Sabiq’s Diary : Imunisasi DPT, HIB, dan Polio

Kamis, 16 April 2015

Setelah kurang lebih sebulan yang lalu aku diimunisasi BCG, bulan ini aku kembali diimunisasi. Imunisasi DPT. Aku diberikan imunisasi ini sebagai salah satu usaha Abi dan Ummi untuk melindungiku dari serangan tiga penyakit sekaligus. Imunisasi 3-in-1. Tiga penyakit itu adalah Difteri, Pertusis, Tetanus.

Difteri adalah penyakit yang menyerang tenggorokan dan dapat menyebabkan komplikasi yang serius atau fatal yang diakibatkan infeksi bakteri.

Pertusis (batuk rejan) juga disebabkan oleh infeksi bakteri pada saluran pernapasan yang ditandai dengan batuk hebat yang menetap serta bunyi pernafasan yang melengking. Pertusis dapat berlangsung selama beberapa minggu dan dapat menyebabkan serangan batuk hebat sehingga tidak dapat bernafas, makan atau minum. Pertusis juga dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti pneumonia, kejang dan kerusakan otak.

Sedangkan Tetanus adalah infeksi bakteri yang bisa menyebabkan kekakuan pada rahang serta kejang.

Tiga penyakit yang mengerikan sekali bagiku. Mudah-mudahan aku tidak terkena penyakit-penyakit itu.

Kali ini aku diimunisasi di rumah sakit tempat aku dilahirkan, bukan di tempat bidan seperti imunisasi BCG sebelumnya. Ummi memilih di rumah sakit agar bisa mendapatkan imunisasi DPT yang tidak memiliki efek samping berupa demam tinggi. Karenanya, ketika dokter menawarkan vaksin seperti yang diberikan di puskesmas, Ummi tidak memilihnya. Ummi meminta dokter memberikan vaksin yang tanpa efek samping. Tentu saja harganya lebih tinggi😀. Biar saja, itu urusan Abi.

Ternyata, tak hanya imunisasi DPT saja yang diberikan. Di salam satu paket imunisasi tersebut ada satu jenis vaksin lagi, yaitu Haemophilus influenza type B atau HiB. Yang salah satu fungsinya adalah mencegah penyakit Meningitis.

Sebelum namaku dipanggil, aku tertidur di dalam gendongan Abi. Aku mengantuk karena cukup lama juga antriannya. Setelah namaku dipanggil, Abi dan Ummi membawaku masuk. Abi langsung meletakkanku di tempat tidur kecil di samping dokter.

Sesaat kemudian, aku terbangun. Tubuhku langsung diperika oleh dokter. Aku kaget. Dan hampir saja menangis. Lihat saja wajahku seperti foto di atas itu. Hiks.

Tapi, tak lama kemudian, aku bisa tersenyum dan tertawa. Seperti ini.

sabiq imunisasi DPT (2)

Oh ya, sebelum aku disuntik di paha, Ummi bertanya kepada suster apakah bisa mengukur panjang tubuhku. Rupanya bisa. Dengan alat ukur yang tersedia, dua orang suster mengukur panjang tubuhku. Hasilnya, panjang tubuhku adalah 63 cm. Lebih panjang daripada hasil pengukuran yang dilakukan Abi, yaitu 60 cm.

Tak lama kemudian, pahaku disuntik. Aku tidak menangis. Tetapi begitu jarum suntiknya dicabut oleh dokter, aku menangis😦 . Sakit! Lalu aku diteteskan vaksin polio oleh dokter.

Karena aku pintar dan hebat, tangisku tak lama. Setelah digendong oleh Abi, tangisku pun reda.

Menurut dokter, ada masalah dengan berat badanku. Berat badanku saat akan diimunisasi adalah 5,15 kg. Seharusnya, berat badan di usiaku yang empat bulan ini adalah sekitar 7 kg. Aku termasuk kurus. Hiks. Mudah-mudahan dokternya salah lihat.

Aku diminta dokter untuk minum ASI lebih banyak lagi. Selain itu, aku juga harus berlatih tengkurap dan mengangkat kepala. Mudah-mudahan aku bisa. Aku yakin bisa!

