Arrow

arrow

Suatu ketika saya sedang menyaksikan televisi yang sedang menayangkan sebuah sinetron. Diceritakan, tokoh utama perempuan di dalam sinetron tersebut dihamili oleh teman sekolahnya. Bagi saya pribadi, tak ada yang menarik dalam sintron tersebut, kecuali sebuah adegan yang seharusnya dramatis, tapi malah mengundang tawa.

Dalam adegan tersebut, si tokoh utama, Miranda, sedang melakukan tes kehamilan dengan sebuah tespack karena ia sudah telat dua minggu. Dari tes tersebut ternyata hasilnya positif dengan muncullnya dua garis merah dalam tespack tersebut. Miranda pun menangis sambil menatap tespack yang dipegangnya.

Adegan tersebut membuat saya tersenyum dan tertawa. Bagaimana tidak, dua garis merah yang seharusnya tidak begitu tebal, dalam adegan tersebut terlihat begitu tebal, seperti ditulis dengan boardmarker warna merah. Itu belum seberapa, yang paling ‘konyol’ adalah cara Miranda memegang alat tersebut. Ia memegang secara terbalik, bagian yang dicelupkan ke dalam air seni yang dia pegang, bukan ujung satunya.

Beberapa tahun kemudian, saya menyaksikan adegan yang serupa tapi tak sama di dalam sinetron lain. Di dalam sinetron tersebut, terdapat adegan atau jalan cerita sinetron yang mengundang senyum saya atau yang tidak sreg di hati atau pikiran saya karena bertolak belakang dengan apa yang saya ketahui. Setidaknya ada tiga adegan dalam tiga sinetron yang berbeda yang saya lihat langsung yang saya anggap demikian.

Pertama adalah jalan cerita sebuah sinetron di mana sepasang kekasih, Ocha dan Danu, harus bersandiwara untuk membatalkan pernikahan kedua orang tua mereka. Danu sendiri adalah anak dari Pak Adam yang sedang proses untuk menikahi Bu Dewi, ibunya Ocha. Sementara di lain pihak, Pak Adam dan Bu Dewi juga melakukan berbagai cara untuk memutuskan hubungan cinta anak-anak mereka agar rencana mereka berjalan mulus.

Padahal, masing-masing mereka bisa menikah tanpa menghalangi keinginan yang lain untuk melakukan hal yang serupa. Ocha dan Danu bisa menikah bersamaan dengan Pak Adam menikahi Bu Dewi. Tak masalah jika mertuaku adalah ibu tiriku atau mertuaku adalah ayah tiriku. Tak ada larangan untuk pernikahan seperti itu.

Kedua adalah salah satu adegan di salah setu episode sinetron “Catatan Hati Seorang Istri” yang menggambarkan tentang pernikahan di masa idah seorang istri yang bercerai. Untunglah kesalahan tersebut diralat diepisode selanjutnya. Hanya saja, menurut saya, yang demikian itu kurang pas. Akan lebih bagus jika tidak ada kesalahan atau kesalahan yang terjadi dibetulkan di episode yang saya. Sebab bisa saja ada orang yang menyaksikan sebuah episode namun melewatikan episode berikutnya.

Ketiga adalah adegan di salah satu episode “Tujuh Manusia Harimau” yang mengambil setting di dalam kelas di mana seorang guru sedang memberikan materi tentang bangun datar segitiga. Sayangnya ada kesalahan yang disampaikan oleh pemeran guru di dalam sinetron tersebut.

Ternyata, kesalahan yang agak mirip juga terjadi di film seri luar negeri yang akhir-akhir saya tonton. Arrow judulnya. Sebuah film tentang seorang anak milyarder bernama Oliver Queen yang sudah dianggap meninggal dalam sebuah kecelakaan di laut namun ternyata berhasil selamat. Lima tahun kemudian dia kembali ke kota kelahirannya, Starling City, dan menjelma menjadi seorang super hero untuk menjaga keamanan dan menyelamatkan kotanya. Dalam melaksanakan aksinya, Arrow dibantu oleh beberapa orang koleganya.

Di session 3 dalam episode kesembilan, Oliver berduel dengan pimpinan liga para pembunuh, Ra’s al Ghul, di sebuah puncak bukit bersalju. Dalam duel tersebut, Ra’s al Ghul mengalahkan Oliver. Ra’s al Ghul berhasi menancapkan pedangnya ke bagian bawah dada kanan Oliver dan menendang tubuh Oliver hingga jatuh ke jurang.

arrow-1

Apakah Oliver tewas? Tentu saja tidak. Jika tewas maka film serialnya mungkin akan selesai di episode tersebut. Oliver berhasil diselamatkan oleh kawan lamanya.

Di dua episode berikutnya, terlihat tubuh Oliver yang berbalut perban unuk menyembuhkan lukanya. Namun saya melihat letak perban yang tidak sesuai dengan posisi luka yang didapat Oliver pada episode sebelumnya.

arrow-2

Bagaimana pendapat Anda?


