Tak Harus Berakhir di Atas Ranjang

tempat tidur bed room

Sal, kamu tahu, bahwa sedetik setelah aku mengucapkan qabul di hadapan wali, para saksi, dan juga penghulu, aku memiliki sebuah hak atas dirimu. Hak yang hanya milikku seorang. Hak yang tak akan dimiliki oleh siapapun di muka bumi ini kecuali diriku. Hak mencintaimu dan dicintai olehmu. Hak untuk mengasihi dan menyayangimu serta hak untuk dikasihi dan disayangi olehmu. Bahkan hak untuk melihat apa yang ada di balik pakaianmu sebagaimana dirimu memiliki hak untuk melihat apa yang ada di balik pakaianku.

Aku memiliki hak untuk menggaulimu dengan caraku dan keinginanku. Namun tentu saja, aku harus melakukannya dengan cara yang ma’ruf. Dan setiap aku melakukannya, tidak harus selalu berakhir di atas ranjang.

Sal, aku suka membelai rambutmu. Karena aku berhak melakukannya. Kamu pun berhak merasakannya. Aku tak mungkin membelai rambut perempuan lain sebab aku tak memiliki hak untuk melakukannya. Begitu juga dengan mereka. Jika aku melakukannya, aku akan berdosa. Namun jika aku melakukannya kepadamu, aku bisa berharap bahwa sebuah pahala bisa kuraih.

Aku tak bisa mengatakan bahwa aku mencintaimu setiap waktu. Dengan aku membelai rambutmu, kuharap engkau bisa mendengar bahwa hatiku mengatakan “Aku mencintaimu”. Tentu saja, sebuah belaian tanganku di rambutmu bukan berarti akan kuakhiri dengan sesuatu di atas ranjang.

Sal, aku suka menciummu. Karena aku berhak melakukannya. Kamu pun berhak merasakannya. Aku tak mungkin mencium perempuan lain sebab aku tak memiliki hak untuk melakukannya. Begitu juga dengan mereka. Jika aku melakukannya, aku akan berdosa. Namun jika aku melakukannya kepadamu, aku bisa berharap bahwa sebuah pahala bisa kudapatkan.

Aku tak bisa mengatakan bahwa aku menyayangimu setiap waktu. Dengan aku menciummu, kuharap engkau bisa mendengar bahwa hatiku mengucapkan “Aku mencintaimu”. Tentu saja, sebuah ciuman yang mendarat di keningmu, pipimu, atau bibirmu tak berarti akan kulanjutkan dengan sesuatu di atas ranjang.

Sal, aku suka memelukmu. Karena aku berhak melakukannya. Kamu pun berhak merasakannya. Aku tak mungkin memeluk tubuh perempuan lain sebab aku tak memiliki hak untuk melakukannya. Begitu juga dengan mereka. Jika aku melakukannya, aku akan berdosa. Namun jika aku melakukannya kepadamu, aku bisa berharap bahwa sebuah pahala bisa kugenggam.

Aku tak bisa mengatakan bahwa aku akan menjagamu setiap waktu. Dengan aku memelukmu, kuharap engkau bisa mendengar bahwa hatiku mengutarakan “Aku akan selalu berada di sisimu untuk menjagamu”. Tentu saja, sebuah pelukan hangat yang kuberikan bukan berarti akan kulanjutkan dengan sesuatu di atas ranjang.

Sal, aku dan kamu tahu bahwa menjadi kewajiban seorang istri adalah melayani kebutuhan biologis suaminya kapan saja suaminya mau. Sebagai seorang perempuan, dirimu diciptakan untuk bisa melakukannya kapan saja. Kecuali ketika masa haidmu. Setiap perempuan akan selalu siap, begitu juga dirimu. Tetapi, setiap perempuan tidak selalu mau melakukannya, seperti dirimu juga yang terkadang tidak bersedia untuk selalu melakukannya.

