Sedekah Itu Ajaib

syaikhan-sedekah

Sedekah dapat dilakukan oleh setiap orang dan diberikan kepada setiap orang pula. Sedekah tak hanya dapat berupa materi, uang, atau benda berwujud lainnya, tetapi bisa pula berupa tenaga, waktu, ataupun pikiran.

Sedekah yang dilakukan oleh seseorang pasti akan berbuah kejaiban. Keajaiban yang mungkin akan berbeda bagi setiap orang. Sebab Allah Subhanahu Wa Ta’ala lebih mengetahui apa yang setiap hamba-Nya butuhkan. Keajaiban sedekah tak hanya terjadi kepada pelakunya, tetapi juga dirasakan oleh penerimanya.

Berikut ini adalah beberapa keajaiban sedekah yang pernah saya rasakan, baik sebagai pelaku –mudah-mudahan pahalanya nggak hilang karena saya menuliskannya di sini—, maupun sebagai penerima.

..:: Keajaiban 1 : Mencegah Kehilangan

“Sedekah dapat menolak 70 macam bencana, dan yg paling ringan (diantara bencana itu) adalah penyakit kusta dan lepra,” (HR. Thabrani dalam Mu’jamul Kabir)

Sekitar tahun 2008, Ustadz Yusuf Mansur mengisi kajian di masjid kantor tempat saya bekerja. Materi yang diangkat beliau tentu saja terkait dengan sedekah.

Di akhir cermahnya, beliau menantang kepada para jama’ah siapa yang berani bersedekah saat itu. Caranya cukup unik, para jama’ah diminta untuk menuliskan nilai uang yang akan disedekahkan lalu menyerahkan kertas tersebut kepada panitia. Sementara uangnya tidak diserahkan hari itu dengan alasan untuk memberi kesempatan kepada para jama’ah yang mungkin tidak membawa uang sejumlah nilai yang akan disedekahkannya.

Saya tertantang. Saya beranikan diri untuk menulis nilai uang yang akan saya sedekahkan. Saya tulis angka Rp. 400.000. Ketika menulis angka tersebut di atas kertas, yang terlintas di dalam hati dan pikiran saya adalah balasan berupa jumlah berlipat ganda sebagaimana materi yang disampaikan oleh Ustadz Yusuf Mansur. Saya membutuhkan uang yang jauh lebih banyak jumlahnya dari Rp. 400.000 untuk proses kelahiran anak saya, Syaikhan.

Waktu pun berjalan. Tiba waktunya Syaikhan untuk lahir.

Lantas, apakah di saat-saat mendekati waktu kelahiran Syaikhan saya mendapat rezeki besar yang jumlahnya tujuh kali lipat, sepuluh kali lipat, atau seratus kali lipat dari jumlah uang yang saya sedekah beberapa waktu sebelumnya? Ternyata tidak. Saya tidak mendapatkan uang dengan jumlah yang saya inginkan ketika saya menyedekahkan uang sebesar Rp. 400.000.

Selanjutnya saya berpikir, mungkin balasan sedekah saya bukanlah dalam bentuk uang sebagaimana saya inginkan. Ada balasan yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan dalam wujud yang lain yang nilainya jauh lebih besar.

Ada dua bentuk balasan yang sebelumnya tidak saya perhitungkan. Pertama, berupa proses kelahiran Syaikhan secara normal. Seandainya proses kelahiran Syaikhan secara cesar, tentunya akan lebih besar biaya yang harus saya keluarkan. Kedua, Syaikhan terlahir dalam keadaan sehat dan sempurna. Seandainya saat itu kesehatan Syaikhan terganggu, pasti saya harus mengeluarkan biaya tambahan yang tak sedikit.

Terhindar dari sebuah kehilangan –baca : mengeluarkan jumlah uang yang lebih besar –merupakan salah satu bentuk rezeki. Sebuah bentuk balasan dari sedekah. Bukankah balasan dari sebuah sedekah adalah terhindar dari sebuah bala atau bencana? Jika saya hitung-hitung, total uang yang harusnya saya keluarkan seandainya Syaikhan lahir secara cesar dan mengalami gangguan kesehatan, jumlahnya berlipat ganda dari uang yang pernah saya sedekahkan.

..:: Keajaiban 2 : Balasan Materi

“Tidak akan pernah berkurang harta yang disedekahkan kecuali ia bertambah… bertambah… bertambah…” (HR. Al Tirmidzi)

Suatu ketika, seorang kawan yang berkantor beda lantai mengubungi saya melalui aplikasi gtalk. Setelah menyapa, kawan saya tersebut langsung mengutarakan maksud dan tujuannya. Meminjam uang saya sebesar satu juta rupiah. Saya sanggupi.