Tulisan Terkait Lainnya :

53 thoughts on “Arrow

  1. dani Maret 8, 2015 / 14:31

    Jeli sekali Bang pengamatannya. Kalo sinetron Indonesia yang ada bikin ngakak miris ya Bang. Saya gak pernah lagi nonton sih kalo Arrow emang dah lama gak nonton saya.

    • jampang Maret 8, 2015 / 18:58

      saya nonton krn ada yg koleksi filenya… jadinya bisa nonton, mas 😀

  2. zilko Maret 8, 2015 / 16:20

    Setahuku kadang yang begini-begini ini memang ada yang “sengaja” dibuat gitu kesalahannya. Supaya para fans membicarakannya nanti-nanti 😀 . Tapiiii, kalau kesalahannya konyol semacam terbalik dalam menggunakan test pack kan juga gimanaa gitu ya, hahaha 😆 .

    • jampang Maret 8, 2015 / 19:00

      ternyata kadang sengaja dibuat kesalahan kecil biar fans nambah penasaran yah 😀

      trik luar biasa. kadang ampuh.

  3. Gara Maret 8, 2015 / 17:02

    You have such sharp eyes, Mas. Kalau saya sepertinya memperhatikan yang begitu-begitu pasti sudah lewat pandangan, lebih fokus ke jalan ceritanya :haha.
    Mungkin perbannya longgar Mas, makanya turun :hehe.

    • jampang Maret 8, 2015 / 19:01

      lagi awas matanya, gar 😀

      kalau longgar… lebih parah lagi dong kesalahannya

  4. joeyz14 Maret 8, 2015 / 17:27

    Maklum mas…kalo sinetron kejar tayang emang udah gak perhatiin detail lagi. Jauh beda ama drama korea yang bener2 perhatiin detail. Si far disitulah kemenangan drama korea.

    • zizadesita Maret 8, 2015 / 18:35

      Plus jalan cerita drakor itu walopun kadang gak masuk akal masih enak aja dinikmati ya. Halus banget penggarapannya, gak usah nangis jejeritan atau mendelik2 juga ikut kebawa emosi sedih atau sebel. Kalo sinetron, juga ikut emosi, emosi ama pemainnya, hehe..

      • jampang Maret 8, 2015 / 19:03

        saya blm pernah nonton serial drakor dr awal sampe habis… baru satu… than who come from stars… itu juga setiap episodenya nggak full… nemenin istri aja

      • zizadesita Maret 8, 2015 / 19:57

        Ndak usah Bang, takut kecanduan kaya saya lho😁😁

      • jampang Maret 9, 2015 / 05:45

        sepertinya seh saya nggak bakalan sering2 nonton drakor…. saya lebih suka action soalnya 😀

    • jampang Maret 8, 2015 / 19:02

      resiko kalau bikin tp sambil dikejar-kejar ya, mbak 😀

  5. zizadesita Maret 8, 2015 / 18:37

    Ra’s Ghul itu musuhnya Batmannya Christoper Nolan ya? Kok bisa ekspansi sampe Arrow😮

    • jampang Maret 8, 2015 / 19:05

      serialnya mempertemukan bbrp tokoh lain mbak. ketemu sama flash juga di bbrp episode. sepertinya mengumpulkan bbrp tokoh dc comic

      • zizadesita Maret 8, 2015 / 19:56

        Oalah, bikinan DC toh..
        Lagi tren ya Bang, ngumpulin tokoh2 yg perusahaannya sama, kaya rapelan gitu jadinya😁😁

  6. nengwie Maret 8, 2015 / 18:45

    Ternyata bikin film/sinetron itu susah 😀

    • jampang Maret 8, 2015 / 19:06

      iya teh. apalagi kalau dikejar sama waktu tayang

  7. Susindra Maret 8, 2015 / 19:09

    Kirain bolong jadwal tayangnya mas. hehe… aku juga suka film ini. nampaknya The CW ada masalah karena film serinya banyak yg bolong2. komentar OOT ya? hahaha… gimana lagi. aku tidak suka nonton Sinetron Indonesia

    • jampang Maret 9, 2015 / 05:44

      bukan, mbak. tapi maksudnya bolong ada sedikit kesalahan…. ya mungkin mereka lelah 😀

  8. ayanapunya Maret 8, 2015 / 20:09

    iya. biasanya ada tuh forum yang ngebahas kesalahan-kesalahan di film atau sinetron 🙂

    • jampang Maret 9, 2015 / 05:46

      wah ada forumnya yah? baru tahu kalau ada yang bikin khusus buat ngebahas soal itu.

      • ayanapunya Maret 9, 2015 / 07:48

        iya. biasanya sih gitu 😀

      • jampang Maret 9, 2015 / 07:52

        belum pernah lihat forumnya. mbak udah pernah?

