My Dearest Syaikhan : Cerita Foto Selfie Kita

Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Syaikhan, kali ini surat Abi agak berbeda dari surat-surat sebelumnya. Abi menyertakan sebuah foto di dalamnya. Kamu sudah melihatnya? Apakah kamu masih ingat cerita di balik foto selfie itu? Jika dirimu tidak mengingatnya, Abi akan menceritakannya di dalam surat Abi kali ini.

Pagi itu, Senin tanggal 17 September 2012. Abi merencanakan sebuah kejutan untukmu dengan mengunjungimu di awal pekal bukan di akhir pekan seperti kunjungan biasanya. Abi juga tidak langsung datang ke rumah Eyang, melainkan ke sekolahmu. Karenanya Abi berangkat pagi-pagi sekali dari Kebon Jeruk ke Depok.

Tiba di depan sekolahmu, Abi melihat sudah banyak teman-temanmu yang hadir. Mereka sedang bermain, berbaris rapi, dan bernyanyi di halaman sekolah. Saat itu Abi berharap melihatmu berada di antara mereka. Lalu kamu melihat Abi yang sedang berdiri di balik pagar sekolah dan berteriak “Abiiiii!” sambil berlari mendekati Abi. Lalu kita berpelukan erat. Lalu Abi akan merekam aktifitasmu di sekolah dengan kamera handphone Abi.

Nyatanya, Abi tidak melihat sosokmu berada di antara teman-temanmu. Abi bertanya kepada salah seorang gurumu mengenai keberadaanmu dan mendapat jawaban kalau kamu belum datang. Biasanya kamu datang agak siang, begitu ibu gurumu menambahkan jawabannya.

Setelah mendapat jawaban tersebut, Abi kembali melangkah ke luar pagar sekolah. Pandangan mata Abi tertuju ke jalan raya. Abi menunggu. Barangkali kamu akan diantar oleh Ummi dengan sepeda motor matic “BETA”  warna putih atau oleh Yangkung dan Yangti dengan mobil Xenia warna hitam.

Ternyata, setelah menunggu cukup lama, dirimu tak kunjung datang. Akhirnya Abi memutuskan untuk mengunjungimu di rumah Eyang.

Tiba di rumah Eyang, Abi melihat Yangti sedang menyuapimu sarapan pagi. Eyang memberitahukan Abi bahwa dirimu sakit perut. Bahkan malam sebelumnya, kamu muntah. Mungkin masuk angin. Karenya, hari itu kamu tidak masuk sekolah. Abi menemanimu yang sedang sarapan sambil menggambar dan mewarnai. Kamu pun meminta Abi ikut mewarnai juga. Ya, pagi itu kita mewarnai gambar bersama-sama.

Syaikhan, selain ingin membuat kejutan untukmu dengan mendatangi sekolahmu, Abi juga mempunyai sebuah kejutan lagi. Abi membelikanmu sebuah kaos saat Abi bertugas ke Aceh beberapa hari sebelumnya.

“Syaikhan, Abi punya hadiah kaos buat Syaikhan. Dipakai yah!” ucap Abi setelah kamu menghabiskan sarapanmu.

“Mana, Bi?” Tanyamu kemudian.

“Ada di tas,” jawab Abi. Abi kemudian membuka tas ransel  dan mengeluarkan kaos berwarna biru muda bergambar peta Provinsi Banda Aceh. Abi memakaikanmu kaos dan celana tersebut.

“Enak, Bi!” kamu langsung memberikan komentar.

“Lemes. Suka!” komentarmu berikutnya sambil tersenyum gembira.

Abi tersenyum. Mungkin saat itu kamu belum mengerti bahan kaos yang halus atau lembut, karenanya kamu menyebutnya dengan sebutan “lemes”. Atau mungkin karena ketika dirimu mengenakan kaos tersebut dirimu merasa bebas dan mudah bergerak ke sana ke mari.

Selanjutnya kita bermain-main seperti biasa. Bermain lempar bola, puzzle, kereta api, alat bermain pasir, dan berantem-beranteman. Sakit yang kamu rasakan sebelumnya seperti mendadak hilang seketika.

Di saat kita duduk dan bermain di lantai, tiba-tiba kamu menaikkan kedua kakimu ke pundak Abi. Sepertinya kamu suak sekali dengan posisi seperti itu. Abi segera memintamu untuk melakukannya lagi karena Abi ingin mengabadikan momen tersebut dengan kamera handphone. Abi tak memiliki tongsis saat itu. Handphone Abi juga tidak memiliki dual kamera depan semisal Smartfren Andromax C2s. Jadinya, Abi harus mencoba beberapa kali untuk mendapatkan foto yang pas dan dengan kwalitas lumayan. Foto yang Abi kirimkan inilah yang hasilnya terbaik.

