[Prompt Quiz #6] Janda Mendiang Ayah

love-ring

Joko memutuskan untuk pulang setelah lima tahun berlalu. Dia yakin kabar kepulangannya telah diketahui warga kampung. Dia tak mempedulikannya. Dia juga tak mempedulikan bagaimana sikap Andini dan Andika, sepasang anak kembar yang lahir dan tumbuh besar di rumah yang sama. Baginya, cinta yang masih bertahta di hatinya harus tetap diperjuangkan. Dan sekarang adalah waktu yang paling tepat.

“Untuk apa kamu pulang ke rumah ini, Mas?” tanya Andini dengan nada tinggi. Ada amarah besar yang terselip di balik pertanyaan yang terlontar dari mulutnya. “Kamu pergi meninggalkan rumah tanpa sebab. Kamu membuat ayah jatuh sakit. Kini, setelah ayah meninggal, kamu tiba-tiba hadir di tengah-tengah kami. Aku tak mengerti!”

“Jika Mas pulang kembali untuk menuntut harta warisan ayah, aku tidak akan menyerahkannya. Kamu telah membunuhnya. Seorang pembunuh tidak berhak mendapatkan harta warisan. Mungkin kamu lebih tahu tentang itu, Mas!” Andika juga angkat bicara.

Joko hanya terdiam. Dia telah mempersiapkan diri atas segala kemungkinan terjadi. Kemarahan Andini dan Andika adalah satunya.

Pandangan Joko tertuju pada sosok perempuan lain yang ada di ruangan tersebut. Perempuan itu duduk agak jauh di belakang Andini dan Andika. Wajah perempuan tersebut tertunduk di balik kerudung putih yang menutupi kepalanya. Dialah Mirna. Cinta pertama Joko.

“Aku tidak membunuh ayah. Justru ayah yang telah menyakiti hatiku!” balas Joko.

“Maksud Mas Joko?” tanya Andini.

“Dini, enam tahun lalu, aku jatuh cinta kepada Mirna.”

Andini dan Andika terkejut setengah mati mendengar jawaban tersebut. Aliran darah dan detak jantung keduanya seakan langsung berhenti. Sementara

“Cinta kami tumbuh. Namun secara tiba-tiba, ayah memaksa kedua orang tua Mirna untuk menikahkannya dengan Mirna sebagai penebus utang-utang yang mereka miliki. Mirna tak kuasa menolak permintaan kedua orang tuanya. Lalu mereka menikah. Dan aku melarikan diri dari kampung ini agar lukaku tidak semakin dalam karena menyakisakan orang yang sangat kucintai hidup bersama dengan orang lain.”

Joko menghentikan suaranya. Ruangan rumah nan megah itu langsung hening. Tiba-tiba terdengar isak tangis Mirna.

“Andika!” Joko kembali bicara. “Aku pulang ke rumah ini bukan untuk meminta harta warisan ayah. Tetapi untuk menjemput kekasih hatiku, Mirna.”

Joko melangkah mendekati Mirna.

“Mirna, aku kembali untukmu. Aku masih tetap mencintaimu. Aku tak akan mempermasalahkan masa lalumu. Aku akan menikahimu,” ucap Joko di hadapan Mirna.

“Kamu sudah gila, Mas!” hardik Andika. “Dia itu istri mendiang ayah! Ibu kita!”

“Kita tak mungkin bisa menikah, Mas!” Mirna berkata terbata-bata di sela-sela isak tangisnya.

”Apa kamu masih mencintaiku, Mirna?” tanya Joko.

Mirna mengangguk pelan.

“Kalau begitu, kita akan menikah!”

“Mas Joko!” bentak Andika. “Apa kamu tidak mengerti hukum agama yang melarang lelaki menikahi perempuan yang sudah dinikahi oleh ayahnya?”

“Aku mengerti.”

“Kalau begitu, jangan kau lakukan, Mas!” bentak Andini.

“Justru karena aku mengerti hukum agama, aku akan melakukannya. Aku akan menikahi Mirna,” balas Joko.

“Kamu tidak berhak, Mas! Jika kamu melakukannya, kamu bukan saja menjadi manusia gila tapi lebih gila daripada binatang!” maki Andika.

“Andika, Andini, aku berhak menikahi Mirna.  Yang tidak bisa kulakukan adalah mendapatkan warisan ayah, sebab aku tidak memiliki hak itu. Kalian berdualah yang berhak!”

“Maksudmu,  Mas?” tanya Andini dan Andika bersamaan.

“Aku hanyalah kakak angkat kalian!”

