Sabiq’s Diary : Pijat

sabiq - pijat

Hari Sabtu dan Minggu, Abi libur kerja. Itu artinya Abi memiliki banyak waktu untuk menemaniku di dua hari itu. Salah satu yang dilakukan Abi di pagi hari adalah menemaniku ketika aku dimandikan. Bahkan, sejak sejak usiaku dua bulan, Abi suka memijat wajah, lengan, dada, petur, kaki, dan punggungku. Abi melakukannya sesaat sebelum aku mandi. Kadang bersamaan ketika aku dijemur di bawah sinar matahari pagi.

Sebenarnya tidak ada aturan khusus tentang pijat bayi ini. Namun, berdasarkan hasil penelitian dokter, pemijatan yang dilakukan Abi itu dapat membuatku lebih santai dan lebih sehat. Pijat bayi juga bisa memperbaiki pola tidurku dan membuat tidurku lebih nyenyak. Mungkin ini salah satu cara untuk menangatasi rasa kagetku ketika ada suara sepeda motor yang melintas di gang depan rumahku di saat aku tidur. Pijat bayi juga bisa memberikan rasa tenang bagiku agar tidak rewel. Selain itu, pijat bayi juga bisa membantu melancarkan proses perncernaan di dalam tubuhku serta mempererat ikatan batin antara aku dengan Abi dan Ummi.

Saat memijat, Abi sering mengajakku bicara. Misalnya, ketika memijat bagian atas dan bawah mulut, Abi mengatakan bahwa itu bertujuan agar nanti gigiku akan tumbuh dengan bagus. Begitu pula ketika memijat kedua kakiku, Abi berkata sambil berdoa agar kakiku kuat agar kelas bisa aku bisa berjalan dan bahkan berlari kencang.

Ketika akan memijatku pertama kali, Abi mencari video pijat bayi di youtube. Setelah menemukannya, Abi melihat dan memperlajarinya. Lalu melakukan pemijatan seperti video itu kepadaku.

Pertama, Abi memijat wajahku. Mulai dari kening, pelipis, bagian di antara dua mata, bagian atas dan bawah mulut, serta leherku. Selanjutnya Abi memijat dada dan perutku. Baru kemudian kedua tangan dan kakiku. Terakhir, Abi memijat punggungku.

Mungkin karena baru sekali melihat video dan beberapa mempraktekkannya, Abi jadi masih bingung. Urutan dan gerakannya sering berubah-ubah. Mudah-mudahan, semakin sering Abi memijatku, Abi semakin mahir dan lancar.

Aku sering membalas ucapan atau kalimat Abi. Kami berbicara satu sama lain. Kadang aku tersenyum. Kadang Abi tertawa. Kadang aku merasa geli ketika Abi memijat salah satu anggota tubuhku. Kadang aku merasa nyaman. Yang pasti, aku tidak menangis ketika dipijat. Aku suka.


Baca Diaryku Lainnya :

20 thoughts on “Sabiq’s Diary : Pijat

  1. ira nuraini Maret 11, 2015 / 10:54

    hebaaat…..makin sering latian, makin jago abi mijitnya ya sabiq… 🙂 abis dipijit bo2nya langsung pules…

    • jampang Maret 11, 2015 / 11:52

      iya tante.

      habis dipijat aku mandi, main sebentar, haus, minum ASI terus bobo. begitu tante

  2. Burhan Maret 11, 2015 / 11:34

    Waduh kayaknya babenya kalah tuh. Si baby udah nikmati Baby Spa. Kapan giliran babe. 🙂

    • jampang Maret 11, 2015 / 11:53

      kalau Abi dapat perawatan wajah dari ummi, om 😀

  3. rianamaku Maret 11, 2015 / 11:58

    Wah bersyukur ya punya abi yang sayang dan jago pijit juga plus telaten.

    • jampang Maret 11, 2015 / 13:37

      setiap jumat pagi, aku diajak ummi dan nenek ke tempat tukang pijat bayi om. kalau abi cuma sekedar pijit biasa aja

  4. Ryan Maret 11, 2015 / 17:34

    Wah. Abi jadi suka mijat ya Sabiq. Untungnya Sabiq suka pijat. Bagus kok.

    • jampang Maret 11, 2015 / 20:25

      soalnya enak sih, om 😀

  5. dani Maret 11, 2015 / 17:56

    Sama, anak saya dulu juga seneng kalo dipijat. Mana sering banget kentut kentut. Hihihi.

    • jampang Maret 11, 2015 / 20:26

      yang di perut emang bisa membantu melnacarkan perderan angin di usus besar bayi 😀

  6. zilko Maret 11, 2015 / 18:07

    Enaknya Sabiq dipijat, hahaha

    • jampang Maret 11, 2015 / 20:26

      iya donk, om. enak 😀

  7. Gara Maret 12, 2015 / 05:51

    Sehat selalu ya Sabiq :))
    Abinya pintar sekali memijatnya, tidak heran rasanya juga nyaman banget :hehe.

    • jampang Maret 12, 2015 / 07:39

      iya om. makanya aku suka 😀

  8. ipah kholipah Maret 12, 2015 / 08:52

    enak banget kalo orang tua bisa mijit kan kalo keseleo atau apa lah tinggal minta pijitin sama orang tua gratis engga bayar 😀 asal kan jangan sering” kan engga baik ya nyuruh orang tua 🙂

    • jampang Maret 12, 2015 / 09:02

      kalau keseleo itu mah urusannya lain tante. Abi cuma mijit bayi yang tujuan utamanya mempererat ikatan batin selain kesehatan… bukan untuk penyembuhan

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s