      • ayanapunya Maret 9, 2015 / 07:55

        belum juga 😀

      • jampang Maret 9, 2015 / 08:03

        kirain 😀

  9. junioranger Maret 8, 2015 / 20:57

    Mungkin geser perbannya–>> arrow. Klo yang anak sma orang tuanya sma2 pngn berjodoh kayaknya saya ngikutin tp karena nggak tahu hukumnya jadi nonton aja *dibodohi sinetron aku ya

    • jampang Maret 9, 2015 / 05:47

      tapi sekarang kan jadi tahu.

      mungking yang pasang perbannya kurang ahli 😀

  10. alrisblog Maret 8, 2015 / 23:57

    Kalo sinetron saya gak ngeh, secara gak nonton sinetron.
    Liat foto adegan film arrow itu bikin ngakak, hehe..boongnya ketahuan banget.

    • jampang Maret 9, 2015 / 07:44

      mungkin crewnya sedang lelah, mas…. makanya jadi kayak gitu 😀

  11. rianamaku Maret 9, 2015 / 07:12

    Hahaha top benar sampai sedetail itu memperhatikanya kadang sinetron indo itu alay makanya aku ngak pernah nonton.

    • jampang Maret 9, 2015 / 07:41

      saya juga udah jarang nonton sinetron, mbak

  12. Ryan Maret 9, 2015 / 08:58

    Dirimu pantas jd review film mas. Kedetailan spt ini dicari mas. Spt dalam majalah2 film. Dulu pernah baca. Shooting jaman dahulu kala tp ada pesawat terbang lewat.
    Kalau saya mah gak perhatiin yang kayak gitu. Hahaha

    Soal sinetron gak ikutin lagi mas. Suka males duluan. Hahaha.

    • jampang Maret 9, 2015 / 10:04

      cuma yg saya tonton film yang udah lama. bukan yang baru diputer di bioskop 😀

      kalau sinetron udah jarang banget nonton

      • Ryan Maret 9, 2015 / 10:04

        Tapi matamu jeli mas. Hihi. Bloopers alertmu itu ada.

      • jampang Maret 9, 2015 / 10:51

        kebetulan dapat momennya, mas 😀

  13. edwinlives4ever Maret 9, 2015 / 11:19

    “Tak ada larangan untuk pernikahan seperti itu.”

    Seriously? Step siblings are allowed to marry each other?

    • jampang Maret 9, 2015 / 11:37

      saudara tiri, mereka lahir dari rahim ibu dan ayah yang berbeda, maka mereka bukan mahram dan boleh menikah. Sebab saudara tiri tidak masuk daftar orang yang haram untuk dinikahi atau mahram sebagaimana yang tercantum dalam surat An-Nisa ayat 23 sebagai berikut :

      “Diharamkan atas kamu ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara perempuan sepersusuan, ibu-ibu isterimu, anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu, maka tidak berdosa kamu mengawininya, isteri-isteri anak kandungmu, dan menghimpunkan dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

      wallaahu a’lam

      • edwinlives4ever Maret 9, 2015 / 11:40

        So, let’s say I married a widow who has a daughter from her previous marriage, my son from my first marriage is allowed to marry her daughter?

      • edwinlives4ever Maret 9, 2015 / 11:51

        I see. I think you should write a post about it. It’ll be very useful.

      • jampang Maret 9, 2015 / 13:38

        insya Allah, mas

      • edwinlives4ever Maret 9, 2015 / 11:52

        I mean, more about who you can and can’t marry.

      • jampang Maret 9, 2015 / 13:39

        i will try

      • jampang Maret 10, 2015 / 07:29

        😛

  14. Tita Bunda Aisykha Maret 9, 2015 / 17:33

    He he,,sinetron2 yg kejar tayang sering kayak gt bang,,kalo ketahuan jadi lucu yaa,,

  15. Dyah Sujiati Maret 9, 2015 / 21:16

    Pertama, serem lihat panahnya.
    Tapi ngakak baca endingnya 😀

    • jampang Maret 10, 2015 / 07:29

      bentuk panahnya beda2 setiap season.
      ada lagi seh adegan yang mengundang tawa di arrow itu. cuma saya lupa episodenya

  16. Goiq Maret 10, 2015 / 10:23

    detail itu memang penting banget. Tapi karena pernah kerja di PH jadi sedikit tau kenapa beberapa hal bisa terasa janggal dan kurang detail. Salah satunya syuting scene yang terkadang melompat-lompat. Bisa jadi adegan di perban itu di shoot lebih dulu daripada adegan tertusuk pedangnya. Kalau soal FTV yang salah pegang test pack, dll itu saya ngga ngerti deh. Hahahahahaha

    • jampang Maret 10, 2015 / 10:42

      Salah satunya syuting scene yang terkadang melompat-lompat. —> mungkin ini penyebabnya, mas.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s