Pohon Tumbang

Sepertinya saya belum lama terlelap ketika saya terjaga  dari tidur secara tiba-tiba. Rupanya suara hujan yang turun dengan lebat yang membuat saya terbangun.

Jemuran. Itulah hal yang pertama saya ingat. Saya langsung bangkit dan segera ke tetas rumah untuk mengangkat jemuran, terutama pakaian Sabiq.

Saya terlambat. Ternyata Minyu sudah bangun lebih terlebih dahulu. Ketika saya berada di teras rumah, Minyu sedang mengangkat pakaian Sabiq.

Sebenarnya, pakaian saya dan Minyu tidak harus selalu diangkat ketika hujan, sebab posisinya terlindungi atap. Namun saat itu, angin bertiup sangat kencang sekali. Saya melihat daun dan cabang Pohon Rambutan Irian yang terletak beberapa meter di depan rumah saya bergoyang kencang. Angin tersebut juga membawa butiran-butiran halus hujan ke arah jemuran. Saya pun memutuskan untuk mengangkat semuanya daripada basah nantinya.

Ketika saya sedang mengangkat jemuran itulah tiba-tiba terdengar suara benda jatuh. Minyu juga mendengarnya. Saya coba melihat sekeliling untuk mencari tahu apa gerangan yang terjadi. Dari kejauhan, saya hanya melihat salah seorang tetangga sedang mengambil sebatang kayu dari jalan di depan rumahnya. Mungkin bukan benda besar yang jatuh, begitu pikir saya.

Barulah beberapa waktu kemudian, saya mengetahui kejadian yang sebenarnya. Sebuah Pohon Rambutan Irian yang letaknya lebih jauh dari rumah saya tumbang dan menimpa tembok rumah salah seorang tetangga. Tidak ada korban jiwa. Hanya saja, sebuah sepeda motor yang di parkir di bawah pohon tersebut rusak di bagian stangnya dan merusakkan atap rumah tetangga meski tidak parah. Kerusakan parah terhindar karena keberadaan tembok kokoh yang menahan jatuhnya batang pohon tumbang tersebut.

Kejadian tersebut mengingatkan saya akan peristiwa yang saya alami di penghujung tahun 2010 lalu. Keberadaan sebuah mobil beratap tinggi, menahan batang pohon yang tumbang sehingga tidak menimpa tubuh saya secara langsung. Saya terluka, namun tidak terlalu parah. Tulang pundak saya sebelah kiri patah. [Baca : Begini Rasanya Tertimpa Batang Pohon ]

Melihat dedaunan dan batang pohon yang terus bergoyang karena tiupan angin kencang membuat saya berpikir untuk meminta pemilik Pohon Rambutan Irian di depan rumah saya untuk segera menebangnya. Saya khawatir jika pohon tersebut patah seperti pohon satunya, batangnya dan daunnya yang lebih besar dan rimbun akan menimpa atap rumah saya.

“Tapi nanti kalau lagi panas kan bisa jadi peneduh,” timpal Minyu ketika saya mengutarakan pendapat soal pohon besar itu.

Ya, memang. Keberadaan pohon besar tersebut menjadikan teras rumah saya lebih teduh ketika matahari sedang terik. Saya dan Minyu beberapa kali menggendong Sabiq di teras jika dirinya merasa tidak betah atau kepanasan di dalam rumah. Namun demikian, keselamatan harus lebih diutamakan. Pemilik sepeda motor yang tertimpa sempat menyampaikan rencananya untuk menebang atau mengurangi kerimbunan Pohon Rambutan Irian tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Semoga yang terbaik untuk semuanya.


Tulisan Terkait Lainnya :

20 thoughts on “Pohon Tumbang

  1. naniknara Maret 16, 2015 / 10:56

    Diusulkan aja ke pemiliknya untuk mengurangi dahan-dahannya. Sayang kalau ditebang🙂

    • jampang Maret 16, 2015 / 11:06

      mungkin bisa disesuaikan begitu mbak. kalau beberapa pohon lain yang dimiliki si pemilik seh ditebang batangnya

  2. wiblackaholic Maret 16, 2015 / 12:59

    dihalaman rumah, pohon rambutan rapiah saya tebang setinggi pagar gara2nya sama sama seperti cerita diatas, tapi ga menimpa rumah dan pagar cuma bikin kabel listrik putus😀. tapi ternyata puunnya ga mau nyerah, sekarang udah banyak cabang baru bermunculan…

    • jampang Maret 16, 2015 / 14:05

      cabangnya bisa ditarik ke bawah aja biar nggak tambah tinggi. kan kalau berbuah metiknya jadi gampang😀

      • wiblackaholic Maret 16, 2015 / 14:16

        belum tinggi bang.. baru setengah meteran… tapi kalo jeruk bali ditarik ke teras dan pagar, biar adem hehe

      • jampang Maret 16, 2015 / 14:26

        kayak gitu aja…. lumayan kan

  3. alrisblog Maret 16, 2015 / 13:11

    Kalo masih kokoh pohonnya cukup dikurangi aja dahan-dahannya. Tapi jika sudah menyangkut keselamatan sebaiknya ditebang aja tuh pohon. Tapi pohon rambutan itu milik orang lain, ribet juga ya🙂

    • jampang Maret 16, 2015 / 14:05

      makanya harus ngasih tahu yang punya dulu😀

  4. riemikan Maret 16, 2015 / 13:18

    Iya di trim aja gak bisa ya?

    • jampang Maret 16, 2015 / 14:06

      trim itu diapain, mbak?

      • riemikan Maret 17, 2015 / 01:36

        Dipotong ranting2nya yang berlebihan gitu lho Rif. Jadi gak ditebang.

      • jampang Maret 17, 2015 / 07:40

        oooo…. mungkin nunggu hasil musyawarah dengan pemiliknya mbak.

  5. rianamaku Maret 16, 2015 / 15:20

    Diyogya juga mas ujan deres pakai acara pohon banyak yang tumbang plus ada korban jiwa juga kasian banget.
    btw Rambutan Irian rasanya n bentuknya kaya apa ya…?

    • jampang Maret 16, 2015 / 15:41

      saya belum pernah nyoba mbak. sering lihat buahnya jatuh tapi hancur karena terinjak2. sekarang belum ada buahnya lagi

  6. zizadesita Maret 16, 2015 / 21:54

    Duh, saya paling takut hujan angin, ngeri banget Bang!.
    Kalo masih bisa, dikurangi dahan dan rantingnya aja, sayang kalo ditebang habis.

    • jampang Maret 17, 2015 / 07:36

      nanti nunggu hasil musyawarah dengan pemiliknya, mbak. soalnya si pemilik nggak tinggal di situ

  7. tqrb Maret 16, 2015 / 23:34

    Wah bahaya tuh kalau sampai batang yang tumbanb tsb mengenai orang yang lewat, mungkin usia pohon nya sudah tua ya gan😀

    • jampang Maret 17, 2015 / 07:39

      iya. saya pernah ngerasain gimana tertimpa pohon tumbang.

      mungkin yah😀

  8. Gara Maret 17, 2015 / 12:01

    Ugh, agak membahayakan, Mas. Teman-teman di atas sudah memberi saran-saran yang sangat baik, jadi saya cuma bisa mengiyakan untuk kali ini :hehe *tidak kreatif*.
    Semoga selamat selalu, Mas dan keluarga. Stay safe!

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s