Syaikhan, itu adalah foto selfie kita berdua saat bermain di ruang tamu rumah Eyang. Tempat itu menjadi tempat favorit kita bermain selain di halaman belakang. Di tempat itu pula kita sering menonton televisi dan film bersama-sama. Sayangnya, rumah Eyang tersebut sudah dijual dan sudah berpindah tangan pemilik. Foto itu menjadi salah satu kenangan kebersamaan kita di rumah Eyang.

Foto selfie tersebut pernah Abi gunakan sebagai header di blog Abi. Abi juga sering menggunakannya sebagai ilustrasi dalam coretan Abi di blog yang bercerita tentang dirimu. Abi pun berkeinginan untuk menjadi foto tersebut sebagai cover dari buku yang berisi kumpulan surat-surat Abi untukmu yang insya Allah akan Abi terbitkan tahun ini.

Syaikhan, Abi yakin kamu pasti setuju. Sebab dahulu kamu pernah meminta Abi untuk membuat buku yang ada foto dirimu dan Abi, bukan foto Abi aja. Doakan Abi semoga keinginan tersebut bisa segera terealisasi.

Wassalaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.


Tulisan My Dearest Syaikhan Lainnya :

25 thoughts on “My Dearest Syaikhan : Cerita Foto Selfie Kita

  1. zilko Maret 5, 2015 / 15:30

    Sukses dengan kompetisinya. Dan mudah-mudahan harapannya segera terkabul😀

  2. Gara Maret 5, 2015 / 17:34

    Kisah yang membahagiakan dan menghangatkan hati. Semoga bukunya cepat terbit dan harapan-harapan baik lainnya segera terealisasi🙂
    Tumbuh sehat ya, Syaikhan! :hehe

    • jampang Maret 6, 2015 / 07:35

      aamiin. terima kasih😀

  3. aqied Maret 5, 2015 / 19:49

    Sukaaaaaak…..

  4. dani Maret 6, 2015 / 08:10

    Semoga segera terwujud ya Bang bukunya. Ternyata memang banyak cerita di balik sebuah foto ya Bang. Semoga sukses kontesnya Bang.

    • jampang Maret 6, 2015 / 11:13

      aamiin. terima kasih doanya, mas

  5. Tita Bunda Aisykha Maret 6, 2015 / 09:55

    Hoooo,,syaikhan,,how are u? Long time no see yaaa,, he he,,
    Pengen ikut kontes ini to aku blm punya foto selfie yg bs diceritakan kayaknya😀

    • jampang Maret 6, 2015 / 11:16

      atau selfie yg baru aja mbak

  6. bunda4R Maret 6, 2015 / 12:35

    akhirnya baca cerita syaikhan lagi.. apa kabar syaikhan sekarang?

  7. Nova Wijaya April 5, 2015 / 19:55

    wahhh lucu sekali anaknya🙂 seneng deh liat kebersamaannya.

  8. suzieicus April 20, 2015 / 15:11

    cerita yang indah antara hubungan ayan dan anak…
    wah, menarik juga ideny bikin surat berkala untuk anak..
    jadi nanti dia bisa baca terus..
    mksh ya inspirasinya:)

    • jampang April 20, 2015 / 16:53

      sama-sama, mbak.
      terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak di sini

    • jampang April 25, 2015 / 22:28

      kamu = syaikhan. anak saya di foto itu

  9. faziazen Mei 4, 2015 / 09:54

    ini masuk 50 besar ya? saya ndak lolos xixixi
    moga sukses lombanya
    btw emang bener bener mp ers ternarsis😀

    • jampang Mei 4, 2015 / 09:59

      masuk mbak. cuma nggak menang. pengumumannya sudah ada

      tapi itu gelar yang nggak resmi. belum pernah dikukuhkan😀

      • faziazen Mei 4, 2015 / 10:02

        oo udah ada 10 besar ya..saingannya emang banyak

      • jampang Mei 4, 2015 / 10:12

        dari 50 langsung ke pengumuman pemenang, mbak

      • faziazen Mei 4, 2015 / 10:43

        oo hehhee makasi infonya

      • jampang Mei 4, 2015 / 13:44

        sama-sama

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s