 


Baca Diaryku Lainnya :

34 thoughts on “Sabiq’s Diary : Imunisasi DPT, HIB, dan Polio

  1. salgadd April 22, 2015 / 10:50

    Pinter dedeknya ga nangis🙂

    • jampang April 22, 2015 / 11:38

      aku nangis sebentar, om

      • salgadd April 22, 2015 / 11:51

        Gapapalah kalo cuman sebentar

      • jampang April 22, 2015 / 13:29

        iya, om

  2. alrisblog April 22, 2015 / 11:05

    Itu Syabiq malah ketawa-ketawa diperiksa, hehe…

    • jampang April 22, 2015 / 11:39

      iyaom. sebelumnya aku mau nangis, nggak jadi, aku malah tertawa… tapi setelah disuntik, aku nangis juga

  3. capung2 April 22, 2015 / 11:11

    Kadang ska gag tega klo melihat bayi disuntik.

    • jampang April 22, 2015 / 11:49

      tapi aku disuntik untuk kebaikanku, om😀

  4. ayanapunya April 22, 2015 / 13:57

    ayo Sabiq yang banyak minum ASI-nya!🙂

    • jampang April 22, 2015 / 14:32

      aku rajin minum ASI koq tante…. cuma sering ketiduran😀

  5. dani April 22, 2015 / 14:20

    Hihihi lucuu ya Sabiq. Pinter ga nangis.

  6. ipah kholipah April 22, 2015 / 15:41

    sabiq hebat di suntik kok engga nangis iya🙂 kalo aku jangankan di suntik liat jarumnya aja udah nagis hehehe

    • jampang April 22, 2015 / 15:53

      aku nangis sebentar koq, tante

  7. Emaknya Benjamin br. Silaen April 22, 2015 / 16:34

    Habis imunisasi Sabiq rewel ga bang?, kadang ada bayi yg demam atau malah jd dingin tubuhnya pas malamnya. Sabiq semoga sehat terus ya nak🙂 .

    • jampang April 23, 2015 / 04:35

      aku nggak rewel, tante. demam juga nggak. alhamdulillah.
      terima kasih doanya tante😀

  8. Ryan April 22, 2015 / 17:51

    Ah dede Sabiq pintar. Gak nangis lama2. Suntiknya gak sakit pas cabutnga yang sakit ya Sabiq.

    • jampang April 27, 2015 / 08:12

      iya om. pas dicabut baru berasa sakitnya

  9. zilko April 22, 2015 / 18:21

    Hehehe, samaan seperti Sabiq. November kemarin aku juga divaksin DPT😛 .

    • jampang April 27, 2015 / 08:13

      ternyata orang dewasa juga masih perlu diimunisasi ya, om?

  10. Anggun April 22, 2015 / 18:38

    Hahaha ekspresinya lucu banget, Sabiq! Hebat gak nangis🙂

    • jampang April 27, 2015 / 08:13

      aku nangis sebentar koq, tante

  11. Gara April 22, 2015 / 20:06

    Ekspresinya yang mau nangis itu epik banget :hehe. Tapi Sabiq anak yang hebat dan kuat, nangisnya tidak lama.
    Saya dapat info baru soal imunisasi di sini, selain dari iklan televisi yang Bu Bidannya cantik banget itu (salah fokus). Cuma saya mau tanya, antara vaksin yang punya efek samping demam dengan yang tidak, itu sama-sama yahud untuk mencegah penyakit, kan?

    • jampang April 27, 2015 / 08:15

      😀
      nanti aku kasih lihat videonya, om.

      iya, om. sama-sama yahud. cuma efek sampingnya aja yang dihilangkan

      • Gara April 27, 2015 / 16:01

        Ooh, demikian. Sip, sehat selalu ya Sabiq!

      • jampang April 27, 2015 / 16:12

        iya, om. terima kasih

      • Gara April 29, 2015 / 10:07

        Sama-sama :)).

  12. Ria Angelina April 22, 2015 / 20:14

    Wah udah mau belajar tengkurap aja minum asinya yang banyak ya biar kuat buat angkat kepala.
    btw cuma pakai asi aja mas ?

    • jampang April 27, 2015 / 08:12

      iya tante… 6 bulan ini aku hanya dapat ASI eksklusif

    • jampang April 23, 2015 / 04:38

      iya dong tante, nanti video lengpanya mau diupload ke Abi. insya Allah, katanya

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s