Saya tidak menyedekahkan uang saya sebesar satu juta rupiah kepada sang kawan. Sebab nantinya uang tersebut akan kembali kepada saya. Saya hanya menyedekahkan manfaat dari uang sejumlah satu juta kepadanya selama beberapa waktu.

Beberapa saat kemudian, kawan saya tersebut datang ke tempat saya. Transaksi pinjam-meminjam pun terjadi.

Keesokan harinya, seorang kawan saya yang lain menghubungi melalui aplikasi gtalk. Dia mengingatkan ada kegiatan rapat yang harus saya hadiri sekaligus meminta saya untuk mengajar sebuah kelas karena dosen yang semula ditugaskan berhalangan hadir.

Menjadi tenaga pengajar artinya saya akan mendapatkan penghasilan tambahan. Rezeki. Saya jadi bertanya-tanya, apakah rezeki tersebut merupakan balasan dari sedekah manfaat uang satu juta rupiah yang saya pinjamkan kepada kawan saya sebelumnya?

..:: Keajaiban 3 : Menyelamatkan Jiwa

“… dan engkau menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah.’” [HR. al-Bukhâri dan Muslim]

Suatu ketika saya sedang melaju di atas sepeda motor menyusuri Jalan Mampang Prapatan. Saya mengambil jalur paling kiri agar bisa terus melaju. Sebab sore itu arus kendaraan cukup padat, bertepatan dengan jam pulang kantor.

Tiba-tiba saya melihat seorang lelaki yang gelagatnya seperti ingin menyeberang jalan. Segera saya kurang laju sepeda motor saya.

Ternyata saya salah kira. Lelaki itu tidak bermaksud untuk menyeberang jalan, melainkan ingin menyingkirkan sebuah batu sebesa kepalan tangan yang berada di sisi jalan yang dilalui para pengedara sepeda motor.

Dengan apa yang dilakukannya, lelaki itu telah menyelamatkan disi saya dan juga pengendara sepeda motor di belakang saya. Saya membayangkan apa yang akan terjadi jika saya roda sepeda motor saya melindah batu tersebut. Sepeda motor saya akan oleng, saya akan kehilangan keseimbangan dan kemudian terjatuh. Jika terjatuh secara mendadak, pastinya pengendara yang berada di belakang saya akan terkejut dan belum tentu siap untuk mengurangi laju kecepatan kendaraannya. Jika itu yang terjadi, pastinya saya akan mengalami kecelakaan. Bahkan mungkin akan terjadi kecelakaan beruntun.

..:: Keajaiban 4 : menyenangkan hati

“Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah” (HR. Tirmidzi)

Saya berdiam di atas sepeda motor saya. Tatapan mata saya tertuju kepada seorang pemulung bermaksud untuk menyeberang. Penampilannya sama seperti pemulung lainnya. Ia berjalan sambil menggendong sebuah karung besar di punggungnya dan sebuah alat panjang dari besi di salah satu tangannya.

Satu hal yang membuatnya agak berbeda dengan pemulung yang biasa saya temui adalah sebuah senyum yang tiba-tiba terukir di wajahnya ketika pandangan matanya melihat keberadaan saya di hadapannya. Sebuah senyuman yang mungkin melambangkan kekuatan dan keteguhan hatinya ketika menghadapi beratnya beban hidup yang ditangungnya. Sebuah senyum yang bernilai sedekah dari seorang pemulung. Senyuman yang juga menentramkan dan menyenangkan hati saya sehingga saya mampu untuk membalas senyuman tersebut.

..:: Keajaiban 5 : Siapa saja bisa bersedekah

Seperti yang sudah disebutkan di aawal tulisan bahwa, sedekah tak selalu berupa uang atau materi. Sebab jika hanya berupa uang atau materi, maka hanya orang-orang yang kaya sajalah yang bisa melakukan sedekah. Nyatanya, pengertian sedekah tidaklah sempit. Perbuatan yang digolongkan sebagai sedekat tidaklah sedikit. Selain beberapa perbuatan yang saya sebutkan di atas, terdapat pula perbutan lain yang masuk dalam kategori sedekah.

