Anggur Merah

anggur merah

Sal, mungkin kau sudah tahu bahwa di dalah setiap detik perjalanan hidup, akan selalu hadir yang namanya perubahan. Seperti juga halnya dengan diriku. Ada kebiasaan yang saat ini sering aku lakukan. Sebuah kebiasaan yang hampir tak pernah aku lakukan sebelum menikah. Kebiasaan itu adalah membeli buah.

Aku mungkin termasuk orang yang yang suka dengan buah-buahan. Hampir semua buah aku suka. Tentu saja yang rasanya manis. Namun membeli buah secara rutin untuk aku nikmati atau disimpan di dalam kulkas untuk dinikmati beberapa waktu kemudian hampir tak pernah kulakukan. Setelah aku menikah denganmu, aku memiliki kebiasaan membeli buah. Sebab kupikir, buah-buahan itu baik untuk tubuh. Aku memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesehatan tubuhku dan tubuhmu. Karenanya, aku jadi sering membeli buah-buahan untuk kita nikmati bersma-sama.

Aku sering membeli semangka. Sebab aku suka semangka. Tetapi tidak demikian dengan dirimu. Ketika kita menyantap semangka bersama-sama, jumlah potongan semangka yang kau makan tidak sebanyak yang kumakan.

Hal yang sama juga terjadi ketika aku membeli buah duku atau rambutan. Hanya beberapa buah saja yang kau nikmati. Selanjutnya, aku menikmatinya sendiri.

Lidahmu juga tidak cocok dengan semua jenis buah jeruk. Ketika lidahku mengecap rasa manis buah jeruk lalu kuminta kamu mencicipinya, kamu mengatakan bahwa rasa jeruk tersebut tidak manis.

Karenanya, aku bingung dengan jawaban yang kau berikan atas pertanyaanku. “Hari ini aku mau membeli buah. Kamu mau buah apa, Sal?”

Kamu tidak menjawab dengan menyebutkan salah satu dari sekian banyak buah yang pernah kucoba. Kamu hanya menjawab dengan mengatakan, “Yang gampang dikupasnya!”

Sepertinya bukan buah semangka yang kau maksud. Sebab untuk memakannya perlu pisau terlebih dahulu untuk membelah atau mengupas kulitnya. Sementara buah lainnya sepertinya tak sulit untuk mengupasnya. Namun aku ragu apakah salah satu dari buah-buahan tersebut yang kau maksud.

Lalu aku teringat dengan satu buah yang tak pernah kau tolak ketika kuminta dirimu untuk memilih dan membelinya meski tidak terlalu sering. Buah itu adalah anggur merah. Untuk memakannya kau tak perlu mengupas kulitnya. Cukup dicuci lalu nikmati.

Sal, mudah-mudahan kau menikmati buah anggur merah yang kubeli hari ini.


Baca Seri Samara Lainnya Lainnya :

12 thoughts on “Anggur Merah

  1. zilko Mei 15, 2015 / 06:39

    Aku sama dengan si “aku” nih, suka semangka ๐Ÿ˜€

    • jampang Mei 15, 2015 / 07:35

      semangka tanpa biji khususnya ๐Ÿ˜€

  2. gegekrisopras Mei 15, 2015 / 08:07

    Iya enakan buah yg lgsg makan tanpa kupas mas, ga ribet hehehe ๐Ÿ˜€

    • jampang Mei 15, 2015 / 09:32

      iya nggak repot dan tinggal lep aja ๐Ÿ˜€

    • jampang Mei 15, 2015 / 14:15

      kalau beli kelapa… biasanya dikupas di tempat, mas

  3. mellyfeb0805 Mei 15, 2015 / 14:02

    Semangka segerrr.. Klo saya jg awalnya ribet makan semangka, jdnya skr suka diakali, kupas banyak trs potong2 taro di wadah bertutup. Ga habis, masukin kulkas. Jadi klo mau makan ga capek2 ngupas lagi, hehe

    • jampang Mei 15, 2015 / 14:14

      kalau dikupas nggak ditutup, buahnya jadi kering ya mbak

      • mellyfeb0805 Mei 15, 2015 / 14:22

        Kering atau blenyek dan aromanya ga seger lagi, dah kecampur aroma kulkas ๐Ÿ˜€

      • jampang Mei 15, 2015 / 15:37

        iyah ๐Ÿ˜€
        pernah saya ngalamin gitu

  4. Goiq Mei 15, 2015 / 16:08

    Waah sama mas. Aku juga penyuka buah-buahan

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s