Ketika dirimu lelah, hasrat untuk melakukannya bisa saja berkurang. Aku tak akan memaksamu. Saat dirimu mengantuk, keinginan untuk melakukannya bisa hilang. Aku takan akan mendesakmu. Bila malam terasa sangat dingin hingga menusuk tulang, aku tak akan menuntutmu, sebab aku belum menyediakan pemanas air agar kau tidak menggigil ketika mandi janabah sebelum melaksanakan shalat shubuh.

Karenanya, izinkan aku membelai rambutmu, menciummu, dan memelukmu. Agar ada pahala untukku. Agar kamu mengetahui bahwa aku mencintaimu, menyayangimu, dan ingin selalu bersamamu. Kamu tak perlu khawatir, karena apa yang kulakukan itu, tak selalu akan berakhir di atas ranjang.

 


Tulisan Terkait Lainnya :

31 thoughts on “Tak Harus Berakhir di Atas Ranjang

  1. salgadd April 20, 2015 / 16:50

    Kasih sayang tidak terbatas pada ranjang

    • jampang April 20, 2015 / 17:01

      kelau kau pun akan merasakannya…

      uhuyyyyyyyy

    • dani April 20, 2015 / 19:00

      Saya kepikiran komen yang sama persis Mbak. Uhuk, bacanya jadi gimana gitu. Hihihi.

      • jampang April 21, 2015 / 04:20

        masa seh mas?
        terus saya mesti gimana gitu?😀

      • dani April 21, 2015 / 05:14

        Iyaaa. Trus scroll ke bawha lihat ada komen yang sama apa nggak eh ada. Ya biasa aja sih. Hahaha.

      • ayanapunya April 21, 2015 / 06:38

        toss dong kita, mas😀

      • dani April 21, 2015 / 07:40

        Toss!!

  2. dianryan April 20, 2015 / 17:56

    aih..jadi degdeg ser bacanya bang😛

    • jampang April 21, 2015 / 04:21

      😀
      ehem… ehem… jd pengen dehem

  3. Gara April 20, 2015 / 20:54

    Cinta tidak selalu berakhir dengan kata ranjang ya Mas.
    Poinnya dalam tapi penyampaiannya halus sekali :)).

    • jampang April 21, 2015 / 04:19

      ranjang memang kebutuhan, tapi kebutuhan bukan cuma ranjang😀

      • Gara April 21, 2015 / 09:29

        Nah, itu dia bahasanya :hehe. Pas banget :)).

      • jampang April 21, 2015 / 11:24

        terima kasih😀

  4. rhey April 21, 2015 / 00:38

    haahha iya yah bacanya jd pengen ngedehem xixixiix

    • jampang April 21, 2015 / 04:09

      kirain pengen yang lain😀

  5. Ie April 21, 2015 / 10:06

    keren tulisannya😀

    • jampang April 21, 2015 / 11:25

      terima kasih, mbak😀

  6. capung2 April 21, 2015 / 19:18

    Jadi pengen beli ranjang😀

    • jampang April 22, 2015 / 08:02

      😀
      emang nggak ada ranjang di rumah?

      • capung2 April 22, 2015 / 09:24

        Ada sih.. pengen ranjang yg uptodate😀

      • jampang April 22, 2015 / 09:49

        😀
        semoga kesampean

  7. kurniawanrzky April 26, 2015 / 18:58

    saya melakukan hal yang sama kepada si otong (kucing saya) :p

  8. Kornelius ginting Februari 8, 2016 / 22:29

    Hmmm .. Namanya sal.. Jadi kepikiran antara sally atau salma… Semoga bukan salipudin… Secara kan sekaramg lagi ramai lgbt..🙂

    Just kidding mas.. Ikutan uhuk juga seperti mas dhani ah..

    • jampang Februari 9, 2016 / 09:12

      nama lengkapnya sudah ada di postingan lain koq…. termasuk nama yang menulis surat😀

  9. Trah Sengkuni Februari 9, 2016 / 02:12

    Tanpa diatas ranjang kurang mantap dan tidak terasa empuk.

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s