[Tour of Duty] Semarang, Hari Pertama

Pintu Gerbang Klenteng Sam Po Kong
Pintu Gerbang Klenteng Sam Po Kong

Senin, 9 Februari 2015

Sekitar pukul tiga pagi kurang beberapa menit, dengan menggunakan sepeda motor, adik saya mengantarkan saya ke Blok M. Rintik hujan yang masih turun sejak malam menemani perjalanan saat itu membasahi bagian lengan jaket saya yang memang tidak terlindungi jas hujan. Jaket tersebut tetap terasa basah ketika saya berada di dalam bus DAMRI hingga di pesawat. Kondisi yang menyebabkan saya merasa agak pusing di tengah harinya.

Sekitar pukul setengah empat, bus DAMRI mulai bergerak membelah jalan dan menembus rintik hujan di Jakarta. Tak banyak penumpang di dalam bus. Mungkin karena masih terlalu pagi atau karena cuaca yang kurang mendukung. Entahlah.

Ketika sang kondektur mulai bergerak meminta ongkos kepada para penumpang, saya persiapkan uang sebesar Rp. 35.000. Ternyata, ada kenaikan tarif sejak terakhir saya menggunakan jasa bus DAMRI. Tarif dari Blok M ke Bandara Soetta menjadi Rp. 40.000.

Perjalan ke bandara cukup lancar. Saya tiba di bandara sekitar pukul lima kurang beberapa menit. Setelah menunjukkan SMS berupa hasil checkin yang saya lakukan via web di malam sebelumnya, saya masuk ke ruang tunggu lalu shalat shubuh.

Saya baru pertama kali ini melakukan checkin via web sendiri. Biasanya selalu checkin di bandara. Dengan e-ticket yang saya terima via email, saya coba mengubah tempat duduk yang semula berada di dekat lorong menjadi di dekat jendela. Berhasil.

Saya memilih duduk dekat jendela agar bisa melihat pemandangan di luar pesawat dan jika memungkinkan mengambil gambar dengan kamera handphone yang akan saya aktifkan flight modenya nanti ketika di atas pesawat nanti. Ternyata, apa yang saya rencanakan tidak bisa saya wujudkan. Cuaca saat penerbangan tidak mendukung untuk bisa melihat-lihat pemandangan di luar pesawat. Jadilah saya hanya menikmati film yang tak mungkin selesai sebab waktu tempuh yang cukup singkat.

Karena cuaca yang kurang cerah tersebut juga, pesawat yang saya tumpangi mengalami guncangan beberapa kali. Melakukan penerbangan di saat cuaca hujan memang harus siap dengan kondisi seperti itu. Alhamdulillah, berkat doa istri dan keluarga, saya selamat sampai tiba di kota tujuan.

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam dengan pesawat, saya tiba di Surabaya sekitar pukul tujuh pagi. Setelah menunggu beberapa saat di Bandara Ahmad Yani, mobil yang menjemput saya dan atasan saya datang. Sebelum melaksanakan tugas, kami sarapan Soto Cak Man. Kehangatan kuah soto dengan posrsi yang tidak begitu besar cukup memberikan suntikan tenaga dan kehangatan bagi tubuh saya di pagi itu setelah sebelumnya sempat bermandikan rintik hujan.

Setelah beberapa lama tiba di kantor, tugas saya dan tim pun dimulai. Setelah pembukaan, acar dilanjutkan dengan penyampaian materi sosialisasi. Sebenarnya, saya mendapat jadwal keesokan harinya, di hari kedua, tetapi karena adanya permintaan dari anggota tim lain agar saya yang lebih dahulu menyampaikan materi, maka saya menjadi pemateri pertama di hari itu. Tugas saya selesai ketika waktu menunjukkan kurang lebih pukul dua belas siang.

melaksanakan tugas sebagai naa sumber
melaksanakan tugas sebagai nara sumber

Setelah menyelesakan tugas, tubuh saya terasa kurang enak. Pusing. Saya pikir ini akibat dari kehujanan di pagi hari saat berangkat ke Semarang. Mungkin juga karena lapar. Untungnya saat  berangkat, Minyu mengingatkan saya untuk membawa fresh care. Saya oleskan di begian pundak, leher, dan juga kening. Tak lupa saya memakan snack yang disediakan panitia karena merasa masih lapar meskipun sebelumnya saya sudah menghabiskan makan siang berupa nasi kotak. Alhamdulillah, cukup membantu. Beberapa saat kemudian saya merasa badan saya fit lagi.

