#FFRabu – Mas Kawin

mas kawin

“Seratus gram?” tanyaku.

Dia hanya mengangguk pelan sebagai sebuah jawaban.

Aku tahu, mas kawin sebanyak itu bukanlah kemauan dirinya, tetapi keinginan dari kedua orang tuanya yang gila harta. Namun sebagai calon suami dan menantu, aku harus menunjukkan kemampuanku. Meski tak akan mudah, akan kupenuhi permintaan itu. Apa pun caranya. Aku tak ingin mengecewakan hati perempuan yang sangat kucintai dan sangat mencintaiku.

“Aku akan usahakan!” janjiku.

Pak Amir, ayah Ella, menghentakkan tangan kananku sebagai pertanda bahwa aku haru segera mengucapkan kalimat qabul.

“Saya terima nikahnya dan kawinnya, Ella binti Amir, dengan mas kawin berupa pehiasan emas seberat seratus gram, dibayar huuuuuutang!”


Baca Juga #FF100Kata Lainnya :

40 thoughts on “#FFRabu – Mas Kawin

  1. gegekrisopras Februari 11, 2015 / 23:25

    Untung cuma fiksi. Kalo beneran emak-bapak gue bs ngamuk kali 😆

    • jampang Februari 12, 2015 / 05:03

      😀
      jadi ya mas kawinnya jangan tinggi2 deh

  2. chiemayindah Februari 12, 2015 / 05:38

    Wahahahaha… Mintanya kebanyakan sih 😀

    • jampang Februari 12, 2015 / 05:52

      mau nggak mau harus nyicil deh 😀

  3. Pamela Fitrah Februari 12, 2015 / 05:42

    aduh 10gr aja cr duitnya setengah mati apalagi 100gr tp eh tp apa artinya 100gr kalo ngutang :p mending semampunya aja yg penting cash

    • jampang Februari 12, 2015 / 05:53

      harusya begitu. mahar dimurahkan oleh perempuan. tapi kemampuan dimaksimalkan oleh laki-laki

  4. Gara Februari 12, 2015 / 06:43

    Hihi… flash fictionnya bagus Bang! Unik. Semacam tidak bersepakat begitu sebelum nikahannya.

    • jampang Februari 12, 2015 / 12:57

      terima kasih 😀
      sebenarnya bukan tidak ada kesepakatan, tapi ada tuntutan

      • Gara Februari 12, 2015 / 13:03

        Oh… tuntutan orang tua, ya…

      • jampang Februari 12, 2015 / 13:20

        kurang lebih begitu

  5. linda Februari 12, 2015 / 07:32

    yang penting sah. hahahhahahahaha

    • jampang Februari 12, 2015 / 12:57

      iya seh. tetep sah 😀

  6. A. A. Muizz Februari 12, 2015 / 08:28

    Wanita yang baik adalah yang ringan maharnya. Tapi kalau yang minta mahar justru ortunya, gimana jadinya? Hahaha.

    • jampang Februari 12, 2015 / 12:59

      ya seperti cerita di atas jadinya 😀

  7. wiblackaholic Februari 12, 2015 / 09:37

    saya waktu diaceh dicomblangin dan dimintain mahar 100gr bang… 😀

    • jampang Februari 12, 2015 / 13:05

      di sanam bukannya pake ukuran mayam, mas?

      terus… terus…. mau?

      • wiblackaholic Februari 12, 2015 / 13:29

        iya, 30 mahyam… alias 99gram… ga jadi bang, syarat satunya rada berat, harus 2 tahun tinggal disana dulu baru boleh ngajak pindah ke (pulau) Jawa… 😀

      • jampang Februari 12, 2015 / 16:02

        wah iyah… lebih berat itu.
        😀

  8. Ummu Zukhrufa Februari 12, 2015 / 10:22

    Ngakak baca kata terakhirnya 😀
    *eh bukan pengalaman pribadi to?

    • jampang Februari 12, 2015 / 13:07

      tetu saja bukan 😛

  9. istiadzah Februari 12, 2015 / 12:03

    Ahahahaha kalau di tempatku sini, Mas, Kurdistan, anak perempuan itu jadi aset orang tua. Rata2 mereka emas 5 kg kalau mau “beli” anak mereka. Makanya, anak perempuan di sini dijagaaa bener kecantikannya. Makanya juga, nggak sedikit yang nikah sama perempuan dari luar Kurdistan, termasuk Indonesia. Hahaha.

    • jampang Februari 12, 2015 / 13:15

      waduh …. 5 kg?
      emasnya dari mana yah? kaya-kaya yan orang sana

  10. -n- Februari 12, 2015 / 12:29

    Mantappp, hahaha. Ngena banget nih! Aku dl maskawin apa ya? Duit sejuta, alat sholat…. Udah. Duitnya jg ditumpuk aja, nggak dilipet-lipet bentuk bunga sgala macem… (Klo kebanyakan model lipetan ntar malah ga bs dipake kan repot)

    • jampang Februari 12, 2015 / 13:20

      😀
      banyak di beberapa tempat yang menerapkan adat dengan menentukan mahar yang tinggi

  11. syifna Februari 12, 2015 / 14:09

    Aku pas baca terakhirnya sampe nganga hehehe, haaaaa huuutaang.
    maharnya yang ringan aja yang penting lunas :D, ngomong2 soal mahar, mahar yang bagus itu apa om hehehe ..

    • jampang Februari 12, 2015 / 16:04

      iya… hutang 😀

      kalau dari bentuk mungkin ya perhiasanlah. perempuan kan suka perhiasan.

      kalau yang mai oke itu mahar berupa benda yang menghasilkan pasiv income. misal rumah yang bisa dikontrakkan 😀

  12. Attar Arya Februari 12, 2015 / 14:26

    Yang penting banyak… hutangnya sebulan aja. 😀

    • jampang Februari 12, 2015 / 16:05

      berat kalau sebulan 😀

      • jampang Februari 13, 2015 / 10:51

        gimana kalau seumur hidup 😀

  13. faziazen Februari 17, 2015 / 05:14

    huakakak nice ending
    btw blognya tambah bagus..

    • jampang Februari 17, 2015 / 05:46

      terima kasih, mbak.

      soal blog, saya masih pengen nyari gambar header yang lebih bagus dan banner buat masing-masing kategori di halaman depan 😀

      • faziazen Februari 18, 2015 / 07:22

        diatur2 sendiri ya Bang
        saya masih gaptek hehehe

      • jampang Februari 18, 2015 / 08:20

        iya mbak. ngatur sendiri.

  14. capung2 Februari 23, 2015 / 08:10

    Sips.. yang penting akadnya sah dlu deh.. 😀

    • jampang Februari 23, 2015 / 08:28

      iyah. soal lunas belakangan. mungkin masih berharap restrukturisasi utang kali yah 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s