*****

Pas 500 Kata Untuk Prompt Quiz #6 – Kepulangan Joko

Tambahan :

“Dan Allah tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar)” (QS al-Ahzaab: 4)

Imam Ibnu Katsir berkata, “Sesungguhnya ayat ini turun (untuk menjelaskan) keadaan Zaid bin Haritsah radhiyallahu ‘anhu, bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebelum diangkat sebagai Nabi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkatnya sebagai anak, sampai-sampai dia dipanggil “Zaid bin Muhammad” (Zaid putranya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam), maka Allah Ta’ala ingin memutuskan pengangkatan anak ini dan penisbatannya (kepada selain ayah kandungnya) dalam ayat ini, sebagaimana juga firman-Nya di pertengahan surah al-Ahzaab.

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS al-Ahzaab: 40)”

“Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: “Tahanlah terus isterimu dan bertaqwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu’min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya (menceraikannya). Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi” (QS al-Ahzaab: 37).


Baca Juga Prompt Lainnya :

27 thoughts on “[Prompt Quiz #6] Janda Mendiang Ayah

  1. Dyah Sujiati Mei 19, 2015 / 20:53

    Loh? Ibu tiri nggak boleh dinikahi ya setelah setelah ditinggal ayah?
    Kalau ayah kok boleh menikahi anak tiri setelah istrinya meninggal?
    Yang betul gimana Pak?

    • jampang Mei 20, 2015 / 07:31

      pertama, ada perbedaan perlakukan antara anak tiri dengan anak angkat.

      ayah tidak boleh menikahi anak tirinya. anak tidak boleh menikahi ibu tirinya. tetapi saudara tiri boleh menikah

      sementara anak angkat tidak ada kaitan ikataan darah, pernikahan, atau persusuan. sehingga antara anak angkat dengan kedua orang tua angkatnya bisa saja menikah dalam kondisi seperti cerita di atas.

      dalilnya saya sertakan di bagian bawah cerita.

      akan beda lagi jika anak tersebut diangkat kemudian disusukan oleh ibu angkatnya.

      • Dyah Sujiati Mei 20, 2015 / 07:55

        Berarti, lelaki nggak boleh menikahi anak tirinya walaupun sang istri (dr ibu si anak) sudah meninggal/diceraikan?

      • jampang Mei 20, 2015 / 08:09

        insya Allah begitu. yang saya tahu begitu. masa ibunya dinikahi anaknya juga dinikahi😀

        tapi kalau lelaki menikahi perempuan yang sudah memiliki anak lalu bercerai atau meninggal namun belum sempat berhubungan , masih boleh menikahi anak dari permpuan tersebut.

        coba perhatikan kalimat yang saya bold dari terjemahan di bawah ini :

        Diharamkan atas kamu ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan ; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu ; anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu , maka tidak berdosa kamu mengawininya; isteri-isteri anak kandungmu ; dan menghimpunkan dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. An-Nisa : 23)

      • jampang Mei 20, 2015 / 08:23

        sama-sama, mbak

    • jampang Mei 20, 2015 / 07:28

      terima kasih, pak.
      sisi quiznya setiap cerita harus didahului dengan dua kalimat pertama di atas, pak.

  2. GloryGrant Mei 19, 2015 / 20:58

    Menarik ceritanya Mas. Nggak biasa.🙂

    • jampang Mei 20, 2015 / 07:26

      ada poin kesamaannya, mbak😀

  3. ara Mei 20, 2015 / 07:59

    Saya nggak mengerti masalah agama dan tentang hukum pernikahannya.

    Tapi saya salut, cerita ini bagus dan juga bisa menguras emosi saat Joko bilang mau menikahi Mirna.

    • jampang Mei 20, 2015 / 08:04

      terima kasih. ya mungkin kalau pembahasan agamanya lebih dalam nggak bisa lewat cerita di atas saja. sebab banyak kurangnya😀

  4. -n- Mei 20, 2015 / 14:24

    Ejiyeh kakak angkat. Semoga jadi menikah ya mas joko, hehehe

    • jampang Mei 20, 2015 / 15:37

      ditunggu undangannya😀

  5. syifarah03 Mei 20, 2015 / 15:00

    Bagus, seperti biasanya, suka suka. Syukurlah kalau Joko bisa nikah ma Mirna.

    • jampang Mei 20, 2015 / 15:36

      terima kasih… terima kasih😀

  6. alrisblog Mei 21, 2015 / 13:51

    Cakep cara merangkai kisahnya, kang Rifki. Suka saya.

  7. capung2 Mei 25, 2015 / 09:48

    Rahasia jodoh memang tak ada yg tahu.

    • jampang Mei 25, 2015 / 09:50

      kira-kira begitu, mas😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s