Sekitar pukul enam belas sore, rangkaian acara di hari pertama sudah selesai. Sebelum kembali ke hotel, kami sepatkan megunjungi Klenteng Sam Po Kong. Mungkin karena hari sudah sore, suasana di dalam Klenteng Sam Po Kong tidak begitu ramai oleh pengunjung. Cukup dengan membayar tiket masuk seharga Rp. 3.000 per orang, kami bisa masuk dan bebas berfoto di dalam klenteng.

Setelah puas bernarsis ria di Klenteng Sam Po Kong, kami kembali ke hotel untuk istirahat sejenak untuk kemudian keluar lagi untuk mencari makan malam dan menyusuri jalan-jalan di Kota Semarang.

Saya dan tim makan malam di Rodjo. Saya memilih menu makanan berkuah dan hangat. Pilihan saya jatuh kepada Sop Iga. Lumayan. Rasanya cukup pas di lidah dan porsinya cukup pas di rongga perut saya.

Selanjutnya, kami sempat melewati, yap hanya lewat dan nggak mampir, beberapa tempat yang sebenarnya bisa dikunjungi dan mengambil beberapa foto. Di antaranya Lawang Sewu dan Kota Lama. Kami hanya menyempatkan mampir di Taman Srigunting dan mengambil foto di tempat tersebut.

Beberapa foto yang mendokumentasikan kegiatan saya dan tim pada hari pertama di Kota Semarang bisa dilihat di album “Klenteng Sam Po Kong dan Taman Srigunting” dengan mengklik gambar berikut :

album semarang di hari pertama


Tulisan Terkait Lainnya :

34 respons untuk ‘[Tour of Duty] Semarang, Hari Pertama

  1. zizadesita Februari 13, 2015 / 08:02

    Lhaaa, sempat lihat banjirnya ndak Bang?

    • jampang Februari 13, 2015 / 10:52

      belum banjir pas menuju lewat grogol, mbak. sore harinya pas lihat berita baru tahu kalau jakarta kebanjiran. mudah2an nanti pulang cuaca cerah, pesawat nggak delay, dab banjir udah surut

      • zizadesita Februari 13, 2015 / 17:19

        Amiinn. Salam untuk Semarang ya Pak Narsum.

      • jampang Februari 14, 2015 / 13:23

        saat tulisan ini siposting, saya sudah nggak berada di semarang, mbak 😀

  2. ayanapunya Februari 13, 2015 / 08:09

    sekarang bisa chek ini lewat web ya, mas? berarti kalau datangnya pas boarding mau ditutup bisa ya?

    • jampang Februari 13, 2015 / 08:27

      bisa, mbak. logikanya seh nggak masalah, kan kita sudah checkin dan sudah dapat boarding pass SMS. tapi ya jangan mepet2 datangnya lah… biar nggak panik 😀

  3. Gara Februari 13, 2015 / 09:17

    *lidah tergigit*
    Mas, dejepe toh? Oalah, ketemu keluarga instansi lagi di dunia blogger ini :hihi
    Sam Poo Kong asyik… bisa foto dengan kostum ala-ala Judge Bao juga di sana :))

    • jampang Februari 13, 2015 / 10:02

      yup. DJP.
      mas gara juga? di mana?

      lho… ada yah penyewaan kostum di situ? nggak tahu sayanya… 😦

      • Gara Februari 13, 2015 / 10:09

        Saya di setjen, Mas :hehe

        Ada, Mas, setelah pintu masuk itu, sebelum pelataran kan ada bangunan di kanan, dekat pendopo bergaya Tiongkok-Jawa, di situ :hehe, bayarnya 90k untuk beberapa kali pose (kalau bawa kamera sendiri lebih bebas lagi :hehe)

      • jampang Februari 13, 2015 / 10:55

        oooo…. lah, saya baru tahu. kemaren kalau nggak salah ada yang nawarin foto langsung jadi… mungkin itu termasuk kostumnya kali yah 😀

      • Gara Februari 13, 2015 / 11:00

        Sepertinya memang yang itu Mas…

  4. Ie Februari 13, 2015 / 10:18

    yaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh.. nggak ngabari… :p tahu gitu kan bisa kutraktir 😀

    *lah memange aku keponakannnya bang jampang :p

    • jampang Februari 13, 2015 / 10:57

      yah, telat yah? saya ingetnya mbak itu hotelnya di medan atau mana gitu, pas baca cerita waktu awal-awal baca tulisan mbak 😀

      • Ie Februari 16, 2015 / 09:46

        yaaaahhh.. saya di semarang bang 😀 lain kali kalo datang kabar2 ya.. 😀

      • jampang Februari 16, 2015 / 10:05

        oke… oke… insya Allah. deket dengan simpang lima, kah?

