitu, mas.
      ada pula pendapat yang menyandingkannya dengan nishab perak. sebab ada perbedaan nilai. nishab perak lebih rendah nilainya dibanding nishab emas

  7. faziazen Maret 22, 2015 / 17:25

    Berapa jumlah tabunganmu?
    Yang paling penting , ” berapa jumlah tabungan akhirat alias pahala?”

    • jampang Maret 23, 2015 / 07:34

      bener, mbak.
      cuma saya belum sampe situ mikirnya 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s