Sabiq’s Diary : Kehilangan

father and son

Akhirnya, Senin tanggal 9 Februari kemarin, Abi berangkat tugas ke luar kota dan meninggalkanku selama lima hari. Abi berangkat pagi-pagi sekali. Sebelum shubuh. Mungkin sekitar pukul tiga pagi. Sebelum aku bangun. Aku hanya mendengar pesan Abi secara samar-samar agar agar aku bersikap baik, tidak cengeng, dan minum ASI yang banyak.

Lewat tengah hari, Ummi mengajakku untuk menginap di rumah Uyut di Pamulang. Mungkin agar aku dan Ummi tidak terlalu merasa sepi. Sebab di Pamulang, ada Uyut, Nenek, Om, Tante, dan kakak sepupuku.

Selama dua hari pertama, aku merasa biasa-biasa saja. Setiap pagi aku bangun dengan wajah ceria. Aku selalu menggerak-gerakkan kedua tangan dan kakiku seperti layaknya orang berolah raga. Aku tak merasakan ada yang hilang. Sebab di rumah Uyut cukup ramai.

Namun di hari ketiga, aku mulai merasakan sesuatu yang hilang.

Biasanya, di pagi hari, sebelum atau setelah mengerjakan shalat shubuh, Abi akan menggendongku sambil membacakan beberapa surat pendek, bacaaan zikir, ataupun shalawat hingga kemudian aku tertidur. Begitu pula di sore hari, menjelang Maghrib, Abi akan melakukan hal yang sama.

Di hari ketiga, aku baru menyadari bahwa Abi tidak ada di sisiku selama dua pagi dan dua sore. Ada sesuatu yang hilang. Lalu aku pun menangis. Aku tetap menangis meskipun Ummi sudah menggendongku dan memberikanku ASI.

Cukup lama aku menangis. Hingga kemudian Nenekku datang sambil membawa boneka Pooh lalu mengajakku bicara. Aku merasa terhibur. Perlahan, tangisku mereda. Aku senang sekali bermain bersama Pooh. Sama seperti kakak sepupuku yang usianya lebih tua empat puluh hari dibandingkan dengan usiaku. Sementara waktu, Rasa kehilanganku teralihkan.

Alhamdulillah, akhir pekan kemarin, aku bisa bertemu kembali dengan Abi yang sudah pulang ke rumah dengan selamat. Aku bisa lagi merasakan lagi berada di dalam gendongan Abi sambil mendengarkan suara Abi yang membacakan beberapa surat pendek, bacaaan zikir, ataupun shalawat hingga aku tertidur. Baik di pagi hari ataupun sore hari.


Baca Juga Diaryku Lainnya :

26 thoughts on “Sabiq’s Diary : Kehilangan

  1. tipongtuktuk Februari 16, 2015 / 11:00

    Sabiq yng menggemaskan … ayo tersenyum dan semangat, Sabiq … he he he …

  2. dani Februari 16, 2015 / 11:56

    Pasti merasakan ya Bang kehilangan ayahnya mesti tidak ikut menyusui. Apalagi kalau rutin gendong dan bacain sholawat dan surat pendek gitu Bang

    • jampang Februari 16, 2015 / 12:52

      iya, om. tapi yang tahu ummi, terus ummi cerita ke Abi waktu Abi nelpon nanyain kabar ummi dan aku 😀

  3. lovelyristin Februari 16, 2015 / 14:56

    wah.. ini ceritanya sikecil yg nulis blog ya mas? aku terkesima hehe..

    • jampang Februari 16, 2015 / 15:10

      iya. tante. ini aku yang cerita. aku nggak mau kalah sama Abi. lagi pula cerita Abi udah banyak.

  4. Gara Februari 16, 2015 / 14:59

    Yang penting Abinya sudah pulang sehat selamat tidak kurang suatu apa :hehe

    • jampang Februari 16, 2015 / 15:10

      iya, om. alhamdulillah

  5. zilko Februari 16, 2015 / 16:27

    Hehehe, kasihan Sabiq kangen Abi-nya, hehehe 😀 . Yaa, sekarang Abinya sudah pulang lagi kan ya, Sabiq nggak kesepian lagi deh, hehe 😀

    • jampang Februari 16, 2015 / 17:00

      iya om. aku bisa digendong lagi sama Abi 😀

  6. ahsanfile Februari 16, 2015 / 20:23

    Cepet pulang mas, dah kangen tuh dedeknya

    • jampang Februari 17, 2015 / 05:39

      abi sudah pulang, om. 😀

  7. nengwie Februari 17, 2015 / 04:06

    Sudah ketemu belum dede sama abang syaikhan..??

    • jampang Februari 17, 2015 / 05:45

      belum tante, aku kan belum boleh diajak pergi jauh. apalagi pake motor

      • nengwie Februari 17, 2015 / 12:00

        Oohhh… Abang pasti senang deh ketemu Dede… 🙂

      • jampang Februari 17, 2015 / 12:40

        mudah2an nanti aku bisa ketemu sama abang syaikhan, tante

  8. Ryan Februari 18, 2015 / 06:51

    Cup cup. Abi dah balik kan ya. Kamu dibawain oleh2 gak Sabiq?

    • jampang Februari 18, 2015 / 07:25

      enggak om. abi cuma bawa makanan doank. sedangkan aku kan baru boleh minum ASI aja 😦

      • Ryan Februari 18, 2015 / 07:25

        Duh Abinya gak bawa? Jitakin aja

      • jampang Februari 18, 2015 / 08:42

        iiiiiih…. nggak boleh gitu, om.

      • Ryan Februari 18, 2015 / 08:46

        Hahahaha. Trs Abi diapain?

      • jampang Februari 18, 2015 / 09:35

        ya tetep disayang dong, om. lagian aku kan nggak pesan minat dibeliin apa-apa waktu abi berangkat

    • jampang Februari 19, 2015 / 11:15

      terima kasih… terima kasih…

  9. resep masakan Maret 7, 2015 / 11:48

    sabiq dama ini mengingatkan aku akan mantan kekasih ku dulu waktu sekolah SMA hehehe aduh jadi curhat 😀

    • jampang Maret 7, 2015 / 15:39

      😀
      gpp. curhat asal sopan masih diperbolehkan

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s