      • Ie Februari 16, 2015 / 13:10

        tidak terlalu dekat, tapi semarang kota yang lancar2 aja… jadi tidak ada yang terlalu jauh di sini 😀

      • jampang Februari 16, 2015 / 13:20

        iya seh. kemarin diajak muter, koq nemunya gedung dan bangunan itu-itu lagi 😀

      • Ie Februari 16, 2015 / 13:23

        sampokong, lawang sewu, masjid agung ya? Itu satu deret jalan besar. Dan biasanya tamu-tamu luar kota ya cuma ke situ2 saja… yah paling tambah kota lama dan gereja blenduk kalo pas nggak banjir :p

        kalo mau ke selatan bisa ketemu pagoda, dan candi gedong songo.

        😀

      • jampang Februari 16, 2015 / 13:45

        waktunya terbatas, mbak. jadi nggak bisa lama-lama. kota lama saya juga lewatin sebelum ke taman srigunting. gereja blenduk itu di sampingnya kan?

        tadinya mau ke brown canyon…. cuma nggak ada yang nganterin 😀

  5. rianamaku Februari 13, 2015 / 10:51

    Wah theme baru ya..

    Wah hebat malau badan kurang enak namun tanggung jawab tetap lancar.
    pas buanget tu kalau badan baru sedikit masuk angin enaknya makan makanan yang berkuah, pedas dan panas.
    bikin keringatan.

    • jampang Februari 13, 2015 / 10:57

      iya, mbak. makanya saya pilih makanan dan minuman yang hangat

  6. limaumanes Februari 13, 2015 / 11:16

    Sepertinya kamerany harus d upgrade :D. Pingin jadi nara sumber lagi. Macam pas kuliah dulu. Pasti asik

    • jampang Februari 13, 2015 / 11:24

      kamera handphone saya memang nggak bagus kalau kekurangan cahaya. jadi harus diedit2 sedikit untuk nambah cahaya

  7. Rivanlee Februari 14, 2015 / 08:13

    cieeh jadi pembicara nih, mas

    coba ke semarangnya sambil wisata kuliner, mas.. pegel2nya ilang

    • jampang Februari 14, 2015 / 13:24

      yang ditanyain sama teman di semarang juga gitu, udah nyobain kuliner apa aja di semarang 😀
      cuma saya nggak sempat menjelajah banyak lokasi… terbatas sama waktu

  8. alrisblog Februari 14, 2015 / 21:12

    Berangkat pagi subuh dari Blok M rada lancar, saya pernah cuma 30 menit ke Bandara Sutta. Sudah naik ya ongkos Damri Blok M – Bandara Sutta? Terakhir saya juga bayar 35k sekitar bulan Okt 2014. Wah mantap jadi narsum, bagi2 ilmu. Semakin dibagi semakin mantap.
    Salary dejepe baru naik ya kang, hehe…

    • jampang Februari 14, 2015 / 21:49

      iya. kemarin juga lumayan lancar.
      yup, sudah naik lagi dari 35.000 sebelumnya.

      entahlah… naik itu baru ketahuan kalau sudah masuk kantong eh, rekening 😀

  9. arip Februari 14, 2015 / 21:36

    Wah belum pernah naik pesawat euy, pengen ngerasain turbulensi itu kayak gimana tegangnya.

    • jampang Februari 14, 2015 / 21:53

      ngeri-ngeri sedap 😀

      pastinya jantung berdebar lebih kencang.

  10. fanny fristhika nila Februari 27, 2015 / 21:12

    sering ke semarang, tp biasanya hanya istirahat bntr sblm lanjut ke solo :D.. Jadi jujurnya aku ga gitu tau wisata2 di sana… eh, tp kalo g salah wihara ini yg deket ama penjual lumpia terkenal itu ga sih? yg katanya lumpia pertama di semarang?

    • jampang Februari 28, 2015 / 05:48

      nah… kalau kulinernya saya malah nggak nyoba lumpia mbak dna cuma satu makanan doank nyobanya 😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s