Sabiq’s Diary : Empat Bulan

sabiq 4 bulan

3 April 2015

Hari Jum’at kemarin, umurku genap empat bulan.

Foto di atas adalah foto pertamaku di usia empat bulan. Aku sedang mengenakan selimut orange seperti yang pernah diupload Abi beberapa kali. Foto pertama ketika aku berada dalam selimut tersebut bebera setelah aku lahir. Bagian luarnya dihiasi dengan gambar beberapa hewan seperti singa, gajah, harimau, buaya, dan yang lainnya. Foto tersebut bisa dilihat di sini. Foto kedua ketika aku berbaring di atas selimut tersebut yang dihamparkan oleh Abi di atas tempat tidur. Bagian dalam selimut tersebut berwarna orange. Foto kedua tersebut bisa dilihat di sini. Sedangkan foto di atas, diambil aku dalam posisi duduk dan mengenakan tutup selimut yang bergambar singa. Keren, kan?

Saatfoto tersebut diambil oleh Abi, aku sedang mengantri untuk dipijat yang lokasinya tak jauh dari rumahku. Iya, selain aku dipijat oleh Abi di setiap akhir pekan, aku juga dipijat juga oleh tukang pijat bayi secara rutin. Seminggu sekali. Dan hari itu adalah kali kedatanganku yang ketujuh.

Ketika aku tiba di tempat tersebut, antriannya cukup panjang. Mungkin karena hari itu adalah hari libur. Padahal di hari Jum’at sebelum-sebelumnya, aku tidak perlu mengantri lama.

Jum’at kemarin itu, aku tiga kali balik ke tempat pijat. Pertama kali aku dibawa oleh Ummi dan Nenek. Pagi-pagi. Ternyata, sudah banyak yang antri. Akhirnya aku dibawa pulang kembali.

Kali kedua aku dibawa oleh Ummi dan Abi sekitar pukul setengah sembilan. Ternyata, antrian juga masih panjang. Akupun dibawa pulang kembali.

Kali ketiga aku dibawa lagi oleh Abi dan Ummi, ternyata ada lima atau enam balita bersama ibu atau ibu dan bapaknya yang mengantri untuk dipijat. Akhirnya aku menunggu hingga mendapat giliran. Tidak pulang.

Di usiaku sekarang, aku sudah tidak terlalu suka digendong dengan posisi tidur. Kecuali jika aku sudah mengantuk. Jika aku kelamaan digendong dalam posisi tidur, aku akan merasa bosan dan menangis. Aku senang jika digendong dalam posisi duduk. Ya seperti posisi dalam foto di atas. Aku bisa melihat benda-benda di hadapanku.

Selain itu, aku juga suka jika Abi menggendongku dengan posisi duduk dan menghadap ke belakang denang posisi kepala di atas pundak Abi. Aku sudah cukup kuat untuk menahan leherku agar tetap tegak selama beberapa waktu. Tetapi, tangan Abi selalu siap menahan kepalaku jika aku tidak lagi sanggup menahan kepalaku saat digendong.

Sekitar pukul setengah dua belas siang, aku baru selesai dipijat. Sepertinya aku terlalu lama menunggu antrian. Meskipun aku sempat tertidur di gendongan Abi, aku merasa kelelahan.


Baca Diaryku Lainnya :

15 thoughts on “Sabiq’s Diary : Empat Bulan

  1. ayanapunya April 6, 2015 / 15:33

    waah abinya juga pintar mijat ya, dek sabiq?😉

    • jampang April 6, 2015 / 16:03

      iya tante. aku opernah ceritain juga di diaryku sebelumnya

      • ayanapunya April 6, 2015 / 17:21

        Oo. Nggak kebaca berarti jurnalnya🙂

      • jampang April 7, 2015 / 07:22

        bisa jadi, tante😀

  2. dani April 6, 2015 / 17:18

    Ganteng sekali Mas Sabiq. Kelihatan sudah gede. Seneng dipijat ya nak. Hihihi

    • jampang April 7, 2015 / 07:22

      iya, om. aku suka dipijat.

  3. Gara April 6, 2015 / 21:15

    Dirimu imut banget kelihatannya di foto itu, Sabiq :)). Pakaianmu di foto itu juga warnanya oranye–warna favoritkah? :hehe.

    • jampang April 7, 2015 / 07:24

      kalau kaosnya… itu hadiah, om😀

      • Gara April 7, 2015 / 12:57

        Hadiahnya matching dengan kaosmu yang lain ya :hehe.

      • jampang April 7, 2015 / 14:23

        iya, om. alhamdulillah

  4. Ina April 7, 2015 / 09:21

    Alhamdulillah… Sabiq dah gede yahhhh… Ih bude(?) baru update nih. Sehat terus yah, ga boleh rewel.

    Klo mondar mondir tukang pijet gara gara penuh terus, aku banget mas paling malas antri… Asal nggak darurat aja, mending pulang dr pd antri lama.

    • jampang April 7, 2015 / 10:02

      iya bude. gara-gara antri itu, aku mungkin jadi kecapean😦

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s