“Setiap persendian manusia wajib bersedekah pada setiap hari di mana matahari terbit di dalamnya: engkau berlaku adil kepada dua orang (yang bertikai/berselisih) adalah sedekah, engkau membantu seseorang menaikannya ke atasnya hewan tunggangannya atau engkau menaikkan barang bawaannya ke atas hewan tunggangannya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang engkau jalankan menuju (ke masjid) untuk shalat adalah sedekah, dan engkau menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah.’” [HR. al-Bukhâri dan Muslim]

”Sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu banyak: tasbih, tahmid, takbir, tahlil (dzikir), amar ma’ruf nahyi munkar, menyingkirkan penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah sedekah.”[HR. Ad-Dailamy]

Wallaahu a’lam


Tulisan Terkait Lainnya :

36 respons untuk ‘Sedekah Itu Ajaib

  1. Dian Rustya Februari 3, 2015 / 15:28

    Adem banget baca postingan ini :’)
    bersedekah itu selain menyenangkan juga menenangkan.

    • jampang Februari 3, 2015 / 15:58

      alhamduillah…. terima kasih, mbak

  2. Fieni Yuniarti Februari 3, 2015 / 16:13

    setujuuuu…

  3. esti kristikasari Februari 3, 2015 / 16:30

    Yuk makin semangat bersedekah..!

    • jampang Februari 3, 2015 / 16:41

      tapi jangan lupa, ada sedekah yang wajib, yaitu zakat 😀

      • esti kristikasari Februari 3, 2015 / 17:17

        Siplah 🙂

      • jampang Februari 3, 2015 / 21:06

        😀

  4. dani Februari 3, 2015 / 16:33

    Makasih ya bang. Postingan blognya ini juga jadi sedekah ya Bang..

    • jampang Februari 3, 2015 / 16:41

      diniatkan begitu, mas. mudah2an bisa beneran jadi sedekah

  5. winnymarch Februari 3, 2015 / 16:33

    Pernah baca buku note from qatar yg menyuruh sedekah jg

    • jampang Februari 3, 2015 / 16:41

      saya belum baca buku itu, mbak

  6. zilko Februari 3, 2015 / 18:36

    Sedekah tidak harus selalu berwujud materi memang ya 🙂 .

    • jampang Februari 3, 2015 / 21:02

      iya, mas. tenaga juga bisa. berkata baik. senyum pun bisa menjadi sedekah

  7. aminocte Februari 3, 2015 / 18:37

    Jadi semakin termotivasi untuk bersedekah :). Terima kasih sudah berbagi pengalamannya, Mas 🙂

    • jampang Februari 3, 2015 / 21:03

      sama-sama, mbak. semoga bermanfaat

  8. Andik Taufiq Februari 3, 2015 / 19:27

    alhamdulillaah… terima kasih bang sharing nya

    • jampang Februari 3, 2015 / 21:03

      sama-sama, mas… semoga bermanfaat

  9. Zulham Efendi Februari 3, 2015 / 19:50

    sedekah itu tidak memiskinkan justru sebaliknya, banyak kisah dimana mereka bersedekah, semakin banyak bersedekah semakin murah rezkinya

    • jampang Februari 3, 2015 / 21:04

      betul sekali. insya ALLAH begitu

  10. Ryan Februari 3, 2015 / 20:12

    Sharing yang meneduhkan hati mas. Makasih sharingnya.

  11. Yudhi Hendro Februari 3, 2015 / 22:11

    Saya jg suka dengerin ceramahnya Ustadz Yusuf Mansyur, terutama tentang sedekah

    • jampang Februari 4, 2015 / 07:41

      beliau memang konsen di masalah sedekah, pak

  12. arip Februari 4, 2015 / 21:21

    Kalau saya pas lagi krisis finansial biasanya sedekahnya lebih gede ketimbang kalau lagi punya banyak rezeki.
    Y Allah ampunilah hamba-Mu ini yg mata duitan.

    • jampang Februari 5, 2015 / 05:52

      itu udah bagus donk. tinggal diatur lagi pas banyak rezeki

  13. faziazen Februari 5, 2015 / 11:16

    iya Bang..
    kadang orang mengira balasan sedekah hanya materi
    padahal bisa juga balasannya anak yang sehat, istri solehah, orangtua yang lengkap, dll

    • jampang Februari 5, 2015 / 11:53

      iya, mbak. betul sekali itu

  14. tinsyam Februari 5, 2015 / 11:58

    sedekah itu banyak bentuknya ya dan disedekahi juga banyak ragamnya ga mesti uang, juga kebaikan dan peringatan..

  15. Rivanlee Februari 6, 2015 / 22:38

    favorite!! selalu suka postingan mengenai sedekah 🙂

Tinggalkan Balasan ke Zulham Efendi Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s